Friday, September 21, 2012

Lebur


oleh Hasan Al-Jaizy

Di sini...
di desa ini...di pematang sawah ini...
kala itu kau berjalan riang
tetumbuhan padi, menampar-nampar paha kita
berjalan susuri petak-petak

Yang kemudian
kita rehat sejenak
di naungan pohon bertaburan bebatuan
di hadapan akar-akar
lalu kau tuliskan namaku
juga namamu
di muka datar sebuah batu nan halus
dengan batu apung yang kemudian melebur
dalam keherananku

Maafkan aku yang
menghapus kedua nama itu kemudian
Kukira kala itu kau tak perlu tuliskan keduanya
Yang kini kembali ku coba mengukir
sisa-sisa
dari hapusan itu

Ternyata kau hanya ingin
mengabadikan rasa
berharap kekal hingga kita berpisah
dan ternyata tidak kekal
karena kini kita sudah sungguh terpisah

Ku coba kembali ukir
kedua nama dengan batu apung
namun lebur ia
dalam isak tangisku

Maafkan aku...

No comments:

Post a Comment