Showing posts with label Alam. Show all posts
Showing posts with label Alam. Show all posts

Sunday, November 25, 2012

BUAYA


oleh Hasan Al-Jaizy

Buaya adalah hewan reptil yang menghabiskan banyak masa hidupnya di air. Sejatinya habitat hewan bermata dua bermulut satu berkepala kurang lebih mirip naga ini adalah perairan tawar seperti sungai, danau, rawa dan lahan basah lainnya, namun ada pula yang hidup di air payau seperti buaya muara. 

Dalam bahasa Arab, buaya dikenal dengan nama 'Timsaakh' [تمساخ]. Dalam bahasa Inggris, dikenal dengan sebutan 'crocodile'. Nama ini berasal dari penyebutan orang Yunani terhadap buaya yang mereka saksikan di Sungai Nil, krokodilos; kata bentukan yang berakar dari kata kroko, yang berarti ‘batu kerikil’, dan deilos yang berarti ‘cacing’ atau ‘orang’. Mereka

Sunday, November 11, 2012

Gerimis Setelah Hujan....


oleh Hasan Al-Jaizy

ingatkanku pada Parit Sembin sana. Kalimantan Barat. Banyak cerita. Dan banyak pula serpihan kenangan hilang dari ingatan. Dikaburkan zaman.

Tentang anak-anak miskin dan piatu. Mereka anak-anak dari suku Melayu, Bugis, Dayak dan Madura. Kaki mereka tak beralas. Keceriaan mereka merampok kemiskinan atau ketiadaan ayah ibu lalu memberangusnya.

Sekolah mereka adalah yang bisa kau jadikan mesiu iba. Bangunan kayu dengan atap tak sempurna. Jendela tak berkaca. Sehingga ketika hujan deras menyapa dengan ceramah langit yang bergemuruh, mereka berlindung di bawah meja-meja. Ku saksikan dan kurasakan itu semua.

Baju-baju kumuh.
Kulit-kulit kasar.
Canda tawa murni.
Lumpur sedalam lutut.
Kayu bakar dari hutan.
Tadarus selepas magrib.
Ikan, belut dan ular parit.
Hutan di pandangan kolong langit.
Kabut malam.
Kepala-kepala botak.
Perpisahan singkat nan sederhana.

Perpisahan kami sekian detik...namun perasaan menggelora selamanya.

Tuesday, November 6, 2012

HIDUPMU INSPIRASIMU : [4] "Cicak dan Tokek di Tengah Musim Laron"


oleh Hasan Al-Jaizy

Selepas shalat Maghrib, berpulang aku ke rumah. Di teras, tersempat pandangan tertuju pada lampu gantung yang menggantung di depan pintu. Di hadapan tembok dan ventilasi atas pintu. Apa yang menarik di sana?

Yaitu sekawanan cicak dan gerombolan laron. Laron beterbangan ketat kerubuti dan kitari lampu. Banyaknya tak terkira.Hingga dasar lantai pun berseliweran berjasad-jasad mereka. Ku pandangi kuasa Rabb itu bermenit lamanya. 'Harus ada sesuatu atau berhal-hal faedah yang bisa kupetik dari apa yang tersaksi kali ini,' batinku.

Dan memang besar faedah yang terpetik. Cicak-cicak itu terus menunggu rizki mereka. Sungguh ajaib. Seringkali laron-laron mampir ke tembok tempat mereka mangkal. Dan secepat kilat sambaran mulut mengakhiri histori hayat laron malang. Serangan cicak begitu cepat. Maha Besar Allah. Dan apa gerangan yang mengilhamkan laron untuk mendarat sejenak di tembok itu!? Siapa yang menyuruh para cicak berkumpul di sana!? Dan kenapa laron selalu mengerubuti sesuatu yang terang semacam lampu!? Sedangkan di sekitarnya selalu saja ada cicak! Kenapa??? Dan siapa yang mengaturnya????

Setahun lalu, ku kunjungi rumah nenek di pelosok Banjar, Ciamis. Di daerah perbukitan yang dingin. Selepas shalat maghrib, ku menembukan pemandangan serupa. Laron-laron besar kelayapan di sekitar sebuah lampu penerang jalan. Dan mereka juga menemplok di tembok.

Maha Kuasa Allah. Di tembok itu ada sekitar 3 tokek berburu. Mengintai. Mengawasi. Berlari. Menyerang. Menggigit. Memakan. Sungguh Maha Kuasa Allah atasnya. Dan ku sempatkan mengambil 2 tokek ketika sedang lengah mencaplok laron besar. Masih ada hikmah dan pelajaran yang bisa didapat dari tokek, selain tentang rizki.

==============================

Adzan Isya bergema. Tulisan di atas ditulis sebelum Isya. Beranjak kemudian keluar kamar dan hendak keluar rumah. Pintu kubuka. Dan Demi Yang Menciptakan segala jenis hewan, sebuah pemandangan yang tak kusangka. Apa yang ada? Tidak ada apa-apa. Tidak ada satu pun laron! Tidak ada satu pun cicak di sana! Kemanakah mereka semua pergi!? Tak mungkin cicak-cicak Maghrib tadi menghabiskan semua laron. Tidak mungkin. Dan bagaimana laron-laron bisa hijrah semua secepat itu hingga tak tersisa meski satu!?

Teringatlah firman Allah:

وما من دابة فى الأرض إلا على الله رزقها ويعلم مستقرها ومستودعها

"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya." [Q.S. Hud: 6]

[1] Allah memberi rizkinya!
[2] Allah tahu tempat berdiam mereka! Sekarang tanyakan pada dirimu, dimana berdiamnya cicak? Kau katakan, 'Di celah-celah atap dan langit rumah!' Baiklah. Lalu, dimana berdiamnya laron-laron tadi???? Kemana mereka pergi???

Sesungguhnya jika ingin membicarakan makhluk hidup dan rezekinya, umurmu pun takkan habis terhabiskan tuk membahas segala mengenainya. Karena tiap makhluk miliki rizki dan masanya masing-masing.

Yang bisa kita petik dari yang ku saksikan adalah:

[1] Bahwa Allah memberi rizki pada semua makhluknya, berakal atau tidaknya. Dan takkan mati satu makhluk hidup, melainkan telah disempurnakan atasnya rizkinya dalam hidup. Takkan Allah matikan ia kecuali sudah tertunainya segala hak dan rizki baginya. Dan Allah Maha Adil, takkan mendzalimi siapapun sedikitpun, meskipun zalimnya banyak makhluk.

[2] Bahwa kejayaan dan panen itu ada masa atau musimnya. Dan ia akan terulang; sebagaimana dalam sejarah manusia, kejayaan akan terulang, dalam pertanian, panen akan terulang. Pula dalam sejarah kehidupan hewan, masa jaya ketika banyaknya makanan akan hadir dan terulang.

[3] Bahwa masa jaya dan panen itu sebentar, sisanya adalah masa baik dan masa panceklik. Sebagaimana masa jaya para cicak selepas maghrib hanya bermasa sejam atau bahkan kurang. Lalu selebihnya: kembali pada sesuatu yang biasa dan rutin terjadi. Begitu juga dengan manusia. Puncak kesenangan itu sempit masanya dan cepat berlalunya. Sementara rutinitas yang biasa-biasa saja luas masanya dan lama terjadinya. Ditambah ujian dan kesulitan.

dan masih banyak hikmah yang bisa kita ambil dari ayat-ayat Kauniyyah.

Hidupmu...inspirasimu...hidupmu...inspirasi untuk selainmu...maka lihatlah ayat-ayat, di sanalah berjuta inspirasi untukmu.

Saturday, November 3, 2012

HIDUPMU INSPIRASIMU : [1] Gula Dikerubuti Semut

oleh Hasan Al-Jaizy

Suatu hari, Al-Arify mengisi pengajian kecil-kecilan dan santai. Ia duduk-duduk di sekitar orang, yang mereka semua adalah kaum awam dan berkemampuan ilmu rendah. Di majelis tersebut, tiada yang menonjol di antara hadirin kecuali seorang kakek tua. Dia disegani bukan karena apa, melainkan usia. 

Al-Arify dalam sebuah kebetulan, menyampaikan satu fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz -rahimahullah-. Selesai kutipan, kakek itu berkata dengan irama bangga dan binar mata, "Kau tahu? Syaikh bin Baz adalah teman saya ketika belajar di masjid. Di kajiannya Syaikh Muhammad bin Ibrahim, sekitar 40 tahun lalu!"

Cerita di atas singkat sekali. Dan bisa berlalu dengan singkat. Namun saya juga teringat pada nama-nama besar yang juga saya kagumi. Mereka bernama besar, berpangkat tinggi dan bergelimang sukses tentu bukan sebuah kebetulan semua terjadi. Karena jika ada air bergelombang, pasti ada penyebabnya, sekecil apapun ia. Bahkan gunung pun

Thursday, October 18, 2012

Dihujani Keterasingan

oleh Hasan Al-Jaizy

Pagi itu, ku menatap bebukitan. Mengira-ngira kira-kira tanjakan mana yang akan ku tempuh kini. Semalam puas sudah ku menyendiri di pinggir sawah yang berbentuk seperti jurang kecil; meninggi. Di bawah jurang kecil ada parit kecil, mengalir air aliran sawah-sawah. Diserang angin-angin bukit yang keras tadi malam. Dingin, sepi dan indah.

Ah, rupanya hawa tanjakan itu menarik perhatianku. Akhirnya, ku turut berjalan di atasnya, menuju ketidaktahuan; karena sungguh ku tak kenali daerah itu. Tanjakan itu cukup tajam, dengan bebatuan melantai. Di samping kanan, tampak jurang ngeri yang ditumbuhi tetumbuhan. Duhai...banyak sekali pohon salak tumbuh di sana. Berkhayal sedikit: andai ku tersandung, tergelincir dan terseret ke bawah sana, tak tahu lah berapa jumlah goresan dan luka terpahat di kulit.

Dan kembali memandang ke kanan, ujung-ujung pohon rupanya setara denganku. Melihatku dari kejauhan. Pohon-pohon itu tinggi sekali, menjulur ke bawah. Di bawah pasti sebuah lembah yang menarik dan sepi. Hiii...ada apa di sana? Tak tahulah aku. Rasanya ingin melompat seketika dengan teriakan, 'ciaat', menuju ke tengah-tengah awan lembah itu. Tapi, terbayang pula bilamana tak mampu aku terbang, pasti akan terseok-seok aku di jurang berjuta duri ini.

Lama sudah ku berjalan susuri jalan kecil menanjak itu. Sekali aku melewati daerah yang jalannya semakin menyempit. Di kanan sudah tak berjurang lagi, melainkan kengerian menyergap. Yaitu ketika kanan kiriku sudah terhunus tetumbuhan salak yang berduri. Hewan-hewan semacam serangga dan burung bersuara nyaring di kejauhan. Dan di sekitar itu pula ku dengar suara gemericik air.

Ya, suara gemericik air yang lama kurindu. Langsung terbayang di benak, adanya sungai kecil nan bersih, jernih dan asri. Lalu ku semakin penasaran ingin mencari gerangan ia berada. Ku mencari-cari jalan menujunya. Dan tertemulah olehku sebuah celah yang berlantaikan bangkai-bangkai dedaunan; menuju sebuah ruang yang gelap. Beratapkan pepohonan dan dedaunan. Ku memasuki ruang itu dengan rasa kedinginan yang semakin melecut dan detak-detak jantung yang semakin berdegup.

Dan...setelah melewati alas-alas daun, ku dapatkan memang sebuah sungai yang sangat cetek. Airnya begitu jernih. Kau bayangkan saja sendiri. Di desa yang benar-benar masih berhutan dan bebukitan. Dengan dingin yang mengantup sekujur tubuh. Sendirian. Di bawah payung-payung dedaunan dan pepohonan besar ku melirik seantero alam. Terhirup berkali-kali nafas segar dalam-dalam. Di tengah kesendirian yang sungguh terasingkan. Di tengah suara-suara gemericik air. Di tengah alam liar. Yang dingin...

Pelosok Tasikmalaya

Wednesday, October 17, 2012

Penawar Gelisah


oleh Hasan Al-Jaizy

Sesungguhnya sujud terdalam dan terkhusyu bukan hanya milik para ustadz, syaikh, ulama, atau pelajar Fakultas Syariah. Sujud yang sebenar-benar menyerap di hati adalah milik semua orang Islam; tanpa peduli julukan, pangkat, gelar dan pandangan sosial.

Seandainya, para pelajar dan ahli astronom mau mengingat Allah tiap mereka mempelajari alam tentang langit, berupa bintang, bulan, angkasa, udara, angin-angin yang bergulir, curah hujan, cuaca, matahari, planet-planet. Sungguh, jikalau mereka sekali saja melihat satu purnama di tengah gulita langit, sembari berfikir dalam-dalam bahwa segala warna, bentuk dan guliran diatur sempurna oleh Allah, lalu menangis dan bersujud ketika itu juga, maka itu sudah mencukupi dan mengobati jutaan lantunan damba bahagia manusia.

Seandainya, para pelajar dan pakar geologi, geografi dan segala yang bekaitan dengan bumi, mau mengingat Allah tiap mereka mempelajari komposisi bumi, ragam tanah, strukturnya, dataran-dataran dan letak-letak. Sungguh, jika mereka sekali saja mengamati tanah gambut yang sekali digali akan keluarkan air di dalamnya dan melihat lapisan-lapisan kecil namun berakar-akar, memandang lekat pada semua yang ia lihat darinya [tanah-air-akar], lalu menangis

Monday, October 8, 2012

Beberapa Point


oleh Hasan Al-Jaizy

Beberapa point untuk Senin pagi ini:

[1] Barangsiapa menabur angin, ia akan menuai badai. Barangsiapa bermain badai, ia akan masuk angin. Barangsiapa masuk angin, ia akan merasa hidup berbadai. Barangsiapa hidupnya berbadai, maka mintalah keluasan pada Yang Menciptakan angin dan badai.

[2] Pelantikan Gubernur DKI belum jelas. Menunjukkan sifat keangin-anginan orang-orang atas. Karena memang asalmulanya tidak tegas. Dikecualikan jika memang ada tekanan atau darurat, baru pada nge-gas. Jika pelantikan resmi yang penting saja belum jelas, apakah kita boleh menyatakan, 'kita sama-sama culas dan malas' !?

[3] Mengais dunia demi akhirat, bukan menjual akhirat dengan dunia. Jika iman berkurang, dunia serasa mahligai di tengah surga. Namun kala iman sedang bertambah, dunia terasa tidak ada apa-apanya. Yang terbijak: imbangi keduanya selagi raga menanggung jiwa.

[4] Tanpa mengenal hari apakah itu, burung-burung tetap pergi pagi demi mencari makan. Hingga menjelang petang, mereka pastikan belly dalam keadaan terisi. Maka kamu, duhai manusia: tanpa mengenal hari apakah itu, tamasyakan fikiranmu demi mencari penghasilan terlebih ilmu. Karena di sini pembeda antara mu dan mereka [para burung]. Jikalau hanya makan dan senang kau cari tanpa kenal hari, kubangan lumpur sehari-hari disukai babi.

[5] Seorang bocah berjalan menenteng tas tak berkualitas menuju sekolah. Sementara semua teman sekelasnya, tas ditenteng oleh bapak atau ibu. Jikalau ada yang menentengnya, tentu tetap nyaman; karena semuanya diboncengi di atas motor atau bahkan mobil. Bocah itu memang masih polos; namun sepolos-polosnya manusia berhati, ia pasti punya rasa iri. Ketahuilah, bukan materi yang menjadi pengukur kesuksesan di masa depan, melainkan semangat dan ketekunan. Semakin keras perjuangan, semakin belajar seseorang. Semakin dielus kucing, semakin manja ia dan ketergantungan.

Who cars?
Who nose?http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/448947911813266

Monday, October 1, 2012

Hujan-hujan

oleh Hasan Al-Jaizy

Hujan ini ingatkan ku pada teman-teman FB, yang kala hujan di tempat mereka, rasa syukur terhatur hingga terkecap di status. Mereka katakan, 'Alhamdulillah, hujan. Allahumma shayyiban naafi'a.' Yang dengan status tersebut, bisa jadi [dan semoga] mereka mendapat pahala beragam. Pahala syukur, pahala karena mengantarkan seseorang pada sebuah kalimat yang disunnahkan terucap kala turun hujan: 'Allahumma Shayyiban Naafi'a'.

Hujan ingatkan ku pada suatu tengah malam ketika remajaku di Salatiga. Ketika itu ku dan teman dekatku berdua tersasar di kaki gunung. Suasana mencekam karena derasnya hujan dan kabut secara ngeri menyelimuti. Bayangkan, ketika kami mengangkat tangan kami ke depan muka, pekat kabut membutakan mata dari apapun! Dingin yang sedingin-dinginnya...kami berjalan meraba menyusuri jalanan mobil.

Hujan ingatkan ku pada suatu sore berjalan sendiri menyusuri rel Sukabumi-Bogor di tahun 2009 yang ketika itu sedang tidak aktif. Setelah berjalan berkilo-kilo melewati stasiun Cigombong [Bogor] yang berupa mayat, meneruslah aku hingga akhirnya berjalan di tempat sepi sekali. Sebabnya, tidak ada rumah warga di sekitar. Sebelah kanan rel adalah semacam tebing, yang di atasnya ratusan hingga ribuan kuburan Cina. Dan sebelah kiri adalah Sungai Cisadane yang saat itu sedang beraliran ganas. Di seberang Sungai, adalah kebun liar tanpa manusia hendak menghuninya. Jam 5 sore, ketika itu, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya tanpa ampun. Terhujani di tengah keterasingan dan keterkecaman.

Hujan ingatkan ku pada teman-teman lamaku di Salatiga. Tak satu cerita saja yang ada, namun bersirat-sirat. Hujan ataupun kemaraunya musim, segala kenangan dengan teman-teman ini, akan selalu basah dalam ingatan.

Dan mungkin setelah membaca beberapa paragraf di atas, ada yang belum terfikir: 'Ingatkah kamu pada Yang Menciptakan hujan?' Jawabannya ada di kalimat 'Allahumma Shayyiban Naafi'a'.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/446990428675681

Tuesday, September 11, 2012

Hikmah

oleh Hasan Al-Jaizy

Beberapa point terkait HIKMAH:

[1] Para ahli tafsir memaknai kata 'hikmah' dengan pemaknaan beragam; disesuaikan dengan konteks ayat. Di antara maknanya: 'nubuwwah' [kenabian], ilmu, pemahaman, khasyyah [rasa takut disertai pengagungan terhadap Allah], Al-Qur'an, As-Sunnah [jalan hidup Nabi], dan lain-lain.

[2] Menoleh ke Wikipedia versi Arab, hikmah bermakna: 

اكتساب العلم من التعلم أو من التجارب
"Perolehan ilmu dari pembelajaran atau dari pengalaman"

Penjelasannya: Bisa saja hikmah disebut sebagai ilmu pengetahuan, diperoleh dari belajar, entah apapun perantaranya, seperti membaca buku, menyimak kajian, ataupun pengalaman.

Thursday, August 30, 2012

LEUWI

oleh Hasan Al-Jaizy

Ada yang tahu palung? Atau, ada yang mengatakan itu juga bernama Kedung. Kalau di Sunda, katanya itu bernama Leuwi. Di Kab. Bogor, ada kecamatan atau daerah namanya LeuwiLiang.

Yang diceritakan oleh saudara2 saya, ketika mengunjungi rumah mereka di Ciamis, Luwi itu adalah semacam bagian terdalam di sungai namun di titik-titik tertentu. Biasanya ada di pinggiran. Konon itu seperti sumur alami yang kedalamannya tak terketahui. Di dalam Leuwi terdapat beberapa celah, lubang dan rongga. Nah, di dalamnya terdapat perputaran air dan juga aliran dari lobang2 tersebut.


 Leuwi di Sungai Cijulang, Ciamis

Kalau di Sungai Cijulang, sungai yang cukup besar [namun bulan2 ini sedang cetek], ada beberapa Leuwi yang juga pernah memakan

Berhenti Sejenak!

oleh Hasan Al-Jaizy


[Q.S. At-Takwiir: 29]

وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ

"Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam."

Ayat ini mewartakan pada kita bahwa segala yang manusia kehendaki adalah di bawah kehendak Allah. Kuasa manusia di bawah kuasa-Nya. Dan di sini juga Allah menegaskan bahwa Dia-lah Rabb [pencipta-pemilik-pengatur] semesta alam.

[Q.S. Al-Insan: 30]

وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًۭا

"Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

Sama seperti ayat yang tertera sebelumnya, mengenai kehendak kalian [manusia] di bawah kehendak-Nya. Namun di ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Karena itulah, segala yang terjadi adalah berdasar kehendak-Nya dan Allah Maha Bijaksana dalam berkehendak. Tiada celah bagi kita untuk menggugat kehendak dan keputusan-Nya.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/434699886571402

Sunday, August 19, 2012

MERACAU : "Kucing!"

oleh Hasan Al-Jaizy

Kucing...

Dulu binatang ini tidak begitu saya sukai; tapi kian kemari saya semakin suka mengamati gerakan binatang ini. Tingkahnya unik dan sangat tidak manusiawi. Mungkin ia belum punya undang-undang peri-kemanusiaan. Anyway, April kemarin, ada seekor kucing berwarna hitam pekat tiba-tiba mangkal di teras rumah saya. Ia pun menjadikannya sebagai markaz. Pagi, siang, sore dan malam.

Tiba-tiba di bulan Juni, kucing ini mendadak hamil. Tentu saja saya tidak mau terkena tuduhan dan cap Surury karena keterdadakan ini. Saya pun berusaha melempar batu sembunyi tangan, namun sayangnya, tidak ada titik sasaran. Kalau begitu, tidak usah menuduh siapa-siapa; karena tidak ada bukti.

Awalnya, kucing hitam ini begitu kekar dan badannya cukup keras. Saya berkali-kali memijat-mijat beberapa bagian tubuhnya. Seharusnya kekekaran ini dimiliki oleh si jantan, bukan betina yang sedang hamil.


Kucing...betina...

Beda dengan manusia, jika seekor kucing betina mendadak hamil, ia takkan menuntut pertanggungjawaban dari pihak manapun. Sementara manusia, sebaliknya. Lalu apa yang kau katakan tentang para pezina yang menjual kehormatannya kepada tikus-tikus got yang gemuk akan duit itu? Mereka tidak akan meminta kehormatan, kewibaan dan pertanggungjwaban. Namun mereka meminta materi dan harta sebagai bayaran akan jasa tubuh. Adakah kemiripan antara mereka dengan hewan?

Kucing betina...setelah zahir pada perutnya kehamilan tua, maka akan seperti galon lah ia tertampak. Menggelembung berisi. Namun si betina tidak mengeluh karena ditinggal tukang nge-cas, dan ia tetap hidup sendiri.


Anak Kucing...

Saya meminjam istilah dari sebagian female human untuk mendeskripsikan sesuatu yang menyenangkan dan membuat senyum, yaitu: 'Lucu'...atau 'cute' [baca: kyut/ciut]. Lihat saja anak-anak kucing yang mungil itu. Mereka 'lucu' sekali; padahal mereka tidak terdidik di keluarga pelawak atau tidak pernah ikut kursus melawak. Tapi, mereka lucu sekali.

Seperti pria-pria yang memiliki wajah baby [bukan barby] alias baby-faced, mereka berkata, 'Ya ampyuuun...tu cowok lucu banget sih'. Kasihan pria-pria ganteng, mereka ditakdirkan ganteng, tapi malah disifati seperti pelawak. Tidak ada tidak ada saja. ckck...

Nah, si betina hitam ini beranak 4. 2 bercorak Hitam-Putih, dan 2 lainnya bercorak Kuning-Hitam-Putih. Sang induk yang tadinya kekar di bulan April-Juni, tiba-tiba di bulan Juli hingga Agustus kini mendadak kurus. Wajar saja; karena anak-anaknya menguras habis isi dari sang induk. Jika benar ada yang mengatakan, 'Ibu-ibu pasca hamil, biasanya menjadi gemuk,' maka itu tidak berlaku untuk kucing, setidaknya untuk kucing saya ini.

Meracau selesai....


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/431682986873092

Friday, August 10, 2012

Lukisan Senja Anak Desa

oleh Hasan Al-Jaizy

Lukisan Senja Anak Desa 

Bukan air yang selalu beriak di senja
melainkan anak-anak yang teriaknya beriak
bermain bercanda bergelut berenang
di danau kepuasan

Matahari sempat nikmati
berlarinya mereka kesana-kemari
berpetak umpan...satu bersatu bercerai
bagai sekumpulan kelerang terberai
Lalu sembunyi di balik batu-batu
semuanya di kolong langit biru

Pinang terpanjat...atau yang bermangga terpanjat
Petikan-petikan sore...
Mangga ucapkan salam perpisahan
pada kayu berdiri yang melahirkannya

Seakan langit...dengan goresan luka-luka bersama zaman
iringi riang anak-anak
di dalam kanvas takdir
Angin lalu lalang...melintas tanpa aturan
meski sedianya ada yang mengatur
menampar banyak dedaunan hingga dahan


Anak-anak di tepian zaman
di pedalaman 
di keentahan akan masa depan
Akankah terus kau menjadi anak-anak, anak-anak?
Jika begitu maumu, matahari
takkan tersenyum lagi untukmu
angin 
takkan lagi semilirkan sentuhannya
dedaunan takkan saling bertepuk lagi
karena kamu...



Wednesday, August 8, 2012

Burung, Unta, Langit, Gunung dan Bumi

oleh Hasan Al-Jaizy

Dalam beberapa tempat di kitab Sang Mushawwir, Dia mengajak kita untuk menengok ke beberapa ayat kauniyyah, di antaranya:

[1] BURUNG
أَوَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَى ٱلطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَٰٓفَّٰتٍۢ وَيَقْبِضْنَ ۚ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا ٱلرَّحْمَٰنُ ۚ إِنَّهُۥ بِكُلِّ شَىْءٍۭ بَصِيرٌ

"Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu." [Q.S. Al-Mulk: 19]

[2] UNTA

أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan" [Q.S. Al-Ghasyiyah]

[3] LANGIT

وَإِلَى ٱلسَّمَآءِ كَيْفَ رُفِعَتْ

"Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?" [Q.S. Al-Ghasyiyah]

[4] GUNUNG-GUNUNG

وَإِلَى ٱلْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ

"Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?" [Q.S. Al-Ghasyiyah]

[5] BUMI

وَإِلَى ٱلْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ

"Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?" [Q.S. Al-Ghasyiyah]

dan masih banyak lagi. Seberapakah rendahnya kadar iman kita sehingga segala sesuatu dari ciptaan yang kita lihat sengaja atau tidak, seakan teranggap semuanya sia-sia!??


Tuesday, August 7, 2012

ANGIN

oleh Hasan Al-Jaizy

ANGIN

Pergi aku menanjak ke bukit. Siang hari tatkala matahari sedang bertugas menyapa bumiku. Dan tiap satu sesuatu yang kusaksi, tak ku sangsikan ayat-ayat bahwa Dia adalah satu. 

Lalu termangu aku di atas rumput-rumput di depan sebuah rumah tua tak berpenghuni. Ku saksikan pepohonan jamak menumbuh; senantiasa mereka hidup dan bertasbih, namun aku dan kalian tak fahami tasbihnya. 

"Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka" [Q.S. Al-Israa: 44]


Lalu...

Kemudian angin menampar jasadku..."Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya " [Q.S. Ar-Rum: 46]

Angin itu begitu indah terasa...betapa semilirnya. Awan bergerak berduyun-duyun di figura langit membentang. Kemudian mereka saling bergumpal hingga mencoraki warna kelam...ku dengar semacam rintik-rintik membukul genteng rumah kosong. Dan rupanya "Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira." [Q.S. Ar-Ruum: 48]


Tak ingin sengeri itu...

Selama hayatku, hujan selalu tersambut bahagia...dan sewajarnya begitu. Namun ada suatu kaum yang mengira datangnya angin itu adalah pertanda hujan yang segera menggurita dengan cengkraman atmosfirnya....kiranya akan suburkan tanaman, limpahkan penghasilan....namun "tatkala mereka melihat awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami." (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih, yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa." [Q.S. Al-Ahqaaf: 24-25]

SIAPAKAH kaum yang dimaksud? 

"Adapun kaum 'Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang." [Q.S. Al-Haqqah: 6]

MENGAPA mereka dibinasakan?

Kau akan temukan jawabannya di sini:

"Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah sebagai Tuhan untuk mendekatkan diri (kepada Allah) tidak dapat menolong mereka. Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka? Itulah akibat kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-adakan." [Q.S Al-Ahqaaf: 28]


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/427886850586039

Friday, August 3, 2012

Renungilah Alam!

oleh Hasan AL-Jaizy

Sesungguhnya dalam...
[1] penciptaan langit dan bumi, 
[2] silih bergantinya malam dan siang, 
[3] bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan 
[4] apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu 
[5] dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan 
[6] Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan 
[7] pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi;

Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang MEMIKIRKAN.

Di atas adalah terjemahan ayat 164 Surat Al-Baqarah. Jika Anda mendapatkannya indah dan 'ngena' di hati, ingatlah bahwa itu baru terjemahan. Sesungguhnya versi aslinya [Arabic] jauh lebih indah dan 'ngena':

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِى تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٍۢ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍۢ وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَعْقِلُونَ


Pertanyaannya:

-- Sudahkah kita membaca Al-Qur'an? Jika sudah...
-- Sudahkah kita merenungi dan mentadabburinya? Jika belum...

maka sempatkanlah membaca kembali sambil menyelami maknanya dengan kitab/buku tafsir...


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/426365244071533

Renungilah Alam!

oleh Hasan AL-Jaizy

Sesungguhnya dalam...
[1] penciptaan langit dan bumi, 
[2] silih bergantinya malam dan siang, 
[3] bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan 
[4] apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu 
[5] dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan 
[6] Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan 
[7] pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi;

Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang MEMIKIRKAN.

Di atas adalah terjemahan ayat 164 Surat Al-Baqarah. Jika Anda mendapatkannya indah dan 'ngena' di hati, ingatlah bahwa itu baru terjemahan. Sesungguhnya versi aslinya [Arabic] jauh lebih indah dan 'ngena':

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِى تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٍۢ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍۢ وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَعْقِلُونَ


Pertanyaannya:

-- Sudahkah kita membaca Al-Qur'an? Jika sudah...
-- Sudahkah kita merenungi dan mentadabburinya? Jika belum...

maka sempatkanlah membaca kembali sambil menyelami maknanya dengan kitab/buku tafsir...


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/426365244071533

Wednesday, August 1, 2012

Beberapa Point

oleh Hasan Al-Jaizy

Beberapa point untuk siapapun:

[1] Pilihan sebagai 'Close Friend' atau 'Teman Dekat' di Facebook ini membuat Anda akan mendapat notifikasi setiap teman dekat Anda itu meng-update sesuatu. Dan dia tidak tahu akan hal ini. Sementara Anda selalu tahu semua update-an statusnya.

[2] Salah satu keberkahan tanah Indonesia adalah tumbuhan bisa hadir di atas pasir, bebatuan bahkan tembok sekalipun. Atau Anda cukup mengumpulkan segumpal debu di kamar, tunggu beberapa hari ada kemungkinan 'penampakan' terjadi.

[3] Dulu, saat kami nyantren kelas 3 SMA [Aliyah/I'dad Mu'alimiin], kamar kami di lantai 3 asrama. Ada debu terkumpul di kolong ranjang teman saya sebelah pojok dan tidak dihiraukan siapapun karena tidak mudah dijangkau dan terlihat. Dan suatu hari, kami kaget karena tiba-tiba ada 'pohon' tumbuh di kumpulan debu tersebut. Kata 'pohon' tadi sekedar hiperbotol ya, gan. Maksudnya ya: tumbuhan [bukan rumput kecil].

[4] Sekarang apa hubungannya teman dekat dengan tumbuhan? Ya, ada, gan. Intinya adalah 'ketika kamu kesepian tak berteman, jadikan tumbuhan sebagai teman atau cerminan'. Kok bisa?


 KOK BISA???

--> Bisa, karena dengan melihat tumbuhan bermacam; terlebih dari genteng memandangnya, kamu memandang kemegahan, kekuasaan dan keragaman kreasi Rabb yang tak tertandingi.

--> Bisa, karena dengan melihat satu daun saja, kamu bisa mengingat hidup dan matimu. Coba perhatikan garis tengah daun: "Awal garis berasal dari garis batang. Garis batang itu bagaikan tali rahim ibumu, dan awal garis itu adalah masa bayi-mu. Lalu garis berakhir di keruncingan seperti tamatnya riwayatmu di dunia."

--> Bisa, karena dengan mengamati tumbuhan, kamu sadar betapa kecilnya kamu. Dan betapa sombongnya kamu terkadang. Ingatlah ketika kamu menginjak-injak rumput; karena kecil dan remehnya. Nah, sekarang lihatlah pepohonan kokoh dan besar; bayangkan jika mereka menginjak-injakmu karena kecil dan kerdilnya kamu.

--> Bisa, karena tumbuhan bisa kau temukan hampir di mana-mana. Mereka bagaikan buku yang memberi ilham pada orang-orang berakal dan berfikir. Pertanyaannya: Apakah kamu termasuk orang-orang yang 'berfikir'?


Pertanyaan lainnya:

Teman2 di FB misalnya, bagaikan tumbuhan/pepohonan. 

Satu teman, lihat apakah ia rimbun atau kering. Jika ia rimbun, apakah kamu mengambil faedah dan ilham melaluinya? Jika ia kerontang, apakah kamu pernah merawat atau mengairinya?


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/425741187467272

Monday, June 18, 2012

Kecoa dan Jangkrik

oleh Hasan Al-Jaizy

KECOA dan JANGKRIK

Lihatlah keduanya. Bentuk mirip dan masih satu keluarga. Namun beberapa perbedaan dan karakteristik menjadikan pandangan manusia berbeda. 

Silahkan lihat ke bawah untuk mempelajari beberapa fakta, mengkritisi dan mengambil hikmah dari eksistensi.


1. KECOA
Para kecoa [Jawa: coro] lebih mudah ditemukan bertempat tinggal di tempat-tempat keramat menurut mereka, seperti tempat sampah, got, gudang, atau singkatnya: tempat kotor. Seringkali mereka mengeluarkan bau yang tidak diridhai penciuman umat manusia. Juga kadang gaya berjalannya tidak menyenangkan. Cepat, terbirit dan suka berhenti tiba-tiba. Suka memakan benda-benda busuk dan umum. Bahkan pernah saya amati seekor coro memakan koran hidup-hidup.
Namun coro [katanya] termasuk hewan kuat yang bisa hidup tanpa kepala jangka waktu lama. 

Yang dimaksud adalah kecoa nasional [Indo]; bukan kecoa Madagaskar yang dilahap di acara Fear Factor dan kemudian diimitasi [baca: dicontek] oleh Indonesia.


2. JANGKRIK
Para jangkrik [Juang-krik] secara bahasa berasal dari dua kata: Jang dan Krik. Yang artinya adalah: "Yang berbunyi 'Krik-krik-krik'".

Juangkrik adalah hewan terpopuler di pulau Jawa terutama bagian Timur ketika kondisi sedang panas. Ia ditemukan di mulut pemisuh atau orang kaget. Juangkrik ditemukan normalnya di tanah, di bawah benda-benda seperti batu atau benda buangan seperti seng bekas, kayu bekas dsb. 

Juangkrik bersuara di malam hari dan suaranya secara normal membuat tikus normal ketakutan. Namun ia selalu sigap dan berhenti bersuara jika dirasa ada yang mendekat, meskipun hanya bayangan. 

Juangkrik memiliki saudara. Ingin tahu namanya? Tanya saja pada orang2 Jawa Timur.


Now ask yourself as a human...

--> Jika sukanya berada di tempat kotor dan sampah, maka tak ubahnya ia bagai coro
--> Jika sukanya bergaul bersama teman sampah, kalimat2nya sampah dan perilakunya sampah, maka ia bagai coro
--> Jika ia suka ngebut, ingin cepat-cepat namun terkadang ngadat karena ga ngerti harus kemana, maka ia bagai coro
--> Jika ia memakan apa saja yang dikehendaki atau mengambil info apa saja darimana saja, maka ia bagai coro
--> Jika ada penampakan setan di kuburan tanpa kepala, bergaun putih dan di tengah badan ada darah2 juga agak bolong, maka ia adalah setan coro.

--> Jika ia hobi berteriak selagi orang2 jauh tak dapat menjangkaunya, lalu diam dan ngumpet ketika di dekat orang2, maka ia mirip juangkrik.
--> Jika di siang hari ia adem ayem, lalu di malam hari masang petasan dan dzikir keras2 lewat speaker seperti majelis para habaib itu, maka ia adalah juangkrik...juan***...!!!
--> Jika ia hanya mampu berlindung di bawah naungan-naungan dan tidak mau menampakkan diri untuk bersuara, maka ia mirip juangkrik.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/405587266149331

Saturday, March 31, 2012

Langit Bak Raksasa 2

oleh Hasan Al-Jaizy

Lalu di siang tengahnya
telanjang ia tak berbusana
kapas-kapas raib ditelan udara
Matahari semakin tunjukkan tusukan teriknya

Kami tak bersimpuh tersujud untuk langit
tiada pula untuk awan atau matahari menerik
Namun segalanya kami sembahkan untuk 
yang jadikan mereka ada
yang mereka tiada tanpa kehendak-Nya 
yang jiwa kami, awal dan akhir kami berada dalam genggaman takdir-Nya 

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Ta'ala

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/357522067622518