Showing posts with label Tafsir. Show all posts
Showing posts with label Tafsir. Show all posts

Wednesday, January 30, 2013

Tafsir Surat AL-MASAD

oleh Hasan Al-Jaizy

Fawaid 0032: "Tafsir Surat AL-MASAD"

Surat Al-Masad adalah surat urutan 111 dalam mushaf, berjumlah 5 ayat dan turun di Makkah.

=======SURAT AL-MASAD========

[1] تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍۢ وَتَبَّ

"Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa."

[2] مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُۥ وَمَا كَسَبَ

"Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan."

[3] سَيَصْلَىٰ نَارًۭا ذَاتَ لَهَبٍۢ

"Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak."

[4] وَٱمْرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلْحَطَبِ

"Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar."

[5] فِى جِيدِهَا حَبْلٌۭ مِّن مَّسَدٍۭ

"Yang di lehernya ada tali dari sabut."

=======MUFRADAT/KOSAKATA=======

==> [تَبَّ] = Binasa; rusak. Di ayat pertama, disebut kata ini dua kali sebagai penguatan.

==> [أَغْنَىٰ عَنْ] = Mengayakan; Mencukupi; Memberi faedah. Lalu ditambahkan مَآ yang sejatinya berfungsi sebagai naafiyah (menafikan) khabar setelahnya. Berati: tidak memberi faedah.

==> [كَسَبَ] = Usaha; Mendapatkan.

==> [يَصْلَىٰ] = Terbakar; Terpanggang; Masuk ke dalam. Ditambah kata نَار setelahnya memberikan maksud: Masuk ke dalam neraka dan terbakar di dalamnya.

==> [لَهَبٍۢ] = Gejolak atau nyala atau jilatan api.

==> [ٱلْحَطَبِ] = Kayu bakar

==> [ جِيدِ] = Leher

==> [حَبْلٌۭ] = Tali

==> [مَّسَدٍۭ] = Serabut

========TAFSIR [AS-SA'DY]=========

Abu Lahab adalah paman Nabi -shallallahu alaihi wa sallam-. Ia amat memusuhi dan menyakiti beliau. Ia tidak memiliki balas budi dan tidak memiliki semangat kekerabatan. Semoga Allah Ta'ala memberinya balasan buruk. Karena itu Allah Ta'ala amat mencelanya yang merupakan kehinaan baginya hingga Hari Kiamat seraya berfirman,

[1] [تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍۢ] "Binasalah kedua tangan Abu Lahab", yakni rugi dan celakalah kedua tangannya . [وَتَبَّ] "Dan sungguh ia akan binasa", sehingga ia tidak akan beruntung.

[2] [مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ] "Tidaklah berfaidah kepadanya harta bendanya" yang dimilikinya sehingga ia bisa berlaku semena-mena dan tidak pula berguna baginya, [وَمَا كَسَبَ] "Dan apa yang ia usahakan" tidak akan bisa menangkal adzab Allah Ta'ala sedikitpun bila datang ia menimpa.

[3-5] [ سَيَصْلَىٰ نَارًۭا ذَاتَ لَهَبٍۢ] "Kelak ia akan masuk ke dalam api yang bergejolak", yakni neraka akan mengelilinya dari segenap penjuru, dia [وَٱمْرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلْحَطَبِ] "dan istrinya, pembawa kayu bakar." Istrinya juga amat menyakiti Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam-. Abu Lahab dan istrinya saling bahu-membahu dalam dosa dan permusuhan. Ia menimpakan keburukan dan berusaha sekuat tenaga menyakiti Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- sehingga dosa-dosanya menumpuk di atas punggungnya, sama seperti orang yang menumpuk kayu bakar dengan tali yang telah disiapkan di lehernya. [ مِّن مَّسَدٍۭ] "Dari sabut", yaitu dari pintalan sabut atau ia membawa kayu bakar di neraka untuk suaminya dengan mengalungi tali dari sabut di lehernya.

Bagaimanapun juga dalam ayat ini terdapat tanda-tanda kebesaran Allah Ta'ala yang nyata, karena Allah Ta'ala menurunkan surat ini ketika Abu Lahab beserta istrinya belum mati. Allah Ta'ala memberitahukan bahwa keduanya akan disiksa di neraka dan itu pasti. Sebagai konsekuensinya, keduanya tidak masuk Islam. Dan terjadilah seperti yang diberitahukan oleh Dzat Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata.

Wallahu a'lam

18 Rabi'ul Awwal 1434



Friday, January 25, 2013

Tafsir Surat AL-FALAQ

oleh Hasan Al-Jaizy

Fawaid 0022: "Tafsir Surat AL-FALAQ"

Surat Al-Falaq (Waktu Subuh) diturunkan di Makkah dan berjumlah 5 ayat.

[1] قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ

"Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,"

[2] مِن شَرِّ مَا خَلَقَ

"dari kejahatan makhluk-Nya,"

[3] وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ

"dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,"

[4] وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ

"dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,"

[5] وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

"dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki"."

KOSAKATA

- [قُلْ ] = Katakanlah 
- [شَرِّ ] = Keburukan/Kejahatan/Kejelekan
- [خَلَقَ] = Menciptakan 
- [غَاسِقٍ ] = Malam
- [وَقَبَ] = Menggelap
- [حَاسِدٍ ] = Orang yang iri, hasad atau mendengki

TAFSIR AYAT

[1]
Maksudnya, "Katakanlah", seraya memohon perlindungan. [أَعُوذُ ] "Aku berlindung", yakni aku berlindung dan berpegangan, [بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ] "kepada Rabb yang menguasai Subuh", yang membelah butir tanaman dan biji buah-buahan dan yang meyibak Subuh.

[2] 
[مِن شَرِّ مَا خَلَقَ] "Dari kejahatan makhluk-Nya". Ini mencakup seluruh makhluk Allah, baik manusia, jin, maupun binatang. Maka memohon perlindungan haruslah kepada Penciptanya dari keburukan yang ada padanya.

[3]
Kemudian Allah menyebutkan secara khusus setelah menyebutkan secara umum seraya berfirman, [وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ] "dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita," yakni dari kejahatan apa pun yang ada di malam hari ketika kegelapan menutupi manusia dan kala banyak ruh-ruh jahat gentayangan, dan binatang-binatang yang menyakitkan bertebaran.

[4] 
[وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ] "Dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul," yakni dari kejahatan wanita-wanita penyihir yang menggunakan bantuan pada buhul yang diikatkan dengan sihir.

[5]
[وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ] "Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki"." Orang dengki adalah orang yang senang atas lenyapnya nikmat dari orang yang ia dengki dengan berusaha sekuat tenaga untuk melenyapkan nikmat tersebut dengan berbagai cara. Sehingga, perlu meminta perlindungan kepada Allah dari kejahatannya dan untuk meruntuhkan tipu dayanya. Penyebar penyakit-penyakit 'ain juga termasuk orang yang dengki karena tidaklah penyakit 'ain muncul kecuali dari seorang pendengki, bertabiat buruk dan berjiwa keji.

Surat ini mencakup perlindungan dari segala macam kejahatan secara umum dan khusus dan menunjukkan bahwa sihir itu nyata, bahayanya mengkhawatirkan, dan kta harus meminta perlindungan kepada Allah Ta'ala dari sihir dan pelakunya.

--- Tafir As-Sa'di, terjemahan Pustaka Sahifa--

Semoga bemanfaat

14 Rabi'ul Awwal 1434

Saturday, August 25, 2012

Al-Qabuul wa At-Tasliim

oleh Hasan Al-Jaizy

Satu pondasi penting dalam manhajiyyah istidlaal [mengambil dalil] dan mengimani wahyu adalah Al-Qabuul [menerima] dan At-Tasliim [menyerahkan]. Maksudnya: seorang muslim sebelum segalanya tentang pendalilan atau menarik kesimpulan dari dalil, ia harus membangun rasa nerimo dan tunduk pada dalil. Bukan justru sebaliknya: mencoba mengkritisi dalil dan memang sedari awal sudah suspisius alias super curiga terhadap dalil.

Ingat, lho: Terima dan Menyerah pada dalil. Dalil adalah Al-Qur'an, As-Sunnah dan Ijma. BUKAN terima dan menyerah pada fatwa atau perkataan manusia. Bukankah di sini ada sebuah jebakan yang tidak sedikit dari para thullab al-ilm terperosok tanpa sadar?


Fatwa Ijtihady, apakah dalil?

Tentu saja, dalam

Tuesday, July 10, 2012

Siapapun Pernah Berbuat Zalim!

oleh Hasan Al-Jaizy

Allah Ta'ala berfirman: 

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمَٰنَهُم بِظُلْمٍ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." [Q.S. Al-An'aam: 82]


 Siapapun pernah berbuat zalim!

Diriwayatkan dalam Sahih Bukhari:

لما نزلت: { وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ } شق ذلك على أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم، قالوا: وأينا لم يظلم نفسه؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "ليس كما تظنون، إنما قال [لقمان] لابنه: { يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ 

'Ketika turun ayat {dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan KEZALIMAN}, para sahabat Rasulullah merasa berat, sehingga mereka berkata: "Dan siapalah di antara kita yang tak pernah menzalimi dirinya?" Maka Rasulullah mengatakan:

"Perkara tersebut tidak seperti yang kalian kira. Sesungguhnya Luqman [hamba Allah yang salih] berkata pada anaknya: {Wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah. Sesungguhnya SYIRIK adalah kezaliman yang besar!}" [H.R. Bukhari: 6937]


 Faedah:

[1] Haramnya berbuat syirik, entah kecilnya atau besarnya ia, entah zahirnya atau batinnya ia.

[2] Syirik adalah kezaliman terbesar; karena berkaitan langsung pada Allah Ta'ala dalam peribadatan dan penyembahan.

[3] Keimanan sempurna mewariskan keamanan

[4] Tiada hidayah dari Allah yang lebih agung dari keimanan dan pembebasan dari balutan syirik.

[5] Merupakan kelayakan seorang Muslim untuk mengakui kesalahan dan merendahkan hati, sebagaimana para sahabat mengakui diri mereka pernah berbuat zalim.

[6] Setiap manusia pasti memiliki kesalahan dan kezaliman, entah untuk diri sendiri atau pada orang lain. Dan taubat adalah penghapusnya.

[7] Bertanyalah pada orang berilmu ketika merasa pemahamannya berkabut. Karena itu lebih selamat dari memahami sendiri saja.

[8] Rasulullah adalah orang yang paling tahu tentang maksud dari ayat2 Al-Qur'an; kemudian juga para Sahabat adalah generasi paling tahu tentang maksud dari ayat2 Al-Qur'an. 

[9] Tidak semua yang diperkirakan manusia tentang ayat Allah benar adanya dan tepat sesuainya; namun rujuklah pada ahli al-ilm.

[10] Ingin aman, tentram dan tersinari petunjuk? Jauhilah syirik! Upayakan.

Wallahu a'lam.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/417939754914082