Showing posts with label Dunia Lain. Show all posts
Showing posts with label Dunia Lain. Show all posts

Tuesday, July 16, 2013

Tertipu Oleh Diri Sendiri


[Risalah Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah: "Tertipu Oleh Diri Sendiri"]

Sebelum setan menipu daya Adam dan Hawa, dia terlebih dahulu sudah tertipu daya oleh dirinya sendiri. Dia mendapat kemalangan. Demikian juga anak cucunya, pengikut-pengikutnya dan siapa saja yang menaatinya dari kalangan jin maupun manusia.

Bentuk tipu daya setan terhadap dirinya sendiri adalah, bahwasanya tatkala Allah memerintahkannya bersujud kepada Adam alaihissalam, maka sebenarnya letak kebahagiaan, kemuliaan dan keselamatannya adalah dalam menaati dan menuruti perintah Allah itu. Namun jiwanya yang bodoh dan aniaya itu membisikkan bahwa jika ia sampai bersujud kepada Adam, maka itu berarti melecehkan dan merendahkan dirinya. Sebab, hal itu berarti ia tunduk dan sujud kepada makhluk yang tercipta dari tanah, padahal dirinya tercipta dari api. Api itu –menurutnya- lebih mulia ketimbang tanah. Maka, yang tercipta dari api itu lebih baik daripada yang tercipta dari tanah. Dengan demikian, ketertundukan makhluk yang lebih utama terhadap makhluk yang lebih rendah itu berarti pelecehan terhadap dirinya.

Tatkala kebodohan ini menghinggapi hatinya, ditambah lagi munculnya rasa dengki terhadap Adam lantaran ia tahu bahwa Allah telah mengistimewakan Adam dengan berbagai kemuliaan –yaitu, Dia menciptakannya dengan tangan-Nya, menipu-Nya dengan ruh-Nya, menyuruh malaikat agar bersujud kepadanya, mengajarkan segala macam nama kepadanya yang tidak Dia ajarkan kepada malaikat sekalipun, serta menempatkannya di surga- maka kedengkian dari musuh Allah itu semakin mengklimaks. Ia memandang Adam sebagai makhluk yang tercipta dari tanah kering seperti tembikar, sehingga ia pun tak habis pikir seraya berkata, “Apa mulianya makhluk ini? Sekiranya ia dikuasakan atas diriku, maka pasti akan aku durhakai ia. Dan jika aku dikuasakan atas dirinya, pasti  akan aku hancurkan ia!”

Saturday, January 26, 2013

Sihir, Kesurupan dan Ihwal Manusia Bersama Jin

oleh Hasan Al-Jaizy

Fawaid 0023: "Sihir, Kesurupan dan Ihwal Manusia Bersama Jin"


Sihir adalah jimat-jimat [عزائم], mantra-mantra [رقى], dan buhul-buhul [عُقَد] yang mempengaruhi hati dan fisik. 

Sihir adalah murni kejahatan, kazaliman, dan permusuhan serta pelanggaran terhadap hak-hak manusia pada fisiknya, hartanya, akalnya atau interaksinya.

Sedangkan kesurupan adalah pergumulan [صرع] jin terhadap manusia dalamdirinya.

Kondisi Manusia Bersama Jin 

Jin adalah makhluk hidup berakal, menerima beban (taklif) perintah dan larangan dari Allah, serta mendapat pahala atau siksa. Berikut ini, hal-hal yang berkenaan dengan jin bersama manusia:

Sunday, November 25, 2012

Trio Mayat!


oleh Hasan Al-Jaizy

Purnomo malam itu berjalan sendirian saja di depan lokasi pemakaman leluhur...di dalamnya adalah makam-makam tua! Malam yang tidak begitu gelap, disinari purnama. Wah, Purnama dan Purnomo. Sepasang. Purnama cah wedho, Purnomo cah lanang. Purnama bernama panjang Purnama Sari. Kalau Purnomo bernama panjang Purnomo Suro. Gubrak! Misteri Malam Satu Suro!

Tiba-tiba Purnomo merinding sendiri. Bulu-bulunya berdiri. Bulu apalah itu, tebak sendiri. Yang penting, suasananya mencekam sekali. Lalu, ia secara tidak sengaja melihat 3 pocong yang

BUAYA


oleh Hasan Al-Jaizy

Buaya adalah hewan reptil yang menghabiskan banyak masa hidupnya di air. Sejatinya habitat hewan bermata dua bermulut satu berkepala kurang lebih mirip naga ini adalah perairan tawar seperti sungai, danau, rawa dan lahan basah lainnya, namun ada pula yang hidup di air payau seperti buaya muara. 

Dalam bahasa Arab, buaya dikenal dengan nama 'Timsaakh' [تمساخ]. Dalam bahasa Inggris, dikenal dengan sebutan 'crocodile'. Nama ini berasal dari penyebutan orang Yunani terhadap buaya yang mereka saksikan di Sungai Nil, krokodilos; kata bentukan yang berakar dari kata kroko, yang berarti ‘batu kerikil’, dan deilos yang berarti ‘cacing’ atau ‘orang’. Mereka

Tuesday, November 13, 2012

Di Kolong Langit, Masih Ada Kalong Wewe!

oleh Hasan Al-Jaizy

Sebenarnya dari dulu, tapi akhir2 ini emak saya beberapa kali mengutarakan keinginannya: pengen banget pergi ke bandung. Yang anehnya, makin kemari saya secara natural juga mau ke kota itu. Anggap aja ini kebetulan. Tapi, saya jadi berfikir ada sesuatu di sana yang tidak kita berdua ketahui. Tidak diketahui sekarang, bisa saja teungkap kapan-kapan. Padahal kita ga punya siapa-siapa di sana.

Saya bertanya, 'emangnya di sono mo ngapain kita?'

'Ya ga tauk! Yang penting ke sono aje. Cuma pergi naik bis jalan-jalan terus turun di mana gitu. Ngadem. Abis itu balik lagi kemari (jakarta),' tutur emak saya. Balasan dari saya cuma senyum aja deh. Wong saya pengen ngajak emak dan adek2 ke Kebun Raya Bogor buat ngambil pusaka2 yang tertimbun aja ampe sekarang masih jadi rencana kok. Ga ada celah realisasi. Apalagi ke Bandung. wkwkwk.

Monday, October 22, 2012

Fakta Adanya Jin (2)


oleh Hasan Al-Jaizy

Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan pertama.

Fakta yang menunjukkan adanya jin begitu banyak dan tidak bisa disangkal oleh siapapun yang beragama apapun. Adanya makhluk yang tak terlihat oleh mata normal manusia bukanlah sesuatu yang majhul [tidak diketahui]. Bahkan, bisa jadi mereka yang dengan angkuhnya mengingkari eksistensi makhluk gaib ini, akan merasakan sesuatu yang berbeda ketika melewati tempat-temapt sepi atau gelap.

[4] Penampakan. Sekarang, siapa yang masih mengingkari kemungkinannya jin menampakkan suatu wujud yang menyeramkan? Contoh: Pocong, Kuntilanak, Genderuwo dan seterusnya. Beberapa orang yang [mungkin] berusaha menegakkan rasio dan nalar [namun belum tentu otaknya dipakai] mengingkari itu semua. Entah karena mereka belum diperlihatkan atau pernah diperlihatkan namun memang disebabkan bebal dan akal yang terseok-seok. Juga ada yang ’sok tahu’ mengatakan bahwa jin itu tidak bisa tertangkap kamera. Kok mengingkari? Padahal bukti-bukti sudah banyak. Mereka ini mengingkari tanpa dasar yang jelas. Sementara fakta sudah jelas.

[5] Bisikan atau suara yang terdengar namun tidak terlihat empunya. Seperti suara ketawa dari semak-semak, pepohonan atau dalam rumah kosong. Atau bisa pula berupa ketukan-ketukan di pintu dan setelah pintunya dibuka, tidak ada siapapun terlihat. Atau bisa pula berupa suara orang berjalan seperti menyeret kaki di halaman rumah. Dan ketika menengok jendela, tidak ada siapapun dan seketika suara tersebut hilang. Orang boleh saja

Fakta Adanya Jin [1]

oleh Hasan Al-Jaizy

Fakta yang menunjukkan adanya jin begitu banyak dan tidak bisa disangkal oleh siapapun yang beragama apapun. Adanya makhluk yang tak terlihat oleh mata normal manusia bukanlah sesuatu yang majhul [tidak diketahui]. Bahkan, bisa jadi mereka yang dengan angkuhnya mengingkari eksistensi makhluk gaib ini, akan merasakan sesuatu yang berbeda ketika melewati tempat-temapt sepi atau gelap.

Berikut kami uraikan beberapa fakta yang menunjukkan eksistensi jin:

[1] Adanya orang yang kesurupan. Hampir saja tidak ada satu kurun atau satu daerah, melainkan pasti ada yang mengalaminya. Kesurupan terjadi disebabkan gangguan setan [jin yang tidak baik]. Adapun ketidakwajaran dan kegilaan yang disebabkan oleh stress dan depresi adalah perkara lain. Hal itu seringkali bisa disembuhkan dengan obat-obatan atau resep dari dokter. Terkadang pula tidak sembuh. Tapi, yang namanya kesurupan, apakah mampu ditangani dokter? Kumpulkan saja semua dokter di rumah sakit jiwa atau dokter fisik. Suruh mereka menyembuhkan seseorang yang kesurupan.

Yang namanya kesurupan, penangkalnya adalah

Monday, October 15, 2012

Melihat Gaib


oleh Hasan Al-Jaizy

"Menganggap bahwa si fulan bisa melihat makhluk ghaib, maka kafirlah ia"

Ada yang berkata seperti itu. Sejenak jika kita membacanya, maka akan terasa betapa ekstrimnya kalimat tersebut. Dan jika kita lebih menyelami lagi maksud darinya, mungkin kita semakin geleng-geleng. Apa maunya pemilik kalimat? Kenapa tanpa rincian? Kenapa membuat suatu kesimpulan tak terinci, sementara hal itu berkenaan dengan 'islam' atau 'kafir' nya seseorang?

Dalam kekinian, ada yang membicarakan perihal anak indigo, yang konon memiliki kecerdasan di atas normal dan kemampuan visual yang tidak normal. Orang-orang menyebutnya 'sixth sense'. Lalu ada juga seorang da'i yang berbicara mengenai orang tua anak-anak indigo dan menghakimi bahwasanya mereka [para orang2 tua anak2 indigo] biasanya orang2 idiot. Hingga membahas masalah mereka tidak tahu doa sebelum jima'. Karena itulah anak-anak mereka menjadi tidak normal.

Well, karena sekarang zaman bebas bicara, maka bebaslah kita bicara. Yang setelah kita mentoyor-toyor orang tua anak2, atau mengatakan ini-itu kafir, kita berlepas diri dengan mengatakan: 'Afwan, ana bukan ustadz/ustadzah' atau 'Afwan, ilmu ana belum seberapa'. It's ok.

Tapi mohon rinci kalimat

Monday, September 3, 2012

Kenapa Langsung Menafikan?

oleh Hasan Al-Jaizy

Kenapa Langsung Menafikan?
Bukankah Memang Itu Sebuah Kemungkinan?

[1]

=> Narasumber: "Saya tadi mendengar suara tangisan di kuburan itu."
=> Komentator: "Ah, bohong. Tidak ada orang di kuburan itu. Paling pikiran Anda atau suara bulu kuduk Anda saja?"
=> Moderator: "Lho, kenapa Anda langsung menampik? Mudah saja. Itu setan dari golongan jin yang hendak mengganggu atau menggoda. Simple, toh?"

[2]

=> Narasumber: "Banyak pendaki yang mendengar suara gamelan atau bahkan hingga melihat penampakan mahluk halus saat mendaki Gunung Salak. Bahkan, tidak sedikit pendaki yang hilang di Gunung Salak."
=> Komentator: "Ah, bohong. Itu cuma cerita dibuat-buat ajah!"
=> Moderator: "Lho, Anda tahu dari mana kalau mereka berbohong? Apakah Anda tahu isi hati mereka? Kenapa langsung menafikan? Mudah saja. Itu adalah trik atau tipuan setan dari golongan jin yang hendak mengganggu atau menggoda atau bahkan menyesatkan manusia. Simple, toh?"

[3]

=> Narasumber: "Beberapa kawasan di gunung Ceremai diceritakan memiliki aura mistik yang kental. Salah satunya situs Kuburan Kuda, yang merupakan kuburan kuda tentara Jepang di masa penjajahan. Jika melewati daerah ini sering terdengar 'ringkikan' kuda tanpa ada wujudnya."
=> Komentator: "Ah, bohong itu. Cerita bikinan orang2 saja supaya terkesan serem."
=> Moderator: "Lho, kok Anda secepat itu mengatakan itu bohong? Mudah saja, suara ringkikan kuda yang diceritakan oleh mereka adalah buatan setan dari golongan jin yang ingin menggoda, mengganggu atau menyesatkan manusia. Gampang, kan?"

Kita tidak usah terburu-buru mengatakan: 'Ah, itu bohong!', menyangkal dan menafikan sebuah kabar, jika kabar tersebut masih tersembul kemungkinan benar adanya. Karena menafikan juga butuh bukti. Sementara kemungkinan itu terjadi memang ada, dan alasannya simple: perbuatan setan. Selesai.

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/436758566365534

Wednesday, June 6, 2012

Beberapa Point

Beberapa point untuk pagi ini:

[1] Sesungguhnya setan dari jenis jin akan menakut-nakuti manusia dengan gambaran atau wujud yang dianggap seram oleh masyarakat setempat. Karena tidak mungkin daerah Finlandia dihantui pocong. Dan yang paling dominan adalah wujud mayat yang sudah hancur. Ditambah lagi dengan suara tangisan. 

[2] Tipuan seperti di atas sebenarnya tidak begitu berarti jika tanpa menyerupai orang tertentu yang sudah mati, entah perwujudan di alam nyata atau mimpi. Yang membanggakan bagi setan adalah jika ia dianggap roh manusia yang telah dikubur. Itu diperparah jika si setan benar-benar mewujudkan jasad mirip dengan manusia yang telah mati, dari muka hingga pakaian.

[3] Sesungguhnya setan dari jenis jin suka menakut-nakuti orang yang ketakutan; karena mereka tahu kondisi perasaan Anda [karena ketakutan]. Dan setan ketakutan jika ada orang menakut-nakutinya dengan ayat-ayat Al-Qur'an dan dzikir.

[4] Yang agak janggal adalah jika kedua-duanya sama-sama ketakutan. Yang manusia ketakutan sambil baca ayat keras-keras; yang setan ketakutan sambil dengerin ayat keras-keras.

Makna SETAN


oleh Hasan Al-Jaizy

Kita sudah ketahui semua, bahwa kata 'SETAN' berasal dari bahasa Arab, yaitu Syaithan [شيطان]. Dan sebagaimana kosakata/istilah Arabic lainnya, tiap kata memiliki derivasi yang maknanya sangat berkaitan.

Sebenarnya ada perbedaan pendapat di antara ulama [entah ulama syariah atau ulama khusus bahasa] tentang asal kata شيطان , namun yang rajih [lebih kuat] adalah Syaithan berasal dari materi ش ط ن

Sya-tho-na maknanya adalah ba-u-da [بعد]yang artinya adalah JAUH. 

Di sini kita mendapat penjelasan juga dari para ulama, bahwa setan adalah SIFAT makhluk yang JAUH dari RABB [Pencipta-nya], yaitu Allah Ta'ala. Dan jauh di sini bermakna juga 'melanggar'. Karena itulah, Iblis adalah setan yang paling setan [paling jauh dan melanggar] disebabkan ia adalah makhluk pertama yang melanggar perintah Allah [enggan bersujud kepada Adam alaihi as-salaam] dan juga ia adalah makhluk yang secara turun temurun dari awal pelanggaran tersebut hingga akhir dunia menyesatkan manusia [MENJAUHKAN manusia dari Allah].

Maka, siapapun, biarpun ia manusia, jika ia mengajak/menyeru/menganjurkan/memerintahkan/memaksa/meminta orang lain untuk MENJAUH dari Allah, entah menuju kekufuran, kebid'ahan, kemaksiatan, kesyirikan dan pembangkangan, maka ia sebenarnya adalah SETAN.

Namun, bukan berarti kita bermudah-mudah dalam menyebut seseorang setan. Artinya, jika ada seseorang bermaksiat di depan kita, jangan langsung panggil ia setan; karena bisa saja ia jahil, atau tidak sengaja, atau panggilan tersebut justru memberikan keburukan atau perpecahan dsb.

Dan juga, jika semua orang yang melanggar langsung disebut setan, maka semua orang adalah setan; karena tidak ada manusia yang ma'shum [terjaga dari kesalahan dan berbuat dosa]; meski ada manusia-manusia shalih yang tawwab [selalu bertaubat]. Wallahu a'lam

Kita juga layak meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan berupa manusia. Karena:

1. Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- pernah memerintahkan Abu Dzar -radhiyallahu anh- untuk meminta perlindungan kepada Allah dari setan jenis jin dan manusia. Lalu Abu Dzar bertanya: 'Apakah ada setan dari manusia?' Dan diiyakan oleh Rasulullah.

2. Silahkan rujuk ke makna-makna ayat Surat An-Naas. Dan tatap ayat terakhir. Nah, itu dia. Sungguh tidak hanya setan dari jin yang memberikan bisikan dan waswas; namun setan dari manusia juga ada. Dan kita dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas tiap selepas shalat fardhu, bukan? Begitu juga membaca ayat Kursi di pagi dan petang agar terjaga di tiap setengah hari berikut dan berikutnya. Wallahu a'lam.


Mencaci Setan?

oleh Hasan Al-Jaizy

MENCACI SETAN?

Dalam sebuah hadits, seorang sahabat bercerita berkata: "Saya pernah naik Unta bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Kemudian unta beliau terpeleset, tanpa sadar saya berkata, تَعِسَ الشَّيْطَانُ "Celakalah syetan." Lalu Rasullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

لَا تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَعَاظَمَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الْبَيْتِ وَيَقُولُ بِقُوَّتِي وَلَكِنْ قُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الذُّبَابِ

"Jangan kamu katakan "celaka Syetan", sebab jika kamu katakan itu badan syetan akan semakin membesar sehingga sebesar rumah seraya berkata, ‘dengan kekuatanku [aku menggelincirkan dia].’ Tetapi katakanlah, ’Dengan menyebut nama Allah’. Bila kamu berkata demikian, maka badan syetan akan mengecil hingga sekecil lalat." 
(HR. Ahmad, Abu Dawud, al-Nasai, al-Thabrani, al-Baihaqi, dan al-Hakim. Dishahihkan oleh Syekh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, beliau berkata, "Shahihul Isnad", no.3128, 3129.)

Kenapa Setan Tidak Mempan Dibacakan?

oleh Hasan Al-Jaizy


"Kenapa kadang setan dari jin TIDAK MEMPAN terhadap ayat Kursi dan semacamnya?"

Pernah saya membaca fatwa Nur Ala Ad-Darb tertulis [aslinya audio] milik Syaikh Muhammad ibn Shalih Al-Utsaimiin -rahimahullah- berkaitan dengan jin yang maknanya kira2:

"Maka layak bagi seorang muslim untuk melafadzkan ta'awudz atau ayat Kursi untuk mengusir setan [jin] dari dirinya [ketika dibisiki/digoda] namun ia HARUS MENGIMANI DAN MEYAKINI bahwa dengan melakukan itu, ia akan terjaga.

Adapun jika ia TIDAK MENGIMANI ATAU TIDAK MEYAKINI, falaa yanfa'uhu syai' [maka TIDAK BERMANFAAT SEDIKITPUN]."

Oleh karena itu, terkadang ada orang mengeluh sudah membaca ini itu tapi tetap saja merasa digoda, merasa takut dan semacamnya. Kunci jawaban ada di:

IMAN DAN KEYAKINAN

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/399232020118189

SETAN

oleh Hasan Al-Jaizy

SETAN

Apa yang pertama dilakukan jika digoda atau diganggu setan dari jenis jin?

Allah Ta'ala berfirman:

إِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: "Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." [Q.S. Al-A'raaf: 200]


Penjelasan ayat:

Syaikh Al-Amiin Asy-Syinqithy -rahimahullah- berkata: "Dijelaskan di ayat mulia ini bagaimana selayaknya seseorang menghadapi setan dari jenis manusia dan jin. Dijelaskan pula bahwasanya setan berjenis manusia dihadapi dengan kelembutan, pemaafan, berpaling dari kebodohan dan keburukannya. Adapun setan berjenis jin, maka tidak ada jalan keluar dari [godaan dan gangguannya] kecuali dengan ber-ta'aawudz [meminta perlindungan kepada Allah darinya]." [Adhwaa' Al-Bayaan: 8/90]


Apa perbedaan antara setan berjenis manusia dan jin?

1. Setan berjenis manusia visible [bisa kita lihat wujud aslinya], sementara yang berjenis jin invisible [tidak tampak wujudnya]. Jikalau terlihat, maka sesungguhnya itu bukanlah wujud aslinya, melainkan kamuflase atau penyerupaan; seburuk apapun wujud yang terlihat.

2. Setan berjenis manusia menggoda secara langsung, entah dengan kalimat atau perbuatan. Sementara setan berjenis jin menggoda dengan bisikan di hati. Anda seringkali bisa mengetahui jelas bisikan itu berasal dari setan jin; namun belum tentu godaan kalimat/perbuatan setan manusia bisa Anda ketahui langsung. Dan untuk membedakan segala godaan dan bisikan buruk adalah dengan ilmu, bukan dengan sekedar perasaan.

3. Setan berjenis jin, ketika ia menggoda dan membisikimu, lalu kau ber-ta'awudz atau membaca ayat Kursi atau lainnya, maka ia akan menjauh/mengecil/bahkan terbakar. Namun setan berjenis manusia, ketika ia menggodamu, lalu kau membaca ayat-ayat, mereka takkan mengecil/terbakar. Justru sebagian mereka akan menertawai.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/399232020118189

Saturday, May 12, 2012

Setan 'Ngibrit' Dari Umar

oleh Hasan Al-Jaizy

Dua hadits riwayat Tirmidzy berkenaan dengan terbiritnya setan berlari menjauhi Umar ibn Al-Khattab -radhiyallahu anh-:

[1] Rasulullah -Shallallahu alaihi wa Sallam- bersabda kepada Umar bin Al Khattab: “Sesungguhnya setan takut kepadamu, wahai Umar”.
[2] Rasulullah juga pernah bersabda tentang Umar: “Sesungguhnya aku telah benar-benar melihat bahwa setan dari kalangan jin dan manusia benar-benar lari dari Umar”.

Banyak pembahasan yang bisa terdasar dari 2 hadits yang mulia ini.

Monday, March 26, 2012

Setan Ala Jin dan Ala Manusia

oleh Hasan Al-Jaizy

Pertanyaan: "Lebih menyebalkan mana, SETAN berwujud manusia atau SETAN berwujud jin?"

Pernyataan: "Setan berwujud manusia sebenarnya lebih menyebalkan dari setan berwujud jin"

Penjelasan: "Karena ketika setan jin membisiki dan menggoda Anda, lalu Anda perisaikan diri dengan membaca ayat Kursi dan ta'awwudz, ia akan terbakar dan pergi. Beda dengan setan manusia yang menggoda Anda, jika Anda baca ayat Kursi dan ta'awwudz tepat di mukanya, ia malah ngakak dan tambah horny [bertanduk]."

Penutupan: "Jadi, semakin kemari semakin banyak setan. Di alam jin, pengangguran setan semakin melonjak naik jumlahnya. Sementara di alam manusia, setan jarang yang menganggur. Wong TV isinya rata2 setan dan kebanyakan pemirsa juga setan koq."


Jin - Makhluk Halus - Setan - Iblis - Siluman

oleh Hasan Al-Jaizy

Jin - Makhluk Halus - Setan - Iblis - Siluman

JIN: Makhluk yang sama dengan manusia dari segi pembebanan ibadah pada Yang Menciptakannya namun berbeda dari segi penciptaan dan bentuknya. Disebut JIN karena sifat dzatnya tersembunyi [tak terlihat oleh mata]; namun eksistensinya seringkali terasa; terlebih jika keduanya [manusia dan jin] berinteraksi disengaja atau tidak.

MAKHLUK HALUS: Adalah sin
onim dari Jin atau Makhluk Gaib. Disebut 'Halus' karena dzatnya yang tak teraba dan terasa oleh panca indera secara normal. Namun bisa saja [menurut saya] para perempuan disebut makhluk halus; secara secara fisik dan batin normalnya halus. Terkecuali bagi yang sudah keriput, berbulu lebat, terbakar atau yang liarnya minta ampun.

SETAN: Adalah siapapun dari jin atawa manusia yang jauh dari ketaatan terhadap Allah dan melanggar...terlebih jika mengajak manusia atau jin kepada keduanya. Semua penggoda dan penyeru kepada keburukan layak disebut setan.

IBLIS: Adalah nama seorang makhluk dari kalangan Jin yang dahulu kala sungguh taat pada Yang Maha Esa. Namun setelah diciptakannya Adam -manusia pertama- dan diperintahkan sujud padanya, Iblis menolak dan membangkang. Dari situlah Iblis berbalik menjadi durhaka, yang sebelumnya sangat taat.

SILUMAN: Adalah perwujudan makhluk gaib atau jin sebagai hewan2 tertentu, dan terkadang aneh bentuknya. Perwujudan ini seringkali menimbulkan fitnah, seperti perwujudan Siluman Ular di Sungai Anu hingga manusia yang lemah hati dan akal mengkeramatkan tempat terkait. Asal siluman bagaimanapun adalah jin.





Saturday, March 17, 2012

"Kami Menampakkan Apa Yang Kau Takutkan"

oleh Hasan Al-Jaizy

Kaedah SETAN dalam menakut-nakuti yang bisa kau erti:

"Kami menampakkan diri sebagai apa yang kau takuti"


Mafhumnya:

Sesungguhnya setan berjenis jin akan menampakkan diri sebagai bentuk yang Anda takuti. Jika Anda takut akan pocongan, kunti, dan semacamnya, maka jin tersebut akan menakuti-nakuti Anda dengan bentuk seperti itu; bukan malah berbentuk kambing.

Begitu pula jika Anda merasa ngeri melihat boneka, atau takut akan sesuatu yang bergerak tiba2, maka setan akan berusaha menakut-nakuti Anda sebagaimananya Anda takut pada hal tersebut.

Namun, sedianya bagi setan lebih asyik menakut-nakuti manusia dengan WASWAS, bisikan, godaan dan suara hati. Dan tipuan jenis inilah yang dialami semua manusia. Tanpa penampakan, seseorang bisa hancur karena bisikan.

Maka, adalah berguna ma'tsuurat dan dzikir untuk mengungguli dan menghanguskan makar setan berjenis jin. Bacalah Surat An-Naas, juga Al-Falaq, dan tak lupa, ayat terbaik: AYAT KURSI.


Karena itulah:

Kenapa pocong lebih sering online di kuburan? Karena kebanyakan orang mengira keberadaan arwah gentayangan di area kuburan.

Kenapa pocong berkafan putih? Karena kebanyakan manusia mengira itu adalah arwah bergentayang.

Karena jikalau pocong lebih sering online di warnet, jarang manusia akan mengira-ngira...bahkan akan terkesan jenaka.

Karena jikalau pocong berdasi dan berjas, maka itu bukan setan pocong namanya...tapi tikus-tikus kantor alias setan koruptor.

Dan kenapa setan di kuburan2 Barat pucat dan banyak berpakaian jas? Karena ditujukan agar manusia mengira itu adalah arwah yang bergentayangan.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/349690845072307

Menengah Tentang Jin

oleh Hasan Al-Jaizy

Generasi bapak-bapak kita kalau menenangi anaknya dari rasa takut akan setan biasa mengatakan: 'Ah, ga ada yang begituan! Pocong, kuntilanak, wewe...bohong semua itu!'

Sudah saatnya generasi kita tidak seperti itu. Generasi kita layaknya mengingkari sesuatu terbangun atas pengetahuan hakikat; bukan asal mengingkari namun justru pengingkaran itu sepatutnya diingkari.

Maka anak-anak layak diberi pengetahuan sederhana bahwa itu semua adalah JIN dan tidak membahayakan jika kita berani dan berlindung pada Allah.


Imbas dari ajaran 'Ah, ga ada yang begituan! Bohong tuh!' adalah

mudahnya seseorang mendustakan cerita-cerita berkaitan alam gaib. Padahal, ia sendiri tidak tahu sebab ia mendustakannya. 

mudahnya seseorang mengatakan "Ah, bohong tuh!" "Ah, rekayasa!" "Ah, dibuat2!" tanpa menyodorkan bukti pengingkaran yang ilmiah.

Padahal mereka yang terdidik untuk mengingkari hal2 gaib, justru pernah pula merasakan sendiri sensasinya. Mengingkari itu butuh penguat. Jika tidak punya pengetahuan, maka jangan mudah mengingkari.

Didiklah dengan cara yang lebih selamat, kolot atau modern...yang terpenting: benar dan selamat.


Di Indonesia gudang manusia, gudang tumbuhan, gudang jin dan gudang korputor pula. Maka jangan heran banyak penampakan dan banyak cerita2.

Ditambah dengan kenyataan geografis negara kita. Lihatlah lautan yang luas, berapa banyak kerajaan jin di sana...belum lagi hutan2...kita negara kaya.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/349622098412515

Tidak Usah Hormati Jin!

oleh Hasan Al-Jaizy

Sebenarnya ketika Anda berjalan di tempat sepi atau gelap, jin-jin menghindar lalu mengamati Anda dari jarak tidak dekat.

Jika Anda berani dan bahkan berlindung pada Allah lewat dzikir dan doa, mereka semakin menjauh.

Jika Anda takut atau malah 'menghormati' dengan katakan 'Permisi' dan semacamnya, mereka malah mendekat dan mendekat dan mendekat dan mendekat.

Tidak percaya? Ya sudah...

 Ana punya kenalan orang yang 'mengaku' punya Sixth Sense dan ana tahu dia tukang bohong meski banyak orang percaya dengannya. Orang yang mengaku2 bisa 'ngeliat' sebagian besar suka 'bohong'.

Sejujurnya, ana cukup banyak memperhatikan acara Dua Dunia di Youtube demi mengorek keterangan dan gerak-gerik, sembari menyesuaikan dengan apa2 yang pernah ana baca di buku religius mengenai alam jin atau perdukunan, seperti kitab2 Tafsir atau kitab2 Islami yang mengupas masalah itu. Ada juga kitab yang menelanjangi dukun2.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/349605351747523