oleh Hasan Al-Jaizy
Seorang gadis peminis berpakaian minimalis mungkin karena
berkarakter ekonomis -irit- bertemu dengan seorang gadis manis berpakaian
maksimalis karena berkarakter agamis.
Sebut saja nama gadis peminis : Sinta. (Sinta berasal dari Cinta.
Sinta sebenarnya gurunya Wiro Sableng, ia tiba-tiba menghilang sebelum Wiro
diwasiatkan olehnya agar turun gunung demi membela kebenaran dan memburu Rana
Weleng yang telah membunuh ayah dan ibunya. Ya, dialah Sinto Gendeng, gurunya
gendeng muridnya sableng. Ia menghilang. Mungkin sedang berada di Sirdab.)
Sebut saja nama gadis agamis: Habibah. (no comments)
Sinta: "Pakaianmu nutupi seluruh tubuh, apa ga kegerahan,
sis?"
Habibah: "Tentu tidak. Kan sudah saya beri Combantrin."
Sinta: "Hellooow? Sekarang 2013, iklan 90-an jangan
dibawa-bawa."
Habibah: "Ngafwan, ukh. Ana suka yang jadul-jadul."
Sinta: "Oooh...Kamu ga kegerahan ya? Apa ga ada selain
pakaian semacam ini?"
Habibah: "Selain ini? Yang lebih mahal banyakk!"
Sinta: "Jadi, fine-fine aja ya sis pake beginian?"