Showing posts with label Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan. Show all posts

Tuesday, July 31, 2012

Ramadhan Adalah Bulannya Al-Qur'an

oleh Hasan Al-Jaizy

Benar, namun tidak disempitkan maksudnya hanya membaca Al-Qur'an [Tilawah] semata. Maknanya begitu luas. 

Diriwayatkan pada malam-malam Ramadhan, Jibril alaihissalam mengadakan dirasat Qur'aniyyah dengan Nabi Muhammad -shallallahu alaihi wa sallam-. Di malam hari. 

Membaca Al-Qur'an adalah amalan terbaik di bulan Ramadan.
Membaca tafsir Al-Qur'an dan mentadabburinya adalah amalan terbaik di bulan ini.
Mengadakan kajian atau halaqoh Al-Qur'an, entah itu pengajaran tajwid, tahfiidz atau tafsiir adalah amalan terbaik di bulan ini.

Dan jangan lupa intinya: Mengamalkan apa yang tertera di dalam Al-Qur'an adalah amalan terbaik di bulan Ramadan. Dan memang itulah tujuan dari diturunkannya Al-Qur'an.


Semampu dan sesempatnya

Maka, manusia diberi pilihan dan keluasan dalam berbuat baik di bulan Ramadan. 

--> Bagi yang memiliki kemampuan maksimal dalam tilawah, lakukanlah semaksimal.
--> Bagi yang merasa sangat senang mentadabburi bahkan hingga menangis terisak, lakukanlah semaksimal.
--> Bagi yang memiliki kemampuan maksimal dan kesempatan dalam mengajari manusia Al-Qur'an, tajwid atau tafsirnya, lakukanlah semaksimal.
--> Bagi yang senang menyebarkan faedah Qur'aniyyah di dunia maya atau nyata, lakukanlah semaksimal.
--> Bagi yang senang menggabungkan pelajaran Al-Qur'an dan Hadits, lakukanlah semaksimal.


Sekarang pertanyaannya:

"Seberapa maksimal kita beramal?"


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/425519004156157

Monday, July 23, 2012

Belajar dari Mereka? [Sebuah Ironi Masa Kini]

oleh Hasan Al-Jaizy

Belajar dari Mereka? [Sebuah Ironi Masa Kini]

Pernah kita katakan ingin belajar Islam di Ramadhan, lalu tertambatlah pandangan kita pada sinetron religius di TV. Apa yang kita cari? Ilmu agama? Tarbiyyah/pendidikan jiwa atau sosial atau keluarga? Ketentraman hati? Penyembuh luka dan lara di hati? 

Tidakkah kita saksikan boneka-boneka kotor berbicara mengenai agama, kesantunan, budi pekerti dan hikmah di sana?
Tidakkah kita saksikan sebelum dan [mungkin] selepas Ramadha, tanduk setan akan kembali muncul di kepala-kepala mereka?

Ketika Ramadhan, secara mendadak jadilah mereka para praktisi agama dan kebaikan. Sementara di luar Ramadhan, kita temukan mereka adalah makhluk2 pertama yang menyeru pada kefasikan bahkan kekufuran!!!


Yang Asalnya Baik...Yang Dasarnya Buruk

Ketika muncul seorang berjubah putih, yang tak kenal waktu dan tempat, selalu ia memberi nasihat dan petuah, kita cibiri...lalu kita berprasangka buruk padanya. Kita katakan, 'Oh, ia hanyalah seorang manusia biasa...yang mungkin saja zahirnya baik, sedangkan lahirnya buruk.'

Namun, ketika tiba-tiba di Ramadhan muncul segerombolan manusia yang dengan keterburuan memakai pakaian 'taqwa', padahal sebelumnya mereka tak berbaju tak bermalu, kita tonton...lalu kita tak peduli sesungguhnya mereka menyembah uang dan popularitas. Kita belajar dari mereka?


Apa yang kita pelajari dari mereka?

Berapa episode akan kita lahap dari Tukang Bubur Naik Kelas atau kealiman dadakan lainnya?
Berapa maklumat, ilmu dan faedah yang akan kita raup dari kalimat-kalimat yang terlafadzkan oleh mereka?

Sementara Al-Qur'an, buku pelajaran, kitab karya ustadz dan ulama, juga pengajian, kita mengasingkan jiwa-jiwa kita dari itu semua?

Sungguh BOHONG jika kita katakan, 'Kami ingin mensucikan diri di Ramadhan'
Berliput DUSTA jika kita mengharap, 'Kami ingin sefitrah seperti bayi-bayi terlahir di 1 Syawwal'


Ketika si Pandir Belajar dari Si Fasik 

Ketika pembelajar agama belajar dari para pelanggar dan pendusta agama...
Ketika perindu surga mencari jalan surga dari para pembajak jalan ke surga...
Ketika manusia belajar berbicara fasih dari lolongan anjing....
Ketika perkara-perkara tidak diserahkan...tidak ditangani oleh ahlinya....

maka tunggulah Kiamat...tunggulah kehancuran

dan itu yang kita inginkan, bukan?

Bukan...


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/422315931143131

Saturday, July 21, 2012

Beberapa Point

oleh Hasan Al-Jaizy

Beberapa point menjelang dzuhur:

[1] Umar bin Al-Khattab -radhiyallahu anh- pernah menghukum seorang pemabuk di tengah siang Ramadhan, lalu beliau berkata padanya, 'Anak-anak kecil kita berpuasa, dan kamu justru tidak!??'

[2] Ada pula riwayat bahwa dahulu kala, ketika anak-anak kecil di zaman salaf menangis karena lapar, meminta makan, maka orang tua mereka justru memberi 'mainan', demi mengalihkan rasa lapar menjadi lampiasan naluri bermain anak.

[3] Pelatihan anak kecil berpuasa dikondisikan keadaan fisik anak, dan tidak bisa disama ratakan anak satu dengan lainnya; terlebih jika disamakan dengan anak-anak di zaman salaf.

[4] Pria-pria yang tidak berpuasa tanpa udzur syar'i di tengah hari Ramadhan, mereka ini bagaikan banci, yang meragukan kejantanannya sendiri. Maklum jika wanita haid tak berpuasa. Dan pria-pria seperti ini sepertinya bercita-cita ingin bisa haid dan melahirkan, namun tidak kesampaian; sehingga melampiaskannya dengan cara tidak berpuasa.



Friday, July 20, 2012

Tentang Imsak Kita

oleh Hasan Al-Jaizy

Tentang Imsak kita, sekian menit sebelum Subuh....BID'AH???

Mari kita perhatikan perkataan Al-Hafidz ibnu Hajar Al-Atsqolaany -rahimahullah- di penghujung penjelasan hadits tentang menyegerakan puasa:

تنبيه: من البدع المنكرة ما أحدث في هذا الزمان من إيقاع الأذان الثاني قبل الفجر بنحو ثلث ساعة في رمضان واطفاء المصابيح التي جعلت علامة لتحريم الأكل والشرب على من يريد الصيام زعما ممن أحدثه أنه للاحتياط في العبادة

"PERHATIAN: Termasuk dari bid'ah-bid'ah yang munkar di zaman ini adalah mengumandangkan adzan kedua [adzan Subuh] sebelum Fajar [sebelum masuk waktu subuh] sekitar sepertiga jam [20-an menit]. Dan mematikan lampu-lampu yang dijadikan sebagai TANDA HARAMNYA MAKAN DAN MINUM bagi yang ingin berpuasa.

Itu dikira [oleh mereka] untuk berjaga-jaga atau waspada dalam ibadah."

[Fathul Bary: 5/363 cet. Dar Thayyibah, 4/232, cet. Syarikah Al-Quds]


Sekarang:

--> Bagaimana dengan 'imsaaaaaaak' sekitar seperempat jam sebelum Subuh yang dilakukan orang2? Itu disebut bid'ah atau tidak?

--> Al-Hafidz ibnu Hajar bermadzhab Syafi'i. Jangan sampai orang2 yang mengaku bermadzhab Syafi'i, tapi menjadi yang paling sering melanggar kalimat ulama madzhabnya.

--> Yang benar adalah Anda diperbolehkan makan dan minum sahur hingga adzan Subuh. Bahkan jika makanan-minuman masih di tangan ketika adzan, tetaplah raup yang tersisa segera.

--> Mengakhirkan sahur itu sunnah, mengawalkan sahur itu tidak berarti bid'ah, namun membatasi zaman sebelum adzan sekian menit untuk mengharamkan makan-minum adalah bid'ah.


Yang agak lucu tapi miris:

Kemudian, Ibnu Hajar mengatakan:

ولا يعلم بذلك الا آحاد الناس

"Dan perbuatan tersebut, tidak diketahui [d zaman beliau] kecuali sedikit sekali dari manusia"

....dan zaman sekarang, hampir semua manusia di sini begitu. Kenapa? Karena kita bermadzhab Syafi'i? Tidak. Tapi karena:

"jika cahaya sunnah meredup, bid'ah yang menegak"
"jika ilmu hadits terjahilkan, ilmu bid'ah yang terperbaharui"


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/421587407882650

Thursday, July 19, 2012

Beberapa Point

oleh Hasan Al-Jaizy

Beberapa point selepas Ashar:

[1] Di bulan Ramadhan Anda boleh menggunakan koneksi Internet. Sama sekali tidak dilarang; selama untuk hal yang mubah [seperti: sekedar mencari software baru], atau mustahab [seperti: mempelajari agama lewat artikel atau download ebook], atau wajib [seperti: jika memang job-nya di sana]

[2] Pengurangan jatah tidak mesti penggunaan Internet yang dikorbankan atau diminimalisir dalam bulan Ramadhan. Toh Anda tidak 1x24 jam menggunakannya. Itu pilihan masing2. Ngumpul2, sms geje, TV, dll...silahkan diukur juga.

[3] Tidak mengumumkan bahwa 'gue-bakal-ninggalin-FB-demi-Ramadhan' itu lebih baik dari mengumumkannya. Karena bisa jadi, setelah mengumumkan, baru menjelang 3 hari Ramadhan, buka lagi diam-diam.

[4] Ibadah di bulan Ramadhan tidak melulu membaca Al-Qur'an sepanjang melek. Bagus juga jika berselang-seling, entah dengan membaca hadits, sirah, memasak untuk orang2 berbuka, membersihkan lingkungan dll. Semua itu ibadah. Niatkan untuk ibadah.

Wednesday, July 18, 2012

Ramadhan Tiba...MASIH PADA FB-AN???

oleh Hasan Al-Jaizy


Ramadhan Tiba...Masih Pada FB-an???

Itu pertanyaan sebagian orang. Seperti mereka yang [mungkin] bertanya padamu: "Lagi malam UTS kok FB-an?" atau "Lagi sakit kok malah FB-an?". Sebenarnya perlu kita sanggah dengan: 'Sejak kapan ada larangan menggunakan FB ketika Ramadhan, UTS atau sakit encok?'

Nah, kita berbicara Ramadhan sekarang. Ramadhan adalah bulan penuh rahmat Allah dan kebaikan. Dibukakan pintu-pintu surga ketikanya, sekaligus ditutuplah pintu-pintu neraka. Meski hari-hari biasa kita dianjurkan berlomba dalam amal saleh, di bulan Ramadhan lebih-lebih.

Pemikiran Perlu Dipoles Dikit

Pemikiran beberapa manusia perlu dipoles dikit agar mengkilat dan tidak keruh. Ingatlah FB adalahsalah satu wasilah lah lah lah yang jika Anda gunakan untuk kebaikan dengan niatan murni ibadah, maka akan berlipat pahala; seperti bisnis "em-el-em" yang terkadang menghasilkan laba yang "eng-ing-eng".

Anda ingin stop FB-an di bulan Ramadhan? It's ok...your right. Tapi, tunggu sebentar...jika itu dilakukan dengan alasan: 'Saya ingin konsentrasi dalam ibadah saja; tanpa ada gangguan jejaring sosial maya!', maka justru kita katakan:

‎"Anda BISA beribadah melalui FB tanpa gangguan! Kesempatan terbuka lebar!"

Anda bertanya: "Lho, bagaimana caranya?"

Penjawab menjawab: "Tulis status semacam anjuran membaca Al-Qur'an atau istighfar atau tahlil atau tasbih atau dzikir apapun, klik POST lalu tinggalkan...dan bunuh browsernya. Akan ada yang membaca insya Allah. Dan Pembaca status Anda insya Allah akan ada yang mengamalkan, dan pahala mengalir...Anda tidak tahu...tetapi [Sang Aliim] Yang Maha Tahu tentu tahu."

Anda bertanya lagi: "Singkatnya?"

Penjawab menjawab lagi: "Gini: Tulis: 'Sudahkah Anda membaca Al-Qur'an?' lalu bayangkan akan ada yang membaca dan mengamalkan. Bukankah pahala Anda mengalir setelahnya?"

Point:

[1] Jika FB dijadikan mainan dan kesiaan semata, maka melakukannya dinamakan 'FB-an'. Jika FB dijadikan ladang meraup pahala berlipat-lipat, maka melakukannya dinamakan 'Investasi FB' atau 'Panen Pahala FB'.

[2] Beberapa orang mengatakan 'FB mengganggu'; karena FB digunakan untuk kesia-siaan. Sedangkan kita seringkali 'ndak-merasa' sudah menyia-nyiakan ilmu dan kesempatan, makanya merasa terganggu.

[3] Bahkan Anda juga bisa mengasah skill menulis dan argumen....di FB. Itu juga merupakan kebaikan dan bekal untuk masa depan. Betul?

[4] Ibadah dari tinjauan keberadaan objek terbagi menjadi 2: 

1. Ibadah yang Membutuhkan Objek, seperti berdakwah/menyeru pada kebaikan, sedekah, mengajar ngaji dll.

2. Ibadah yang Tidak Membutuhkan Objek, seperti berdzikir sendirian, menulis ringkasan pelajaran dll.

Dan dalam banyak kesempatan, jenis pertama lebih bagus dibanding yang kedua; karena berguna bagi orang dan pahalanya berlipat-lipat.

Berpuasa tapi masih menggunakan FB, Twitter, Blog atau Situs untuk dakwah?

Satu kalimat untukmu:

'cemungudh cemungudh ea'


Hasan Al-Jaizy, 18 Juli 2012

Tuesday, July 17, 2012

Berkah Sahur

oleh Hasan Al-Jaizy

Berkah Sahur?

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa Sallam- [berselawatlah kalian!] bersabda:

تسحروا فإن في السحور بركة 

"'Makan sahurlah, sesungguhnya dalam sahur itu terdapat berkah" [H.R. Bukhari: 1923]


Beberapa maksud dari 'berkah' dalam sahur:

[1] الأجر والثواب
"Ganjaran pahala" disebabkan memakan sahur adalah sunnah dari Nabi, yang jika ditunaikan, maka akan diganjari pahala penunainya. Maka, bisa difahami di sini bahwa jika Allah Ta'ala mengganjari pahala bagi amalan seorang hamba, maka berarti Dia memberkahinya.

[2] البركة لكونه يقوي على الصوم وينشط له ويخفف المشقة فيه
"Berkah karena sahur itu memperkuat [orang yang berpuasa] ketika berpuasanya, menyegarkannya dan meringankan beban padanya."
Bermakna: Berkah di sini bersifat fisik jasmani duniawi, tanpa terkait pada masalah ukhrawi.

[3] ما يتضمن من الاستيقاظ والدعاء في السحر
"Apapun yang tercakup dari bangunnya ia, dan berdoanya di waktu sahur."
Makna ini diperkuat dengan ayat yang mensifati orang2 bertakwa:

ٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلْقَٰنِتِينَ وَٱلْمُنفِقِينَ وَٱلْمُسْتَغْفِرِينَ بِٱلْأَسْحَارِ

"(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang BEIRSTIGHFAR [memohon ampun] di WAKTU SAHUR." [Q.S. Ali Imran: 17]


Beberapa maksud dari 'berkah' dalam sahur:

[1] الأجر والثواب
"Ganjaran pahala" disebabkan memakan sahur adalah sunnah dari Nabi, yang jika ditunaikan, maka akan diganjari pahala penunainya. Maka, bisa difahami di sini bahwa jika Allah Ta'ala mengganjari pahala bagi amalan seorang hamba, maka berarti Dia memberkahinya.

[2] البركة لكونه يقوي على الصوم وينشط له ويخفف المشقة فيه
"Berkah karena sahur itu memperkuat [orang yang berpuasa] ketika berpuasanya, menyegarkannya dan meringankan beban padanya."
Bermakna: Berkah di sini bersifat fisik jasmani duniawi, tanpa terkait pada masalah ukhrawi.

[3] ما يتضمن من الاستيقاظ والدعاء في السحر
"Apapun yang tercakup dari bangunnya ia, dan berdoanya di waktu sahur."
Makna ini diperkuat dengan ayat yang mensifati orang2 bertakwa:

ٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلْقَٰنِتِينَ وَٱلْمُنفِقِينَ وَٱلْمُسْتَغْفِرِينَ بِٱلْأَسْحَارِ

"(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang BEIRSTIGHFAR [memohon ampun] di WAKTU SAHUR." [Q.S. Ali Imran: 17]


Sekarang, kita bertanya:

"Bagaimana dengan SAHURnya beberapa orang yang sembari menonton TELEVISI dengan program LAWAKAN, atau tayangan yang tidak bermanfaat sama sekali?"

Sedangkan dalam berpuasa, Nabi mengatakan: [ولا يجهل] yang artinya ada dua:

"Janganlah ia melakukan perbuatan bodoh"
"Janganlah ia melakukan perbuatan orang2 bodoh"

Sekarang, silahkan berfikir, jika sedari awal sudah melakukan perbuatan bodoh, maka bagaimana seterusnya?

Jika sedari sahur sudah kelihatan berbuat bodoh, maka jangan heran jika saat puasa kebodohan akan terus berlanjut; hingga meskipun ia berpuasa, tetap saja terdengar kata-kata kotor di lisan, juga perbuatan2 tercela.

Wallahu a'lam. Semoga bermanfaat.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/420335144674543

Thursday, July 5, 2012

Sebuah Bekal Mahal

oleh Hasan Al-Jaizy

Maka, barangsiapa yang sedari sekarang berbekal jiwa pada ilmu pengetahuan mengenai puasa Ramadhan dan merancang skema apa yang akan ia lakukan di bulan mulia tersebut, maka sungguh Allah telah memberinya kebaikan dan karunia yang semoga tercatat sebagai sebaik amal dan bekal penyelamatnya di akhirat.

Jika ia menghabiskan waktu senggang tuk membaca apapun yang berkaitan dengan Shaum sembari membayangkan dirinya sedang dalam keadaan berpuasa di tengah Ramadhan dan berusaha mengingat apa yang ia baca, terlebih menyebarkan ilmu tersebut ke orang lain, maka sungguh Allah telah memberinya hal terbaik yang sungguh jarang didapat oleh kebanyakan manusia.


Dan tentu tiada seorang pun tahu kapan ajalnya tiba...

Mungkin saja saya atau Anda tak lagi bernafas dan merasakan nafas Ramadhan yang akan tiba beberapa hari lagi. Namun, jika kita mulai dari sekarang mempersiapkan diri dan bekal untuk Ramadhan lalu ternyata kehendak Allah adalah mengakhiri hayat kita sebelum tibanya, maka tidak akan luput amalan kita [mencari ilmu tentang puasa] dari pandangan Allah. Dan percayalah, Sang Rahman adalah pengganjarnya...dan takkan menyesal kita selama ikhlas demi-Nya.


Oleh karena itu, kawan-kawan...

Kemungkinan tetaplah kemungkinan. Kepastian bukan kemungkinan.
Yakni: Kemungkinan mati di esok atau seterusnya adalah kemungkinan, dan kematian adalah kepastian.

Jika memang olehmu terharap datangnya Ramadhan hingga kau bisa beramal salih di dalamnya, maka mulailah amal tersebut semenjak sekarang, yaitu MENCARI ILMU. Allah telah melimpahkan bagimu rahmat serta karunianya, berupa HANDPHONE, INTERNET, KITAB-KITAB dan juga MATA untuk membaca. Tidak lupa AKAL untuk berfikir dan mengingat. Terlebih HATI untuk mendalami dan mengikhlaskan.

Seorang yang rindu pada kekasihnya, ketika datang kabar bahwa sang kekasih akan datang, ia akan mempersiapkan secantik-cantik teras dan ruang. Setidaknya ia ingin membuktikan rasa kasihnya semenjak belum tibanya kekasih. Jikalau ia mati sebelum kekasih tiba, maka sang kekasih sungguh akan memeluknya....bahkan kau pun sedih dengan kiasan ini....

Tiada yang memastikan kita menghirup nafas Ramadhan di masanya....namun pastikan kita benar-benar sedang persiapkan...ilmunya


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/416269728414418

Thursday, February 23, 2012

Belajar dari Mereka? [Sebuah Ironi Masa Kini]

oleh Hasan Al-Jaizy

Belajar dari Mereka? [Sebuah Ironi Masa Kini]

Pernah kita katakan ingin belajar Islam di Ramadhan, lalu tertambatlah pandangan kita pada sinetron religius di TV. Apa yang kita cari? Ilmu agama? Tarbiyyah/pendidikan jiwa atau sosial atau keluarga? Ketentraman hati? Penyembuh luka dan lara di hati? 

Tidakkah kita saksikan boneka-boneka kotor berbicara mengenai agama, kesantunan, budi pekerti dan hikmah di sana?
Tidakkah kita saksikan sebelum dan [mungkin] selepas Ramadha, tanduk setan akan kembali muncul di kepala-kepala mereka?

Ketika Ramadhan, secara mendadak jadilah mereka para praktisi agama dan kebaikan. Sementara di luar Ramadhan, kita temukan mereka adalah makhluk2 pertama yang menyeru pada kefasikan bahkan kekufuran!!!


Yang Asalnya Baik...Yang Dasarnya Buruk

Ketika muncul seorang berjubah putih, yang tak kenal waktu dan tempat, selalu ia memberi nasihat dan petuah, kita cibiri...lalu kita berprasangka buruk padanya. Kita katakan, 'Oh, ia hanyalah seorang manusia biasa...yang mungkin saja zahirnya baik, sedangkan lahirnya buruk.'

Namun, ketika tiba-tiba di Ramadhan muncul segerombolan manusia yang dengan keterburuan memakai pakaian 'taqwa', padahal sebelumnya mereka tak berbaju tak bermalu, kita tonton...lalu kita tak peduli sesungguhnya mereka menyembah uang dan popularitas. Kita belajar dari mereka?


Apa yang kita pelajari dari mereka?

Berapa episode akan kita lahap dari Tukang Bubur Naik Kelas atau kealiman dadakan lainnya?
Berapa maklumat, ilmu dan faedah yang akan kita raup dari kalimat-kalimat yang terlafadzkan oleh mereka?

Sementara Al-Qur'an, buku pelajaran, kitab karya ustadz dan ulama, juga pengajian, kita mengasingkan jiwa-jiwa kita dari itu semua?

Sungguh BOHONG jika kita katakan, 'Kami ingin mensucikan diri di Ramadhan'
Berliput DUSTA jika kita mengharap, 'Kami ingin sefitrah seperti bayi-bayi terlahir di 1 Syawwal'


Ketika si Pandir Belajar dari Si Fasik 

Ketika pembelajar agama belajar dari para pelanggar dan pendusta agama...
Ketika perindu surga mencari jalan surga dari para pembajak jalan ke surga...
Ketika manusia belajar berbicara fasih dari lolongan anjing....
Ketika perkara-perkara tidak diserahkan...tidak ditangani oleh ahlinya....

maka tunggulah Kiamat...tunggulah kehancuran

dan itu yang kita inginkan, bukan?

Bukan...


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/422315931143131