Showing posts with label Jihad. Show all posts
Showing posts with label Jihad. Show all posts

Thursday, November 15, 2012

Macam-macam Jihad


Macam-macam Jihad 

Jihad terbagi menjadi 3 macam:

[1] Jihad An-Nafs, yaitu berupaya/mengerahkan yang termampu dalam ketaatan terhadap Sang Rahman. Dengan cara: melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya. Dan jihad macam ini dibutuhkan oleh setiap jiwa muslim.

[2] Jihad Al-Munaafiqiin, yaitu jihad melawan orang-orang munafik. Dengan cara: menegakkan hujjah dengan ilmu dan bayaan [penjelasan], bukan dengan pedang atau tombak. Dalilnya:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ

"Wahai Nabi, berjihadlah [melawan] orang-orang kafir dan orang-orang munafik." [Q.S. At-Tahriim: 9]

Wednesday, October 31, 2012

Satu Jihad Jarang Teranggap


oleh Hasan Al-Jaizy

Yaitu ikhlas. Memurnikan pengesaan Allah dalam beramal adalah bentuk jihad amalan hati, yang di beberapa kesempatan justru lebih berat dibanding amalan tangan, kaki dan lisan. Setiap manusia muslim memiliki ujian semacam ini. Tidak ada satu pun yang selamat dari godaan ketidakikhlasan dalam beramal.

Bahkan seorang alim di zaman dahulu kala, yang dikenal beratus tahun hingga kini sebagai seorang alim rabbany pernah mengakui bahwa:

ما جاهدت نفسي على شيء مجاهدتها على الإخلاص

"Tidaklah ada sesuatu yang aku bermujahadah [mengerahkan upaya terkeras] atas diriku sebanding dengan upayaku untuk ikhlas."

Atau dalam arti kalimat lain:

Thursday, May 3, 2012

Jihad Nafs dan Urutannya

oleh Hasan Al-Jaizy


[Jihad NAFS dan urutannya] 

جهاد النفس: هو إرغامها على طاعة الله، ومخالفتها في الدعوة إلى معصية الله، وهذا الجهاد يكون شاقًّا على الإنسان مشقة شديدة، لا سيما إذا كان في بيئة فاسقة، فإن البيئة قد تعصف به حتى ينتهك حُرُمات الله، ويدع ما أوجب الله عليه

"Jihad Nafs: Memaksakan diri untuk taat kepada Allah, dan menyelisihi panggilan menuju kemaksiatan. Jihad Nafs sangat berat bagi manusia [secara umum], terlebih jika ia hidup di lingkungan yang fasik atau kotor. Sesungguhnya lingkungan meniupnya dengan keras hingga melewati batas menuju keharaman, dan meninggalkan apa yang Allah wajibkan padanya."

[dari kitab Asy-Syarh Mumti' karya Syaikh Muhammad ibn Shalih Al Utsaimiin rahimahullah, jil. 8 hal. 5]


URUTAN-URUTAN JIHAD NAFS

Syaikh Ibnu Al-Qayyim rahimahulah menjelaskan:

"JIhad Nafs memiliki 4 urutan:

إحداها : أن يجاهدها على تعلم الهدى ودين الحق الذي لا فلاح لها ولا سعادة في معاشها ومعادها إلا به ومتى فاتها عمله شقيت في الدارين 

1. Berjihad dengan MEMPELAJARI petunjuk dan agama yang haq; yang tiada keberuntungan, tiada kebahagiaan dalam hidup dunia-akhirat kecuali dengannya. Dan ketika amalannya luput dari petunjuk [ilmu], maka ia akan sengsara di dua alam.

الثانية : أن يجاهدها على العمل به بعد علمه ، وإلا فمجرد العلم بلا عمل إن لم يضرها لم ينفعها 

2. Berjihad dengan MENGAMALKAN apa yang telah ia ilmui. Jika tidak, maka ilmu yang tak diamalkan tak memberi manfaat, atau justru membahayakannya.

الثالثة : أن يجاهدها على الدعوة إليه وتعليمه من لا يعلمه وإلا كان من الذين يكتمون ما أنزل الله من الهدى والبينات ولا ينفعه علمه ولا ينجيه من عذاب الله 

3. Berjihad dengan BERDAKWAH, MENYERU kepadanya dan MENGAJARKAN orang yang tidak tahu. Jika tidak, maka sesungguhnya orang yang menyembunyikan petunjuk dari Allah, tidak bermanfaat ilmunya dan tidak meloloskan dia dari adzab Allah.

الرابعة : أن يجاهدها على الصبر على مشاق الدعوة إلى الله وأذى الخلق ويتحمل ذلك كله لله 

4. Berjihad dengan BERSABAR atas jerih berdakwah menuju-Nya, juga atas duri atau celaan makhluk dan menahan rasa dari semua itu demi Allah."

[Zaad Al-Ma'aad karya Syaikh Ibnu Al-Qayyim rahimahullah, jil 3.]



Seorang Muslim selayaknya bermudah-mudah dalam menyebar kebaikan dan mengajarkan manusia jua memberi faedah selama ia punya kebaikan dan ilmu tersebut; TANPA merasa gengsi dan TANPA merasa takut tidak disukai. 

Tujuannya bukan mencari gengsi
Tujuannya bukan agar disenangi
Tapi, kita hanyalah menyampaikan
Karena, jika tidak menyampaikan dan gengsi, baca kembali point2 dari Ibnu Al-Qayyim di atas.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/379868072054584

Jihad Melawan Orang2 Munafik

oleh Hasan Al-Jaizy


[Jihad Melawan Orang2 Munafik] - Faedah Ilmiiyah dari Syaikh ibn Al Utsaimiin 

جهاد المنافقين يكون بالعلم، لا بالسلاح؛ لأن المنافقين لا يقاتَلون

"Jihad [melawan] orang2 munafik adalah dengan 'ilmu', BUKAN dengan 'senjata'; karena orang2 munafik tidak diperangi [dengan senjata]."


DALIL:

Dalil 1:

فإن النبي صلّى الله عليه وسلّم استؤذن أن يُقْتَلَ المنافقون الذين علم نفاقهم فقال: «لا يتحدث الناس أن محمداً يقتل أصحابه»

"Sesungguhnya Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam pernah diminta izin agar orang2 munafik yang DIKETAHUI kemunafikannya itu dibunuh saja, maka beliau menjawab [untuk melarang]: "Jangan [sampai] orang2 berkata bahwa Muhammad membunuh para sahabatnya." [H.R. Muslim di Kitab Zakat]

Dalil 2:

يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ

"Wahai Nabi, berjihadlah [melawan] kuffar dan para munafik." [Q.S. at-Tahrim: 9]


Kemudian Syaikh -rahimahullah- menjelaskan:

ولما كان جهاد المنافقين بالعلم، فالواجب علينا أن نتسلح بالعلم أمام المنافقين الذين يوردون الشبهات على دين الله؛ ليصدوا عن سبيل الله، فإذا لم يكن لدى الإنسان علم فإنه ربما تكثر عليه الشبهات والشهوات والبدع ولا يستطيع أن يردها

"Dan selagi Jihad melawan kaum munafik itu dengan ILMU, maka wajib bagi kita tuk mempersenjatai diri dengan ilmu di depan kaum munafik yang menabur syubhat atas agama Allah! 
Jika tiada dalam diri seorang manusia ilmu, maka mungkin saja ia sendiri juga memiliki banyak syubhat, syahwat dan kebid'ahan, [sehingga] tidak bisa menolak itu semua [dalam diri sendiri]."

Sumber: Kitab Syarh Mumti' ala Az-Zaad Al-Mustaqni' oleh Syaikh Muhammad ibn Shalih Al-Utsaimiin rahimahullah, jilid 8, hal. 5-6


Setelah penjelasan di atas, maka jangan ada di antara anak muda yang membaca status ini langsung MENCAP sang Syaikh sebagai orang yang anti-Jihad; karena kalimat-kalimat beliau adalah haq dan disertakan oleh dalil, plus pemahaman yang sempurna akannya.

Adapun jika ingin mencap pemilik status sebagai penukil kalimat, atau siapapun yang setuju dengan kalimat sang Syaikh, sebagai orang2 anti-Jihad, maka silahkan saja, toh semakin jelas siapa-siapa yang sebenarnya tidak memahami makna Jihad. Tetap kita mendoakan siapapun dari kaum muslimiin agar menjadi para mujaahidiin di lapangan dan bidang masing2.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/379172528790805

Tuesday, March 27, 2012

Mereka Tidak Mendengarmu

oleh Hasan Al-Jaizy

Saya mengerti dan berusaha memahami perasaan kawan-kawan mahasiswa yang berdemo dan berunjuk rasa atas nama Anti-Kenaikan BBM. Tapi, apakah kawan-kawan mengerti dan berusaha memahami perasaan saya yang sebenarnya sedih dan benci melihat kawan-kawan berkerumun seperti itu di tengah jalan!?

Saya juga bagian dari rakyat, kawan-kawan. Kalau mau dibilang kecil, saya juga rakyat kecil, bahkan mungkin l

ebih kecil dari kalian. Disuruh bayar biaya kuliah pun, saya sangat tidak mampu. Tiap hari bergelut di dunia angkutan umum dan saksikan kesengsaraan manusia di jalanan, tak jadikan jasad dan hati ini tergerak berdemo ke jalanan.

Kalian toh juga penerus mereka...penerus orang-orang yang kalian demo. Berbuat serupa pada siapapun, maka siapapun kelak akan berbuat serupa padamu. Nanti ketika kalian menjabat dan meninggi, akan terjadi hal serupa padamu. Junior-juniormu akan menggugat keputusanmu di jalanan. Sebagai calon / penerus, apakah kalian terus-menerus ingin menjadi generasi 'turun-jalan-teriak-terkepal-genggaman' sementara solusi yang lebih sehat ala mahasiswa bijak masih bisa dicari.





Apakah mereka dengar teriakanmu? 
Apakah mereka ijabkan protesmu?
Apakah mereka takuti kepalan tanganmu?
Ataukah semuanya adalah belaka bernilai debu?

Sebagai the-nex-generation, kita persiapkan dari sekarang untuk menjadi the-next-big-thing. Dan itu tidak dengan cara gerakan fisik yang sebabkan kemacetan lalu lintas dan sumbatan fikiran. Jalanan membuat kita esmosi...semakin esmosi, semakin menjadi-jadi. Yang akhirnya, justru berubahlah alur hati...yang tadinya ingin memberi aspirasi....eeeh, malah jadi ingin dilihat, dianggap, dipandang bahwa....

"Aku adalah mahasiswa yang punya suara"
"Aku adalah pembela rakyat kecil"
"Aku berdiri di sini demi kalian"

No, suara mahasiswa yang emosional tak dianggap
No, rakyat kecil juga merasakan kemacetan akibat kalian
No, kami di sini justru jadi esmosi melihat kalian

mengatasnamakan rakyat kecil...semua nya mengatasnamakan rakyat kecil...mengaku pembela...benarkah itu? Ask your heart!





Saturday, March 10, 2012

Jihad Tidak Mesti Perang Fisik

oleh Hasan Al-Jaizy

Jihad, apakah sebatas berperang secara fisik dan harus begitu setiap waktu selalu?

جَاهِدُوا الْمُشْرِكِينَ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَأَلْسِنَتِكُمْ

"Berjihadlah kalian melawan orang2 Musyrik dengan HARTA kalian, dan JIWA kalian, dan LISAN kalian." [H.R. Abu daud]


Asy-Syaikh Al-Imam Ash-Shan'aany -rahimahullah- berkata:

الْحَدِيث دَلِيل عَلَى وُجُوب الْجِهَاد بِالنَّفْسِ ، وَهُوَ بِالْخُرُوجِ وَالْمُبَاشَرَة لِلْكُفَّارِ , وَبِالْمَالِ وَهُوَ بَذْله لِمَا يَقُوم بِهِ مِنْ النَّفَقَة فِي الْجِهَاد وَالسِّلَاح وَنَحْوه , وَبِاللِّسَانِ بِإِقَامَةِ الْحُجَّة عَلَيْهِمْ وَدُعَائهُمْ إِلَى اللَّه تَعَالَى 

"Hadits tersebut menunjukkan kewajiban berjihad dengan jiwa [nyawa], yaitu dengan keluar secara langsung untuk [memerangi] orang2 kafir, 
Dan dengan HARTA, yaitu dengan upaya menafkahkan dalam jihad, senjata dan semacamnya. 
Juga dengan LISAN, yaitu dengan menegakkan hujjah [dalil/keterangan] atas mereka dan menyeru mereka pada [agama] Allah."

[Subulus Salaam, jilid 4, h. 87]


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- juga berkata:

ومن عجز عن الجهاد ببدنه وقدر على الجهاد بماله وجب عليه الجهاد بماله ، فيجب على الموسرين النفقة في سبيل الله 

"Dan barangsiapa yang tak mampu berjihad dengan badannya [fisik] dan mampu berjihad dengan harta, maka WAJIB atasnya berjihad dengan harta.
Maka wajib atas orang2 yang [diberi] keluasan [rizki] untuk menafkahkannya di jalan Allah"

[Al-Ikhtiyaaraat: h. 530]


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/345552392152819

Saturday, February 25, 2012

Kiasan Persatuan Dengan Jasad

oleh Hasan Al-jaizy

Panjang atau pendeknya umur umat Islam tak terkiaskan dengan umur jasad yang terpakai. 
Namun -seperti yang Nabi sampaikan pada umat Islam-, bersatunya umat terkiaskan dengan jasad. Jika perih di perut, kepala akan ikut serta rasakan dan tangan tak jarang memegang perut karena turut merasakan.

Jikalau kini ada seorang yang hidup di tengah umat Islam, namun tak peduli dan enggan mendoakan saudara-saudaranya yang menderita dan disiksa, entah karena sombongnya atau karena tenggelamnya diri akan dunia, maka...

pantaskah ia menjadi salah satu bagian dari kita -umat Islam????

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/336958459678879

Dosa Apa Aku Ini Sehingga Tidak Dibunuh?

oleh Hasan Al-Jaizy

Sebuah petikan cerita pendek membekas dari SURIAH:

Ada 2 pemuda Suriah yang sedang berada di jalanan. Salah satu pemuda tersebut kemudian tertembak peluru dan tewas seketika. Pemuda yang satunya, yaitu kawannya, pun menolong dan membawa jasad temannya sambil menangis tak henti-henti.

Kemudian beberapa orang menghampiri tuk membantunya. Melihatnya menangis, mereka berusaha melapangkan dada pemuda itu dan bertanya, "Kenapa tak terhenti tangismu?"

Ia pun menjawab, "Sungguh aku tak tahu [kesalahan] apa yang telah kuperbuat pada ALLAH sehingga Allah tak memilihku sebagai orang yang mati syahid [sekarang juga]!"

Subhanallah. Doakanlah saudara-sadaramu di Suriah.

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/336948579679867

Saturday, February 11, 2012

Selalu Ada Perlawanan Dalam Perbedaan

oleh Hasan Al-Jaizy

[1] Ketika kita mengatakan 'Ziarah Kubur yang berpotensi jerumuskan pengamalnya pada kesyirikan adalah terlarang' berdasarkan dalil, 

mereka katakan: "Lihatlah! Kalian melarang kami ziarah kubur padahal Nabi sendiri menganjurkannya! Apakah kalian merasa paling benar!?"

[2] Ketika kita mengatakan 'Dzikir dan doa keras-keras via speaker yang mengganggu kekhusyuan orang lain dalam beribadah dan ketenangan -terutama sebelum Subuh- adalah terlarang' berdasarkan dalil, 

mereka katakan: "Tercela ucapan kalian! Kalian melarang kami berdzikir dan berdoa sedangkan Nabi sendiri menganjurkannya! Apakah kalian lebih benar dari Nabi!?"


[3] Ketika kita mengatakan 'Ziarah Kubur yang bersifat syirik juga dzikir dan doa yang mengandung makna syirik adalah bid'ah dalam agama'

mereka serta merta menyahut: "Celakalah kalian! Kalian MENGOBRAL NERAKA, karena dalam hadits bid'ah ujungnya di neraka'


Tak henti pula mereka siarkan kekecewaan akan perbedaan2 dan perselisihan2, utamanya berkenaan dengan TBC [Takhayul Bid'ah dan Churafat].

Sebenarnya justru perbedaan dan perselisihan tidak baik itu kebanyakan dari pihak mereka yang tak mau tunduk pada nash [teks] Al-Qur'an dan Hadits. 

"Perbedaan" buruk terjadi tersebab oleh amalan2 yang "berbeda" dari apa yang diperintah atau dianjurkan oleh Syariat.

"Perselisihan" buruk terjadi tersebab oleh amalan2 yang "menyelisihi" apa yang diperintah atau dianjurkan oleh Syariat.

...terlepas dari metode dakwah masing-masing.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/327820933925965

Friday, January 27, 2012

Sebuah Amal Yang Rupanya Jihad

oleh Hasan Al-Jaizy

Ingatlah sebuah jenis Jihad yang banyak tak diketahui bentuknya:

"Barangsiapa yang keluar dalam rangka mencari ilmu maka dia berada di jalan Allah [Sabilillah] hingga pulangnya ia." [H.R. Tirmidzy]


Sedikit tambahan:

--> Ilmu yang dimaksud adalah ILMU SYAR'I [ilmu agama], seperti Tajwid, Al-Qur'an, Hadits, Fiqh, dll atau ilmu yang mendasari/menopang ilmu agama, seperti Bahasa Arab.

--> Hadits di atas menunjukkan bahwa ilmu DICARI, jadi tidak ada hujjah bagi seseorang untuk diam enggan melakukan sesuatu sambil menunggu datangnya ilmu.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/317688674939191