Thursday, September 27, 2012

Kritik Norak


oleh Hasan Al-Jaizy

Al Imam Al Hasan Al Bashry pernah berkata, yang maknanya:

""Jangan kalian duduk-duduk dengan ahlul ahwa' (dengan segala jenis hawa) dan jangan mendebati mereka., dan jangan pula kamu mendengar sedikit pun dari mereka." (inet)

Di antara sifat ahlul ahwa (pengikut hawa nafsu) adalah yang mudahnya mencederai nama dan martabat para ulama disebabkan perbedaan kesimpulan hukum dalam pekara ijtihadiyyah atau furuiyyah. Tidak peduli ia mengatasnamakan diri atau kelompoknya apa; karena soal klaim, semua orang mampu melakukan.

Sedangkan menikam nama orang bisa bernilai nasihat selama berhujjah beretika, namun bisa juga sebagai gambaran ghuluw (berlebihan) dan pengaruh nafsu sensasional dalam jiwa yang ber-cover nasihat atau tahdziir.

Duduk dan bermajelis mereka justru bisa menumbuhkan semangat fanatisme manhajy; karena prinsipnya adalah : "Guru dan teman ngaji gue pasti bener."

Dan berdebat dengan mereka sama saja dengan mengibas asap ke mata sendiri. Karena akan memerihkan, menyulut panas hati dan takkan tertemu titik perdamaian maupun sikap lapang dada. Meskipun ucapan 'barakallahu fiik' atau semacamnya terlantunkan.

Betapa banyak yang menggunakan 'barakallahu fiik' tanpa bermaksud mendoakan, melainkan sekadar pelumas untuk melicinkan anggapan orang bahwa dadanya berlapang atau sekadar 'formalitas'.

No comments:

Post a Comment