Showing posts with label Jilbab. Show all posts
Showing posts with label Jilbab. Show all posts

Friday, March 1, 2013

Emak Rumah Tetangga...eh...Tangga


oleh Hasan Al-Jaizy


Seorang gadis peminis berpakaian minimalis mungkin karena berkarakter ekonomis -irit- bertemu dengan seorang gadis manis berpakaian maksimalis karena berkarakter agamis.

Sebut saja nama gadis peminis : Sinta. (Sinta berasal dari Cinta. Sinta sebenarnya gurunya Wiro Sableng, ia tiba-tiba menghilang sebelum Wiro diwasiatkan olehnya agar turun gunung demi membela kebenaran dan memburu Rana Weleng yang telah membunuh ayah dan ibunya. Ya, dialah Sinto Gendeng, gurunya gendeng muridnya sableng. Ia menghilang. Mungkin sedang berada di Sirdab.)

Sebut saja nama gadis agamis: Habibah. (no comments)

Sinta: "Pakaianmu nutupi seluruh tubuh, apa ga kegerahan, sis?"

Habibah: "Tentu tidak. Kan sudah saya beri Combantrin."

Sinta: "Hellooow? Sekarang 2013, iklan 90-an jangan dibawa-bawa."

Habibah: "Ngafwan, ukh. Ana suka yang jadul-jadul."

Sinta: "Oooh...Kamu ga kegerahan ya? Apa ga ada selain pakaian semacam ini?"

Habibah: "Selain ini? Yang lebih mahal banyakk!"

Sinta: "Jadi, fine-fine aja ya sis pake beginian?"

Friday, November 2, 2012

Melucuti Jilbab, Bra dan Celana Dalam

oleh Hasan Al-Jaizy

Melucuti Jilbab, Bra dan Celana Dalam

Sebagian feminis dan yang sekonco dengannya berkata, "Jilbab itu tidak wajib. Saya merasa tidak perlu itu. Yang terpenting adalah menjilbabkan hatinya dulu. Banyak kok yang berjilbab tapi hatinya busuk."

Sebagai orang yang berakal, kita bisa mengakali jawaban atau menjawab berdasar pada akal. Seperti ini:

"Anda juga tidak perlu memakai celana. Yang penting mencelanai kemaluan Anda. Dalam hal ini, Anda sudah bagus memakai celana dalam. Saya fikir Anda tidak perlu jalan ke luar rumah memakai rok. 

Friday, July 6, 2012

Kebijakan Selalu Kebajikan

oleh Hasan Al-Jaizy


Tak layak disebut bijak seseorang, jika ia tak berbuat bijak meski mahirnya ia berkata dan bertutur bijak. Karena ada mungkinnya seseorang berpandai bahasa dan penyampaian, menghembuskan nafas-nafas bijak, namun tiada kebajikan dalam tingkahnya. 

Bijak bukanlah tutur kata sekedar. Seorang bijak selalu menempatkan diri dan bersikap dengan kadar. Jika salahnya ia berbuat, cepat pula ia sadar. 

...dan wanita bijak tidak mesti ia yang memakai cadar...

Jika memang engkau bijak, yang terlihat dari kalimat-kalimatmu itu, maka terimalah kritikan terhadap dirimu...dan juga golonganmu; karena bukanlah kamu...kecuali juga manusia yang pasti ada salah termiliki.

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/416528341721890

Thursday, June 14, 2012

Tips Formula 44 Untuk Wanita

oleh Hasan Al-Jaizy

TIPS FORMULA 44 untuk WANITA

Kali ini kami akan memberikan beberapa tips pragmatis dan trendi untuk para , bagaimana caranya agar kesulitan masuk surga, meski beramal.

[1] Berpakaianlah tetapi ketatkan pakaian tersebut. Tidak mesti udelnya bergentayangan kemana-mana. Boleh berjilbab malah, tapi kalau bisa celananya itu diperketat ya. Lalu pakai baju kaos yang agak ketat trendi. 

[2] Lalu lenggak-lenggok geol kanan geol kiri dengan gaya gaol. Lirik sana lirik sini...kayak ayam kampung. 

[3] Pakai sanggul atau apalah; yang penting jadikan satu jendolan atau benjolan tepat di belakang batok kepalanya.

[4] Don't 4get 2 upload


Penghuni neraka kebanyakan dari kaum hawa. Dan memang mereka mampunyai jalan lebih mudah ke sana [stairway to hell] dibandingkan kaum pria. Karena mereka bisa menjadi penyebab dan fitnah jika tidak terjaga. Dan dosa penyebab itu lebih besar dan berlipat. 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya (HR. Abu Daud)


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/403880072986717

Friday, February 3, 2012

Sebuah Ironis

oleh Hasan Al-Jaizy

Di minor negara non-muslim yang mencerminkan wajah demokrasi sebenar, beberapa muslimah berjuang mempertahankan jilbab dan kehormatan syariat Islam; meskipun dicibiri, diteror, dihina hingga ada yang diancam penjara.

Sementara di negara berpenduduk muslim terbesar secara kuantitas, sama pula berasaskan 'demokrasi', banyak sekali dari muslimah berjuang mempertahankan pakaian mini dan berjuang menenggelamkan syariat Islam.


Kami sampaikan ayat ini:

"Dan janganlah sekali-kali kamu mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang ZALIM. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak" [Q.S. Ibrahim: 42]


Kamu akan bertanya: "HARI APA ITU?"

Jawab: Surat Ibrahim:

[48] "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa."

[49] "Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu."

[50] "Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka"

[51] "agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya."

Siapa kemudian yang masih menentang Syariat Islam??


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/322459891128736

Sunday, October 30, 2011

Apa Hubungan Jilbab dengan Akhlak Atau Adab?

oleh Hasan Al-Jaizy

Jika ditanya apakah ada hubungan antara jilbab dengan akhlak atau adab, tentu saja jawabannya ada. Jilbab adalah salah satu wasilah menutup suatu bagian yang dianggap aurat. Dan menutup aurat adalah bagian dari akhlak dan adab...ntah akhlak di depan manusia secara umum dan tentunya adab terhadap Allah.

--> Akhlak di depan manusia: karena dengan jilbab seorang wanita dengan keanggunan Islami membawa kehormatan dan menjaganya, sehingga manusia secara normal akan menganggap ia berakhlak; terlepas dari masalah batin, karena manusia hanya dibolehkan menghakimi sesuatu yang zahir.

--> Adab terhadap Allah: karena segala pelaksanaan kewajiban Islam adalah adab terhadap Allah dan segala pelanggaran kewajiban Islam adalah kekurang adaban atau ketiadaan adab terhadap Allah. Adakah mungkin seorang hamba disebut beradab terhadap rajanya ketika ia melanggar perintah sang raja?

 Kemudian terbetik fakta bahwa:

"Sebagian wanita yang tak berjilbab akhlaknya justru lebih baik dari yang berjilbab!"

Tanggapan:

Justru karena itulah, jika seorang muslimah memang ingin menjalani kewajiban agamanya, jangan secara zahirnya--harfiyyahnya--kulitnya saja. Tapi jalankan dengan baik sesuai dengan syariat Dzat Yang Memerintahkan kewajiban tersebut.

Artinya, seorang muslimah yang berjilbab seharusnya lebih tahu malu dengan jilbabnya dalam bertingkah, karena ia otomatis menampakkan agamanya. Dan jika seseorang menampakkan agamanya, ia memiliki konsekuensi untuk berlaku sebagaimana aturan agamanya.

Bukankah seorang ustadz dengan label 'ustadz'nya terbebani secara tidak langsung dengan kewajiban menjaga wibawa dan akhlaknya?

Bukankah seorang doktor dengan gelar 'doktor'nya terbebani secara tidak langsung dengan keharusan menjaga citra dan kualitas keilmuannya?

Nice. Kalau begitu, seorang jilbaber dan seorang berbaju muslim, secara tidak langsung terbebani dengan keharusan menjaga citra diri, akhlak mulia dan nama agamanya; kecuali bagi yang melakukan kewajiban atau sunnah setengah-setangah....mungkin setengahnya pahala, sisanya dosa.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/269170399791019