oleh Hasan Al-Jaizy
Kalau di Mesir, keberadaan beberapa syaikh yang selain rutin memberikan kajian kitab-kitab dan tausiyyah namun juga membahas perkara politik negeri adalah keberadaan. Bukan berarti mereka mencari jabatan, tapi berusaha mengayom dan menjawab pertanyaan2 umat. Yang begini nih sebenarnya yang juga kita perlukan.
Sehingga kalau nanti ada pemilu pilkada, manusia yang rutin mengaji memiliki pegangan kalimat, apakah ia harus diam, atau harus terus mengamati saja, atau harus bergerak, atau harus berkomentar. Terlebih di beberapa situasi genting, saat para thullab mempertanyakan 'aku harus gimana?' Karena kejadian, fenomena dan peristiwa bumi itu mutajaddid alias terperbaharui. Yang sudah menjadi teks suatu kitab tahun
Kalau di Mesir, keberadaan beberapa syaikh yang selain rutin memberikan kajian kitab-kitab dan tausiyyah namun juga membahas perkara politik negeri adalah keberadaan. Bukan berarti mereka mencari jabatan, tapi berusaha mengayom dan menjawab pertanyaan2 umat. Yang begini nih sebenarnya yang juga kita perlukan.
Sehingga kalau nanti ada pemilu pilkada, manusia yang rutin mengaji memiliki pegangan kalimat, apakah ia harus diam, atau harus terus mengamati saja, atau harus bergerak, atau harus berkomentar. Terlebih di beberapa situasi genting, saat para thullab mempertanyakan 'aku harus gimana?' Karena kejadian, fenomena dan peristiwa bumi itu mutajaddid alias terperbaharui. Yang sudah menjadi teks suatu kitab tahun