oleh Hasan Al-Jaizy
Budaya ngospek para plonco (calon maba yang sedang ikut kegiatan
pengenalan terhadap kampus) dengan tarekat-tarekat HINA, meskipun atas nama
'Pengenalan Kampus' atau semacamnya, adalah budaya mahasiswa-mahasiswa rendahan
yang sedang kuliah di kampus rendahan. Mahasiswa dan kampus yang menjunjung
tinggi nilai pendidikan, moral dan kualitas didikan, tidak akan rela
calon-calon penghuninya dihinakan, oleh mereka sendiri.
Syukur, tidak pernah di kampus saya ada planca-ploncoan. Bagi kami,
hanya mahasiswa bodoh yang seperti itu. Menjadikan para maba terlihat bodoh,
padahal mereka sendiri juga tergolong bodoh.
Selain itu, para mahasiswa yang merasa senior dan mengenal kampus,
lagaknya seperti sudah layak dianggap senior dari segi kualitas. Mirip
mayoritas mahasiswa pendemo; rata-rata mereka itu yang hobi tidur di kelas,
main game di lingkungan kos, begadang dan hidup kesehariannya cuma bernilai
lawakan rendah saja. Dan, menjelang hari ospek, mereka tiba-tiba menjadi orang
paling sibuk dan paling terlihat seolah ingin 'mendidik'.
Andai memang mereka belajar sungguh-sungguh dan punya ilmu tinggi,
takkan rela mereka mencoret-coret muka para calon mahasiswa, menyebut mereka
binatang, menjadikan mereka serendah binatang, meminta memakan hal yang tak
layak dimakan, memaksa mereka memakai aksesoris yang memicu gelak tawa dan
banyak lagi. Para mahasiswa senior yang bodoh senang dan girang melakukan ini.
Dan jika dosen-dosen mereka menjadikan hal semacam ini hal yang wajar, biasa,
atau malah hiburan, maka...begitulah. Like dosen like mahasiswanya.