Showing posts with label Emak. Show all posts
Showing posts with label Emak. Show all posts

Saturday, December 22, 2012

CAT : [55] "HARI EMAK SEBELUM HARI NAKAL"


oleh Hasan Al-Jaizy


22 Desember. Hari emak. @n@k @n@k @lAy pun merayakan atau at least memperingati hari emak. Selebihnya kemana saja? 

Harusnya hari ini anak-anak nakal memperingati emaknya, setelah sudah setahun penuh tidak ingat emaknya. Malah lebih ingat emak pacarnya. Hari ini istimewa sekali; karena yang biasanya durhaka tiba-tiba kelihatan berkrama meski cuma sehari. Setelah itu dan esoknya tidak ada peringatan hari emak.

Kasihan emak. Cuma dapat jatah sehari. Sisanya tidak diperingati. Bagaimana dengan bapak? Anak? Paman? Bibi? Babu?

Tapi memang perlu difahami juga. Kita tidak bisa menyalahkan 100%. Seandainya tidak ada

Wednesday, December 19, 2012

Tak Tahu Harus Menjudulkan Apa


oleh Hasan Al-Jaizy

Sebelum kau berpisah dengan mereka, jadikanlah dirimu sebagai pengelus hati mereka.

Sebelum kau benar-benar terpisah dari mereka selamanya, berikanlah yang terbaik termampu olehmu meski wujudnya tak sebanding dengan wujud seluruh kasih mereka terhadapmu.

Dan ketika benar-benar kalian berpisah...

...bahkan yang larut berbakti ketika hayatnya, masih tersesal mengapa belum tunaikan yang terharap.

Bagaimana jika pintu surga masih terbuka namun kau masih bermain dan bercanda?
Apakah menunggu tertutupnya ia, baru kemudian kau menangis darah dan meminta yang terkubur bangkit darinya? Tidak akan pernah...

Sesungguh sesalan setelah kehilangan takkan kembalikan yang hilang selamanya...
dan sesuatu takkan sempurna diketahui arti keberadaannya, kecuali setelah hilangnya...


Saturday, December 15, 2012

CAT : [34] "PENGAJIAN EMAK-EMAK"

oleh Hasan Al-Jaizy

Emak-emak...
Emak-emak...
Emak saya adalah emak-emak...
Emak kamu emak-emak, kan?

Di mari, pengajian emak-emak, adalah Rabu siang. Di musholla. Itu rutin sejak dahulu kala; yakni sedari saya masih kecil. Pengajian emak-emak relatif 'mengganggu' orang sekitar yang mau tidur siang. Karena suara shalawatan dan sebagainya dengan speaker.

Terkadang ada emak-emak menjadi pembawa acara bersuara [mohon mangap] 'cempreng'. Bagaimanapun, saya tidak mengejek cemprengnya. Tetapi, saya menyayangkan, kenapa kecemprengan itu berhasil lolos dari pelarangan sosial yang mengganggu. Sementara, suara ngaji anak muda yang bagus tidak diperbolehkan oleh beberapa babeh-babeh Nahdyiy disebabkan anak muda itu jenggoten, ga ikut ngider salam selepas dzikir atau ga ikut Tahlilan.

Emak saya kadang menjadi penceramah di pengajian emak-emak. Suatu saat, emak saya

Tuesday, November 13, 2012

Di Kolong Langit, Masih Ada Kalong Wewe!

oleh Hasan Al-Jaizy

Sebenarnya dari dulu, tapi akhir2 ini emak saya beberapa kali mengutarakan keinginannya: pengen banget pergi ke bandung. Yang anehnya, makin kemari saya secara natural juga mau ke kota itu. Anggap aja ini kebetulan. Tapi, saya jadi berfikir ada sesuatu di sana yang tidak kita berdua ketahui. Tidak diketahui sekarang, bisa saja teungkap kapan-kapan. Padahal kita ga punya siapa-siapa di sana.

Saya bertanya, 'emangnya di sono mo ngapain kita?'

'Ya ga tauk! Yang penting ke sono aje. Cuma pergi naik bis jalan-jalan terus turun di mana gitu. Ngadem. Abis itu balik lagi kemari (jakarta),' tutur emak saya. Balasan dari saya cuma senyum aja deh. Wong saya pengen ngajak emak dan adek2 ke Kebun Raya Bogor buat ngambil pusaka2 yang tertimbun aja ampe sekarang masih jadi rencana kok. Ga ada celah realisasi. Apalagi ke Bandung. wkwkwk.

Sunday, November 4, 2012

Emak-emak


oleh Hasan Al-Jaizy

Belajar banyak dari emak saya. Yang mengajari hingga berhasil mampu membaca baik di usia 5 tahun adalah emak saya. Yang sampai di usia ini, orang yang saya persilahkan mengelus-elus kepala saya dan membejek-bejeknya di tengah keramaian pasar hanyalah emak saya. Yang kalimatnya selalu didengar dan diserap maknanya meski bukanlah ia sabda Nabi, adalah emak saya.

Emak saya adalah emak rumah tangga, yang bisa merangkap banyak profesi sampingan. Sebenarnya banyak emak-emak yang jauh lebih hebat dari bapak-bapak. Atau agar lebih global saya katakan:

"Banyak perempuan lebih hebat dari lelaki"....terutama dari segi perjuangan. Bahkan sudah lazimnya perjuangan perempuan dalam melahirkan dan merawat generasi masa depan, jauh lebih besar dibanding lelaki. Perempuan, yakni emakmu dan emak saya,

Tuesday, August 7, 2012

Sebuah Kisah Sedih

oleh Hasan Al-Jaizy


 Sebuah Kisah Sedih...

Ini adalah cerita yang dulu tak asing di telinga saya. Sebuah cerita orang Arab, entah dari negeri mana.

Seorang anak, adalah pelajar di kota [atau negeri] lain. Ia meninggalkan rumah dan orang tuanya demi mencari ilmu. Suatu ketika, masa liburan tiba, sang anak hendak pulang kampung. Ia tak ingin menghubungi ibunya sebelum sampai di kota kelahirannya. Ia hendak memberi surprise pada ibunya; yang sudah dipastikan kangen sangat akan buah hatinya. Sementara sang ayah sudah tiada.

Setelah tiba di kota, sang anak mengontak rumahnya. Ia hendak memberi surprise dengan caranya sendiri. Ketika sang ibu mengangkat telepon, ia berkata: "UMMI! Aku pulang. Aku sudah ada di sini dan di sini! Tapi kendaraan yang aku kendarai kecelakaan! Tolong temui aku di jalan ini!" atau kalimat semaknanya. 

Kontan ibunya gembira bercampur cemas. Kekalutan dalam hatinya tak terbendung. Ibu tidak tahu bahwa sang anak hanya berbohong...sekedar memberi surprise dan mencari sensasi. Namun itu justru membuat ibunya khawatir dan cemas. Akhirnya sang ibu pun pergi ke nama jalan yang disebutkan anaknya, untuk menjemput.

Sementara sang anak, setelah menelepon, beranjak pergi ke jalan yang disepakati untuk bertemu dengan ibunya. Ia pun menaiki kendaraan umum menujunya. Dan ketika hampir sampai, hanya Allah yang menakdirkan segalanya, tabrakan/kecelakaan keras terjadi pada kendaraan tersebut; yang akhirnya menewaskan sang anak....

Dan kemudian sang ibu yang menjanda dan berkalut cemas datang ke jalan tersebut; melihat ada kerumunan...lalu ia mendatangi cepat-cepat mencari-cari anaknya dan...ia pun menemukan anaknya...mati...



Kerinduan Pada Orang Tua

oleh Hasan Al-Jaizy

Kerinduan Pada Orang Tua

Remaja yang sudah kerasan merantau dan biasa jauh dari orang tua; di masa remajanya tidak terlalu 'kangen' pada mereka. Justru 'sebagian' mereka ingin menghabiskan masa liburannya di rumah teman atau bertualang ke mana. Well, sebagian. Kebalikannya, remaja yang masih mengenyot dot dan menumpukan segalanya pada orang rumah plus tinggal di kota, 'sebagian' akan keteteran ketika harus pergi jauh ke luar kota-pulau-negeri-dunia lain. Well, sebagian.

Rindu itu ada ketika berpisah. Jika tidak berpisah, mana mungkin rindu? Begitulah rasanya para petualang, atau para pelancong, atau para musafir ke negeri lain, setelah sekian masa tinggalkan gubuk dan orang tua. Ketika mereka pulang, kembali mereka berbicara bahasa asli, naik angkot desa, bercanda dengan sopir dengan bahasa ikan lele, hingga kemudian mengetuk pintu rumah dan mendapatkan orang tuanya sehat wal afiat.

Gambaran keindahan itu tidak akan terasa bagi manusia yang sepanjang hidupnya tak lekang oleh rumah sendiri. Meski tiap manusia punya momen dan bahagia masing2. Tapi, kebahagiaan para musafir ketika mudiknya, itu hanya dirasakan oleh mereka. Non-musafir hanya bisa membayangkan. Meskipun berusaha merasakan, namun rasa itu tak sempurna.



Saturday, June 16, 2012

Kumaha Kabar Orang Tua?

oleh Hasan Al-Jaizy

Kumaha kabarna?

Kedua orang tua saya -alhamdulillah- dalam keadaan sehat dan dijaga oleh Yang Maha Merahmati. Lalu, bagaimana dengan kedua orang tua Anda? 

Tahukah Anda kabar terkini berkaitan dengan mereka?
Jika ternyata baik segalanya, falhamdulillah...mereka masih dijaga oleh-Nya 
Jika ternyata tidak baik kondisinya, falhamdulillah...tiada manusia terlepas dari cobaan dan ujian

Tahukah Anda kabar terkini berkaitan dengan mereka?
Jika belum tahu, Short Message Service adalah sebuah fadhilah dan nikmat dari Allah untuk mengetahui secara cepat bagaimana kabar mereka nun jauh di sana.
Jika ternyata satu atau keduanya telah kembali ke alam lain, sudikah menyempatkan masa tuk mendoakan keduanya agar diperluas dan dilapangkan isi pusara?


Sungguh ada, kawan-kawan....

Sungguh ada anak muda yang ia serumah dengan kedua orang tua, tiap hari bertemu, namun tak sepatah kata pun tertutur, kabar adalah keentahan, seakan tiada saling kenal.

Bukankah mungkin saja seorang anak yang jiwanya berkalungkan maksiat dan hatinya berlumutkan dosa, namun ia senantiasa menjaga shalat dan teramat bakti pada kedua orang tua, lalu Allah memaafkannya, mengangkat derajatnya, memberinya hidayah serta berakhir hayat dalam kesalihan dan terakhir ditempatkan di barisan orang-orang salih.

Sesuatu takkan terfahami jelas arti dan harganya, kecuali jika telah hilangnya ia...

Maka jangan tunggu jenazah tershalati, untuk berbakti...


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/404392779602113

Wednesday, June 13, 2012

Cerita Nyata dari Seorang Emak-emak

oleh Hasan Al-Jaizy

Sebut saja namanya %%. Emak ini beranak lumayan jumlahnya di atas standar berbasis kompetensi. Melebihi 4 dan rata-rata masih sekolah. Suatu hari, keluarganya kehabisan uang. Di dompet si emak hanya tersisa uang Rp. 7.000. Ingat, 7 RIBU! Sementara awal bulan masih sejauh pucuk dicinta nasi ulam pun tibho. Kekerean menyebabkan perjalanan menuju awal bulan terasa setahun. Sang suami pun juga tak tahu harus kemana. Uang hasil gaji sudah ludes.

Di pagi hari, adik si emak tersebut datang ke rumah. Sebut saja namanya @#. Ia hidup bersama keluarga jauh lebih kere dibanding si emak. Ia justru datang untuk meminjam uang dalam keadaan perekonomian seperti ini. Kira-kira begini muhadatsah nya:

@#: "Pinjemin gue duit, donk! Gue ga punya duit nih."
%%: "Duit %% tinggal 7 rebu. Masak mau lu pinjem juga."
@#: "Berapa aje keeek. Yang penting anak gue bisa makan lah."
%%: "Ya ampuun."

Sang emak bimbang minta ampun. Walaupun ia hanya seorang ibu-ibu, ia juga memikirkan nasib perut anak-anaknya [ya eyalah...!]. Dibayangkannya anak-anak minta makan. Perih. Tapi, karena saking terbiasa memberi dan sedekah, masih saja ada kemauan di hatinya untuk meminjamkan uang tersebut. Dengan berat hati, akhirnya ia pun meminjamkan 7 RIBU tersebut. Bismillah.

Si adik pun pergi dengan motornya. Breemmm....menyisakan asap-asap di hati si kakak [emak] yang menyelimuti dan menghantui.

Sore hari menjelang akhir terang, ada tamu bertamu ke rumah. Ternyata beberapa rekan sang suami. Seperti normalnya, penjamuan dilakukan, tutur sapa dan lainnya. Tak sampai sehari bertamu, para tamu tersebut pun pergi. Saya di sini tidak diceritakan apakah perginya juga menyisakan asap-asap atau tidak. Yang penting...:

selepas mereka pergi, si suami menyegerakan diri menuju si emak. Ternyata ada sebongkah amplop di genggaman tangan suami yang tak sesegar 40 tahun lalu. Keduanya pun menatap amplop itu dengan fikiran yang semakin kacau saja. Setelah mereka merobek sisi amplop yang agak tebal dan berat massa itu, mereka menemukan uang-uang kertas seperti berlipat-lipat. Tambahlah kacau fikiran keduanya.

Ternyata...jumlah uang di dalam amplop tersebut senilai 7.000.000 rupiah; sebagai salah satu hasil kerja si suami beberapa tempo lalu. Jumlah seperti ini sama sekali tak terkira sebelumnya.

Dari 7.000 menjadi 7.000.000. Berapa kali lipat? 1000 KALI LIPAT!!!


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/403159483058776

Monday, June 11, 2012

Emak Saya...Emak Kamu

oleh Hasan Al-Jaizy

Emak Saya...Emak Kamu

Emak saya memiliki impi dan asa sejak mudanya dulu yang belum tertunaikan hingga kini. Ketika remajanya, emak sering melukiskan rasa hati dan menumpahkan lirih-lirih harapan dalam puisi yang terkumpul di buku catatannya. Yang sebenarnya hal ini temurun pada pemilik status ini.

Merupakan kebiasaan emak saya sedari dulu jika punya harapan, akan selalu disimpan dan tak disia-siakan. Siapa tahu kelak doa-doa itu terbukti jawabnya dan terharu rasanya. Karena bisa jadi sebuah harapan besar baru bermekar jawabnya setelah wafat pemilik dan pendoa.

Bagaimana denga emakmu? Ku tak tahu....

Seperti kalimat orang Arab yang bermakna: 'Anak perempuan akan berbangga akan bapaknya'. Anak laki sewajarnya bangga akan ibunya. Bangga dalam kewajaran dan tabiat. Karena hidup laki-laki pun tak lepas dari perempuan.


Hidup laki-laki pun tak lepas dari perempuan...awal atau akhirnya...

Ketika kamu lahir, saudaraku...yang pertama kali merasakan keberadaanmu di bumi adalah ibumu. Perempuan. Ia pun menangis setitik air mata.

Ketika kamu wafat, saudaraku...yang pertama kali merasakan kesedihan itu adalah ibumu...atau kekasihmu. Perempuan. Tangis tertumpah.

Awal atau akhirnya...selama hidup, dua pangkuan kasih yang paling berarti:
--> Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia
--> Kasih istri kepada suaminya terhingga sepanjang masa mau memberi berharap ada kembalian bagai langit kucurkan hujan kadang-kadang...dan kadang hawakan panas siang

Dalam dan berarti bagi yang berfikir
Lawak dan sampah bagi yang jarang berfikir


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/402126333162091

Wednesday, June 6, 2012

Baktimu Lebih dari 1000 Kajian!

oleh Hasan Al-Jaizy

Sekedar mengingatkan bagi yang kedua atau salah satu dari kedua orang tuanya masih hidup, sebuah kalimat dari Syaikh Shalih Al-Maghamsy -hafidzahullah-:

إن برك بأمك أو بأبيك خير لك من ألف محاضرة تحضرها؛ لأن ذلك أمر أوجبه الله

"Jika engkau berbakti kepada ibu atau bapakmu, itu lebih baik bagimu dari SERIBU muhadharah [kajian] yang engkau hadiri; karena berbakti itu adalah perkara yang diwajibkan oleh Allah."

Ditujukan untuk semua; terkhusus para mahasiswa/i atau pekerja yang keluar kota tinggalkan orang tua demi mencari ilmu atau penghasilan atau pengalaman.


Sekedar terbitkan pertanyaan-pertanyaan ini:

--> Sudahkan hari ini baktimu atau doamu kepada orang tua tercantum di catatan hari?
--> Apakah di hari terakhir berpisahmu pada mereka, hati mereka dalam keridhaan atau kemurkaan?
--> Bukankah sekedar sms menanyakan kabar mereka kini adalah sebuah bukti upayamu berbakti?

Tidak salah jika terkata: "Alangkah sayangnya, beberapa pencari ilmu syariah begitu pintar mengulik ilmu, namun ternyata ia durhaka pada orang yang telah melahirkannya atau yang telah biayainya sepanjang umur hingga kini."


Bahkan, tidak berlebihan terkata:

Bisa saja satu kali kau ambilkan sepiring nasi untuk bapakmu makan, itu lebih bernilai dari puluhan kajian yang kau hadiri dan simak.

Jika satu dari keduanya meninggalkanmu, sungguh telah tertutup satu dari sekian pintu surga dalam hidupmu.
Jika keduanya telah meninggalkanmu, sungguh telah tertutup dua pintu surga dalam hidupmu.
Dan kesempatan yang tersiakan, takkan terpanggil kembali...meskipun darah adalah yang menderas dari kedua matamu.

Dan...tidak ada manusia yang lebih ikhlas dan tulus dalam mendoakan manusia lain...melainkan doa orang tua pada buah hatinya

Maka, apakah menunggu perginya mereka baru kau berupaya menabur bakti?


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/399812550060136