"Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Showing posts with label Bantahan. Show all posts
Showing posts with label Bantahan. Show all posts
Saturday, December 22, 2012
Thursday, November 22, 2012
Wedhus Ireng?
oleh Hasan Al-Jaizy
Sejujurnya, hampir tidak pernah ada orang yang berani mengkritik eksistensi jenggot saya di pandangan mereka. Kritik 'mirip kambing' atau lainnya cuma ada setahun setengah kali. Itu juga bercanda sekali dari orang yang belum tahu sunnahnya.
Malah yang tiap hari, saya melihat mupengers pada jenggot saya. Jika dibandingkan dulu, ketika saya masih muda dan tak berjenggot, mupengers tidak banyak. Jadi, kalau Anda mau banyak yang senangi dan segani, tumbuhkan jenggot. Biarkan ia tumbuh. Jika asalnya gersang, dan minyak firdaus atau minyak kemiri bakar tidak mempan, tempel saja sapu ijug, atau tempelkan bulu lain di sana.
Sebenarnya saya pribadi kurang memahami 100% kenapa beberapa ikhwah kok semacam curcol (curhat colongan) curbung (curhat berselubung) seolah hidupnya cukup getir karena jenggot dan celananya. Padahal katanya curhat itu ga boleh di FB. Harus pada Allah saja. Tapi, mungkin
Malah yang tiap hari, saya melihat mupengers pada jenggot saya. Jika dibandingkan dulu, ketika saya masih muda dan tak berjenggot, mupengers tidak banyak. Jadi, kalau Anda mau banyak yang senangi dan segani, tumbuhkan jenggot. Biarkan ia tumbuh. Jika asalnya gersang, dan minyak firdaus atau minyak kemiri bakar tidak mempan, tempel saja sapu ijug, atau tempelkan bulu lain di sana.
Sebenarnya saya pribadi kurang memahami 100% kenapa beberapa ikhwah kok semacam curcol (curhat colongan) curbung (curhat berselubung) seolah hidupnya cukup getir karena jenggot dan celananya. Padahal katanya curhat itu ga boleh di FB. Harus pada Allah saja. Tapi, mungkin
Thursday, November 15, 2012
Curhat, Salahkah?
oleh Hasan Al-Jaizy
"Dilarang curhat! Curhatlah pada Yang Maha Tahu!"
"Jika kau curhat pada manusia, manusia belum tentu bisa menjawab. Sedang Tuhan pasti miliki jawaban!"
"Jika kau curhat pada kawan, bisa jadi ia sebenarnya adalah lawan. Maka, curhatlah pada Sang Rahman!"
"Curhat itu hanya boleh pada Tuhan saja!"
daaaaaan kalimat-kalimat lain yang menunjukkan seolah-olah penulisnya tidak pernah curhat seumur hidup pada manusia. Seakan-akan semua kesulitan, musibah dan ujian dia pendam terus dan hanya boleh dilaporkan kondisi hatinya pada Allah semata. Seakan kita ini hidup sendiri-sendiri. Tidak boleh mengekspresikan dan mengungkapkan yang tergaung di jiwa.
Seperti yang pernah saya katakan: "Mereka justru orang pertama yang melanggar aturan yang mereka buat sendiri!"
Ini contohnya:
"Jika kau curhat pada manusia, manusia belum tentu bisa menjawab. Sedang Tuhan pasti miliki jawaban!"
"Jika kau curhat pada kawan, bisa jadi ia sebenarnya adalah lawan. Maka, curhatlah pada Sang Rahman!"
"Curhat itu hanya boleh pada Tuhan saja!"
daaaaaan kalimat-kalimat lain yang menunjukkan seolah-olah penulisnya tidak pernah curhat seumur hidup pada manusia. Seakan-akan semua kesulitan, musibah dan ujian dia pendam terus dan hanya boleh dilaporkan kondisi hatinya pada Allah semata. Seakan kita ini hidup sendiri-sendiri. Tidak boleh mengekspresikan dan mengungkapkan yang tergaung di jiwa.
Seperti yang pernah saya katakan: "Mereka justru orang pertama yang melanggar aturan yang mereka buat sendiri!"
Ini contohnya:
Saturday, November 3, 2012
Untuk Peramal
oleh Hasan Al-Jaizy
Waktu itu Syaikh Al-Albany -rahimahullah- bertemu seorang peramal yang mengklaim dirinya bisa ketahui suratan masa depan.
Syaikh Al-Albany: "Hey, peramal. Aku punya satu pertanyaan untukmu."
Peramal: "Ya, apa itu?"
Syaikh Al-Albany: "Wah, katanya kamu bisa mengetahui masa depan!? Masak tidak tahu pertanyaan saya!?"
[dari kajian Syaikh Al-Munajjid: 'Kaifa Taksibu Hujjah Qawiyyah']
Syaikh Al-Albany: "Hey, peramal. Aku punya satu pertanyaan untukmu."
Peramal: "Ya, apa itu?"
Syaikh Al-Albany: "Wah, katanya kamu bisa mengetahui masa depan!? Masak tidak tahu pertanyaan saya!?"
[dari kajian Syaikh Al-Munajjid: 'Kaifa Taksibu Hujjah Qawiyyah']
Friday, November 2, 2012
Melucuti Jilbab, Bra dan Celana Dalam
oleh Hasan Al-Jaizy
Melucuti Jilbab, Bra dan Celana Dalam
Sebagian feminis dan yang sekonco dengannya berkata, "Jilbab itu tidak wajib. Saya merasa tidak perlu itu. Yang terpenting adalah menjilbabkan hatinya dulu. Banyak kok yang berjilbab tapi hatinya busuk."
Sebagai orang yang berakal, kita bisa mengakali jawaban atau menjawab berdasar pada akal. Seperti ini:
"Anda juga tidak perlu memakai celana. Yang penting mencelanai kemaluan Anda. Dalam hal ini, Anda sudah bagus memakai celana dalam. Saya fikir Anda tidak perlu jalan ke luar rumah memakai rok.
Sebagai orang yang berakal, kita bisa mengakali jawaban atau menjawab berdasar pada akal. Seperti ini:
"Anda juga tidak perlu memakai celana. Yang penting mencelanai kemaluan Anda. Dalam hal ini, Anda sudah bagus memakai celana dalam. Saya fikir Anda tidak perlu jalan ke luar rumah memakai rok.
Sunday, October 21, 2012
"Agama Ibarat Kemaluan," Kata Seorang Liberalis
oleh Hasan Al-Jaizy
Agama ibarat kemaluan, menurutnya. Sebagaimana kemaluan tidak layak dizahirkan di depan umum, maka agama pun begitu. Tak perlulah manusia menzahirkan agamanya di depan umum, atau siapapun, kecuali jika ada hajatnya. Itu baginya. Dan memang itu yang tercermin dari tingkah kaum liberal. Mereka tidak ingin manusia menzahirkan kemaluan, namun mereka berusaha melegalisir peraduan kemaluan sejenis, seperti homoseksual dan lesbi. Mereka tidak ingin manusia menzahirkan agama, namun mereka tak henti-hentinya mengkritisi agama [Islam]. Yang dalam kiasan mereka, berarti: mereka selalu mengkritik kemaluan manusia.
Hasil dari pengkiasan tersebut:
Agama ibarat kemaluan, menurutnya. Sebagaimana kemaluan tidak layak dizahirkan di depan umum, maka agama pun begitu. Tak perlulah manusia menzahirkan agamanya di depan umum, atau siapapun, kecuali jika ada hajatnya. Itu baginya. Dan memang itu yang tercermin dari tingkah kaum liberal. Mereka tidak ingin manusia menzahirkan kemaluan, namun mereka berusaha melegalisir peraduan kemaluan sejenis, seperti homoseksual dan lesbi. Mereka tidak ingin manusia menzahirkan agama, namun mereka tak henti-hentinya mengkritisi agama [Islam]. Yang dalam kiasan mereka, berarti: mereka selalu mengkritik kemaluan manusia.
Hasil dari pengkiasan tersebut:
Subscribe to:
Posts (Atom)