oleh Hasan Al-Jaizy
Kenapa banyak kawan-kawan yang tidak melapangkan dada dan mudah menyerang tetapi ketika dilawan justru tidak bisa menjelaskan? Tidak menghargai ijtihad pihak lain yang sebenarnya masih bisa dimaklumi dan diterima. Bahkan mengeluarkan jurus delete-remove atau langsung saja cap Ahlul Bida'!? Dan kadang malah dengan tidak beradabnya menampar seorang ustadz yang belajar berpuluh tahun dan mempelajari kitab2 tak terhitung!?
Jawaban KETIGA adalah:
Sekilas faktor ketiga ini (ketidakikhlasan dalam menuntut ilmu) terkesan seperti tidak 'nyambung' dengan bahasan utama. Penulis tekankan kini bahwa ketidakikhlasan sangat berkaitan dengan serang-menyerang tidak dalam kebenaran dan kesombongan. Tapi sebelum melanjutkan paragraf berikut, penulis juga hendak menyatakan bahwa menulis ini bukan berarti bermaksud menuding pihak tertentu secara khusus bahwa mereka tidak ikhlas dalam menuntut ilmu. Bahkan, tulisan ini merupakan salah satu bentuk atau trik untuk memotivasi penulisnya sendiri agar memperbaiki dirinya pula.
Saya mulakan dengan hadits ini:
Jawaban KETIGA adalah:
Sekilas faktor ketiga ini (ketidakikhlasan dalam menuntut ilmu) terkesan seperti tidak 'nyambung' dengan bahasan utama. Penulis tekankan kini bahwa ketidakikhlasan sangat berkaitan dengan serang-menyerang tidak dalam kebenaran dan kesombongan. Tapi sebelum melanjutkan paragraf berikut, penulis juga hendak menyatakan bahwa menulis ini bukan berarti bermaksud menuding pihak tertentu secara khusus bahwa mereka tidak ikhlas dalam menuntut ilmu. Bahkan, tulisan ini merupakan salah satu bentuk atau trik untuk memotivasi penulisnya sendiri agar memperbaiki dirinya pula.
Saya mulakan dengan hadits ini: