oleh Hasan Al-Jaizy
Suatu hari, di tahun 1414 Hijriyyah, [hitung berapa tahun yang lalu], di negeri Saudi Arabia, ada seorang guru yang rutin mengajar murid-muridnya. Di sebuah majelis yang rutin digelar di hari tertentu. Majelis Mingguan.
Guru ini dahulu -di awal masa mengajar-, hanya dihadiri segelintir orang. Bahkan pernah hanya 1 murid. Namun tetapbersabar hingga berdatangan di bulan dan tahun berikutnya banyak dari murid.
Di suatu hari, tahun 1414 Hijriyyah, beliau mengucapkan ini:
الآن كتاب رياض الصالحين يُقرأ في كل مجلس ، ويُقرأ في كل مسجد ، وينتفع الناس به انتفاعاً عظيماً ، وأتمنى أن يجعل الله لي كتاباً مثل هذا الكتاب ، كلٌ ينتفع به في بيته ومسجده
"Sekarang, kitab Riyadhus Shalihin [karya An-Nawawy] dibaca di setiap majelis [ta'lim], dibaca di semua masjid, dan manusia mengambil manfaat darinya. Manfaat yang sangat besar! Aku BERHARAP Allah menjadikan untukku satu kitab seperti kitab Riyadhus Shalihin ini; sehingga semua orang mengambil manfaat darinya...di rumah...dan masjid..."
Siapakah guru ini?
Beliau adalah
Guru ini dahulu -di awal masa mengajar-, hanya dihadiri segelintir orang. Bahkan pernah hanya 1 murid. Namun tetapbersabar hingga berdatangan di bulan dan tahun berikutnya banyak dari murid.
Di suatu hari, tahun 1414 Hijriyyah, beliau mengucapkan ini:
الآن كتاب رياض الصالحين يُقرأ في كل مجلس ، ويُقرأ في كل مسجد ، وينتفع الناس به انتفاعاً عظيماً ، وأتمنى أن يجعل الله لي كتاباً مثل هذا الكتاب ، كلٌ ينتفع به في بيته ومسجده
"Sekarang, kitab Riyadhus Shalihin [karya An-Nawawy] dibaca di setiap majelis [ta'lim], dibaca di semua masjid, dan manusia mengambil manfaat darinya. Manfaat yang sangat besar! Aku BERHARAP Allah menjadikan untukku satu kitab seperti kitab Riyadhus Shalihin ini; sehingga semua orang mengambil manfaat darinya...di rumah...dan masjid..."
Siapakah guru ini?
Beliau adalah