Showing posts with label Wahabi. Show all posts
Showing posts with label Wahabi. Show all posts

Tuesday, January 22, 2013

Mengejar Wahabi + Mengeramatkan Kuburan Keramat!


oleh Hasan Al-Jaizy

Ternyata kita ini hebat dan keramat! Lebih keramat dari para wali Allah, yaitu para sahabat, tabi'in dan seterusnya.

Lho, kok bisa? Begini ceritanya:

Seorang salafi mengatakan kepada seorang Sufi:

Salafi: "Saudaraku, usahlah kau dan kawanmu merayakan Prophet's Birthday atau Hari Ultah Nabi 1434. Itu tidak ada syariatnya sama sekali."

Sufi: "Ah, kau ini. Usahlah larang-larang aku dan kawanku. Niatku baik, kau tahu?"

Salafi: "Iya, tapi hal semacam itu baiknya kita tinggalkan, kawan."

Sufi: "Memangnya ada pelarangan Maulid di Al-Qur'an dan Hadits yang berbilang begini: 'Wahai kaum muslimin, janganlah kalian bermaulid!" Ada tak?"

Sunday, January 6, 2013

YAHUDI, PERGURUAN HIJAU DAN PENOLAK KEBENARAN!!!


oleh Hasan Al-Jaizy


Sebelum meneruskan membaca tulisan ini, penulis menghimbau pembacanya agar berusaha melapangkan dada. Selain itu, penulis juga menganjurkan agar pembaca tidak berpura-pura berlapang dada, yakni: 'ngakunya' berlapang dada namun rupanya ada kesumat mendendam di dalamnya.

Abdullah bin Salaam dikenal dahulu sebelum keislamannya sebagai seorang tokoh dan alim Yahudi. Ia mengenal tepat kitab yang disucikan oleh kaum Yahudi. Ia mengenal tepat sifat dan zaman kemunculan Nabi terakhir dalam agama Tauhid.

Diceritakan oleh Muhammad bin Ishaq, bahwa beliau telah diceritakan oleh keluarga Abdullah bin Salaam perihal dirinya dan keislamannya. Ia [Abdullah bin Salam] pernah mengakui, "Ketika aku mendengar tentang Rasulullah -Shallallahu alaihi wa Sallam-, aku sudah mengetahui namanya, sifatnya dan zamannya [1]."

Monday, December 31, 2012

Bisnis Kuburan Keramat


oleh Hasan Al-Jaizy

Setengah kilo dari rumah saya, ada kuburan keramat. Dikunjungi banyak dari rakyat. Terutama Hari Jum'at. Ramenya melalat. Campur baur laki perempuan = ikhtilat. Mereka memang tidak takut kualat. 

Bisnis paling menguntungkan saat ini adalah 'Bisnis Kuburan Keramat'. Awalnya kuburan biasa, tidak mengeluarkan duit, berlumut, becek pas hujan, pecah-pecah pas kemarau dan tiada istimewa. Lalu, diklaim kuburan ini adalah kuburan seorang wali!

Ciyus, kalau kuburan wali, miyabi?

"Kalau itu kuburan wali, maka kuburan itu penuh karomah. Karomah berarti kemuliaan. Kemuliaan dari Allah. Karomah di-Melayu-kan menjadi Keramat," terang Suyuthi dari atas pohon.

Boneng juga si Suyuthi itu, gan. Kenapa dibilang keramat? Karena berasal dari karomah, yaitu kemuliaan. Nah, kemuliaan yang dimaksud bisa 2 arti:

Monday, November 12, 2012

Mengejar Wahabi

oleh Hasan Al-Jaizy

Di beberapa daerah, Wahabi dikejar-kejar. Ada juga di suatu daerah, Wahabi diusir. Tapi, mau sampai kapan pun, Wahabi malah tambah nyebar.

Dongkolnya Pak De Su'aid sudah memuncak ketika dia melihat Suyuthi pulang dari ziaroh ke pondok Wahabi yang selama ini ia musuhi. Bahkan koran Terjajah sudah meliput dan menerbitkan hasil wawacandanya terkait pondok itu. 

Suatu hari, Pak De Su'aid berniat berbincang 4 mata dengan beberapa orang kepercayaannya secara terpisah waktu. Dia ingin mendapat masukan bagaimana caranya mengenyahkan Suyuthi tanpa dimarahi Haji Asnawi. Dan juga bagaimana memfitnah pondok sawah itu.

Orang pertama yang ditemui adalah dia yang disebut Syaikh Than, seorang kadzuub [pendusta kelas bawal merah]. Syaikh Than memiliki reputasi buruk sehingga pernah mendapat ban dan blokir dari beberapa admin forum-forum. Ia juga punya link menuju orang-orang Syi'ah, satanis kuburan. Percakapan mereka pun diadakan di bawah rimbunan pohon bambu. Tepat di purnama ke 2 pada bulan ke tujuh.

Pak Su'aid: "Bagaimana ini, gus Than!? Saya sudah tidak punya alih sabar ingin menendang anak itu. Apa hendaknya petuahmu agar aku melakukan sesuatu?"

Syaikh Than: "Tenang saja, Ki Sanak. Jangan gegabah dan terlalu kentara. Pasukan Mataram yang kita tahu, mereka ingin tegakkan NKRI terang-terangan. Mereka terlalu mencolok di mata rakyat. Sementara mereka sendiri tidak punya prinsip yang teguh selain kalimat, 'NKRI harga mati!'. Meskipun kita termasuk dari mereka, tetapi kita pergunakan cara lain!"

Pak Su'aid: "Rupanya aku sedang mendengar sebuah permulaan dari nasihat bijak dari engkau. Gerangan apa yang hendak kau sarankan untuk hamba?"

Syaikh Than: "Kau tahu aku memiliki kemampuan menyihir manusia dengan penaku dan kedustaanku?"

Pak Su'aid: "Maksudmu, tongkat sihirmu semacam pulpen or something?"

Syaikh Than: "Gila lu, Ndro. Tentu saja tidak. Kan sudah saya beri Combantrin. Haduh....fikirkan baik-baik, Ki Sanak. Aku bisa membuat 3 trilogi kitab yang semuanya telah tertata di fikiranku."

Pak Su'aid: "Saya berfikir ide mu pasti HEBAT!"

Syaikh Thann: "Ya iyalah! Masa Ya IAIN. Itu mah kampus anak saya!"

Monday, October 29, 2012

Cingkrangen...Jenggoten = Momok? Soleh?

oleh Hasan Al-Jaizy

Cingkrangen / Jenggoten...Momok?
Cingkrangen / Jenggoten...Soleh?

Pertama: Momok. Apa itu momok? Momok adalah sifat menghantui. Asalnya digunakan untuk mensifati sesuatu yang mengerikan dan berdampak buruk. 

Kedua: Soleh. Apa itu soleh? Soleh adalah baik atau benar. Dalam penggunaan bahasa kita, soleh bersinonim alim. 

Apakah cingkrangen itu wajib? Sebagian ulama mengatakan wajib, sebagian lagi mengatakan tidak wajib, namun menjadi wajib jika ketidak-cingkrangennya berdasar pada kesombongan. Kedua kubu memiliki dalil, alasan dan pendalilan.

Apakah jenggoten itu wajib? Zahir dari nash menghukumi wajib, karena diminta untuk 'membiarkan'. Ada juga yang memahami ketidakwajibannya. Tapi, perkara tersebut berlaku bagi yang punya. Bagi yang tidak punya, jangan

Sunday, September 2, 2012

KASUS STATUS ALA KASKUS - SKETSA

oleh Hasan Al-Jaizy

KASUS STATUS ALA KASKUS [yang ga tau kaskus jangan baca, gan!]

SKETSA 1

Pak Abu: "Agan-agan...ana ada video hot nih. Lihat deh ada orang ngobrol dengan kuburan."

Agan-agan: "Wah, cekidot gan."

Sesaat hening...karena pada nonton video. Lalu para penonton mesem-mesem. Hot sekali. Agan-agan pun berkata: "Ane sundul ya gan."

Lalu agan-agan lain yang kena dji-tag video hot tersebut. Di antara mereka, ada yang tersungging dan panas. Di antara yang kepanasan, ada yang ikut men-share video tersebut ke teman-teman pengajiannya. Mereka berkata: "Siapa ini yang membocorkan video orang kita ke musuh? Ini akibatnya. Guru kita jadi jelek namanya!"

Sebagian teman mengatakan: "Ana ga tau, gan. Kurang ajar!"
Sebagian teman mengatakan: "Ana nubitol, gan. Mohon bimbingannya."
Sebagian teman mengatakan: "Numpang nyimak, gan."

Lalu, beberapa teman menetuskan, "Bagaimana kalau kita lapor polisi aja? Biar tau rasa itu Pak Abu." Kontan, agan-agan yang kepanasan jadi keademan dengan ide tersebut. "Wah, boneng banget tuh, gan. Kita harus memasang jebakan batman buat Pak Abu."


SKETSA II

Kemudian, mereka pun melapor pada polisi, "Lapor, mimin dan momod. Ini ada orang dari thread sebelah mencemarkan nama baik guru-guru kita. Kita harap mimin dan momod menuntaskannya. Kalao ga....loe...gue...= end!"

Pak polisi sebagai mimin dan momod pun turun tangan, mencoba mengusutnya. Pak Abu dipanggil: "Gan...ane denger ente bikin thread SARA ya? Ente mau ane ban secara permanen nih?"

Pak Abu: "Mimin dan momod yang terhormat, coba deh dilihat videonya, dibaca status dan blog ane. Ane kan cuma numpang share aja."

Pak polisi pun mengamati baik-baik. Justru pak polisi jadi ketawa. "Ini kasus apaan, gan? Ane justru ngakak dengan kasus begini. Kok videonya aneh, gan?"

Pak Abu: "Ane juga ga tahu, min. Mungkin bawah ane tau."

Sementara, para agan-agan pelapor pun datang ke guru-guru di thread Supranatural. "Bib, kite udah laporin tuh Pak Abu ke mimin dan momod. Biar di-ban permanen tuh orang. Udah kite bata berkali-kali. Cendolnya abis, bib."

Pak Habib mikir sebentar. Lalu malah marah: "Kenape ente pada ga ijin dulu ama ane, gan? Pikir dulu donk! Kalau kasus ini menyeruak ke tingkat nasional, justru orang pada :ngakak. Ane sendiri juga :ngakak kok ngeliat videonya."

Agan-agan pun kebingungan.


==================

Tulisan ini hanya gambaran sketsa atau skenario candaan saja. Jika ternyata bertepatan dengan nama dan kejadian, tidak ada unsur kesengajaan. Mohon yang merasa, jangan tersinggung dan marah. Tapi yang tersinggung dan marah, jangan merasa.

Baydhowy alias baydhewey...Ane minta cendolnya donk, gan. Haus nich.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/436313679743356

Tuesday, August 21, 2012

Realitas Unik

oleh Hasan Al-Jaizy

Realitas unik:

Ada mungkinnya [dan mungkin sudah terjadi] beberapa kaum sufi-ekstrim, liberalis, sekularis, Syi'ah dan lainnya BERSATU dalam memusuhi satu golongan, yaitu...golongan Wahabi.

Dan apakah mungkin si Wahabi itu bersatu dengan kaum liberalis dalam memusuhi Syi'ah? No way....
Dan apakah mungkin si Wahabi itu bersatu dengan kaum liberalis dalam memusuhi Sufi-ekstrim? No way....

Ini realitas unik...unik bagi yang mau berfikir...tidak dianggap penting oleh yang tidak mau berfikir. 

Sekarang pertanyaannya: "Siapakah Wahabi itu?"

Seharusnya dijawab oleh beberapa punggawa Sufi dan Syi'ah; karena mereka yang sering menggunakan istilah tersebut. Seharusnya mereka yang paling faham siapa itu Wahabi dan apa kriteria seseorang bisa menjabat jabatan Wahabi. Atau, jangan-jangan...mereka ga faham siapakah wahabi itu?



MERACAU : Orang Yang Paling Banyak Musuhnya!

oleh Hasan Al-Jaizy

[Orang Yang Paling Banyak Musuhnya]

Orang yang paling banyak musuh atau calon musuhnya ada dua macam yang dipandang dari dua sisi: 

[1] Sisi Duniawi. Orang yang paling banyak musuhnya adalah orang yang terkenal dan tersohor. Semakin ia terkenal, akan semakin banyak musuh dan pembenci. Baik ia terkenal akan kebaikan atau keburukan. Karena kemasyhuran akan menawarkan rasa iri hingga dengki pada sebagian orang. Terlebih jika rupanya ia berprestasi, maka jumlah pendengki semakin banyak.

[2] Sisi Religius. Orang yang paling banyak musuhnya adalah orang yang berusaha mengamalkan Sunnah [jalan hidup] Nabi. Untuk saat ini, seringkali orang semacam ini dilabeli 'Wahabi' dengan alasan: celana terangkat, berjenggot, tidak ikut beberapa ritual umum yang diadakan dan diada-adakan mayoritas. Memang benar, ada perselisihan ulama mengenai hukum celana di bawah-atas mata kaki; namun yang mengamalkan celana di atas mata kaki, mereka mengamalkan hadits Nabi. Jika mengejek hal ini, sama saja mengejek sebuah hukum yang zahir. Ditakutkan ini justru menjadi tanda kekufuran.



Thursday, July 12, 2012

Humor Sufi...Lelucon Pak Habib

oleh Hasan Al-Jaizy

Humor Sufi...Lelucon Pak Habib

Humor Sufi, bersama Pak Habib -semoga Allah memberi hidayah padanya, kita, serta semua penghadir atau fansnya atau kolektor fotonya-:

[1] "[Salah satu] pemimpin Salafi-Wahabi sekarang adalah Abdurrahman assudaisiy [?] yg suaranya banyak di stel oleh masjid masjid ahlussunnah waljamaah. Ia adalah seorang wahabi yg telah mengarang suatu buku yg menjatuhkan hadits hadits shahih pada Shahih Bukhari."

[2] "banyak muslimin ahlussunnah waljamaah tidak tahu itu, dan menganggapnya suaranya bagus dan merdu, padahal Rasul saw sudah memperingatkan bahwa kelak akan muncul mereka yg membaca alqur;an dg baik namun hanya sampai tenggorokan saja, (hatinya tidak tersentuh kemuliaan dan kesucian Alqur;an) ........"

[3] "semoga Allah swt memberikan mereka hidayah, kita terus MEMERANGI mereka, bukan dg senjata tentunya, karena mereka adalah saudara muslimin kita namun salah arah karena KEDANGKALANNYA dalam syariah, kita berusaha membenahinya semampunya."


Kalau Anda semua membuka forum Majelis Rasulullah, rata2 tanya jawab dijawab dengan bahasa dan tulisan anak sekolahan yang tak tampak keilmuannya sama sekali. Kelihatan jelas tak terbiasa nulis. Kelihatan jelas asal-asalannya. 

Atau, kadang mirip bahasa SMS anak sekolahan. Jadi begitu ya ciri khas gaya penulisan seorang Habib? 

Tapi, sepertinya: jawaban2 di forum tersebut bukanlah sang Habib yang menjawabnya, melainkan orang2 suruhan yang memiliki background pendidikan bagus dalam pengetahuan Islam; meskipun apa yang mereka ketahui dan yakini belum tentu bagus. Dan kemungkinan besar, orang2 suruhan ini memang ada ilmunya, melebihi keilmuan beliau.

Saking berlimunya, MENGECER IJASAH ke orang2 awam...sepertinya mereka ini tiap hari dikunjungi 'wali murid' untuk bagi-bagi ijasah.

'Selama dibayar, ijasah ngalir terus....saldo berkurang ==> Ijasah ngadat."



Friday, June 15, 2012

MENGEJAR WAHABI : "Definisi Wahabi?"

oleh Hasan Al-Jaizy


[Definisi Wahabi?]

"Di kampung ane parah. Ada penceramah [baca: kyai] kondang diundang ke kampung buat ceramah. Ceramahnya emosional. Sampai di akhir ia berdoa: 'ALLAAHUMMAL'AN WAHHABIYYIIN' [Ya Allah, laknatlah orang2 Wahabi]. Masalahnya, ia adalah kyai terkenal, tapi kok melaknat begitu!?"

Di atas adalah seonggok cerita dari seorang teman sekelas di kampus, yang ia bukan seorang Wahaby [juga saya dan Anda], tentu saja muslim [juga saya dan Anda].

Pertanyaan ini selalu ada:

--> Apakah Wahaby itu?
--> Siapakah Wahaby itu?

Ada beberapa kisi-kisi:


1. "Wahabi adalah orang yang jenggoten"
Dalil: Ada ustadz pengajian dan majelis ta'lim menjelek-jelekkan lelaki yang berjenggot ; karena itu adalah ciri khas orang2 Wahaby.

Tanggapan: Rusak sekali. Bahwa Nabi, para sahabat, tabiin sampai beberapa kyai NU di masa lampau itu masyhur jenggoten. Ngakak berguling-guling lah kita kalau mereka semua disebut 'Wahabi'.


2. "Wahabi adalah orang yang cingkrangen"
Dalil: Masyhuur

Tanggapan: Tetap rusak. Karena ikhwan2 Jama'ah Tabligh juga memenuhi persyaratan ke-Wahabi-an: jenggoten dan cingkrangen. Namun mereka tidak tahu apa itu Wahabisme. Yang di fikirannya sebatas khuruj untuk dakwah, bagaimana caranya tinggal di masjid orang, dan...apa lagi?
Plus, beberapa tokoh Dragon Ball tidak pernah tahu Wahabisme. Ninja Hatori, dalam perjalanan mendaki gunung lewati lembah tak pernah disangka sebagai seorang Wahaby. Apalagi Wiro Sableng 212. Alih-alih disebut Wahabi, wong ngaji aja belum tentu bisa kok. Tapi, mereka semua cingkrangen!


3. "Wahabi adalah yang jenggoten, cingkrangen, suka membid'ahkan dan mengkafirkan kaum muslimiin"

Tanggapan: Mau berapapun persyaratan untuk masuk ke definisi Wahabi, tetap saja rusak. Wong otak orang2 anti-Wahabi saja sebenarnya sudah mulai rusak; cuma ga sadar saja. Nah, karena rusaknya itu, jadi lebay. Lebay dalam beribadah dan lebay dalam memahami perkataan orang.

Jadi, ketika ada orang yang mengatakan Maulid itu bid'ah [misalnya], langsung disebut 'Wahabi'? Lho, sebagian teman2 Ikhwani juga mengatakan 'Merayakan hari Ulang Tahun Nabi itu bid'ah' [meskipun bagi mereka: merayakan hari ulang tahun partai itu tidak bid'ah =DOR!]. Apakah mereka Wahabi? Tentu saja tidak!

Dan mengkafirkan ini seperti apa maksudnya ya? Kalau mengatakan: 'Orang2 Syi'ah [Imamiyyah] itu kafir; karena mereka menuhankan Ali dan para imam, mencela sahabat dan menuduh Al-Qur'an telah dirubah', ini adalah perkataan orang2 muslim keseluruhan. Oh iya, saya lupa kalau dedengkotnya sampeyan itu 11-12 dengan Syi'ah.


4. "Wahabi adalah yang berseberangan dengan Aswaja"

Tanggapan: Nah, ini dia yang kudu lebih digali lagi. Aswaja di sini Ahlus Sunnah versi siapa? 
Jangan sampai ada monyet mengaku-ngaku sebagai nenek moyang manusia demi mengangkat harkat-martabat monyet. 

Masalahnya, sekarang ada kelompok orang-orang yang merasa PALING BENAR, PALING BERILMU dan PALING BERKUASA UNTUK BERIBADAH mengaku-ngaku sebagai Ahlus Sunnah, padahal mereka ini Ahlul Bid'ah wal Jama'ah [Abwaja]. 
=> Mereka ini merasa paling benar sendiri; karena ga mau diprotes, dikritik padahal kritikannya disertai ayat Al-Qur'an dan Hadits.
=> Mereka juga merasa paling berilmu. Ada juga yang mengklaim berilmu karena mendapat sanad langsung; atau mendapat mimpi dari Rasul dsb. Benar, mereka adalah orang berilmu; karena mengilmui bagaimana caranya menipu.
=> Mereka juga paling berkuasa untuk beribadah. Lihat saja majelis dzikir dan ta'lim nya. Sudah mirip konser dzikir; ilmunya ga dapet. Kelihatannya berkuasa sekali di malam-malam berisik, gaduh, kampungan dan songong.

Apakah Aswaja yang dimaksud adalah yang tersifati seperti di atas ini?

Jika 'iya', maka banyak sekali orang2 Wahaby di dunia ini. Karena saya, keluarga saya, teman2 saya dan puluhan ribu orang berakal lainnya, mual melihat kelompok di atas. Dan kita semua berseberangan dengan mereka.


Beberapa kalimat:

STEP 1 => "Wahabi adalah orang2 yang merasa paling benar!"
STEP 2 => "ASW menyalahkan semua Wahabi!"
STEP 3 => "Orang yang menyalahkan orang yang merasa paling benar adalah orang merasa lebih benar daripada orang yang merasa paling benar"
STEP 4 => "ASW merasa lebih benar dari Wahabi yang merasa paling benar [menurut mereka]"

KESIMPULAN: "ASW adalah jenis orang yang merasa paling benar...merasa lebih benar dari siapapun"


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/404194039621987

Thursday, June 7, 2012

Asawah vs Sawah

oleh Hasan Al-Jaizy

ASW: "Mereka memang gemar menuduh kaum muslim melakukan perbuatan syirik"
SW: "Mereka memang gemar 'merasa' dituduh kaum muslim melakukan perbuatan syirik"

ASW: "Kami memegang teguh Fiqh Syafi'i dan mempelajarinya."
SW: "Benar; sekaligus pihak yang pertama melanggar atau tidak mengamalkan sebagian materi."

ASW: "Kalian merasa paling benar sendiri!!!"
SW: "Dan dengan kalimat itu, kalian merasa lebih benar dari kami. Lebih parah mana!?"

ASW: "Kalian adalah fitnah zaman ini!"
SW: "Tentu saja, itu bagi kalian = yang merupakan fitnah zaman lalu, kini dan seterusnya."

Label? No....just do what it is good...no need for labels

Thursday, May 10, 2012

MERABA MEDAN : [14] Mengeluarkan Orang dari Barisan

oleh Hasan Al-Jaizy


[Mengeluarkan Orang Dari Barisan Sunnah]

Seorang alim [atau ulama] dan setaranya tercipta untuk menjadi imam. Imam berdiri untuk diikuti. Lalu, para muqallidiin, atau thullab al-ilm secara umum memanut dan mengikuti arahan-arahan sang Imam. Jika sang Imam berkata 'Ini adalah Sunnah...itu adalah Bid'ah', maka otomatis sebagian dari pengikut akan mengucap kalimat serupa, atau kalimat yang berlebih, dengan bumbu-bumbu pedas yang sering menjilat mata lawan dakwah.

Bagaimana jika sang Imam memiliki hobi akut nan merugikan yang juga digemari para muqallidiin umyaa [baca: pengekor; pembeo]? Seperti hobi men-jarh [menikam nama] para ulama, atau asaatidzah yang zahirnya mereka adalah orang2 baik. Great, baik bagi sebagian orang namun belum tentu baik bagi kalangan lain.

Masalah ini kita kerucutkan menjadi satu titik: 'Apakah layak menendang seseorang dari lapangan Sunnah karena masalah perbedaan pendapat dalam sebuah masalah ijtihaadiyyah?'


 Ingat prinsip ajaib ini:

"Kami adalah Sunnah...Sunnah adalah kami. Barangsiapa menyelisihi kami, maka dia telah menyelisihi Sunnah. Bagaimana mungkin orang yang menyelisihi Sunnah adalah Ahlu Sunnah!?"

Sekilas memang tampak lezat dan tepat. Namun, perhatikan pula aroma arogansi, hizbiyyah dan merasa paling-benar-sendiri dalam prinsip tersebut. Ajaib jika kunci Sunnah hanya dipegang oleh 'mereka'. Lebih ajaib lagi, jika ternyata ada yang membuat LSM [Lembaga Sertifikasi Manhaj] -meminjam istilah dari beberapa ikhwah- yang bertugas mencap stempel dan mengorbitkan nama-nama asaatidzah atau daaiyah yang telah keluar dari manhaj Salaf atau Ahlus Sunnah. Bukankah ini ajaib? Bukan! Ini arogansi!

Camkan biak-biak, wahai manusia, Imam Ahmad sendiri pernah berkata:

إخراج الناس من السنة شديد
"Mengeluarkan manusia dari Sunnah adalah perkara yang keras [besar]."

Bagaiman menurut Anda jika itu justru dijadikan hobi?


 Karena Foto, Keluar dari Sunni-Circle?

Foto modern termasuk perkara modern dan perlu pemikiran modern dalam melantunkan apa hukumnya. Yakni: Apa hukum memfoto makhluk hidup, manusia-jin-hewan-alien tanpa keperluan darurat? Sebagian ulama berpendapat haram, sebagian membolehkan [dalam artian: tidak bisa melarang begitu saja], dan sebagian mengatakan 'tergantung tujuannya'.

Lalu datang sepasukan yang buruan nafasnya seirama dengan ikhwah yang berkantor di LSM di atas, mencap jidat siapapun yang tertemu jika mereka memasang gambar makhluk hidup dengan kalimat : 'Antum bukan Salafi lagi, antum bukan Ahlus Sunnah'.

Karena apa? Karena foto seekor kodok.
Karena apa? Karena bekerja di yayasan sebagai guru.
Karena apa? Karena tidak seperguruan dan se-pengajian.

Jika mereka dan pengajian mereka berada di hutan saja terasingkan, maka nafas-nafas mungkin tidak lagi memanas. Silahkan cap jidat hewan-hewan itu sekehendaknya.


Terakhir:

Meminjam perkataan Syikh Hamd ibn Abdul Aziiz

ومن الظلم والجور الناتج في الغالب عن قلة العلم، أن يُخرج السني من السنة بمسألة يسوغ فيها الخلاف

"Merupakan [bentuk] KEZALIMAN yang berasal atau ternilai dari sedikitnya ilmu: Mengeluarkan seorang Sunni dari Sunnah, tersebab sebuah masalah yang terjadi di dalamnya khilaf [antara ulama] [yang mu'tabar]."


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/383628151678576

Tuesday, May 1, 2012

MERABA MEDAN : [9] Umat Sudah Terpecah, Dipecah-pecah Lagi!

oleh Hasan Al-Jaizy

Ada 2 grup yang judulnya konyol:
1. Bubarkan PBNU [Penyebar Bid'ah Nyesatkan Umat]
2. NU Merupakan Ormas Sumber Bid'ah

Siapapun admin grup konyol itu [yang mungkin tadinya adalah grup biasa namun diganti nama], maka berkongsi dan berkonspirasi dengan setan adalah kelakuannya. Oh...oh...tidak peduli dia memakai label untuk dirinya mengatasnamakan 'Salaf', atau Generasi Terbaik Umat. Salaf dan generasi terbaik tidak konyol seperti itu, bukan?

Terima kasih; karena dengan adanya 2 grup tersebut, nama Salafi-Wahabi semakin tercemar; sehingga beberapa orang yang merasa paling ghuroba semakin merengek dan mengeluh tentang keterasingannya.


Cerminkan 2 tingkah konyol masa kini:

1. Mengangkat tema yang memicu debat di muka umum. Lalu, ketika ada orang yang merasa tersinggung dan mengajak debat, ia langsung berlindung di balik ayat, hadits, perkataan ulama dll, bahwa berdebat itu tidak bagus. Semoga ini bukan sikap hipokrit. Jika berdebat itu tidak bagus, maka memancing orang agar berdebat, itu lebih tidak bagus dan...hina.

2. Meneriakkan: 'Ormas ini pemecah belah umat....Bid'ah adalah pemecah belah umat', sementara dirinya sendiri adalah pemecah belah umat di tengah umat yang berpecah belah. Yang boleh dilabeli hipokrit, jika setelah memecah belah, ia berlindung di balik dalil atau 'cuci tangan' hingga tidak ketahuan siapa dia.


Berkongsi dan berkonspirasi dengan setan.

Saya pribadi, pernah mengunjungi beberapa lokasi yang sangat-sangat terpencil, yaitu pelosok. Beberapa daerah telah mengenal Islam, penduduknya shalat 5 waktu. Dan yang saya lihat itu adalah berkat upaya dai-dai dari NU di masa yang sangat lampau. Mereka tahu bagaimana bersuci, bagaimana shalat dan puasa. Meski mungkin ada kekurangan dan ada hal-hal yang berbau bid'ah. Jangan menafikan ini. 

Kalimat bodoh seperti itu takkan merubah bisul menjadi kapsul. Tapi, justru menjadikan bisul tertumbuh kurap dan borok di sekitarnya. 

Note: 
Tidak peduli dari saya, entah yang membuat grup bernama konyol itu adalah teman FB atau teman dunia nyata atau bukan, atau keledai bermanhaj. Terserahlah. Bila tidak terima dengan kalimat-kalimat saya, ketahuilah, ada 10 juta orang yang tidak terima dengan kalimat Anda sebagai nama grup.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/378166692224722

Monday, April 30, 2012

MERABA MEDAN: [7] ASWAJA: Kegoncangan Trinitas Tauhid?

oleh Hasan Al-Jaizy

Serial MERABA MEDAN VII

[ASWAJA: Kegoncangan Trinitas Tauhid?]

[A] Beberapa ulama dan kyai Aswaja, beserta murid-muridnya [semoga Allah merahmati mereka dan kaum muslimin keseluruhan] mengatakan bahwa Salafi-Wahabi memiliki "konsep trinitas dalam Tauhid". Dan seakan mereka mengkiaskan konsep Tauhid Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma wa Sifat seperti konsep ketuhanan versi Katolik.

[B] Kyai yang paling Aswaja di antara mereka, Prof. Said Agil Siradj -semoga Allah memberi hidayah kepadanya dan kaum muslimiin keseluruhan-, pernah suatu ketika mengkiaskan 'Aqidah Agama Kristen Suriah [atau sekitarnya] seperti Aqidah Umat Islam', dengan mengkiaskan ke-Rububiyyah-an, ke-Uluhiyyah-an dan Sifat dan Nama-nama.


Bukan Trinitas Tauhid yang Goncang...

Tentu saja fakta A dan B begitu kontradiktif. 

Kenapa Aswaja menolak pembagian Tauhid menjadi 3? Tidak lain tidak bukan karena sentimen terhadap Salafi-Wahabi. Period!
Kenapa Pak Said justru mengatakan secara tidak langsung 'Aqidah Umat Islam adalah 3 Pembagian Tauhid', padahal ulama Aswaja lain justru menentang pembagian tersebut? Apakah antara Aswaja yang satu dengan lainnya saling bertentangan?

Jawaban: Selama bukan melawan Salafi-Wahabi, kita boleh berbeda dalam satu nama: Aswaja. Namun, selama dalam penentangan terhadap Salafi-Wahabi, kita harus bersatu dalam satu nama: Aswaja.

Saya berfikir seperti ini:
"Bukan Trinitas Tauhid yang Goncang...
Tetap Aswaja sendiri lah yang Goncang"


Perkataan dia: 'Salafi-Wahabi adalah bentukan Nashara' sudah bisa dipastikan berasaskan kejahilan, ketidaktahuan dan kemerasa-tahuan.

Karena statement di atas membutuhkan bukti ilmiah yang bersifat historis. Jika hanya berlandaskan sebatas fakta bahwa ikhwah Salafi-Wahabi mengatakan Tauhid terbagi menjadi 3, dan ada kemiripan dengan ketuhanan Katolik yang 3, maka ini merupakan bentuk kebodohan di puncak kedunguan; tak peduli apapun titelnya.

Karena para ulama dalam membagi tauhid menjadi 3 berlandaskan istiqra' [research] terhadap ayat-ayat dan jua hadits2. Plus, pemahaman pembagian 3 ini sama sekali tidak menabrak, bahkan menggesek panas Aqidah Islamiyyah sedikitpun. Pasalnya, jika kita membaca cermat penjabaran ulama tentang ketiga pembagian Tauhid, kita dapati hal tersebut benar-benar benar.

Penyangkalan itu sebenarnya terlahir dan terpusat dari hati mereka yang sudah terlanjur sentimen saja. 

===========================

Jika salafi-wahabi adalah bentukan Nashara, maka Aswaja adalah bentukan musyrikiin. Kenapa? Karena sebagian besar umat Aswaja adalah liker of 40 harian dan haulan. Tanyakan pada orang2 musyrik, apakah mereka melakukan ritual serupa berlandaskan ketepatan waktu dari hari kematian? Jika dijawab "Ya", maka kesamaan ritual haulan dengan ritual musyrik adalah ada!

Namun, tentu saja kita tidak mengatakan Aswaja adalah bentukan musyrikiin, Budha ataupun Hindu. Aswaja adalah bentukan kaum muslimiin, namun ada beberapa penyimpangan.


Dan kita semua -ulama atau awamnya- TIDAK MEMAKSA seseorang untuk mengamini pembagian tersebut, karena mungkin saja seseorang tidak bersedia membagi Tauhid menjadi 3, namun di hati dan amalannya mengamini segalanya tentang Tauhid.

Dalilnya: Para sahabat tidak ada yang mengatakan Tauhid menjadi 3, namun di hati dan amalan mereka -ridhwaanullahi anhum- mengamini ketiganya dengan sebenar-benar cerminan.

Sementara Ibnu Qayyim sendiri membagi Tauhid menjadi 2: Tauhid Khabary dan Tauhid Thalaby [dengan nama yang berbeda2], namun intinya sama dengan ketiga pembagian Tauhid. Wallahu a'lam.



Saturday, April 14, 2012

Ada Keretakan Di Antara Persatuan

oleh Hasan Al-Jaizy

Bahkan di antara sebagian orang-orang yang menisbatkan diri pada Salaf pun ada keretakan dan perseteruan. Secara relatif terkadang begitu dahsyat; hingga seakan kedua ketiga kubu seperti tak tahu apa itu 'ukhuwah'.

Lalu, salah siapa? Ya salah mereka sendiri. Mengapa harus menyalahkan selain mereka sementara pelakunya mereka sendiri!?

Hati-hati dengan karakter: "Kami adalah Sunnah, dan Sunnah adalah kami. Siapapun yang menyelisihi kami, berarti ia menyelisihi Sunnah."

Bagi yang berfikir, kalimat di atas bisa mewariskan marabahaya secara makna. Dan itu salah satu pangkal perseteruan. Terserah kalau tidak setuju.

Sunday, April 8, 2012

Mengais Kedustaan di Padang Kehabiban

oleh Hasan Al-Jaizy

Petikan dari sebuah forum Habib yang copas dari Majalah Cahaya Nabawy:

"Sejak hadirnya Wahabi, dunia Islam tidak pernah tenang penuh dengan pergolakan pemikiran, sebab kelompok ekstrem itu selalu menghalau pemikiran dan pemahaman agama Sunni-Syafi'i yang sudah mapan."


Tendang saja:

1. Sejak hadirnya Hwahabib2 trendy, tetangga sering terganggu ketenangan karena menyebarkan amar: "Sholawatanlah keras-keras!" Mereka tidak merasa ekstrim sama sekali. 

2. Sejak hadirnya Hwahabib2 trendy, pada baliho-baliho jalan seringkali terpasang wajah-wajah artis 'agamis'. Hebatnya, mereka berhasil mengalahkan trend orang2 partai soal pemasangan muka.

3. Pergolakan pemikiran itu sudah ada sejak keberadaan Khawarij. Kini ditambah lagi dengan berjamurnya Habib-habib yang sangat tidak 'habib'.

4. Tukang ngobral ijasah dan bid'ah pasti menganggap siapapun yang menentangnya sebagai 'ekstirimis'. Itu wajar, karena keberadaan penghalau/penentang menyebabkan rekening tak lancar mengalir lagi dan pamor akan hancur.

5. Agama Sunni [Islam yang sahih] yang sudah mapan? Jika sudah mapan, KERJAKAN yang SUNNAH, dan jangan semaunya MENGHASANKAN yang BID'AH. Lucunya, Pak Habib terbalik, bukan?

6. Memangnya yang Sunni cuma Syafi'iyyah saja? Ke mana Hanafiyyah, Malikiyyah dan Hanbaliah? Ups, jangan-jangan Syi'ah nanti disebut Sunni. Habiiis, mahkota di kepalanya hampir sama siiii.



Wednesday, April 4, 2012

Kebangkitan Wahabi

oleh Hasan Al-Jaizy

Makin kemari, individu2 yang dikategorikan sebagai 'Wahabi' itu semakin banyak dan dakwah model mereka malah semakin meluas. Salah satu dari beberapa faktor terbesar adalah:

--> PROMOSI dari pihak Anti-Wahabi sendiri

Jadi, patut disyukuri, beberapa individu Anti-Wahabi [mulai dari tingkat Profesor, Habib berijasah/bersanad hingga awam terjahilnya] mem-'promosi'kan pergerakan Wahabi di situs, ceramah atau perantara lainnya.

Uniknya, individu2 Wahabi kebanyakan kalem mem-promosikan. Ini adalah sebuah Sunnah Ilahiyyah [jalan hikmah dari Allah], bagaimana Ia menunjukkan jalan yang benar pada banyak orang melalui lisan-lisan Iblis atau pendusta.


Contoh real:

Lihatlah foto yang di-upload akun ini, dengan menyertai banyak situs Wahabi. Kaum muslimin umumnya patut berterima kasih atas promosi ini; karena situs2 itu adalah situs2 baik. Menarikanya, kaum Wahabi sendiri belum tentu mengenal semua situs tersebut. Wah...wah...sungguh upaya yang patut diapresiasi.


http://www.facebook.com/photo.php?fbid=110225595776024

INGAT ga?

Ingat ga 11 September 2011? Setelah tragedi itu, Islam seakan terpojok dan tercoreng citranya secoreng-morengnya. Kaum-kaum Iblis dan pendusta berusaha memelintir fakta dan menipu manusia dengan mengatakan Islam begini begitu dalam wajah negatif.

FAKTANYA: Justru kian kemari yang masuk Islam malah berbondong-bondong. Sekarang, malah rata2 pemeluk agama non-Islam meragukan agamanya sendiri. Akhirnya mereka masa bodoh lah sama agama dan kitab suci versi mereka.


TAHU ga?

Kelihatan secara zahir, kaum Wahabi sekarang dituduh begini begitu, dijelek-jelekkan kesana kemari. Di masjid2 para ustadz bersongkok hitam mengaibi Wahabi. Begitu juga dengan Habaib trendy yang jago nitip rekening di setiap thread fatwa situsnya, atau Habib yang jago lempar batu ke kaca rumah atau gedung....mereka tak henti-hentinya mencela Wahabi, dengan kalimat yang sangat 'ilmiah' [menurut awam]. Belum lagi media Liberal dan Sekuler. Tak lupa juga wajah-wajah bertopeng Ahlus Sunnah, tapi bau kemenyan Syi'ah nya ketara sekali....tak henti Wahabi dicela.

FAKTANYA: Justru kian kemari yang memahami Wahabisme malah semakin banyak. Malah orang2 yang menggunakan akal mulai mengambil jalan tengah. Setidaknya, meskipun tidak ikut Wahabisme, yang penting tidak asal menelan bulat-bulat ludah basi pangeran2 anti-Wahabi.


PERBEDAAN INI BEGITU LUCU:

1.--> Rata2 atau kebanyakan orang yang mencela Wahabi, justru tidak tahu Wahabi, melainkan sekedar 'ikut-ikut' mencela atau diprovokasi oleh pihak yang tak bisa bertanggungjawab akan kevalidan celaan tersebut.

1.--> Rata2 atau kebanyakan orang yang memahami Wahabi, atau mulai mendekati Wahabi, adalah yang menggunakan AKAL dan berusaha melihat sendiri realitasnya. Yakni, di antaranya berteman dengan orang2 Wahabi atau membaca buku singkat karangan ulama Wahabi.

=======================

2.--> Sangat banyak dari pencela Wahabi itu adalah orang2 berjubah ormas, partai dan semacamnya. Atau malah awam yang sebenarnya ga tau apa2.

2.--> Banyak pula dari pemaham faham Wahabi, justru dulunya sangat anti terhadap Wahabi. Tapi, karena berusaha moderat [tanpa mengaku2 moderat] dan berusaha menengah di jalan, maka tampaklah mana yang jelek.

=======================

3.--> Orang miskin, jika disumpel duit untuk mencela Wahabi, pasti mau. Orang dungu, tanpa disumpel duit untuk mencela, namun sekedar ikut trend, pasti mau. Sebagaimana mereka yang murtad dari Islam karena Mie Instan

4.--> Orang pintar, disumpel atau tidak disumpel duit, tidak mencela kecuali tahu. Lha, kebanyakan yang keluar dari madzhab lama nya dan berusaha menengah atau justru ikut Wahabisme itu rata2 orang2 kritis dan punya 'akal'.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/359854064055985