Showing posts with label Yahudi. Show all posts
Showing posts with label Yahudi. Show all posts

Thursday, January 10, 2013

PAIN IN THE ASS!


oleh Hasan Al-Jaizy


Disimpulkan oleh Ibnul Qayyim [w. 751 H]bahwa membuka pintu Ta'wil [yang rusak] adalah penyebab kehancuran alam serta kerusakan diin [agama] dan dunia. [Ash-Shawaa'iq Al-Mursalah, 1/348]

Ta'wil yang dimaksud bukanlah ta'wil bermakna tafsir yang sesuai dengan pemahaman salaf; melainkan sebuah aplikasi memahami teks dengan cara menyimpangkan makna zahir hakikat menuju makna yang tidak zahir atau tidak sebenarnya TANPA dalil yang sah. Bahkan terkadang dimaknai dengan makna yang tidak dikenal sama sekali pencocokannya dalam bahasa.

Contoh:

Jika saya katakan, "Saya melihat singa di hutan"
Ta'wil yang rusak adalah memahami kata 'singa' tersebut adalah kelinci berwarna kuning. Hal ini tidak pernah dijadikan penggunaan sama sekali dalam bahasa, baik formal ataupun keseharian.

Dan ta'wil yang melenceng tanpa disertai dalil yang sah, tidak lain dilahirkan oleh penyakit hati; yaitu ittiba' al-hawa. Apa lagi selain ini? Jika seorang liberal memaknai jilbab dalam Al-Qur'an bukan jilbab sebenar penutup aurat, melainkan jilbab hati, maka ia WAJIB mendatangkan qarinah atau dalil untuk menguatkan pemaknaan tersebut. Jika tidak mendatangkan apapun selain pendapat pribadi dan kelompok, maka ia telah:

Sunday, January 6, 2013

YAHUDI, PERGURUAN HIJAU DAN PENOLAK KEBENARAN!!!


oleh Hasan Al-Jaizy


Sebelum meneruskan membaca tulisan ini, penulis menghimbau pembacanya agar berusaha melapangkan dada. Selain itu, penulis juga menganjurkan agar pembaca tidak berpura-pura berlapang dada, yakni: 'ngakunya' berlapang dada namun rupanya ada kesumat mendendam di dalamnya.

Abdullah bin Salaam dikenal dahulu sebelum keislamannya sebagai seorang tokoh dan alim Yahudi. Ia mengenal tepat kitab yang disucikan oleh kaum Yahudi. Ia mengenal tepat sifat dan zaman kemunculan Nabi terakhir dalam agama Tauhid.

Diceritakan oleh Muhammad bin Ishaq, bahwa beliau telah diceritakan oleh keluarga Abdullah bin Salaam perihal dirinya dan keislamannya. Ia [Abdullah bin Salam] pernah mengakui, "Ketika aku mendengar tentang Rasulullah -Shallallahu alaihi wa Sallam-, aku sudah mengetahui namanya, sifatnya dan zamannya [1]."

Monday, September 17, 2012

Apa Sih Yang Mereka Inginkan dari The Innocence of Muslim?


oleh Hasan Al-Jaizy

Kembali saya perlu jujur di sini bahwa saya belum sempat nonton TIoF; jangankan kesempatan, kemauan pun tidak ada. Pasalnya, jika saya menonton, ditakutkan akan terpancing dan berbuat hal yang tidak baik. Anyway, tidak wajib pula menontonnya. Sekedar membaca review dan ulasan para penulis mengenainya insya Allah sudah mencukupi. Toh intinya: 'menghina Islam'.

Nah, lalu apa sih yang mereka [clip-maker] inginkan dari TIoF? Kalau menginginkan kemasyhuran individual semata, rasanya tidak logis. Apalagi jika sekadar iseng-iseng. No way. Pihak clip atau film-maker pastinya tahu bahwa film produksinya itu, meski tak panjang dan katanya berkualitas 'amatir', akan memicu ketegangan, dendam, kemarahan, kericuhan dan seterusnya. Nah, justru karena dia tahu hasil picuan itulah, maka itulah tujuannya.

Mess [Kekacauan] dan Noise [Keributan]

Itulah dia tujuannya. Clip provokatif seperti itu sangat mujarab untuk mewujudkan adanya kekacauan dan keributan di badan kaum muslimiin. Justru ketika dia menyaksikan demo besar-besaran, saling dorong mendorong antara aparat dan demonstran, sedekah bom gas dan bebatuan, terlebih sampai ada yang terluka hingga ada pula korban jiwa, maka dia akan tertawa dan berkata: