Saturday, November 17, 2012

HIDUPMU INSPIRASIMU: [10] "Kado Hati Untuk Teman"

oleh Hasan Al-Jaizy

Saya punya seorang teman. Ia teman lama. Ia teman yang saya kenal baik sejak masa sekolah dahulu. Ia teman yang temani saya dahulu di momen susah dan senang. Ia teman yang telah berikan saya banyak kebaikan dan pelajaran.

Melaluinya, Allah membantu kebutuhan saya untuk membeli netbook ini. Netbook yang dengannya saya mendapatkan banyak kebaikan mengalir dan mengalirkan banyak kebaikan. Netbook yang Allah takdirkan sebagai alat membuka banyak tabir-tabir dan membentangkan banyak jalur-jalur.

Teman saya yang satu ini adalah yang terbaik dalam seumur hingga kini. Sudah lama kami tak bertemu. Namun, kenangan dan kebaikannya terasa. Bahkan kiraan pandangan saya, hingga masa tua, saya akan mengingat jasanya. Siapapun manusia yang mendapat manfaat dari apapun yang saya tulis [jika memang itu bermanfaat], melainkan teman saya ini berperan di baliknya. Karena melaluinya lah Allah bentangkan jalan-jalan kebaikan. Yang dulunya saya hanya bisa bermimpi dan berjalan jauh, namun mulai hari itu, Allah mudahkan realisasi mimpi dan menyingkatkan perjalanan. Tiada kebaikan melainkan Allah lah yang berikannya. Tiada permohonan tuk tunaikan mimpi melainkan Allah lah yang menyatakannya.

Karena baiknya teman saya ini, bahkan pernah saya hampir goyah, tidak kuat diri, mengingat besarnya kebaikannya dan besarnya manfaat dari kebaikan itu. Dan seringkali berfikir bagaimana saya bisa membalas budi teman semacam ini. Lebih-lebih ketika fikirku bagaimana membalas yang terbentang dari budi orang tua padaku, sedari bukan siapa-siapanya aku dahulu hingga kini aku adalah seorang siapa di mata sebagian manusia.

Tulisan ini adalah kado untuk temanku itu. Nama tidak boleh tercantum. Namun, semoga nama teman saya ini selalu tercantum di hati saya hingga masa tua. Sehingga nanti saya akan ingat jasa-jasanya dan ingat betapa kurangnya diri ini.

ILMU / HARTA / JASA

Seperti yang sudah-sudah saya ucapkan melalui tulisan. Dan harapku tulisanku benar-benar berbicara di fikiran para pembaca. Semoga tidak hanya sekadar tulisan dan hobi. Tapi menjadi hidup, tumbuh, bertunas dan menderaskan kebaikan serta pahala bagi yang hendak bercocok tanam.

Jika engkau punya ilmu berlebih, maka bermurahlah dalam membaginya. Sebait bagian dari kemurahanmu kelak akan diberkahi insya Allah, selama ikhlasnya jantungmu berdetak dan kebenaran yang kau bawa. Barangsiapa yang berpelit akan ilmu untuk dibagi, maka ilmu pun bisa berpelit padanya. Salah satu cara menambah ilmu adalah membaginya. Salah satu cara menghapus ilmu adalah mengasingkannya dari manusia.

Jika engkau punya harta berlebih, maka bermurahlah dalam membaginya. Keping-keping mata uang itu mungkin kurang berharga bagi matamu, namun banyak mata-mata manusia yang tiada kemarau ia bermusim. Selama bait-bait niatmu dalam hati ikhlas memberi, seketika itu telah tercatat kebaikan yang mengalir. Kemudian jika orang yang kau bangkitkan dari keterpurukan melalui harta yang kau beri menggunakannya untuk mengalirkan sungai-sungai kebaikan yang deras, maka kau akan merasakan derasnya aliran itu di akhirat nanti.

Jika rupanya Allah belum memberimu ilmu atau harta berlebih, maka kau masih mempunyai tenaga berlebih. Maka, tawarkanlah jasa pada yang membutuhkan. Sesungguhnya meringankan beban manusia tidak hanya dengan harta, namun bisa pula dengan jasa badan. Bukankah memungut duri dari tengah jalan dengan niatan menyelamatkan manusia dari marabahaya adalah sebuah jasa yang merupakan salah satu bagian dari iman?

Jika ternyata Allah belum memberimu ilmu, harta dan tenaga berlebih, maka gunakanlah hatimu. Doakan mereka yang memiliki ilmu berlebih agar semakin ikhlas berilmu dan umat mengambil manfaat darinya. Doakan mereka yang memiliki harta berlebih agar semakin ikhlas memberi dan mata-mata bermusim hujan pun menyambut musim semi. Doakan mereka yang memiliki tenaga berlebih agar ikhlas memberi jasa pada manusia sehingga tiap manusia bisa saling melengkapi dan memberi.

Ini adalah secarik kado berupa surat atau tulisan untuk temanku. Teman yang seolah saya sudah kehilangan dirinya. Jasad kita berdua berjauhan. Apa yang Anda dapatkan manfaat dari apapun tulisan saya di dunia maya, maka teman saya memiliki andil di balik tirai, selain andil orang tua, para guru dan beberapa teman. Semua itu adalah kebaikan dari Sang Rahman, yang jika Dia hendaki sebuah kebaikan terjadi, tiada keburukan mencegah, dan jika Dia hendaki sebuah keburukan terjadi, tiada kebaikan menyanggah.

Orang-orang baik dan tulus akan kebaikannya, ia tidak akan dilupakan oleh orang-orang baik dan orang-orang jahat. Karena kebaikan dan ketulusannya. Sementara orang-orang jahat, ia selamanya dikenal jahat oleh orang-orang baik dan belum tentu disukai oleh orang jahat lainnya. Maka jadilah orang baik, baik itu dari segi ilmu, harta, jasa, maupun doa yang tak zahir di alam nyata, namun dalam batin selalu menyala.

Inilah kadoku untuk teman...yang ia pun tak tahu aku menulis ini untuknya kini.

No comments:

Post a Comment