Showing posts with label Perbandingan Agama. Show all posts
Showing posts with label Perbandingan Agama. Show all posts

Tuesday, December 25, 2012

CAT: [66] "PERMASALAHKANLAH YANG DIPERMASALAHKAN!"


oleh Hasan AL-Jaizy

Pernah suatu ketika seorang alim di zaman dahulu mendapati sekumpulan pemuda sedang duduk berbincang. Ia pun duduk di dekat mereka. Sementara perbincangan panas mereka tetap berlanjut. Salah satu pemuda membuat perhatiannya tertarik padanya. Karena ia tak henti-hentinya membicarakan, "Fulan adalah begini begitu, fulan keburukannya begini begitu, fulan dst..."

Selesai perbincangan mereka, sang alim memanggil anak muda tersebut. "Kemarilah engkau." Ia pun mendekat.

"Aku kagum dengan cerita-ceritamu. Kau mengetahui banyak tentang saudara-saudaramu!" tukas sang alim.

Lalu ia bertanya, "Apakah kau pernah mendebat seorang musyrik?"

"Tidak pernah."

Lalu ia bertanya lagi, "Kau pernah ikut perang memerangi orang kafir?"

Saturday, December 22, 2012

CAT : [56] "BUNDA MERIANG"


oleh Hasan Al-Jaizy


Bunda tak bisa dipertuhankan
karena bunda bisa meriang
meriang senang ketika suaminya baru terima gaji
meriang pening ketika memang nasibnya sakit

Bundaku bundamu...Tuhan tak beranak
tak pula diperanakkan

Ketika bunda meriang...seberapa baktimu?
Atau menunggu ia meriang tanggal 22 Desember?
Bunda belum tentu meriang senang
ketika kau hanya berbakti sehari itu
Sementara di lain hari bunda dibiarkan meriang pening

Bunda tak bisa dipertuhankan
karena bunda bisa meriang
Pria pun tak bisa dipertuhankan
meskipun ia dilahirkan tak berbapak

Tanyaku padamu, Kristian:
"Jika kamu menuhankan Isa, kenapa kamu tidak pula menuhankan Adam?"

Kristian balik bertanya:
"Karena Isa adalah penebus dosa umat."

Tuduhku padamu, Kristian:
"Kamu itu lucu. Tuhan main tebusan!?"

Kristian balik berkata:
"Jangan mulai maki tuhanku."

Apologiku padamu, Kristian:
"Maaf. Baiklah. Kenapa kamu tidak menuhankan Adam?"

Kristian balik bertanya:
"Untuk apa pula ku pertuhankan Adam, manusia pertama?"

Sodorku untukmu, Kristian:
"Pertama: Adam manusia pertama, kenapa ia lebih dahulu ada sebelum Isa? Adam lebih berhak kau pertuhankan, bukan?

Kedua: Adam ada tanpa ibu dan bapak. Sementara Isa lahir tanpa bapak namun ia beribu. Adam lebih berhak kau pertuhankan, bukan?"

Kristian berpaling:
"Kau tak tahu agamaku! Jangan bicara tentang agamaku!"

Aku berpaling:
"Kau pun sebenarnya tak tahu agamamu sendiri, maka karena itulah kau tidak bisa berbicara tentangnya."

Kalau begitu, urus agama masing-masing? Baiklah. Masjid banyak pengurusnya. Bagaimana dengan keheningan gereja?

[Semoga singgungan ini tak membuat emosi]

Friday, December 21, 2012

CAT : [51] "NAKAL 25 DESEMBER"


oleh Hasan Al-Jaizy


Sebentar lagi 25 Desember. Katanya ada perayaan kelahiran Yesus Kristus. Tanggal itu sakral bagi sebagian manusia. Recommended untuk yang kemarin hari merayakan Maulid Nabi Muhammad. Tidak heran kalau mereka ikut-ikutan merayakan kelahiran Nabi lain [Nabi Isa] yang dianggap tuhan oleh umat lain.

Pak De Su'aid tiba-tiba menyangkal, "Kami tidak akan merayakan perayaan agama lain! Itu tradisi mereka! Kita punya tradisi Islami sendiri. Dan itu masalah buatmu, anak muda?"

Betapa Pak Su'aid mungkin sedang alpa bahwa ada yang mengatakan sesungguhnya peringatan 40 harian dan semacamnya adalah hasil adopsi atau pernikahan antara 2 agama dalam bentuk praktek ritual. Itu tradisi siapa? Nabiku dan Nabimu serta para sahabatnya tidak kenal tradisi

Friday, October 26, 2012

Bincang Antar Tetangga


oleh Hasan Al-Jaizy

Sesungguhnya hari-hari ini adalah momen di mana selayaknya hati-hati muslimiin bersenang ria. Kaum muslimin sepatutnya berbangga, tak bersedih. Karena mereka adalah golongan atas, terpandang di mata Allah, berderajat di sisi-Nya. Sehingga tiap amalan, sekecil apapun hingga terbesarnya, ada ganjaran berbunga baginya. 

Islam adalah agama yang benar, paling benar, dan tiada kebenaran yang patut diambil dari agama selainnya. Hanya Islam yang dijaga oleh Allah keberadaan keasliannya. Dimulai dari Al-Qur'an, yang beratus tahun, meskipun diraba dan dicoba digores-gores dengan pena oleh para pembuat makar untuk merubah-rubah, namun sekekalnya ia tetap terjaga. Karena yang menjaganya adalah Sang Pencipta. Lalu, syariatnya [hukum-hukumnya] yang murni untuk mengedepankan kemaslahatan dan menghilangkan atau meminimalisir keburukan. Maslahat dan mafsadat, dasarnya adalah Allah yang menentukan. Segala ketetapan darinya adalah kebaikan.

Maka, suatu ketika, seorang mahasiswa berkebangsaan Prancis yang sedang menimba ilmu di Inggris tak henti-henti mencemooh agama ini. Ia adalah penganut agama Kristen. Lalu, hadirlah di hadapannya seorang pemuka agama dari golongan muslimiin.

Islam: "Menarik kalimat-kalimatmu. Ingin rupanya ku tahu, adakah di agamamu pemuka agama yang membelot ke agama kami?"

Kristen: "Ya, ada. Mereka bahkan mempunyai karya-karya, situs-situs di internet.

Islam: "Sebutkan untukku nama mereka."

Kristen: "Mereka adalah

Friday, September 14, 2012

Indonesia - Arab - Persia


oleh Hasan Al-Jaizy

Saya bukan orang Arab, bukan Persia, terlebih Yahudi. Ketiganya adalah ras manusia. Dan di sini bukan berarti saya membela ras Arab tanpa memandangnya tak bercacat. Arab juga memiliki kekurangan.

Sejak dahulu kala, sudah berkali-kali guru saya kabarkan bahwa kaum Yahudi [yang beragama Yahudi] sangat sangat mendengki pada Islam. Karena kedengkian itulah, permusuhan mereka terhadap Islam berabad-abad. Selain didasari karakter buruk itu [dengki], mereka juga suka menutup al-haq [kebenaran] atau minimal: mencampur-aduk yang haq dengan yang bathil. Kamuflase Yahudi.

Dan baru tahun-tahun belakangan ini, semakin nyata ada kaum yang mirip dengan Yahudi atau bahkan lebih buruk lagi. Yaitu Persia dengan kedengkian Majusi-nya, namun bercover Islam. Dasarnya mereka membenci Arab dan mendengki sejadi-jadinya. Fanatisme kesukuan Persia sangat kuat; meski saya tak bisa memungkiri orang Arab juga memiliki fanatisme ras.

Yahudi dan Persia keroyok Arab. Bagaimana cara mereka menghancurkan Arab? Pertama, hancurkan dulu nama dan kewibawaan negara Arab yang terbesar dan terpusat, yang dinamakan Saudi Arabia. Saudi adalah menjadi musuh bebuyutan Yahudi dan Persia. Keduanya berusaha menebar aib-aib Saudi; dan BUKAN berarti Saudi tidak bercela.

Apakah kita akan terbawa arus makar Yahudi dan Persia dengan bisikan-bisikan panas dari mereka tentang Saudi? Jika nama Saudi dan reputasinya sudah buruk di mata kaum muslimin, maka jalan menuju kehancuran Islam semakin lapang. Karena, negara mana lagi yang akan diandalkan dan dijadikan pusat/center Islam sunni? Indonesia? Ugh, Indonesia pun sedang menjadi lahan proyek penyebaran racun Yahudi dan Persia.

Wednesday, July 18, 2012

Suburnya Keturunan Muslim

oleh Hasan Al-Jaizy

Suburnya Keturunan Muslim 

Nah, inilah yang ditakutkan oleh orang2 kafir dan munafiq. Islamic offspring harus disunat, dengan cara:

[1] Jika menikah satu, gunakan KB, Keluarga Berencana...karena kalau banyak-banyak, itu akan dianggap Barat dan individu2 munafik sebagai KB, Keluarga Bencana. 

[2] Jika sudah menikahi satu, jangan sampai poligami! Kebetulan dasarnya wanita memang tidak suka diduakan. Ini wajar. Lalu mereka memanfaatkan hal ini untuk mencegah bapak2 muslim berpoligami. 

Inti dari keduanya: Jangan sampai keturunan muslim tumbuh banyak dan subur

Inti yang lebih inti: Sumbat perkembangan Islam!


Tuesday, July 10, 2012

Yang Bisa Cairkan Kekerasa Benci

oleh Hasan Al-Jaizy

Kemungkinan Anda pernah membenci seseorang, entah karena sikap-tingkah-gaya-fisik atau bahkan nasabnya. Jikalau ia adalah muslim, mengapa harus membenci sejadi-jadi dan selamanya? Bukankah lebih baik kita memaafkan atau membersihkan lagi hati kita!?

Salah Satu Yang Bisa Mencairkan Kekerasan Benci 

...adalah 'menonton video para muallaf yang baru masuk Islam'. Di situ, akan timbul rasa rahmat dalam hati, segala yang hitam akan rontok satu persatu. Anda akan melihat bagaimana mereka menangis, bersyahadat, merubah hidupnya, siap mengambil resiko. Lalu Anda mengaca pada diri sendiri; yang kemudian hadir di bumi sejak kecil memeluk Islam. Bukankah kita semua lebih awal meraih keberuntungan!?

Dengan itu, kekerasan benci akan mencair...Anda tahu dunia tak sesempit benak Anda. Sehingga bisa saja Anda mengoceh keras-keras di rumah sendiri, namun mulut terisolasi di rumah orang lain. Dunia begitu luas dan benak begitu terbatas.


dan tentu saja...

seorang yang baru masuk Islam, tidak layak langsung diajarkan pengenalan terhadap hakikat bid'ah dan semacamnya. Tidak bisa langsung diajak main hakim bahwa 'Maulid itu begini begitu', 'Tahlilah itu begini begitu', atau 'Jauhi muslim yang begini begitu'. Tidak mungkin juga langsung diajak kajian bertema: "Fenomena Hizbiyyah" atau "Fenomena Al-Wala wal Baraa'" yang di dalamnya sarat pengkotak-kotakan beburungan. Karena, masuk Islam toh bukan berarti belajar jadi pemandu wisata burung.

Lho, kok nyambungnya ke sini???

Ya, nyambung lah, mas. Judulnya saja berkaitan dengan Kekerasan Benci. Ini sebagai dorongan bagi beberapa kalangan burung yang kebencian di hati masih keras terhadap sesama muslim, untuk segera mencairkannya; dengan cara2 yang baik dan sehat, seperti satu cara di antara banyak cara yang sudah kita kasih tahu di atas.


Lalu ada yang mengatakan: "Sampeyan ini justru menjauhkan manusia dari Al-Qur'an yo, mas. Kalau obatnya sudah ada di Al-Qur'an, kenapa kok malah disuruh nonton video."

Lha, ini dia. Justru itu yang mau saya tanyakan pula. Sehari-hari baca Al-Qur'an, tapi kok sehari-hari juga ga lepas dari kebencian!? 

Plus, sampeyan ini nonton video aja belum malah sudah menghukumi bahwa saya menjauhkan manusia dari Al-Qur'an. Ini dia nih...satu lagi yang jadi penyakit.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/417991978242193

Tuesday, June 19, 2012

Apakah Muslim Menyembah Ka'bah?

Pertanyaan dari Atheists: "Apakah Muslim menyembah Ka'bah dan Black Stone [Hajar Aswad]?"

Jawaban dari Syaikh Shalih AL-Fauzan:

Ini jelas kebohongan yang nyata, kami sama sekali tidak menyembah batu (Hajar Aswad), melainkan kami menyentuhnya dan menciumnya sebagaimana yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan. Ini artinya kami lakukan hal tersebut dalam rangka ibadah dan mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mencium Hajar Aswad adalah bagian dari ibadah sebagaimana kita wuquf di ‘Arofah, bermalam di Muzdalifah dan thawaf keliling baitullah (Ka’bah). Juga kita mencium Hajar Aswad dan menyentuhnya atau memberi isyarat padanya, itu semua adalah bentuk ibadah pada Allah, bukan berarti menyembah batu tersebut.


 Lebih dari itu...

Lebih dari itu, kita bisa beralasan dengan apa yang dilakukan oleh Umar bin Al Khattab radhiyallahu ‘anhuu ketika mencium Hajar Aswad. Ketika itu beliau mengatakan:

“Memang aku tahu bahwa engkau hanyalah batu, tidak dapat mendatangkan manfaat atau bahaya. Jika bukan karena aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, aku tentu tidak akan menciummu.” (HR. Bukhari 1597 dan Muslim 1270)


Oleh karena itu...

Oleh karena itu, masalah ini adalah berkaitan dengan bagaimana umat Islam mengikuti tuntunan Nabinya dan bukan menyembah batu (Hajar Aswad). Jadi, sebenarnya mereka yang menyebarkan isu demikian telah merencanakan kebohongan atas umat Islam, kita sama sekali tidak menyembah Ka’bah. Bahkan yang kita sembah adalah Rabb pemilik Ka’bah. Begitu pula kita melakukan thawaf keliling Ka’bah dalam rangka ibadah pada Allah ‘azza wa jalla karena Allah-lah yang memerintahkan kita untuk melakukan seperti itu. Kita melakukan demikian hanya menaati Allah ‘azza wa jalla dan mengikuti tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sumber: 'Aqidatul-Haaj Fi Dhouil Kitaab was Sunnah, Syaikh Sholeh Al Fauzan, hal.22-23.



Copas Total dari sebuah artikel Rumaysho


Nah, sekarang bagaiamana jika ada orang berkata:

"Kalian menyebut kami Quburiy atau Penyembah Kubur. Kami tidak terima dinisbatkan kepada Qubur, sebagaimana kalian juga sebenarnya tidak sudi dinisbatkan kepada Wahhab. Kami tidak menyembah kubur; karena kuburan tentu saja bukan tuhan kami; sebagaimana muslim tidak menyembah Ka'bah. Kami sekedar berziarah dan mendoakan sebagaimana syariat Islam menetapkan ziarah."

Bagaimana menjawabnya?

Thursday, May 24, 2012

Orang Kafir Menertawai...ITU KATAMU

oleh Hasan Al-Jaizy

Orang Kafir Menertawai...ITU KATAMU

Ketika kita berselisih pendapat, beradu argumen dan mencari mana yang benar, maka jangan langsung disalahkan atau dianggap berpecah belah, selama masih dalam koridor lazim. Diskusi sehat dan saling tukar fikiran itu boleh, toh?

Sekarang menjamur komentar-komentar tak berkualitas. Banyak macamnya. Salah satunya ini akan kudongengkan padamu:

Ketika kita memperbincangkan permasalahan agama dan berbeda pendapat, lalu saling beradu argumen, seakan-akan sedang berkelahi, tiba-tiba ada yang nyeletuk: 'Sudah...sudah! Hentikan ini semua! Orang-orang kafir menertawai kita saat melihat kita seperti ini!'

Selalu saja ada komentar semacam itu!


Taburkan point-point:

--> Tahu darimana mereka tertawai kita ketika kita beradu argumen?
--> Tidak perlu beradu argumen, sebenarnya kita ditertawai sejak lama. 
--> Orang2 Kafir [beberapa atau sebagian besar] di Jakarta juga menertawakan kita wahai kaum muslimin ketika kita merayakan Maulid [atau semacamnya] secara berlebihan. Bukankah sebagian kita berteriak seperti orang kurang waras namun merasa 'berdzikir' dan selawatan? 
--> Sebagian orang kafir juga menertawakan kita ketika ternyata idolanya adalah pemain bola [tidak sekedar menonton, tapi mengidolakan]
--> Sebagian orang kafir juga menertawakan kita ketika adzan berkumandang, namun sebagian besar kita sibuk urusan dunia.

Sebagian setan juga menertawaimu karena kamu berdalih dengan 'Orang2 kafir menertawai kita'.


Lalu dikomentari juga:

"Kalian selalu saja menjustifikasi dan memecah belah!"

Balas pula:

=> Memangnya sebelum kami berbicara, umat sedang bersatu? Sehingga setelah bicaranya kami, umat jadi terpecah belah?
=> Bukannya umat ini memang sudah berpecah belah?
=> Yang saya tahu, kebanyakan dari kita tidak tahu caranya bersatu dan solusinya; karena itulah rata2 orang yang berusaha mempersatukan dan memberi solusi justru dianggap memecah belah.


Sumber atau titik awal berpecah belah umat itu ada 2:

1. Sikap berlebihan. Bisa dalam ibadah, bisa dalam maksiat. Dalam beribadah, berkaitan erat dengan yang namanya bid'ah. Dalam maksiat, berkaitan erat dengan yang namanya kekerasan hati dan pembangkangan.

2. Sikap bermudah-mudah. Bisa dalam ibadah, bisa dalam maksiat. Dalm beribadah, seringkali disebabkan oleh yang namanya bid'ah [ingat: satu bid'ah terlaku, satu sunnah membeku]. Dalam maksiat, seringkali bermuara pada kemalasan dan kebodohan.

Sekarang, siapa sih pemecah belah umat? Take a mirror.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/392227317485326

Thursday, May 10, 2012

Agama Keadilan

oleh Hasan Al-Jaizy

Islam adalah agama keadilan dan tak menghendaki terjadinya kezaliman, bahkan terhadap hewan sekalipun.

Orang2 non-muslim yang hidup di sekitar kita dan tak tampak kejahatan atau kezaliman mereka terhadap orang lain, layak pula diperlakukan adil dan tidak zalim. Islam juga melarang menyakiti mereka tanpa haq. Allah berfirman, yang artinya:

"Allah tiada melarang kamu untuk BERBUAT BAIK dan BERLAKU ADIL terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." [Q.S. Al-Mumtahanah : 8]

Selama kesalahan si non-muslim tersebut tidak dalam ranah agama, atau muamalah, ada baiknya kita maafkan; demi kemaslahatan dan idzhaar [menampakkan] akhlaq Islami. Mungkin saja dengan pemaafan dari kita meluluhkan hatinya hingga suatu saat -semoga- hidayah Allah tertambat di hatinya.

Namun, hal tersebut [memaafkan] bukanlah hal yang wajib! Bahkan jika saudara kita yang muslim melakukan kezaliman, bukan kewajiban mutlak bagi kita untuk memaafkan. Jika itu berkaitan dengan hak, maka hukum qishas boleh berlaku. Namun, sebagaimana ayat2 di atas, demi menyempurnakan akhlak, maka layak atau dianjurkan bagi kita untuk memaafkan. Wallahu a'lam.

Saturday, December 31, 2011

Harapan untuk tahun depan? OMONG KOSONG!

oleh Hasan Al-Jaizy

Harapan untuk tahun depan? OMONG KOSONG!

[1] Di kala minoritas kaum muslimin rapatkan barisan Isya, kau dan kawanmu itu sibuk belanja kembang api atau tertawa-tawa? Itukah tingkah orang yang berharap baik tahun depan? OMONG KOSONG!

[2] Beberapa orang tua yang sedang khusyu di Mushalla terkejap dikagetkan bunyi petasan yang keras. Itukah cerminan harapanmu untuk tahun depan? OMONG KOSONG!

[3] Ka

u mengaku beragama Islam; kau mengaku bertuhan [yaitu Allah Ta'ala]. Tapi ketika datang panggilan menyembah, kau abaikan. Itukah cerminan harapanmu untuk tahun depan? OMONG KOSONG!

[4] Kau cela pemerintah... kau cela koruptor...kau cela penyebab kemiskinan...kini kemana uangmu terhambur? Kau adalah sampah malam ini...sesampah anai beterbangan sisa mercon dan kembang api. Itukah harapanmu tahun depan? OMONG KOSONG + SAMPAH!!!!





 Lengkap sudah kedunguannya:

Terompet = khas Yahudi
Perayaan Tahun Baru = khas Nasrani
Kembang Api = Kebanggaan Majusi


Kau tiup terompet [Yahudi] dan pasang Kembang Api [Majusi] demi merayakan tahun baru [Nasrani] NAMUN ketika berkumandang Adzan Isya [Islami] kau pura-pura tuli. Kemungkinan besar shalat Subuh esok pun terlalaikan. Oh, Aku tak perlu bertanya apa agamamu.

Lengkap sudah kedunguanmu malam ini








Friday, December 23, 2011

Perayaan Terlarang

oleh Hasan Al-Jaizy

TIAP TAHUN....TIAP TAHUN...Tiap Tahun sebenarnya kita diberitahu oleh Allah melalui berbagai penjuru dan sisi berbeda yang Dia kehendaki bahwa hal-hal ini terlarang:

--> Valentine's Day
--> Mengucapkan 'Met Natal' [or semacamnya] tuk kaum yang bersangkutan
--> Peringatan khusus di hari-hari khusus yang menyimpang dan tiada asalnya

Namun pengetahuan sebatas pengetahuan...terhalang dari amalan
Tetap saja di antara kita--> Pura-pura tidak tahu atau campakkan yang tertahu sebenar [haq]

Pena telah terangkat...hujjah telah tersebar...kini urusan masing2...siapkan jawaban sebagai pertanggungjawaban...Semoga Allah mengampuni muslimiin dan muslimaat dan menaungi kita semua dengan rahmat.

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/296868393687886

Saturday, December 3, 2011

Sebuah Upaya Penegakan Tauhid

oleh Hasan Al-Jaizy

Mempelajari aqidah dan mengamati pergerakan 'underground' Syi'ah dengan tujuan untuk mengangkat dan membuang kejahilan pada diri sendiri yang kemudian disebarkan kepada orang lain, adalah salah satu bentuk jihad demi membela kalimat Tauhid.

Ketidakmampuan dan ketidaktersediaan kesempatan berjihad secara fisik menuju ke medan luar tanah air, tidak mengartikan adanya ketidakmampuan dan ketidaktersediaan kans untuk ikut andil dalam berjihad di tanah air.

Selama itu adalah usaha kebaikan sebaik kita termampu, di situlah ada harapan untuk ikut barisan mujahidiin. Insya Allah. Jika senjata materi tiada kita punya, punyailah kemudian senjata maknawi.

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/285532481488144

Monday, November 14, 2011

Sebuah Perbandingan Agama

oleh Hasan Al-Jaizy

Umat yang paling menghargai dan meninggikan Kitab Suci nya hanyalah Umat Islam. Bayangkan:

--> Semua orang Muslim pasti punya hafalan ayat atau surat
--> Ada jutaan orang hafal full [500-an halaman]
--> Para khatib dan penceramah sebutkan banyak ayat [rata2 hafalan]
--> TIAP HARI membaca Al-Qur'an; kala sholat atau tidak.
--> JANGAN LUPA. Al-Qur'an itu berbahasa asing.
What's more...?


Sementara:

--> Umat mana yang tiap pemeluknya hafal satu saja lembar kitab sucinya?
--> Pemuka umat mana yang hafal full seluruhnya?
--> Siapa yang tiap hari baca kitab sucinya?
--> Siapa yang lebih hafal puluhan lirik lagu lupa 5 ayat kitab suci?
--> Jangan lupa dengan kenyataan bahwa kitab lainnya bisa diterjemah!


Kalau ada pemuda berstatus 'muslim', dan berislam sejak lama, namun tidak hafal Surat Al-Fatihah, maka jangan sebut ia muslim.

Karena sholatnya tidak sah tanpa Al-Fatihah [dan itu disengaja].

Namun ternyata ini hampir tidak pernah terjadi.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/276940382347354