Monday, January 14, 2013

Kagum Pada Ulama


oleh Hasan Al-Jaizy

Kita akan terkagum pada ulama yang ahli dalam bidang Aqidah serta firaq [kelompok-kelompok] menyimpang, baik itu di zaman lalu maupun yang terkini. Mereka memiliki kekuatan dan hujjah dalam menegakkan kalimat thayyibah [Laa ilaaha illallaah] sehingga kemurnian aqidah islamiyyah tetap terjaga. Kita menelaah secara zahir kitab-kitab mereka, bertaburan dalil, hujjah dan bantahan di sana-sini. Semua itu dilakukan BUKAN karena kurang kerjaan atau semacamnya, tetapi demi tegaknya agama ini. Perhatikan dan fikirkan bagaimana mereka [para ulama] mampu menghabiskan waktu yang terberi untuk memeriksa satu persatu kelompok-kelompok sesat lalu mengerahkan segala upaya menghancurkan mereka dengan hujjah dan bayaan? Itu bukan hal mudah!

Kita juga akan terkagum pada ulama ahli tafsir, bagaimana mereka bisa tahu ayat-ayat yang ratusan hingga ribuan tersebut memiliki banyak arti dan faedah!? Bagaimana mereka bisa tahu satu [single] ayat saja bisa menuturkan di baliknya puluhan makna yang bermanfaat bagi hayat basyariyyah, entah untuk masa fana atau untuk masa baka!? Dan bagaimana mereka bisa menyempatkan diri menelaah kitab-kitab Tafsir sebanyak itu!? Sedangkan kita, membedah An-Naas pun belum kelar. Selama ini kita membacanya hanya zahir di lafadz. Jikalau mendalaminya, hanya zahir di pemahaman sederhana. Yang sebenarnya, tiada ayat kecuali besar maknanya, agung kadarnya, dan sempurna susunannya.

Kita tak bisa melarikan diri dari kekaguman terhadap ulama Hadits! Lihat juhd [upaya] dan ijtihad mereka dalam mencari periwayatan hadits. Lihat sirah mereka; perjalanan hidup atau perjalanan kaki dalam mencari ilmu. Lihat bagaimana cerminan kekuatan azam, hasrat, jiwa dan hafalan mereka. Itu semua mereka amalkan bukan karena mereka kurang kerjaan! Satu hadits saja, jika mereka berjasa dalam menyebarkannya, pahala terlipat-lipat hingga akhir zaman, selama hadits tersebut masih tergaung dan teramalkan! Lalu, bagaimana mereka mampu mengumpulkan hadits sebanyak itu, sedangkan meraih tiapnya tidak pada satu waktu, dan tidak dalam satu tempat, melainkan harus safar ke berbagai negeri!?

Kita melihat para ulama pakar Ushul Fiqh, menuai kekaguman dalam diri kita bagaimana mereka mengerahkan upaya agar menjadi orang-orang yang berjasa dalam penegakan syariat Islam! Mereka meracik dan merumuskan kaedah-kaedah umum pendalilan agar terbentang kemudian di zaman setelahnya kemudahan-kemudahan! Lihat kitab-kitab mereka, dengan bahasa memusingkan. Bagaimana mereka mampu memahami suatu kosakata dalam bahasa melebihi pemahaman ulama bahasa!!! Dan lihat betapa kuatnya mereka mempertahankan prinsip atau kaedah yang mereka tetapkan; mengajarkan kita bagaimana bertahan kuat dalam meneguhkan dalil.

Kita tak mundur dari rasa salut melihat ulama Fiqh [fuqahaa']. Dengan upaya besar mereka memahami permasalahan-permasalahan, dari kecilnya hingga peliknya. Lalu mereka menulis apa yang terlah terumuskan hukumnya. Menabur manfaat di tengah manusia; sehingga manusia tahu harus berbuat apa ketika begini dan begitu. Jika kita lihat dan menelaah kitab-kitab mereka, kita dapatkan kerumitan disebabkan: perincian yang ketat, atau pendalilan yang terasa berbelit, atau kiasan-kiasan menguras otak, atau lainnya yang menunjukkan mereka tidaklah menulis segala tafshilaat [rincian-rincian] kecuali berdasarkan ilmu.

Dan betapa sulitnya menyembuhkan rasa kagum yang tak kunjung hilang.

No comments:

Post a Comment