Showing posts with label Syaikh Ibn Al-Utsaimiin. Show all posts
Showing posts with label Syaikh Ibn Al-Utsaimiin. Show all posts

Friday, December 28, 2012

HARAPAN Seorang Guru Di DEPAN Murid-muridnya [Sebuah Renungan]

oleh Hasan Al-Jaizy


Suatu hari, di tahun 1414 Hijriyyah, [hitung berapa tahun yang lalu], di negeri Saudi Arabia, ada seorang guru yang rutin mengajar murid-muridnya. Di sebuah majelis yang rutin digelar di hari tertentu. Majelis Mingguan.

Guru ini dahulu -di awal masa mengajar-, hanya dihadiri segelintir orang. Bahkan pernah hanya 1 murid. Namun tetapbersabar hingga berdatangan di bulan dan tahun berikutnya banyak dari murid.

Di suatu hari, tahun 1414 Hijriyyah, beliau mengucapkan ini:

الآن كتاب رياض الصالحين يُقرأ في كل مجلس ، ويُقرأ في كل مسجد ، وينتفع الناس به انتفاعاً عظيماً ، وأتمنى أن يجعل الله لي كتاباً مثل هذا الكتاب ، كلٌ ينتفع به في بيته ومسجده

"Sekarang, kitab Riyadhus Shalihin [karya An-Nawawy] dibaca di setiap majelis [ta'lim], dibaca di semua masjid, dan manusia mengambil manfaat darinya. Manfaat yang sangat besar! Aku BERHARAP Allah menjadikan untukku satu kitab seperti kitab Riyadhus Shalihin ini; sehingga semua orang mengambil manfaat darinya...di rumah...dan masjid..."

Siapakah guru ini?

Beliau adalah

Thursday, November 15, 2012

Hasad

"Hasad"

Beliau berkata:

الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار الحطب

"Hasad [Dengki] melahap kebaikan-kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar."

Karena mayoritas pendengki akan menzalimi orang yang didengki dengan cara menyiarkan keburukannya sehingga manusia lari darinya. Dan hal ini termasuk dari dosa-dosa besar, yang kadang bisa meruntuhkan kebaikan-kebaikan diri pendengki.

Setiap seorang pendengki melihat kenikmatan yang diperoleh mahsuud [orang yang didengki] bertambah, semakin bertambahlah kekesalannya dan semakin menyempitlah hati.

[Kitab Al-Ilm, hal. 78]

Jika pendengki itu adalah

Niat Memotong Wudhu

Niat Memotong Wudhu

Kapanpun seseorang berniat memotong suatu ibadah, seperti wudhu atau lainnya, ketika berada di tengahnya, maka terhukumi sebagaimana niatnya. Yakni batal ibadahnya. Dan jika ia ingin kembali melakukannya, maka ia melakukan dari awal.

Seperti ketika seorang siswa berwudhu, lalu berdering bel masuk. Ia pun pergi ke kelas dan melihat rupanya guru belum datang. Inginnya melanjutkan wudhunya. Maka ia tidak boleh meneruskan wudhu yang terpotong tadi. Melainkan harus mengulang dari awal.

Dalilnya [untuk masalah ini] adalah hadits Innama al-a'maalu bi an-niyyaat. Semua amalan tergantung niatnya. Dan karena ia telah meniatkan untuk memotong amalan, maka baginya apa yang ia niatkan. Wallahu a'lam.

[Liqa Al-Bab Al-Maftuuh: 2/14]

Macam-macam Jihad


Macam-macam Jihad 

Jihad terbagi menjadi 3 macam:

[1] Jihad An-Nafs, yaitu berupaya/mengerahkan yang termampu dalam ketaatan terhadap Sang Rahman. Dengan cara: melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya. Dan jihad macam ini dibutuhkan oleh setiap jiwa muslim.

[2] Jihad Al-Munaafiqiin, yaitu jihad melawan orang-orang munafik. Dengan cara: menegakkan hujjah dengan ilmu dan bayaan [penjelasan], bukan dengan pedang atau tombak. Dalilnya:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ

"Wahai Nabi, berjihadlah [melawan] orang-orang kafir dan orang-orang munafik." [Q.S. At-Tahriim: 9]

Thursday, May 3, 2012

Jihad Nafs dan Urutannya

oleh Hasan Al-Jaizy


[Jihad NAFS dan urutannya] 

جهاد النفس: هو إرغامها على طاعة الله، ومخالفتها في الدعوة إلى معصية الله، وهذا الجهاد يكون شاقًّا على الإنسان مشقة شديدة، لا سيما إذا كان في بيئة فاسقة، فإن البيئة قد تعصف به حتى ينتهك حُرُمات الله، ويدع ما أوجب الله عليه

"Jihad Nafs: Memaksakan diri untuk taat kepada Allah, dan menyelisihi panggilan menuju kemaksiatan. Jihad Nafs sangat berat bagi manusia [secara umum], terlebih jika ia hidup di lingkungan yang fasik atau kotor. Sesungguhnya lingkungan meniupnya dengan keras hingga melewati batas menuju keharaman, dan meninggalkan apa yang Allah wajibkan padanya."

[dari kitab Asy-Syarh Mumti' karya Syaikh Muhammad ibn Shalih Al Utsaimiin rahimahullah, jil. 8 hal. 5]


URUTAN-URUTAN JIHAD NAFS

Syaikh Ibnu Al-Qayyim rahimahulah menjelaskan:

"JIhad Nafs memiliki 4 urutan:

إحداها : أن يجاهدها على تعلم الهدى ودين الحق الذي لا فلاح لها ولا سعادة في معاشها ومعادها إلا به ومتى فاتها عمله شقيت في الدارين 

1. Berjihad dengan MEMPELAJARI petunjuk dan agama yang haq; yang tiada keberuntungan, tiada kebahagiaan dalam hidup dunia-akhirat kecuali dengannya. Dan ketika amalannya luput dari petunjuk [ilmu], maka ia akan sengsara di dua alam.

الثانية : أن يجاهدها على العمل به بعد علمه ، وإلا فمجرد العلم بلا عمل إن لم يضرها لم ينفعها 

2. Berjihad dengan MENGAMALKAN apa yang telah ia ilmui. Jika tidak, maka ilmu yang tak diamalkan tak memberi manfaat, atau justru membahayakannya.

الثالثة : أن يجاهدها على الدعوة إليه وتعليمه من لا يعلمه وإلا كان من الذين يكتمون ما أنزل الله من الهدى والبينات ولا ينفعه علمه ولا ينجيه من عذاب الله 

3. Berjihad dengan BERDAKWAH, MENYERU kepadanya dan MENGAJARKAN orang yang tidak tahu. Jika tidak, maka sesungguhnya orang yang menyembunyikan petunjuk dari Allah, tidak bermanfaat ilmunya dan tidak meloloskan dia dari adzab Allah.

الرابعة : أن يجاهدها على الصبر على مشاق الدعوة إلى الله وأذى الخلق ويتحمل ذلك كله لله 

4. Berjihad dengan BERSABAR atas jerih berdakwah menuju-Nya, juga atas duri atau celaan makhluk dan menahan rasa dari semua itu demi Allah."

[Zaad Al-Ma'aad karya Syaikh Ibnu Al-Qayyim rahimahullah, jil 3.]



Seorang Muslim selayaknya bermudah-mudah dalam menyebar kebaikan dan mengajarkan manusia jua memberi faedah selama ia punya kebaikan dan ilmu tersebut; TANPA merasa gengsi dan TANPA merasa takut tidak disukai. 

Tujuannya bukan mencari gengsi
Tujuannya bukan agar disenangi
Tapi, kita hanyalah menyampaikan
Karena, jika tidak menyampaikan dan gengsi, baca kembali point2 dari Ibnu Al-Qayyim di atas.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/379868072054584

Wednesday, April 25, 2012

Sekilat tentang SYAIKH MUHAMMAD IBN SHALIH AL UTSAIMIIN

oleh Hasan Al-Jaizy

Sekilat tentang SYAIKH MUHAMMAD IBN SHALIH AL UTSAIMIIN

Sesungguhnya Syaikh MUhammad -rahimahullah- mempunyai rutinitas yang juga tertuju untuk ibadah. Beliau tidur awal setelah waktu Isya. Dan setiap tiba jam 2, beliau terbangun tanpa alarm ataupun pengingat; untuk melaksanakan ibadah yang selayaknya dilakukan terbaik pada sepertiga malam terakhir.


CERITA dari seorang sahabat/teman dakwah beliau, yang maknanya:

"Pernah aku pergi berdakwah bersama beliau, lalu pulang malam dalam keadaan sangat sangat letih menuju maskan [tempat tinggal] kami. Pada jam satu pun kami menaruh kepala kami di atas bantal, dan beliau dalam posisi celentang. Di tengah tidurku , sekitar jam 3 ku setengah terbangun dan melihat beliau sedang berdiri, melaksanakan shalat. Ya, melaksanakan shalat di waktu yang kita benar-benar membutuhkan rehat sepenuhnya."


Dikondisikan dari kajian Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid -hafidzahullah-, salah satu murid beliau, yang berjudul:

100 فائدة من العلامة الشيخ ابن عثيمين

Sekelumit tentang SYAIKH MUHAMMAD IBN SHALIH AL-UTSAIMIIN

oleh Hasan Al-Jaizy

Sekelumit tentang SYAIKH MUHAMMAD IBN SHALIH AL-UTSAIMIIN

"AWAL pertama kali Syaikh Muhammad mengajar adalah tahun 1371 H. Saat itu umur beliau belum sampai 25 tahun. Sepeninggal gurunya -Syaikh As-Sa'dy-, beliau memulai mengajar murid-murid sang guru. Di masa itu, yang datang sedikiiiit sekali, hanya 3, 4 atau 5 dan selebihnya dari murid. Bahkan pernah suatu saat, ketika Syaikh Muhammad memasuki ruang tadriis, ia tak mendapatkan siapapun dan yang terlihat hanyalah sebuah buku milih seorang murid sebagai tanda bahwa ada satu orang murid yang akan hadir.

Maka, sang Syaikh pun tetap di ruang tersebut sembari mengisi waktu dengan membaca Al-Qur'an. Hingga kemudian datang si murid [yang cuma 1] dan mereka berdua pun mengadakan KBM.

Setelah masa awal tersebut, murid beliau mulai menambah dan menambah. Ada yang datang dari kota lain, bahkan negara lain; hingga kemudian malah mencapai 500 atau lebih!!!"


BERAPA TAHUN MENGAJAR?

Beliau mengajar selama 50; mengabdi untuk umat di jalan Allah dengan ilmu!!!

Beliau memulai mengajar tahun 1371 dan berakhir pada Ramadhan [saat beliau sakit keras] tahun 1421. 

Pelajaran apa yang bisa dipetik dari sirah/perjalanan hidup seorang yang salih?


http://www.youtube.com/watch?v=eCToLplcLWE

Wednesday, November 16, 2011

Sedikit Tentang Syaikh ibn Al-Utsaimiin

oleh Hasan Al-Jaizy

Sedikit tentang Syaikh ibn Utsaimiin :

1. Beliau telah menempuh jalan dakwah dan mengajar sejangka mendekati 50 tahun. Setengah abad beliau mengabdi.
2. Beliau tak begitu peduli dengan jumlah hadirin dalam kajiannya; namun beliau sangat tegas dalam menegur dan meminta para hadirin agar menyimaknya.


Cerita pendek suatu ketika:

Pernah sekali beliau datang ke tempat mengajar dan ia tidak menemukan kecuali hanya satu kitab yang ditinggalkan oleh seorang pelajar/murid. Murid tersebut pun sedang di luar.

Ketika beliau melihat kondisi seperti itu, beliau berjalan ke mihrab, mengambil sebuah mushaf dan terduduk membacanya. 

Lalu datanglah murid pemilik kitab melihat beliau sedang membaca mushaf dan tak temukan siapa2 selain beliau. Malu lah ia, sembari mengambil kitab lalu pergi keluar.

Dan tetap beliau bersabar sesabar-sabarnya; hingga akhirnya murid tersebut dibukakan oleh Allah mata hatinya....hingga ia kemudian duduk bersama sekitar 500 murid dalam kajian beliau.

[dari kajian Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid]


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/276992029008856