Showing posts with label Firqoh. Show all posts
Showing posts with label Firqoh. Show all posts

Saturday, December 22, 2012

CAT : [53] "DALAM KERAGAMAN"


oleh Hasan Al-Jaizy


Dalam keragaman, bukan klaim dan pengakuan yang dibutuhkan. Tetapi sosialisasi dan amalan lebih diminta ia punya perwujudan. Justru klaim dan pengakuan [self-proclaiming] seringkali menimbulkan kerutan di dahi manusia tak segolongan. 

Setelah membaca tulisan teman sekelas saya ini: [http://www.facebook.com/saed.clpy/posts/303411959778414] yang berjudul 'Aku Muhammadi Bukan Muhammadiyah', saya tertarik menulis tulisan ini. Pemuda asal Cilacap ini memang sedang gencar dan semangat menulis. Salah satu hal yang membuatnya termotivasi menulis adalah pembahasan tentang ikhtilaf dan tanawwu' di lapangan.

Sekarang, ada pertanyaan:

"Bangsa Indonesia, ada berapa suku [atau katakan sub-ras]?"

Katanya, ada ratusan. Baiklah. Sekarang, saya bertempat tinggal di daerah Kalibata, Jakarta. Masukkan semua perwakilan dari tiap suku di Indonesia ke daerah saya untuk tinggal menetap

Sunday, December 16, 2012

CAT : [35] "HANYA WACANA CUMA WICARA"


oleh Hasan Al-Jaizy


Pernah seorang berilmu membahas topik Bersuci. Ia berusaha mengasah keilmuannya dengan membicarakan apa yang baru saja dibaca dari buku. Tiba-tiba muncul seorang pemuda, 'Hare gene, Tong, lo masih ngemeng Bersuci?'

Ada beberapa dari kita baru merasa terangsang jika berbicara masalah 'Khilafah', perjuangan Palestina, demokrasi, sekularisme, aliran sesat dan sebagainya. Jika ada pembahasan Kitab Tauhid, Bab Takut Akan Syirik ---> skip skip skip. Hare gene ngebahas Syirik? Katanya, 'Lo kira gue rendahan en bodo ga ngerti sirik?'

Padahal orang yang banyak ilmunya, suka berbicara tentang agama dan banyak menukil ayat-hadits, bisa terjatuh dalam 'kesyirikan ashghar' jika ada riya di hatinya. Sekarang, bagaimana

Wednesday, December 12, 2012

CAT : [25] "DIMENSI [ANAK PENGAJIAN] SALAFY atau DIMENSI [ANAK KAMPUS] GADO-GADO?"


oleh Hasan Al-Jaizy


Yang ribut soal manhaj itu ya kita, para muqalliduun, para murid yang di luar pengajian berisik soal perpecahan.

Dikira kita, kita bisa men-solving problematika jarh-tajrih, hadzhr-tahdzir dan seterusnya. 

Saya pribadi -segala puji bagi Allah- ya hidup di komunitas pelajar ilmu syar'i. 2 dimensi yang saya lihat bedanya.

1. Dimensi Salafy [komunitas teman2 Salafy -anakpengajian-; terutama di FB]
2. Dimensi Thullab Al-Ilm [komunitas teman2 kampus LIPIA; campuran, gado-gado; tapi mereka memiliki derajat ilmu yang bagus]

Beberapa perbedaan dari pengamatan saya pribadi:

Thursday, November 8, 2012

Madzhab Tele Visi


oleh Hasan Al-Jaizy

Sebelumnya, saya menegaskan bahwa tidak semua program televisi itu tele visi. Penegasan ini agar pembaca yang memang ditakdirkan hobi nonton tv atau menjadikannya second wife bahkan second 'god' tidak mencak-mencak televisi disebut tele visi.

Madzhab yang penulis maksud adalah jalur opini, arusnya atau kecondongannya. Televisi adalah alat penyihir. Di beberapa keluarga, terutama di perkotaan, televisi adalah first god atau second god. Mereka mewajibkan menontonnya sebagaimana agama mewajibkan banyak kewajiban. Dan jika luput suatu program yang sebenarnya tidak bermanfaat, menyesalnya melebihi sesalan orang beriman ketika tahu ada saudaranya yang murtad.

Madzhab televisi, menyaingi madzhab2 fiqhy islamy. Dalam hal siyaasah (politik), yang dianut adalah madzhab televisi. Dalam perkara terorisme dan jinayah, madzhab televisi dirajihkan, selama tidak mencemarkan nama kelompok atau radio atau jemaahnya. Bahkan dalam perkara aqidah dan keyakinan, bagaikan merokok rokok kretek tanpa filter

Friday, October 26, 2012

[02] "Dakwah Kita Untuk Semua"

oleh Hasan Al-Jaizy

Maka, jadilah penyeru kebaikan untuk semuanya. Berusahalah tuk menjadi seorang yang maqbuul [diterima] untuk semua manusia. Meskipun takkan mungkin semua manusia menerima kita. Namun, upayakan berhias dengan kebaikan yang diridhai fitrah manusia, baik itu melalui tutur, ataupun pekerti. Menjaga lisan untuk bertutur baik selalu dan berhikmah selamanya bukan sesuatu yang mudah. Menghias diri dengan pekerti berbudi juga perkara yang perlu dilaku berhari-hari.

Syaikh ibn Baaz -rahimahullah-, seperti yang diceritakan salah seorang muridnya, yaitu Syaikh Al-Ariify, dahulu berbondong manusia menuju kajiannya. Di antara mereka ada yang menyandarkan diri [muntasib] kepada golongan2 ini dan itu. Tiap-tiap mereka beragam corak dan latar belakang. Namun, beliau [Syaikh ibn Baaz] berhasil mempersatukan mereka dalam majelis ilmu. Inilah majelis impian; karena dakwah kebenaran adalah untuk semua. Semua berhak mereguk kebenaran; meski tidak semua hendak menerimanya.

Maka, apa jadinya jika dakwah hanya untuk kalangan tertentu saja!? Bagi yang berdakwah atas nama Salaf, lalu mengkhususkan audiens untuk bermanhaj salaf terlebih dahulu. Jika tidak, maka tidak boleh ikut kajian. Harus bersih dari pemasangan foto makhluk hidup, jika tidak, maka harus segera dibersihkan keberadaannya dri grup. Seakan selain golongannya adalah kotoran yang harus dienyahkan dari pandangan. Atau yang berdakwah atas nama partai dan ormas, mensyaratkan seragam dan tanda tertentu tanpa kepentingan darurat. Orang luar yang ingin ikut serta menimba ilmu, jika belum memenuhi syarat keorganisasian atau tidak recommended, maka dilarang ikut.

Apa gunanya dakwah jika seperti itu?

Sekarang, ada beberapa tanda tanya untuk para penasehat, termasuk penulis:

[A] Ketika ada gereja atau kumpulan kaum Kristen mengundang Anda [anggap saja Anda adalah tokoh agamis terpandang di masyarakat] untuk ceramah di depan mereka, dengan topik BEBAS, apakah Anda bersedia hadiri dan mempromosikan Islam tepat di depan mereka?

Jika Anda berfikir jauh dan berhasrat tinggi ingin menjadi pengantar hidayah Allah untuk kaum tersesat, maka Anda takkan sia-siakan itu, bukan? Satu orang saja mendapat hidayah Islam melalui lisan Anda, maka itu lebih baik dari barang termewah sedunia. Pahala berlipat-lipat.

[B] Sekarang, jujurlah saja. Ketika ada yayasan, ormas, atau kelompok tertentu yang 'Islami' mengundang Anda untuk ceramah di depan mereka dengan topik bebas, apakah Anda menghadirinya?

Apakah Anda menghadirinya?
Apakah Anda berkenan menjadi penebar kebaikan di sana?

Subhanallah...betapa terbaliknya banyak manusia. Ketika kita mencela sebagian dai televisi, 'Dai televisi mata duitan. Mencari dan mengejar dunia semata. TIDAK AKAN MAU CERAMAH KECUALI IMBALANNYA BESAR!' ternyata tingkah kita seperti ini:

"Tidak akan mau ceramah/menyampaikan kebenaran kecuali pada kelompok/golongannya sendiri"

Maka, jadilah seorang penasehat dan penyeru untuk umat, bukan untuk golongan sendiri. Dakwah pun tak terbatas di antara tiang dan tembok masjid atau di dalam kelas. Dengan tutur dan pekerti, bisa pula kita berdakwah dan menjadi perantara hidayah bagi manusia.

Contohlah para masyaayikh dan ustadz yang merangkul banyak audiens dari berbagai corak mereka. Jangan contoh sebagian penyeru yang hanya ingin merangkul yang setuju, menendang yang tidak setuju. Menjadi penyeru berarti bertugas sebagai penyampai, bukan sebagai penentu eksekusi penalti. Dakwah kita adalah untuk semua.

Monday, October 15, 2012

Ssst...Tak Kasih Tahu Lho Ya

oleh Hasan Al-Jaizy

Jika seorang pencari ilmu, berapapun usianya, tertambat hati dan tersibukkan olehnya pada mencari-cari kesalahan atau kabar miring tentang ustadz/syaikh, maka ia telah 'keenakan'.

Kalau sudah keenakan, ia akan sering melakukan itu. Padahal kelakuan seperti itu, justru menjauhkan dirinya dari ilmu. 

Terkias seperti pelaku bid'ah 'hasanah'. Meskipun yang dilakukan adalah bid'ah, tapi merasa enak dan tak salah; wong menganggap amalannya hasanah kok. Begitu juga dengan siapa saja yang berkonsentrasi di bidang 'ngomongin orang dan manhajnya'. Mereka merasa perbuatan mereka benar. Lebih-lebih, merasa sedang beramar ma'ruf nahi munkar. Paling kerennya, seolah-olah perbincangan itu penting dan mereka dibebani oleh umat untuk meluruskan.

Coba kasih link tentang si fulan dan si fulan yang dengan

Tuesday, September 18, 2012

LIPIA = Gado-gado?

oleh Hasan Al-Jaizy

Seseorang berkata: "Saya menolak kuliah di LIPIA, karena seperti kebun binatang. Campur aduk ga jelas; ada JIL, IM, HTI, Salafy dst. Bahkan ada syaikh atau dosennya yang berangkat pakai [celana] jin atau isbal."

Jawaban nyolot:

"Masalah buat loe?"
"Kalo ntu masalah buat loe, trus gue kudu bilang 'wah' gitu?"
"Kalo gue udah bilang 'wah', terus loe bangga gitu ama prinsip dan manhaj loe?"

Jawaban tidak nyolot:

Begitulah orang yang tidak tahu, tidak pernah belajar dan merasakan atmosfir belajar di LIPIA tapi ngoceh bahkan ngejek. Kita perlu memaklumi jika yang bicara adalah anak baru lulus SMA atau pondok kemarin sore, tepatnya pas bedug magrib. Dan mudah-mudahan yang bicara seperti itu bukan anak pengajian yang belum lama kenal Salafiyyah, lalu saking semangatnya menumpas kejahatan, kedunguan dirinya sendiri lupa ditumpas.

"Saya menolak kuliah di LIPIA"

Dan siapa yang

Saturday, September 8, 2012

Beberapa Point Untuk Yang Masih Muda


oleh Hasan Al-Jaizy

Beberapa point yang berupa pesan-pesan berikut ini:

[1] Yang merasa masih muda, apalagi yang belum berkeluarga, cobalah mengasah skill 'menulis' setelah banyak-banyak membaca. Sebenarnya kalian [termasuk saya] ketinggalan oleh orang-orang umum dan kaum liberal dalam perkara menulis. 

[2] Kaum liberal yang edukatif dan intelektual, mereka menggunakan kemampuan linguistik untuk mengalirkan apa yang mereka fikirkan, bahkan untuk hal-hal kecil bisa dijadikan tema filosofis yang menarik. Padahal mereka tidak diimbangi dengan keilmuan syariah yang memadai atau manhaj yang sahih.

[3] Nah, sementara, bagi yang merasa belajar ilmu syariah dan merasa bermanhaj sahih, layaknya mengikuti perkembangan zaman juga. Bukan malah terpenjara dalam perasaan mentang-mentang sudah belajar dan bermanhaj. Perasaan ini sama saja dengan tazkiyyatun nafs yang negatif. Nanti siapa yang bisa melawan kedigdayaan kaum liberal yang mampu menyihir umat lewat karya tulis? Apa sekedar mengandalkan karya para ustadz? Atau mencari terjemahan?

[4] Karena itulah, mari kita sama-sama memulai melatih diri 'menulis'. Tidak mesti menulis topik yang berat. Kita mulai dengan topik ringan, seperti 'konfrontasi antara Khawarij dan Murji'ah'....lho???

[5] Itu bukan topik ringan, denk. Itu topik yang dianggap ringan oleh orang2 yang mencari sensasi saja atau pemula yang pengen cepat 'nyampe'. Topik-topik ringan itu seperti: 'bagaimana cara bobo dalam keadaan bersih?', atau menjabarkan pengalaman, bisa juga kampung halaman dan sebagainya. Tulisan itu toh tidak hanya berpatuk pada segi religius. Ada bidang2 lain yang bisa kita singgung sedikit, seperti sosial umum, kejiwaan, lingkungan, kesehatan, dan lain-lain.

NOTE:

Anak muda yang meremehkan perkara melatih diri untuk bisa membuat 'karya tulis' di zaman secanggih ini, dia laksana anak muda yang meremehkan perkara belajar bahasa Inggris. Untuk sekarang, ia boleh terkekeh, meremehkan, merendahkan, menurunkan nilai dan mengabaikan. Tapi, nanti saat semua orang sudah bisa menulis/berbahasa Inggris dan orang2 semakin maju dengan keduanya, ia baru menyesal kenapa dulu tidak begini-begitu; sementara dia ingin memulai belajar di masa tua, kendala waktu, anak, istri, pekerjaan dan problematika hidup tak mengizinkannya.

Mulailah menanam dari hari ini, insya Allah esok hari ada pertumbuhan. Jika esoknya semakin tumbuh, insya Allah suatu saat akan mendapatkan buahnya. 

Jika tidak menanam, ia takkan punya buah dari usahanya, melainkan sekedar melihat orang memetik buah di kebun, memanen dan meninggalkan ia dengan kekosongan tangan. Sementara, buah tersebut tidak bisa dibeli, sebagaimana kemampuan berkarya tulis dan berbahasa Inggris tidak bisa dibeli.

Friday, August 31, 2012

Men-Tahsin Nama Syi'ah

oleh Hasan Al-Jaizy

Akhir-akhir ini, beberapa tokoh, dengan uslub dan gaya kalimat masing-masing, men-tahsin-kan atau memperbagus nama dan citra Syi'ah setelah Syi'ah sendiri mencakar-cakar Islam. Kalimat-kalimat semacam 'Syi'ah itu tidak sesat' atau 'Syi'ah itu ada baiknya...ada buruknya' tentu saja ada masa permintaan tanggungjawabnya kelak.

Jika yang berbicara hanya seorang murid kecil, yang bau mulutnya tidak akan dihirup oleh orang lain, maka tidak memberikan pengaruh besar. Namun, bagaimana jika yang berbicara tokoh-tokoh atau para pemimpin kelompok/golongan [hizb], yang tentu saja setiap nafas dari mulut mereka akan dihirup oleh para pengikut dan para peliput di media. Terlebih bakal ada jiwa-jiwa cacat yang senang menghirup bau mulut seperti itu? Atau bagaimana jika ada pelacur-pelacur hizb yang siap membela meski salah besar dan jelas?


Esktrimisme Disebabkan Ekstrimisme

Maka, bukankah tahsin seperti ini sama seperti menipu umat? Alasan: "agar tidak terjadi sikap ekstrimis anarkis", tidak bisa menyembuhkan rasa heran. Karena ekstrimisme dalam pendangkalan aqidah sudah terjadi dan dilakukan oleh mereka, kaum Syi'ah. Sementara hal itu dianggap seperti debu di guliran angin-angin saja oleh para tokoh itu. Ekstrimisme fisik tidak akan bisa dihentikan untuk seterusnya selama ekstrimisme dan pelacuran ideologi sesat di-tahsin-kan seperti ini.

APakah memang kini masih saatnya untuk ber-husnudzan pada Syi'ah? Bukankah Syi'ah 12 adalah aliran [baca: agama] yang selama ini secara lahir dan batin sedang mengadakan proyek penggrogotan aqidah kaum muslimiin? Ketika ada tikus menggrogoti salah satu bagian woody di rumah Anda dan suaranya JELAS terdengar, apakah dengan gilanya Anda berkata:

'Oh, biarkan saja. Mungkin tikus itu sedang mengasah giginya. Dan biarkan saja jika ia sedang mencari makan. Toh kita sama-sama cari makan!?'


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/435446783163379

Thursday, August 30, 2012

Rengkuhan Keadilan

oleh Hasan Al-Jaizy

Saudara-saudara kami, yaitu para pencari ilmu yang mulia, begitu semangatnya membahas perkara Khawarij atau Terrorisme, dengan tak lekang mengupas aib-aib dan menegaskan hujjah atasnya. Sungguh ada rasa syukur dari kita akan keberadaan ikhwah yang semangat akan kebenaran. Alhamdulillah.

Namun, ini pesan kami:

"Jikalau antum banyak-banyak membaca kitab mengenai Freemasonry, Zionisme, sejarah perjuangan kemerdekaan negeri, propaganda Sepilis, Theosofi, kecacatan demokrasi dan semacamnya, insya Allah antum tidak akan se-semangat itu dalam membahas perkara Khawarij dan Terrorisme.

Seperti yang kami dengar dari salah seorang ustadz yang sudah menggeluti dunia dakwah, media dan memantau pergerakan2 sekuler, liberal atau Islami semenjak lebih dari

Saturday, August 25, 2012

Nasr Hamid Abu Zayd

oleh Hasan Al-Jaizy

Nasr Hamid Abu Zayd [1943-2010]

adalah sosok yang diidolakan oleh kalangan liberal karena pemikirannya yang kritis terhadap Islam, terutama Al-Qur'an dan Sunnah, juga karena arah pemikirannya miring ke kiri, bebas dan dianggap tak terkekang dengan kejumudan.

Abu Zayd lahir di Mesir tahun 1943 dan ia sudah menghafal Al-Qur'an. Telah menempuh studi tingkat doktoral dalam bidang Islamic Studies di Universitas Pensylvania, Philadelphia, Amerika Serikat pada tahun 1980.

Pada 14 Juni 1995,

Saturday, August 4, 2012

Musuh-musuhan

oleh Hasan Al-Jaizy

Musuh-musuhan...

[1] Musuh terberat Syi'ah dan Sufiyyah adalah Wahabi, tidak ada yang lebih berat dari itu...sementara: Syi'ah akan pura-pura mengemis kasih...juga beberapa dari Sufiyyah menagih simpati.

[2] Agama Syi'ah dan "beberapa" aliran Sufiyyah berisikan takhayyul, kisah-kisah dusta dan penuh kebohongan. Seringkali mereka juga memutarbalikkan fakta.

[3] Persamaan lainnya dari keduanya: Memiliki 3 inti ibadah:
a. Berisik 
b. Norak [berlebihan]
c. Bid'ah [Hasanah]
Tidak percaya ya silahkan. Menyangkal ya urusan sampeyan. WoNg nYaTaNyA GiThU kOks...


 [4] Persamaan lainnya: menzahirkan di depan manusia seakan mereka disalahkan oleh semua kelompok. Contoh:

STEP 1:
Syi'ah merasa dikafirkan oleh semua muslim Sunni.
Syi'ah merasa dianaktirikan di dunia Islam.
Padahal sebenarnya aqidah Syi'ah itulah yang mewajibkan kekufuran dan mereka pun mengkafirkan selain Syi'ah.

Atau seperti curhatan seorang Sufi Indo:
"Kami selalu disalah-salahkan oleh Muh, Pers, Al-Irsy, dan semuanya menyalahkan kami."

STEP 2:
Kemudian Syi'ah berbalik mengatakan: "Wahabi itulah yang senang begini begitu [semua amalan jelek langsung dinisbatkan pada Wahabi]."
Juga Sufi berbalik mengatakan: "Wahabi itulah yang kerjanya menyalah-nyalahkan semuanya selain mereka."


Musuh-musuhan...

Mungkin ada yang bertanya:
"Kenapa sih kita musuh-musuhan dan misuh-misuhan...jadinya kericuhan dan keributan?"

Jika seseorang mau mendalami perkara dan kasusnya, tentu pertanyaan di atas tidak tertanyakan.

Karena yang harusnya ditanyakan: 

[1] Kenapa sih mereka mengada-ada?
[2] Kenapa sih banyak yang pura-pura?
[3] Kenapa sih sudah jelas sesat masih dibela?


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/426751570699567

Musuh-musuhan

oleh Hasan Al-Jaizy

Musuh-musuhan...

[1] Musuh terberat Syi'ah dan Sufiyyah adalah Wahabi, tidak ada yang lebih berat dari itu...sementara: Syi'ah akan pura-pura mengemis kasih...juga beberapa dari Sufiyyah menagih simpati.

[2] Agama Syi'ah dan "beberapa" aliran Sufiyyah berisikan takhayyul, kisah-kisah dusta dan penuh kebohongan. Seringkali mereka juga memutarbalikkan fakta.

[3] Persamaan lainnya dari keduanya: Memiliki 3 inti ibadah:
a. Berisik 
b. Norak [berlebihan]
c. Bid'ah [Hasanah]
Tidak percaya ya silahkan. Menyangkal ya urusan sampeyan. WoNg nYaTaNyA GiThU kOks...


 [4] Persamaan lainnya: menzahirkan di depan manusia seakan mereka disalahkan oleh semua kelompok. Contoh:

STEP 1:
Syi'ah merasa dikafirkan oleh semua muslim Sunni.
Syi'ah merasa dianaktirikan di dunia Islam.
Padahal sebenarnya aqidah Syi'ah itulah yang mewajibkan kekufuran dan mereka pun mengkafirkan selain Syi'ah.

Atau seperti curhatan seorang Sufi Indo:
"Kami selalu disalah-salahkan oleh Muh, Pers, Al-Irsy, dan semuanya menyalahkan kami."

STEP 2:
Kemudian Syi'ah berbalik mengatakan: "Wahabi itulah yang senang begini begitu [semua amalan jelek langsung dinisbatkan pada Wahabi]."
Juga Sufi berbalik mengatakan: "Wahabi itulah yang kerjanya menyalah-nyalahkan semuanya selain mereka."


Musuh-musuhan...

Mungkin ada yang bertanya:
"Kenapa sih kita musuh-musuhan dan misuh-misuhan...jadinya kericuhan dan keributan?"

Jika seseorang mau mendalami perkara dan kasusnya, tentu pertanyaan di atas tidak tertanyakan.

Karena yang harusnya ditanyakan: 

[1] Kenapa sih mereka mengada-ada?
[2] Kenapa sih banyak yang pura-pura?
[3] Kenapa sih sudah jelas sesat masih dibela?


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/426751570699567

Wednesday, July 4, 2012

Beberapa Point

oleh Hasan Al-Jaizy

Beberapa point yang terserah mau diterima atau tidak:

[1] Mohon JANGAN tag ana, entah foto atau status kecuali jika ada hubungannya. Kadang itu sangat annoying alias mengganggu. Seakan dipaksa melihat dan menikmati; padahal seringkali orang yang kena dji-tag, merasa terganggu dengan notifikasi bertubi-tubi dari para komentator yang cuma komentar 'hehehehe' atau omong kosong.

[2] Dan JANGAN membebani orang dengan men-dji-tag ketika di tengah perdebatan dan hampir kalah. Lalu mendatangkan orang yang dirasa lebih berkompeten untuk membantu. The hell? Ini pembebanan yang sebenarnya menyebalkan. Jika kamu bermain api, maka tanggung resiko jilatannya sendiri, tanpa harus meminta orang lain memadamkan api setelah terjilatnya kamu.

[3] Seringkali engkau senang sekali mengupas kejelekan kelompok lain, seperti NU [misalnya], lalu mengundang teman2 sealiran bertamu untuk menginjak2nya. Tapi, tiap-tiap kamu tidak akan pernah mengupas kejelekan yang sejenismu...meskipun jelas sekali kamu-kamu mempunyai kejelekan yang terang2an. Kenapa begitu? Karena kamu dan kamu adalah Hizbiyyuun yang melarang Hizbiyyah.

[4] Atau ketika ada kelompok lain mengupas atau mengkritik kejelekanmu yang nyata, namun bukannya merendah diri dan mengoreksinya, justru kamu berbalik menyerang dan mencari-cari kesalahan pengkritik. Maka jangan heran jika kamu dan kamu dianggap merasa 'sok' benar selalu.



Saturday, June 16, 2012

Beberapa Point

oleh Hasan Al-Jaizy

Beberapa point sebelum larut:

[1] Para Germo Syi'ah [Imamiyyah] berhasrat untuk menghembuskan slogan 'Persatuan Sunni-Syi'ah' sembari menaburkan pemikiran bahwa 'Musuh Ahlus Sunnah adalah Wahhabiyyah [Salafiyyah]'

[2] Mereka menuding bahwasanya Salafiyyun adalah kaum yang mengkafirkan muslimiin secara umum dan kaum Syi'ah. 

[3] Namun FAKTANYA justru merekalah [Syiah Imamiyyah] yang mengkafirkan muslimiin semuanya dan menjuluki 'Nashiby' [plural: Nawaashib]. Dan ulama mereka memfatwakan bolehnya membunuh siapapun yang mereka anggap Nashiby.

[4] Adalah sebuah Taqiyyah [kepura-puraan; berdusta] yang teramat akut, ketika para ulama Syi'ah di beberapa channel TV TimTeng dan buku-buku terbaru mereka mengatakan bahwasanya mereka [Syi'ah] dan Sunni adalah berdekatan, terkecuali kaum Wahhabiyyah atau Salafiyyah. Ini semua adalah tipuan halus untuk menjadikan orang-orang terbujuk hingga menganggap mereka baik.

Point-point di atas kesimpulan dari satu halaman Muqaddimah risalah milik Syaikh Abu Al-Asybaal -hafidzahullah- yang berjudul: [ يا مسلمون إحذروا الشيعة الإمامية وما تخفي صدورهم أكبر]


Tambahan sedikit:

[1] Point ini berkaitan dengan point 4. Dan mereka menggunakan orang-orang sewaan atau utusan atau orang pribumi yang 'digaji' untuk mempropagandakan hal ini. Namun ketika mereka memiliki daya di suatu negeri, kemungkinan mereka akan menghembuskan terang-terangan.

[2] Tudingan seperti ini berkembaran dengan beberapa kaum di Indonesia yang merasa kelompoknya paling benar. Kita sendiri mungkin pernah mendengar tuduhan semacam ini dari tokoh-tokoh yang meng-aswaja-kan dirinya, atau dari tokoh liberal, plural, sekuler, atau dari beberapa ahli-tarekat yang teracuni ajaran Tasawuf versi ekstrim. Meskipun tidak semua Sufiyyah itu sederajat, namun ada benarnya kalimat: "Sufi-Syi'ah berangkulan".

[3] Tertera di fatwa-fatwa ulama mereka, bahkan di kitab-kitab terkini. Namun ketika ditanya perihal ini, mereka akan mengingkari. Berpura-pura.

[4] See numero uno. Musuh Syi'ah terkesumat adalah Salafi-Wahabi. Musuh ekstrimis Sufi terkesumat adalah Salafi-Wahabi. Musuh Liberalis-Sekularis terkesumat adalah Salafi-Wahabi. Namun semakin dimusuhi, kok malah berkembang keberadaan Salafi-Wahabi!?


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/404410042933720

Friday, June 15, 2012

MENGEJAR WAHABI : "Definisi Wahabi?"

oleh Hasan Al-Jaizy


[Definisi Wahabi?]

"Di kampung ane parah. Ada penceramah [baca: kyai] kondang diundang ke kampung buat ceramah. Ceramahnya emosional. Sampai di akhir ia berdoa: 'ALLAAHUMMAL'AN WAHHABIYYIIN' [Ya Allah, laknatlah orang2 Wahabi]. Masalahnya, ia adalah kyai terkenal, tapi kok melaknat begitu!?"

Di atas adalah seonggok cerita dari seorang teman sekelas di kampus, yang ia bukan seorang Wahaby [juga saya dan Anda], tentu saja muslim [juga saya dan Anda].

Pertanyaan ini selalu ada:

--> Apakah Wahaby itu?
--> Siapakah Wahaby itu?

Ada beberapa kisi-kisi:


1. "Wahabi adalah orang yang jenggoten"
Dalil: Ada ustadz pengajian dan majelis ta'lim menjelek-jelekkan lelaki yang berjenggot ; karena itu adalah ciri khas orang2 Wahaby.

Tanggapan: Rusak sekali. Bahwa Nabi, para sahabat, tabiin sampai beberapa kyai NU di masa lampau itu masyhur jenggoten. Ngakak berguling-guling lah kita kalau mereka semua disebut 'Wahabi'.


2. "Wahabi adalah orang yang cingkrangen"
Dalil: Masyhuur

Tanggapan: Tetap rusak. Karena ikhwan2 Jama'ah Tabligh juga memenuhi persyaratan ke-Wahabi-an: jenggoten dan cingkrangen. Namun mereka tidak tahu apa itu Wahabisme. Yang di fikirannya sebatas khuruj untuk dakwah, bagaimana caranya tinggal di masjid orang, dan...apa lagi?
Plus, beberapa tokoh Dragon Ball tidak pernah tahu Wahabisme. Ninja Hatori, dalam perjalanan mendaki gunung lewati lembah tak pernah disangka sebagai seorang Wahaby. Apalagi Wiro Sableng 212. Alih-alih disebut Wahabi, wong ngaji aja belum tentu bisa kok. Tapi, mereka semua cingkrangen!


3. "Wahabi adalah yang jenggoten, cingkrangen, suka membid'ahkan dan mengkafirkan kaum muslimiin"

Tanggapan: Mau berapapun persyaratan untuk masuk ke definisi Wahabi, tetap saja rusak. Wong otak orang2 anti-Wahabi saja sebenarnya sudah mulai rusak; cuma ga sadar saja. Nah, karena rusaknya itu, jadi lebay. Lebay dalam beribadah dan lebay dalam memahami perkataan orang.

Jadi, ketika ada orang yang mengatakan Maulid itu bid'ah [misalnya], langsung disebut 'Wahabi'? Lho, sebagian teman2 Ikhwani juga mengatakan 'Merayakan hari Ulang Tahun Nabi itu bid'ah' [meskipun bagi mereka: merayakan hari ulang tahun partai itu tidak bid'ah =DOR!]. Apakah mereka Wahabi? Tentu saja tidak!

Dan mengkafirkan ini seperti apa maksudnya ya? Kalau mengatakan: 'Orang2 Syi'ah [Imamiyyah] itu kafir; karena mereka menuhankan Ali dan para imam, mencela sahabat dan menuduh Al-Qur'an telah dirubah', ini adalah perkataan orang2 muslim keseluruhan. Oh iya, saya lupa kalau dedengkotnya sampeyan itu 11-12 dengan Syi'ah.


4. "Wahabi adalah yang berseberangan dengan Aswaja"

Tanggapan: Nah, ini dia yang kudu lebih digali lagi. Aswaja di sini Ahlus Sunnah versi siapa? 
Jangan sampai ada monyet mengaku-ngaku sebagai nenek moyang manusia demi mengangkat harkat-martabat monyet. 

Masalahnya, sekarang ada kelompok orang-orang yang merasa PALING BENAR, PALING BERILMU dan PALING BERKUASA UNTUK BERIBADAH mengaku-ngaku sebagai Ahlus Sunnah, padahal mereka ini Ahlul Bid'ah wal Jama'ah [Abwaja]. 
=> Mereka ini merasa paling benar sendiri; karena ga mau diprotes, dikritik padahal kritikannya disertai ayat Al-Qur'an dan Hadits.
=> Mereka juga merasa paling berilmu. Ada juga yang mengklaim berilmu karena mendapat sanad langsung; atau mendapat mimpi dari Rasul dsb. Benar, mereka adalah orang berilmu; karena mengilmui bagaimana caranya menipu.
=> Mereka juga paling berkuasa untuk beribadah. Lihat saja majelis dzikir dan ta'lim nya. Sudah mirip konser dzikir; ilmunya ga dapet. Kelihatannya berkuasa sekali di malam-malam berisik, gaduh, kampungan dan songong.

Apakah Aswaja yang dimaksud adalah yang tersifati seperti di atas ini?

Jika 'iya', maka banyak sekali orang2 Wahaby di dunia ini. Karena saya, keluarga saya, teman2 saya dan puluhan ribu orang berakal lainnya, mual melihat kelompok di atas. Dan kita semua berseberangan dengan mereka.


Beberapa kalimat:

STEP 1 => "Wahabi adalah orang2 yang merasa paling benar!"
STEP 2 => "ASW menyalahkan semua Wahabi!"
STEP 3 => "Orang yang menyalahkan orang yang merasa paling benar adalah orang merasa lebih benar daripada orang yang merasa paling benar"
STEP 4 => "ASW merasa lebih benar dari Wahabi yang merasa paling benar [menurut mereka]"

KESIMPULAN: "ASW adalah jenis orang yang merasa paling benar...merasa lebih benar dari siapapun"


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/404194039621987

Saturday, June 2, 2012

Sususpan Syi'ah

oleh Hasan Al-Jaizy

Perbedaan Antara Susupan SYI'AH di SURIAH dan negara Arab lainnya.

[1] Syi'ah menyusup ke negara2 Arab, seperti Palestina, Mesir, Maroko dll adalah disebabkan GHOFLAH [Kelalaian] pihak atas [pemerintah] dan pihak bawah [rakyat].

Khusus Mesir hari2 ini, Syi'ah benar2 sedang 'bekerja' di parlemen; tentu saja ada percumbuan antara Syi'ah dengan gerombolan siberat lainnya. Dan ini adalah fakta: 'Syi'ah bergandengan dengan Sufi di Mesir'. Syi'ah berjalan di atas karpet yang dibentangkan Sufi dan kaum Syi'ah menganggap Sufi adalah 'sesuatu' yang terdekat pada mereka.

Cium saja aroma itu juga di negara kita: Indonesia.

[2] Berbeda dengan susupan Syi'ah ke negara SURIAH secara khusus. Syi'ah masuk negara ini disebabkan TAWAA'THU' [Collusion-Party-Persekongkolan] dengan Nidzam/Pemerintahan Nushairy Alawy. Artinya, dari atas untuk menguasai bawah.

Pembantaian dan kezaliman di Suriah BUKANLAH sekedar perkara politik; melainkan berdasarkan fanatisme kelompok ideologis; namun berjubah politik! Setelah tanah Persia telah berhasil dijajah oleh Syi'ah; kini mereka ingin menjajah -minimal satu- negara Arab Syam. Jika cara halus memikat dengan uang dan iming2 tak berhasil, maka tidak perlu menunggu lama agar darah mengalir. Itulah mereka.

Apakah aroma seperti ini bisa tercium di Indonesia? Sudah mulai cetusan terjadi!


Faedah di atas bisa dibaca di kitab:
[الموسوعة الشاملة للفرق المعاصرة في العالم]
jilid 3 halaman 91

If you don't believe, don't ever believe the truth! 

Sekarang, jikalau ingin kita menengok kembali ke tanah air, maka pelajari ARTI KALIMAT INI: "NKRI ADALAH HARGA MATI!"

Perlu waspada dengan kalimat tersebut. Kita belajar juga dari kenyataan bahwa Syi'ah merangkul Sufiyyah demi melancarkan objective mereka. Lihat sekitar....baunya sudah cukup tercium.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/397104716997586

Beberapa Point

Beberapa point untuk pagi ini:

[1] "...Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong." [Q.S. An-Nashr: 110]

[2] Banyak musuh tidak mesti berarti tercela. Justru berhati-hatilah jika berteman banyak; karena di antaranya ada yang lebih berbahaya dari musuh. Sementara musuh itu jelas diketahui permusuhannya.

[3] Banyak musuh tidak mesti berarti tercela. Karena semakin kini, semakin terbalik dunia.

[4] Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. Kamu juga lihat manusia masuk agama lain dengan berbondong-bondong menuju konser, pertandingan sepakbola dan lainnya.

Wednesday, April 4, 2012

Kebangkitan Wahabi

oleh Hasan Al-Jaizy

Makin kemari, individu2 yang dikategorikan sebagai 'Wahabi' itu semakin banyak dan dakwah model mereka malah semakin meluas. Salah satu dari beberapa faktor terbesar adalah:

--> PROMOSI dari pihak Anti-Wahabi sendiri

Jadi, patut disyukuri, beberapa individu Anti-Wahabi [mulai dari tingkat Profesor, Habib berijasah/bersanad hingga awam terjahilnya] mem-'promosi'kan pergerakan Wahabi di situs, ceramah atau perantara lainnya.

Uniknya, individu2 Wahabi kebanyakan kalem mem-promosikan. Ini adalah sebuah Sunnah Ilahiyyah [jalan hikmah dari Allah], bagaimana Ia menunjukkan jalan yang benar pada banyak orang melalui lisan-lisan Iblis atau pendusta.


Contoh real:

Lihatlah foto yang di-upload akun ini, dengan menyertai banyak situs Wahabi. Kaum muslimin umumnya patut berterima kasih atas promosi ini; karena situs2 itu adalah situs2 baik. Menarikanya, kaum Wahabi sendiri belum tentu mengenal semua situs tersebut. Wah...wah...sungguh upaya yang patut diapresiasi.


http://www.facebook.com/photo.php?fbid=110225595776024

INGAT ga?

Ingat ga 11 September 2011? Setelah tragedi itu, Islam seakan terpojok dan tercoreng citranya secoreng-morengnya. Kaum-kaum Iblis dan pendusta berusaha memelintir fakta dan menipu manusia dengan mengatakan Islam begini begitu dalam wajah negatif.

FAKTANYA: Justru kian kemari yang masuk Islam malah berbondong-bondong. Sekarang, malah rata2 pemeluk agama non-Islam meragukan agamanya sendiri. Akhirnya mereka masa bodoh lah sama agama dan kitab suci versi mereka.


TAHU ga?

Kelihatan secara zahir, kaum Wahabi sekarang dituduh begini begitu, dijelek-jelekkan kesana kemari. Di masjid2 para ustadz bersongkok hitam mengaibi Wahabi. Begitu juga dengan Habaib trendy yang jago nitip rekening di setiap thread fatwa situsnya, atau Habib yang jago lempar batu ke kaca rumah atau gedung....mereka tak henti-hentinya mencela Wahabi, dengan kalimat yang sangat 'ilmiah' [menurut awam]. Belum lagi media Liberal dan Sekuler. Tak lupa juga wajah-wajah bertopeng Ahlus Sunnah, tapi bau kemenyan Syi'ah nya ketara sekali....tak henti Wahabi dicela.

FAKTANYA: Justru kian kemari yang memahami Wahabisme malah semakin banyak. Malah orang2 yang menggunakan akal mulai mengambil jalan tengah. Setidaknya, meskipun tidak ikut Wahabisme, yang penting tidak asal menelan bulat-bulat ludah basi pangeran2 anti-Wahabi.


PERBEDAAN INI BEGITU LUCU:

1.--> Rata2 atau kebanyakan orang yang mencela Wahabi, justru tidak tahu Wahabi, melainkan sekedar 'ikut-ikut' mencela atau diprovokasi oleh pihak yang tak bisa bertanggungjawab akan kevalidan celaan tersebut.

1.--> Rata2 atau kebanyakan orang yang memahami Wahabi, atau mulai mendekati Wahabi, adalah yang menggunakan AKAL dan berusaha melihat sendiri realitasnya. Yakni, di antaranya berteman dengan orang2 Wahabi atau membaca buku singkat karangan ulama Wahabi.

=======================

2.--> Sangat banyak dari pencela Wahabi itu adalah orang2 berjubah ormas, partai dan semacamnya. Atau malah awam yang sebenarnya ga tau apa2.

2.--> Banyak pula dari pemaham faham Wahabi, justru dulunya sangat anti terhadap Wahabi. Tapi, karena berusaha moderat [tanpa mengaku2 moderat] dan berusaha menengah di jalan, maka tampaklah mana yang jelek.

=======================

3.--> Orang miskin, jika disumpel duit untuk mencela Wahabi, pasti mau. Orang dungu, tanpa disumpel duit untuk mencela, namun sekedar ikut trend, pasti mau. Sebagaimana mereka yang murtad dari Islam karena Mie Instan

4.--> Orang pintar, disumpel atau tidak disumpel duit, tidak mencela kecuali tahu. Lha, kebanyakan yang keluar dari madzhab lama nya dan berusaha menengah atau justru ikut Wahabisme itu rata2 orang2 kritis dan punya 'akal'.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/359854064055985