Wednesday, December 26, 2012

CAT [72] : "NASIHAT BAPAK"


oleh Hasan Al-Jaizy


Secara tidak langsung, Bapak saya berpesan atau menasihati banyak. Di antara pesan atau nasihatnya:

--> "Kamu harus jadi layang-layang; lebih tinggi dari lainnya hingga tak terkejar"

Syarh [oleh saya sendiri]: At-Tafawwuq dan Uluw Al-Himmah. Bukan dimaksudkan merasa tinggi di atas manusia atau berniat membuat manusia mengira kita hebat. Tetapi, berlombalah dan gunakan apa yang kamu bisa gunakan sekarang! Fokuskan, perbanyak, asah, kembangkan dan kerahkan dari sekarang selagi sempat! Agar nanti kamu benar-benar setinggi layang-layang. Di saat kamu berada di ketinggian, banyak yang kamu lihat menatapmu jauh di bawah. Bahkan di saat kamu runtuh turun ke bumi, banyak yang mengejar berusaha memilikimu.

--> "Saya menggunakan dan melakukan yang saya bisa hingga sekarang"

Syarh : Karena kita tidak tahu kapan kita wafat, maka lakukan selagi sempat! Apa yang kamu bisa? Apa yang kamu mampu lakukan untuk dirimu dan manusia, maka lakukan dan terus lakukan semenjak sekarang; kelak hasilnya akan menuai.

--> "Dan saya awalnya bermodal nekad"

Syarh: Banyak ulama mengawali pencaharian ilmu dan pengamalannya dengan modal nekad; karena sebelumnya ia merasa 'tidak bisa', 'belum tentu bisa', 'kurang yakin untuk bisa', dan 'sepertinya takkan bisa'. Namun dengan kenekadan, banyak orang biasa menjadi luar biasa.

--> "Musuh-musuh di zamanmu akan lebih banyak dibanding di zamanku!"

--> "dan kamu takkan bisa mengalahkan mereka kecuali dengan ilmu dan kemampuamu"

...yang semuanya adalah pemberian dari Allah...bahwa tiap manusia diberi kemampuan melakukan sesuatu, bermanfaat bagi dirinya atau orang lain. Orang merugi adalah orang yang tahu dirinya diberi kemampuan namun enggan mengembangkan atau menghidupkannya. Orang paling merugi adalah orang yang tidak tahu ia mampu berbuat apa dan tidak mau tahu apa yang harus ia kembangkan.

No comments:

Post a Comment