Showing posts with label Tahun Baru. Show all posts
Showing posts with label Tahun Baru. Show all posts

Friday, January 20, 2012

Kenapa Ada Kagum...Mengapa Ada Bangga?

oleh Hasan Al-Jaizy

Manusia yang lebih rendah posisinya darimu atau lebih kurang kualitasnya darimu mungkin akan terkagum dengan lisanmu yang banggakan apa yang kau punyai atau tidak.

Tapi manusia yang lebih tinggi posisinya darimu atau lebih baik kualitasnya darimu kemungkinan besar akan tertawakan tingkahmu.


 Atau lihat itu...

Anak-anak muda dengan stelan pakaian yang nge-hip-hop atau sebagian membanggakan ke-emo-an nya. Mereka benar-benar menyangka bahwa apa yang dimiliki, yang tampak, yang digunakan...adalah suatu kebanggaan dan hati merasa besar meninggi

Anak-anak kecil yang belum pernah menjilat garam di aspal kehidupan terkagum-kagum akannya. Kelak mereka akan menjadi penerus.

Sementara mereka yang dewasa, yang telah berkali-kali terhujani kerikil musibah, hanya bisa tersungging bibir tergeleng kepala terangkat bahu.


Atau lihat ini...

Kami yang muda-mudi 'berpendidikan' dengan cara menggerogoti bangku kelas atau membasuh akal di depan PC, berdebat sana-sini, protes kesana-kemari, segalanya terwicara, berdalih dan berdalil, berlisan belati berkulit bunglon......

Terkesima lah orang-orang jahil...sehingga penyakit buta-hati-pendek-akal merasuk ke jiwa orang2 jahil dengan membabi buta....

Sementara sang alim terbatuk-batuk tersedak kerongkongan tak henti tertawa di dalam gerimis tangis.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/313311215376937

Saturday, December 31, 2011

Terompet

oleh Hasan Al-Jaizy

Suatu ketika Rasulullah pernah ditanya mengenai terompet, maka beliau pun menjawab:

هو من أمر اليهود

"Itu [terompet] adalah perkara/perbuatan Yahudi"

Meniup terompet tidak diperbolehkan dalam Islam; terlebih di perayaan yang cenderung diadakan oleh orang2 non-muslim. Ini menurut banyak para ulama berdasarkan hadits di atas. 

Jika meniupnya saja dihukumi haram, apalagi menjualnya!? Menjualnya juga haram, karena menjual barang haram. Dan siapapun yang menjual barang yang dikenal haram, maka hasil dari penjualan adalah haram. Dan hasil haram bukanlah rizki yang halal.

Dan hasil haram takkan menjadikan berkah. Jika tidak berkah, maka tidak bahagia. Dan itulah yang semakin banyak terjadi kini.

Namun semoga Allah memaafkan para pedagang karena mungkin mereka tidak tahu hukumnya. Hanya saja, kadang-kadang kita pura-pura tidak tahu hukum dan berusaha menjadi 'moderat'. Dan jikalau manusia sudah menganggap kita moderat dalam hal-hal yang haram, maka Sang Pencipta manusia sebaliknya.

Dan kita tetap mendoakan diri masing2 dan juga kaum muslimin, karena bagaimanapun pertalian saudara keimanan itu sangat agung, terlepas dari perbedaan-perbedaan. Semoga pula keluarga2 muslim diberi kebahagiaan tidak dengan cara haram; dan diberi hidayah selalu. Allahumma aamiin.

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/301582706549788

Selamat, wahai Dungu!

oleh Hasan Al-Jaizy

Selamat! Dengan membeli terompet dan petasan sejak sekarang, maka Anda telah menjadi dungu sejak sekarang. Jika Anda belikan anak Anda terompet dan petasan sejak sekarang, maka Anda berhasil menularkan kedunguan ke keturunan. Kita harap penyakit menular ini sembuh di jam 01.00 pagi. Jika terus menerus, aku takut kedunguan ini menular ke binatang.

Anda marah? Saya tidak bisa mencegah siapapun untuk marah sebagaimana saya tidak bisa mencegah siapapun untuk menjadi keledai peniup terompet malam ini.

Nanti malam adalah malam tahun baru,  untuk berpesta bagi orang-orang dungu temporary sejagat.

Ya, malam bagi orang-orang dungu dan siapapun yang mempertahankan dan membiakkan kedunguan. Aku tak melarang kau untuk menjadi dungu, tapi dirimu lebih berhak melarang dirimu sendiri.


Generasi Dungu Kesumat

oleh Hasan Al-Jaizy

Generasi dungu: Generasi yang merayakan 'keentahan' dengan terompet, petasan atau kembang api.
Kenapa dikatakan 'keentahan'? Karena sesungguhnya mereka tidak tahu apa gunanya merayakan dengan hal2 tersebut. Apa manfaatnya...apa maknanya?

Jika mereka katakan: "Kami melakukan ini karena rasa syukur atau pengharapan menuju tahun depan!"...
...maka derajat kedunguan mereka semakin tinggi.




Jika ada yang namanya 'dendam kesumat', maka harusnya ada juga yang disebut 'dungu kesumat'; yaitu mereka yang merayakan tahun baru dengan kekosongan akal lalu mereka mencari alasan-alasan kosong.

Jam 00.00 nanti mungkin adalah puncak kedunguan terbuncah. 
Keledai-keledai akan keluar rumah.

MALAM MINGGU + MALAM TAHUN BARU

oleh Hasan Al-Jaizy

MALAM MINGGU + MALAM TAHUN BARU

adalah momen yang paling pas untuk 'pelacur', 'pezina', 'ahli-maksiat', 'munafik'.

Angin mulai berhembus...pelan atau kencang...terharap agar tak hanya angin yang menjadi bukti...tapi hujan deras tengah malam dan kegelapan yang lebat...hujan deras dan kegelapan yang pekat...agar para keledai urung mendungukan dirinya...agar manusia tetap gunakan akalnya...agar kami semua mengingat kembali Sang Pencipta.


Baca satu persatu...

Malam Minggu 
Malam Tahun Baru 
Dungu


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/301741606533898

Harapan untuk tahun depan? OMONG KOSONG!

oleh Hasan Al-Jaizy

Harapan untuk tahun depan? OMONG KOSONG!

[1] Di kala minoritas kaum muslimin rapatkan barisan Isya, kau dan kawanmu itu sibuk belanja kembang api atau tertawa-tawa? Itukah tingkah orang yang berharap baik tahun depan? OMONG KOSONG!

[2] Beberapa orang tua yang sedang khusyu di Mushalla terkejap dikagetkan bunyi petasan yang keras. Itukah cerminan harapanmu untuk tahun depan? OMONG KOSONG!

[3] Ka

u mengaku beragama Islam; kau mengaku bertuhan [yaitu Allah Ta'ala]. Tapi ketika datang panggilan menyembah, kau abaikan. Itukah cerminan harapanmu untuk tahun depan? OMONG KOSONG!

[4] Kau cela pemerintah... kau cela koruptor...kau cela penyebab kemiskinan...kini kemana uangmu terhambur? Kau adalah sampah malam ini...sesampah anai beterbangan sisa mercon dan kembang api. Itukah harapanmu tahun depan? OMONG KOSONG + SAMPAH!!!!





 Lengkap sudah kedunguannya:

Terompet = khas Yahudi
Perayaan Tahun Baru = khas Nasrani
Kembang Api = Kebanggaan Majusi


Kau tiup terompet [Yahudi] dan pasang Kembang Api [Majusi] demi merayakan tahun baru [Nasrani] NAMUN ketika berkumandang Adzan Isya [Islami] kau pura-pura tuli. Kemungkinan besar shalat Subuh esok pun terlalaikan. Oh, Aku tak perlu bertanya apa agamamu.

Lengkap sudah kedunguanmu malam ini