Showing posts with label Shalat. Show all posts
Showing posts with label Shalat. Show all posts

Thursday, November 1, 2012

Penunggu Makam Keramat

oleh Hasan Al-Jaizy

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa Sallam- bersabda:

الأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلاَّ الْحَمَّامَ وَالْمَقْبَرَةَ

"Bumi semuanya masjid [tempat sah bersujud] kecuali kamar mandi dan kuburan." [H.R. Ibnu Hibban]

Dan setan perlahan-lahan menyeret manusia untuk mengubur masjid-masjid dan memasjidkan kuburan-kuburan. Yakni, ketika tersaksikan oleh mata sendiri, saudara-saudara kita yang semoga diberi hidayah oleh Allah, menjadikan masjid seakan kuburan yang begitu angker dan pantang diziarahi. Sementara kuburan para wali seakan masjid yang harus disucikan dan beribadah di atasnya.

Jika sudah begitu menjijikan di pandangan,

Friday, August 10, 2012

Cerita Singkat Memiriskan

oleh Hasan Al-Jaizy

Tahun 2003 atau 2004, saya bersama teman sekelas [Ust Hanas ] setiap Kamis siang-sore mengajar ngaji anak-anak desa kaki gunung Merbabu yang jaraknya sekitar 8 kilo menanjak dari Pesantren. Selesai mengajar, kami terkadang pulang sebelum maghrib. 

Suatu ketika, kami berjalan di sebuah desa yang memiliki jalanan mobil dan angkutan umum desa juga ada. Mendengarsuara adzan Maghrib dari sebuah mushalla, kami pun sempatkan singgah tuk tunaikan kewajiban. Setelah berwudhu, kami masuk dan tak temukan siapapun kecuali 1 orang, mbah-mbah sudah tua sekali. Ia selawatan sendiri dan tak ada selain kita bertiga. Padahal itu bukan di tengah hutan.

Kami pun shalat berjamaah. Beliau menjadi imam. Selepas shalat dan dzikir, saya bujuk Ust Hanas tuk menanyakan sebab sepinya mushalla karena saya tidak mampu berbahasa Jawa halus...dan kasar jua.

Ternyata beliau sehari-hari memang ADZAN SENDIRI, IQAMAT SENDIRI, SHALAT SENDIRI di mushalla tersebut. Hal itu rutin dilakukannya tiap hari. Dan mushalla tersebut akan seperti gereja di hari selain Ahad: sepi tak bermanusia jikalau beliau tak menghidupkannya.

Miris hati mengingat ini...
 


...teringat hadits ini:

يَعْجِبُ رَبُّكَ مِنْ رَاعِي غَنـَمٍ فِي رَأْسِ شَظِيَّةٍ بِجَبَلٍ يُؤَذِّنُ لِلصَّلاَةِ وَيصُليِ فَيَقُوْلُ اللهِ تَعَالَى اُنْظُرُوْا ِلعَبْدِي هذَا يُؤَذِّنُ وَيُقِيْمُ الصَّلاَةَ ، يَخَافُ مِنِّي قَدْ غََفَرْتُ لِعَبْدِي وَأَدْخَلْتُهُ اْلجَنَّةِ

"Rabbmu kagum kepada seorang penggembala kambing di bukit sebuah gunung. Dia ADZAN dan SHALAT. Allah berfirman: “Lihatlah hambaku ini.!. Dia adzan lalu mendirikan shalat, dia takut kepada-Ku. Sungguh aku telah mengampuninya dan memasukannya ke dalam surga”. [Hadits Shahih di Al-Jami As-Sahiih
]

Entah pak tua tersebut kini masih hidup atau tidak. Semoga Allah mengampuni segala kesalahan beliau

Ada pula di kampung Mbah saya yang Jawa, seorang kakek2 tua sekali yang dipanggil 'Mbah Idris'. Suaranya sangat buruk, mengundang tawa, bongkok, jalannya tidak lancar memakai tongkat dan selalu memakai itu-itu saja. Namun 5 waktu selalu hadir di masjid sebelum adzan, meski ia harus berjalan jauh.

Semoga Allah memberikan maghfirah dan derajat di surga kelak baginya.

Friday, July 27, 2012

Sedikit Tentang Witir

Sedikit mengenai Witir dari Syaikh Muhammad ibn Shalih Al-Utsaimiin:

فيجوزُ الوِترُ بثلاثٍ ، ويجوزُ بخمسٍ ، ويجوزُ بسبعٍ ، ويجوزُ بتسعٍ ، فإنْ أوترَ بثلاثٍ فله صِفتان كِلتاهُما مشروعة : الصفة الأولى : أنْ يَسْرُدَ الثَّلاثَ بِتَشهدٍ واحدٍ ، الصفة الثانية : أنْ يُسلِّمَ مِن رَكعتين، ثم يُوتِرَ بواحدة ،كلُّ هذا جَاءت به السُّنةُ ، فإذا فَعَلَ هذا مرَّةً ، وهذا مرَّةً : فَحَسَنٌ ، ويجوز أن يجعلها بسلام واحدٍ ، لكن بتشهُّدٍ واحدٍ لا بتشهُّدين ؛ لأنه لو جعلها بتشهُّدين لأشبهت صلاةَ المغربِ ، وقد نهى النبي صلى الله عليه وسلم أن تُشَبَّهَ بصلاةِ المغرب

"Witir boleh 3, 5, 7, 9 rakaat. Jika ia berwitir 3 maka mempunyai 2 cara dan keduanya ada syariatnya.

Pertama: Ia menunaikan 3 rakaat dengan satu tasyahhud
Kedua: Dia salam setelah 2 rakaat, lalu berwitir 1 rakaat.

Semuanya datang dari sunnah Nabi. Jika melakukan ini sekali dan itu sekali, it's ok.

Dia boleh menjadikan [3 rakaat tersebut] dengan satu salam saja, namun tasyahhudnya harus 1 juga, tidak boleh 2 kali. Karena kalau tasyahhudnya dua, maka miriplah dengan shalat maghrib. Sementara Nabi melarang shalat tersebut diserupai dengan shalat maghrib."

[Syarh Al-Mumti']

Tuesday, June 12, 2012

Shalatnya Sahih Namun Tertolak!

oleh Hasan Al-Jaizy

Apakah mungkin seseorang shalat dan shalatnya shahih namun tidak diterima?

Ya, mungkin. Shalatnya sah karena menunaikan segala syarat [termasuk bersuci] dan rukun, namun Allah tidak menerima shalat tersebut. Ini terjadi di beberapa sifat, seperti shalatnya orang yang mendatangi dukun dan peramal.

Nabi -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
"Barangsiapa yang mendatangi peramal, lalu bertanya padanya sesuatu, maka shalatnya tidak diterima selama 40 malam." [H.R. Muslim]

Namun ia tetap wajib shalat, dengan menyempurnakan syarat dan rukun, dan shalatnya tidak diterima selama 40 malam. Jika ia meninggalkan shalat, maka kufurlah ia; karena meninggalkan shalat adalah kekufuran [masalah ini perlu pembahasan dan penelitian lebih lanjut].

Ibnu Hajar berkata:

قد يصح العمل ولكن يتخلف القبول لمانع

"Terkadang amalan itu sah dan sehat, namun tidak diterima karena adanya suatu pencegah/penghalang."

Karena itu, sebagian salaf berkata:

لأن تقبل لي صلاة واحدة أحب إلي من جميع الدنيا

"Dengan diterimanya dariku satu shalat saja, itu lebih aku sukai dari seluruh [isi] dunia." [Fathul Bari: 1/407]

Thursday, June 7, 2012

Cap Hitam Di Jidat

oleh Hasan Al-Jaizy

"Bukan sebuah darurat dan keharusan zahirnya tanda cap hitam di jidat untuk setiap orang yang shalat. Itu berbeda-beda tergantung dari jenis kulitnya. Dan zahirnya cap hitam di jidat TIDAK menjadi dalil atau bukti akan kesalehan empunya. Dan yang masyhuur dari kalangan mufassiriin dalam memaknai ayat [سيماهم في وجوههم ] adalah 'cahaya ketaatan' [dari wajah mereka'"

[Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid]

Yes...cap hitam di jidat atau mata kaki yang menghitam tak menunjukkan kesalehan seseorang. 
Selama kita lihat ia bersikap shaleh, terlebih berilmu, maka ia adalah shaleh. Selama kita lihat ia bersikap jahat, meskipun berilmu, ia tidak shaleh. Bukankah begini?

Sunday, June 3, 2012

Beberapa Point

oleh Hasan Al-Jaizy

Beberapa point untuk sore ini:

[1] Dalam banyak kondisi, wanita [entah itu gadis, bersuami maupun janda] suka berkata sesuatu yang justru maknanya adalah antonim kata hati. Jika ia katakan 'Iiih, jahat' atau 'Huh, menyebalkan' pada laki2, maka itu mengartikan sebaliknya.

[2] Dulu diwartakan oleh saya bahwa kita tidak boleh ikut mengangkat tangan + mengamini saat Imam ber-Qunut Subuh. Sekarang, saya melakukannya.

[3] Justru sekarang terbayang di benak saya: 'apa ya yang dilakukan ikhwan yang tidak mengamini-tidak mengangkat tangan?' atau 'apa yang ada di pikiran mereka?' Melihat dulu saya seperti itu, teringat bahwa saya dulu sekedar diam [no amin, no wirid, nothing]. Diam...ya....diam...artinya: nganggur dalam salah satu bagian shalat.

[4] Banyak wanita merasa senang melihat pria-pria Jum'atan.

[5] Banyak wanita merasa senang ketika pria-pria Jum'atan.

[6] Banyak pria merasa senang ketika wanita-wanita ikut Jum'atan.

[7] Tidak senang dengan status saya? Lho, memangnya saya memerintahkan situ untuk senang!?



Friday, June 1, 2012

Aku Heran Pada Yang Tak Faham Arabic!

oleh Hasan Al-Jaizy 

"AKU HERAN terhadap orang yang tidak faham bahasa Arab"

Salah satu pendukung fikiran tuk maju sedikit adalah mempelajari bahasa asing dengan tujuan jelas untuk ke depan. Kami rekomendasikan dengan sangat: Bahasa Arab. Tidak wajib namun -seperti yang telah kami katakan-: tujuannya ada dan jelas. Minimal memahami beberapa ayat penting. Seperti Al-Fatihah, An-Naas, Al-Ikhlas, ayat Kursi dll. Juga beberapa dzikir dan wirid. Karena itu sangat BERPENGARUH terhadap kekhusyuan seorang muslim dalam shalat dan dzikir.

Bahkan -semoga tidak lekas marah- sebagian salaf justru heran terhadap orang2 yang tidak memahami sedikitpun makna dari ayat. Kira2 begini kalimatnya:

"Aku heran terhadap mereka yang tidak faham bahasa [Arab]. Bagaimana mungkin mereka faham ayat tanpanya??? Bagaimana mungkin mereka khusyu' shalat tanpa fahamnya???"


Sebelum menanyakan, tanya diri sendiri...

Sebelum menanyakan siapa ulama salaf yang berkata begitu, ada baiknya mengaca diri masing2. Seberapa dalam pemahaman kita terhadap ayat2!? Atau hadits!? Karena Al-Qur'an diturunkan bukan sekedar dibaca -meski itu sudah bagus-, namun untuk ditadabburi. Bagi orang yang haus akan air telaga yang jernih dari kalam Ilahi, ia takkan mencukupkan diri pada bahasa pribumi, melainkan ia mencoba menggali dengan bahasa asli Al-Qur'an.

Semakin Anda memahami Arabic dengan tujuan memahami kalam Ilahi dan apa yang Dia inginkan darinya, semakin 'maju' fikiran Anda. Dan Islam tidak membebankan siapapun kecuali semampunya.

Jika Anda sedang atau telah berusaha namun kesulitan, sesungguhnya kesulitan menggandakan ganjaran....bukankah itu sebuah kesempatan?


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/396687303705994

Wednesday, May 30, 2012

Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya

oleh Hasan Al-Jaizy

Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya

Kita kembali menengok dan membenamkan pandangan dan fikiran pada realitas sekitar. Cobalah engkau lihat saudaraku di waktu Subuh, siapa dan siapa yang sempatkan diri ke mushalla-masjid tuk tunaikan shalat Jama'ah. Saksikan sendiri mayoritas adalah orang2 tua.

Pertanyaan: "Kenapa mereka sempat2nya berjama'ah?"

Pernyataan: "Kebiasaan membentuk seseorang. Mereka terbiasa sejak lama tuk berjamaah di masjid, meskipun kebanyakan mereka tak meyakini shalat berjamaah itu wajib; tapi habit menuntut diri tuk mewajibkannya. Dan manusia yang tak terbiasa, ia akan merasa berat melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan."


Ada Anak Mengangkat Derajat Bapaknya...Ada Pula Anak Menyeret Jasad Bapaknya

Didikan Shalat vs Didikan Tidak Shalat

A. DIDIKAN SHALAT

Anak muda yang terbiasa mencium aroma mushalla, akan ringan kaki tuk pergi berjamaah. Bahkan bisa jadi ia justru mengalungkan hatinya di tiang-tiang mushalla; hingga hari terasa tak nyaman tanpa 'ziarah' ruhani. Seringkali itu karena didikan ORANG TUA di masa kecil, dan mungkin pula didikan sekolah-pesantren.

Orang tua yang mendidik anaknya shalat dan berbakti; kelak akan tersiram getah madu di kubur dan akhirat. Karena anak yang salih berpotensi besar mendoakan selalu setelah wafatnya; dan ganjaran amalan anak salih juga mengucur deras padanya. Sungguh mungkinnya orang tua terselamatkan berkah upayanya mendidik anak tuk tegakkan tiang islam dalam jiwa: SHALAT.


B. DIDIKAN TIDAK SHALAT

Sementara anak muda yang tak terbiasa merasuk ke barisan orang2 yang ruku', akan berat langkah menuju mushalla. Lebih buruk lagi jika wajahnya begitu kering akan basuhan wudhu. Naudzubillah. Seringkali itu karena didikan ORANG TUA di masa kecil, yang tidak peduli akhirat anaknya, akhirat dirinya, namun peduli sangat keduniaan keduanya.

Maka jangan sesali gerangan siapapun kecuali diri sendiri; ketika segala bakti si orang tua pada masyarakat, bangsa dan negara runtuh seketika ketika si anak di akhirat melapor: "Ya Rabb, sungguh tiada dulu ku dididik oleh orang tuaku tuk tunaikan amar-Mu!" Jika itu terlafadzkan, maka sungguh tiada yang lebih tersesali kecuali ketika seorang anak sendiri menyeret orang tuanya sendiri ke api yang menyala-nyala.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/395855140455877

Monday, April 30, 2012

MERABA MEDAN: [6] Dosa Pezina/Pencuri/Peminum ==> Kalah

oleh Hasan AL-Jaizy

Serial MERABA MEDAN VI

[Dosa Pezina/Pencuri/Peminum ==> Kalah]

Di sekitar Anda mungkin ada para pezina, atau pelacur yang tiada penghasilan ia punya selain dari pelacuran atau perzinahan. Hartanya haram, dan daging hasil harta haram memiliki kekhususan sebagai calon dijilat api neraka. Sementara doa-doa tak diterima dan tak terkabul. Betapa terlaknatnya!?

Di sekitar Anda mungkin ada maling, perampok, koruptor di kursi pemerintahan atau koruptor di kursi toko. Sebagian hartanya adalah hasil korupsi dan 'nilep'. Atau dengan mengenakan seragam, mereka rampok terang-terangan uang orang dengan cara yang semi-resmi. Harta haram menghasilkan daging yang sedap tuk dijilat api neraka. Sementara doa-doa tak diterima dan tak terijabah. Betapa durjananya!?

Di sekitar Anda mungkin ada pemabuk di tengah malam, atau di sepertiga terakhirnya. Setelah mabuk, kejahatan lain pun berentet terlaku; karena khamr adalah bunda pembangkangan dan kemaksiatan, bukan?

Dosa-dosa mereka secara takaran dosa, MASIH TIDAK LEBIH BESAR dari dosa suatu hal. Apakah itu???


 Ibnu Qayyim rahimahullah dalam muqaddimah risalah Ash-Shalaah wa Hukm Taarikiha:

لا يختلف المسلمون أن ترك الصلاة المفروضة عمدا من اعظم الذنوب وأكبر الكبائر وأن اثمه عند الله أعظم من إثم قتل النفس وأخذ الأموال ومن إثم الزنا والسرقة وشرب الخمر وأنه متعرض لعقوبة الله وسخطه وخزيه في الدنيا والآخرة 

"Bersatu barisan kaum muslimin dalam pendapat bahwasanya 'meninggalkan-shalat-fardhu' dengan sengaja termasuk dari sebesar-besar dosa besar. Dan dosanya di sisi Allah LEBIH BESAR DARI:
--> MEMBUNUH ORANG
--> MENGAMBIL HARTA ORANG
--> BERZINA
--> MENCURI
--> MEMINUM KHAMR
Dan bahwasanya orang yang meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja BERPOTENSI mendapat HUKUMAN dari Allah dan MURKANYA DUNIA AKHIRAT."

Berapa banyak yang terlaknat di sekitar kita???? Semoga Allah memberi hidayah dan mengampuni kaum muslimiin secara umum.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/376997872341604

Friday, March 30, 2012

Laksana Raja-raja Mulia

oleh Hasan Al-Jaizy

Pria-pria yang berjalan keluar area Masjid bersamaan selepas Jum'atan, di masjid manapun itu, jikalau ku melihat mereka, laksana raja-raja mulia. Seakan di tiap kepala mereka bermahkota. 

Siapapun mereka, selama Islam nya, dari manapun, di mana pun, bagaimanapun...

Ingat ketika sang khatib berdoa 'Allahummaghfir lil muslimiina wal mu'minaat wal mu'miniina wal mu'minaat al-ahyaa'u minhum wal amwaat'...lalu diaminkan oleh hadirin. Jika dalam satu kota ada 5000 hadirin mengamini doa ini, maka...

Tidak heran ku merasa seakan mereka keluar masjid dalam keadaan sungguh suci dan mulia. Yaitu: kaum muslimin

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/357020454339346

Dua Cerita Perihal Shalat Jama'ah

oleh Hasan Al-Jaizy

[1] 

Tahun 2003 atau 2004, saya bersama teman sekelas [Ust Hanas Nahiful Jismi] setiap Kamis siang-sore mengajar ngaji anak-anak desa kaki gunung Merbabu yang jaraknya sekitar 8 kilo menanjak dari Pesantren. Selesai mengajar, kami terkadang pulang sebelum maghrib. 

Suatu ketika, kami berjalan di sebuah desa yang memiliki jalanan mobil dan angkutan umum desa juga ada. Mendengar suara adzan Maghrib dari sebuah mushalla, kami pun sempatkan singgah tuk tunaikan kewajiban. Setelah berwudhu, kami masuk dan tak temukan siapapun kecuali 1 orang, mbah-mbah sudah tua sekali. Ia selawatan sendiri dan tak ada selain kita bertiga. Padahal itu bukan di tengah hutan.

Kami pun shalat berjamaah. Beliau menjadi imam. Selepas shalat dan dzikir, saya bujuk Ust Hanas tuk menanyakan sebab sepinya mushalla karena saya tidak mampu berbahasa Jawa halus...dan kasar jua.

Ternyata beliau sehari-hari memang ADZAN SENDIRI, IQAMAT SENDIRI, SHALAT SENDIRI di mushalla tersebut. Hal itu rutin dilakukannya tiap hari. Dan mushalla tersebut akan seperti gereja di hari selain Ahad, sepi tak bermanusia jikalau beliau tak menghidupkannya.
Miris hati mengingat ini...


[2] 

Ada pula di kampung Mbah saya yang Jawa, seorang kakek2 tua sekali yang dipanggil 'Mbah Idris'. Suaranya sangat buruk, mengundang tawa, bongkok, jalannya tidak lancar memakai tongkat dan selalu memakai itu-itu saja. Namun 5 waktu selalu hadir di masjid sebelum adzan, meski ia harus berjalan jauh.

Semoga Allah memberikan maghfirah dan derajat di surga kelak baginya.



http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/357064124334979

Ingin Bersatu? Tunaikan Jama'ah Dulu!

oleh Hasan Al-Jaizy

Pernah shalat berjama'ah? Alhamdulillah. Now, apa yang Anda rasakan ketika keluar pintu masjid selepas shalat? Adakah rasa lega, tentram, ingin beramal baik kemudian dan semacamnya? Jika ada, kabar gembira untuk Anda, karena itu adalah salah satu tanda Anda telah beramal salih. Jika tidak ada dan sama saja, coba dicek hatinya ikhlas atau tidak ketika ingin berjamaah.

Pernah shalat fardhu sendirian tanpa alasan? Alhamdulillah ala kulli hal. Rasanya gimana? Beda, toh? Shalat wajib sendirian, kesepian, belum lagi godaan dan bisikan. Serigala kerubungi domba yang single, bukan?


Sebelum berbicara tentang persatuan umat, kita berfikir cermat...pada diri kita sendiri. Bagaimana mungkin kita obral kata persatuan, sementara ketika ada kumandang 'Hayya alas solaaaah', kita tak menjawab dan tak ikut serta. Kumandang adzan adalah seruan persatuan, bukan?

Logikanya: Anda meminta umat bersatu dan tidak berpecah belah. Tapi ketika Anda dipanggil dan diseru untuk bersatu, ternyata Anda tidak mau. 

Malah memilih berpencar. Baiklah, shalat berjama'ah itu menurut madzhab Syafi'i bukan wajib ainy; meskipun ada kandungan persatuan di dalamnya. Tapi...

Apa ga pengen kita bersatu dengan umat Islam 5 kali sehari?
Apa ga pengen masuk surga bareng2 umat Islam melalui jama'ah?
Apa ga pengen melihat persatuan 5 kali sehari tanpa pandang perbedaan?
Apa ga pengen persaudaraan semakin erat dengan barisan?
Apa ga pengen nanti di akhirat kita melihat saudara kita lalu mengingat ia adalah orang yang paling sering berpapasan atau bersebelahan ketika shalat di masjid?

Apa ga pengen dapat keutamaan peninggian derajat 25-27? 

Ingin Bersatu? Tunaikan Jama'ah Dulu...


 Ingin Bersatu? Tunaikan Jama'ah Dulu...

Coba deh liat kakek-kakek rajin sekali shalat Jama'ah. Mereka seperti itu karena terbiasa sejak muda.
Apa ga pengen nanti di masa tua kaki tidak terasa berat menuju masjid?

Coba liat deh beberapa pedagang di pasar atau jalanan beberapa sempatkan waktu menuju masjid tuk berjama'ah.
Apa ga malu, pendidikan tinggi dan punya penghasilan tapi kaki rasanya berat ke masjid?

Sebenarnya bukan kaki yang berat, namun HATI. Hati yang berat akan jadikan segalanya berat. Nah, mari yuk dicek lagi hati nya.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/357064124334979

Thursday, March 15, 2012

Di Antara Muslimiin

oleh Hasan Al-Jaizy

Di antara muslimiin, ada yang berat terasa tunaikan shalat sunnah malam, meski satu rakaat selepas Isya, terlebih di penghujung malam merapat pada Subuh. Maka cobalah basuh hati yang berdebu...tiap atomnya adalah noktah hitam dosa hari-harinya.

Di antara muslimiin, ada yang berat terasa membaca ayat Al-Qur'an, meski sekedar satu halaman selepas Subuh, terlebih kala tenggelamnya jiwa dalam kesibuk

an dunia di pematang hari. Maka cobalah datarkan hati yang sebelumnya bergelombang keras bagai samudera diterjang badai malam.

Di antara muslimiin, ada yang berat terasa berdzikir mengingat Siapa yang telah ciptakan dan bentangkan baginya rizqi begitu luas...luasnya terlalu luas hingga seakan ia adalah bentangan langit yang berbalik menjadi dataran bumi, meski sekedar ber-istighfar sekali. Maka cobalah pahat hati yang telah keras tersebab terjemurnya ia di terik hari-hari maksiatnya.





Maka apakah...

insan yang pelupa telah nyatanya melupakan Dzat yang takkan lupa
insan yang lalai telah nyata luput dari mengingat Dzat yang takkan lalai
insan yang tersebut adalah aku?
insan yang tersebut adalah engkau?
insan yang tersebut adalah siapa?

Jika cermin telah retak, takkan pernah ia semulus sebelum retaknya, meskipun kau menangisinya dengan tangis darah sembari menyusun pecahan satu-persatu? Adakah hati yang mengingat dan mendengar?





Thursday, February 2, 2012

Syarat Wajib Shalat [Fiqh Syafi'i]

oleh Hasan Al-Jaizy


1. ISLAM. Maka tidak wajib shalat orang kafir asli. Dan ketika ia masuk Islam, ia tidak wajib mengulangi shalat2 tertinggal semasa kufurnya. Adapun orang murtad, maka wajib baginya mengulangi shalatnya semasa riddah-nya.

2. BALIGH. Maka tidak wajib bagi anak kecil, tetapi diperintah mengerjakan shalat ketika sampai usia 7 tahun. Jika meninggalkan shalat hingga menjelang usia 10 tahun, maka anak tersebut harus diberi pengajaran.

3. BERAKAL. Maka tidak wajib bagi orang gila.

Dari kitab Fathul Qariib milik Syaikh Al-Imam Muhammad Ibn Qaasim bermadzhab Syafi'i.


Adapun untuk SYARAT WAJIB SHALAT JUM'AT:

Shalat Jum'at wajib atas yang telah mendapati syarat-syarat di atas, dengan penambahan 4 SYARAT. 2 Syarat disepakati ulama dan 2 syarat diperselisihkan ulama.

2 Syarat yang disepakati ulama:

1. LELAKI [Dzukuurah]. Maka tidak wajib atas perempuan.
2. SEHAT [Sihhah]. Maka tidak wajib atas orang sakit. [Namun, kategori 'orang-sakit' di sini masih perlu pertimbangan. Karena adakalanya seseorang sakit namun ia memiliki kemampuan mutlak datang ke masjid sebagaimana pula sehatnya]

2 syarat yang diperselisihkan ulama:

1. TIDAK DALAM SAFAR [Bukan Musafir].
2. BUKAN HAMBA SAHAYA

Jumhur ulama tetapkan tidak wajib atas musafir dan budak. Sedangkan Ahlu Dzaahir tetap mewajibkan shalat Jum'at atas mereka.

[Bidaayatul Mujtahid wa Nihaayatul Muqtashid karya Ibnu Rusyd, p. 129]


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/322428614465197

Saturday, January 21, 2012

Shalat Itu Tidak Wajib, Katanya

oleh Hasan Al-Jaizy

Seseorang berpendapat berdasarkan akal:

"Shalat itu tidak wajib! Karena tujuan shalat itu adalah untuk 'mengingat-Allah'. Jadi cukup berdzikir atau ingat pada Allah sudah mewakili"


Tanggapan akal:

1. Perkataan Anda di atas hakikatnya menunjukkan Anda tidak ingat pada Allah kecuali sebatas nama saja. Jika Anda ingat akan Allah, rahmat-Nya, ADZAB-nya, tentu Anda takkan mudah berkata menyelisihi hukum Allah.

2. Tidak mungkin orang yang ingat tidak tahu apa yang diingat. Orang yang ingat pasti mengetahui yang diingat. Sedangkan Anda berpendapat didasari kejahilan [ketidaktahuan] akan hukum Allah. Kini, kami yakin bahwa sesungguhnya Anda tidak tahu hukum Allah. Anda hanya tahu lafadz Allah saja.


Tanggapan di atas akal [nash]:

1. "Sesungguhnya shalat mencegah dari yang keji dan munkar" [Al-Qur'an]
Sekarang, jika tidak shalat: keji dan munkar. Adakah orang yang 'ingat pada Allah' itu keji dan munkar!?
Jika orang yang shalat dan ingat pada Allah [kadang2] saja masih banyak yang berbuat keji dan munkar, apalagi yang tidak shalat?

2. 
"Dan ber-isti'anah-lah [mintalah bantuan/pertolongan] dengan kesabaran dan shalat" [Al-Qur'an] 

"Dirikanlah shalat" [Al-Qur'an]

"Sesungguhnya shalat adalah kewajiban [maktub] atas MUKMINIIM di waktu yang telah ditentukan [mauquut]." [Al-Qur'an]

Sekarang, Anda diperintahkan shalat langsung, apakah orang yang 'ingat-Allah' itu orang yang melanggar perintah Allah?

Ya, ada...itulah Anda, yang ingat Allah sebatas ingatan tanpa perbuatan. Dan MUKMINIIM adalah orang2 beriman. Orang2 beriman tak sebatas 'mengingat', tapi mengamalkan apa yang diperintahkan.

Intisari: "Anda tak perlu mendeklarasikan keimanan Anda, karena kami sudah tahu perkataan dan perbuatan Anda tak selaras adanya."


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/314016705306388

Friday, December 9, 2011

Ibadah Jangan Norak!

oleh Hasan Al-Jaizy

Tanpa dzikir sebelum + selepas Subuh yang dikeraskan lewat Speaker, kita punya beberapa advantage:

--> Kebid'ahan diminimalisir
--> Yang mengaji--Pelajar--pembelajar tak terganggu di rumah
--> Yang qiyamul lail merasa nyaman dan khusyu'
--> Non-muslim tak terganggu
--> Menjauhi sikap norak dalam berdzikir yang kadang terjadi

Tapi, dikandani...tetap saja mereka ngeyel. Sebutnya, "Ini adalah ibadah dan kebaikan"

Ya, itu ibadah dan kebaikan menurut sempitnya akal kecilmu.

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/289189527789106

Tuesday, December 6, 2011

Pengertian ADZAN

Oleh Hasan Al-Jaizy


Adzan secara bahasa: 
[الإعلام]
"Memberitahu"

Adzan secara istilah:
[الإعلام بدخول وقت الصلاة بلفظٍ مخصوص]
"Pemberitahuan akan masuknya waktu shalat dengan lafadz khusus"


 Faedah:

[1] Tujuan dari adzan adalah untuk MEMBERITAHU atau MENGINGATKAN manusia akan masuknya waktu shalat.

[2] Tujuan lain dari adzan adalah MEMBANGUNKAN yang tidur atau tertidur

[3] Merupakan perkara yang diada-adakan: memberitahu, mengingatkan dan membangunkan manusia akan masuknya waktu shalat dengan lafadz lain selain adzan via corong masjid.


 Point no. 3 ditentang sebagian:

"Tapi itu adalah kebaikan dan bermanfaat bagi manusia/masyarakat agar mereka bersiap2 dan bersegera datang ke masjid sebelum azan. Terlebih terkadang yang dilantunkan sebelum azan adalah shalawat atau ayat Al-Qur'an. Bukankah itu kebaikan?"

Jawab:

--> Kebaikan yang ditaruh tidak pada tempatnya bukan kebaikan
--> Kebaikan yang telah ditentukan di tempat/waktu pas tidak boleh diganti dengan kebaikan lain.
--> Jika itu terjadi, lantas apa gunanya azan? Sekedar formalitas?


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/287111724663553

Thursday, December 1, 2011

SETAN SPESIALIS SHALAT

Oleh Hasan Al-Jaizy

SETAN SPESIALIS SHALAT

Sahabat Utsman radhiyallahu anh pernah berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah ! Sungguh setan telah menghalangiku dari shalat dan bacaaku.” Beliau berkata, “Itu adalah setan KHANZAB, jika engkau merasakan keberadaannya, maka berlindunglah kepada Allah dan hembuskanlah nafas ke arah kiri engkau sebanyak tiga kali.” “Maka aku mengamalkannya sehingga Allah menjauhkan setan itu dariku,”kata Utsman. [H.R. Ahmad]

Points:

--> Jika memang bagi kita ini lucu, tertawailah diri kita, karena:
--> Mereka berusaha membuyarkan konsentrasi orang shalat; dan seringkah itu terjadi pada kita?
--> Mereka berusaha mengganggu dan membuat kita merasa telah membuang angin atau ingin buang angin atau sakit perut; bukankah pernah kita seperti itu?
--> Dan jika kita lepas fikiran terbang meski jasad bersujud, itulah kemenangan mereka.
--> Lantas, mana yang lucu dan bodoh...mereka atau kita?

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/284719491569443