oleh Hasan Al-Jaizy
Suatu hari, Pak De Su'aid dan Ki Agus pergi berziarah ke makam "wong sekti". Wong Sekti kuwi biasa dipanggil Syekh. Entah siapa namanya. Mereka pun berdoa di depan makam itu. Malamnya, Ki Agus mengajak Pak De jalan-jalan ke musholla Nurul Qomar yang terletak di pinggiran hutan nan mencekam di tiap malam. Tujuan mereka mencari seorang wali yang sedang ber-khalwat di kegelapan.
Setelah mengitari masjid dari ujung ke ujung, Pak De bertemu seorang memakai surban putih sedang mendikte tulisan dalam sebuah kitab persilatan pada murid-muridnya. Ia berkata pada Ki Agus:
"Ini wali yang kau maksud, Ki?"
Ki Agus menjawab singkat, "Bukan!"
Setelah mata merantau kesana-kemari, tampak ada seorang memakai gaun putih berambut
Setelah mengitari masjid dari ujung ke ujung, Pak De bertemu seorang memakai surban putih sedang mendikte tulisan dalam sebuah kitab persilatan pada murid-muridnya. Ia berkata pada Ki Agus:
"Ini wali yang kau maksud, Ki?"
Ki Agus menjawab singkat, "Bukan!"
Setelah mata merantau kesana-kemari, tampak ada seorang memakai gaun putih berambut