Showing posts with label Kematian. Show all posts
Showing posts with label Kematian. Show all posts

Tuesday, July 16, 2013

Tidak Memprotes Hikmah Ilahi

[Risalah Ibnul Jauzy: “Tidak Memprotes Hikmah Ilahi”]

MASALAH ini telah dibahas berkali-kali, namun mengulanginya secara permanen sangat penting untuk mengingatkan hati.

Seorang mukmin wajib ketahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Pemilik Yang Mahabijaksana yang tak melakukan kesia-siaan, dan pengetahuan ini melarangnya memprotes takdir-Nya.

Sejumlah makhluk telah memprotes Allah dan hikmah-Nya. Itu adalah tindakan yang menjadikan seseorang kafir. Makhluk pertama yang memprotes hikmah Allah adalah Iblis dengan mengatakan, “Aku lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan aku dari api sedang ia Engkau ciptakan dari tanah.” [Q.S. Al-A’raf: 12], yakni tindakan-Mu mengunggulkan tanah atas api adalah tindakan yang tidak sesuai dengan hikmah!!!

Tuesday, November 27, 2012

Adzab Kubur dan Fitnah Kubur, Adakah Bedanya?

Adzab Kubur dan Fitnah Kubur, Adakah Bedanya?

Syaikh ABdul Aziz Ar-Rajihy ditanya seperti itu di sebuah kajian Syarh Kitab As-Sunnah karya Imam Al-Barbahary. Ini jawaban beliau [dengan pengalihan bahasa dan sedikit tambahan dari pemilik status ini]:

"Ya, ada bedanya. 

Adzab Kubur --> Diazabnya manusia, dipukulnya di kubur dan dibukakan baginya pintu neraka.

Fitnah Kubur --> Diuji/Ditanyakannya manusia mengenai siapakah Rabbnya, agamanya dan nabinya.

Adzab adalah siksaan
Fitnah adalah ujian
Di dunia, adzab bisa berupa ujian
Di kubur, adzab bukan lagi ujian, melainkan 'natijah' [nilai/hasil] dari ujian"

Wallahu a'lam

Monday, November 5, 2012

HIDUPMU INSPIRASIMU : [2] "Mengejar Angin"



oleh Hasan Al-Jaizy



Seorang gadis di suatu negeri telah wafat ayahnya. Terwariskan untuknya harta yang membuatnya dijuluki 'gadis terkaya' di zamannya. Tiada tandingi jumlah hartanya. 

Suatu waktu, ia menikah dengan seorang Amerika. Hiduplah mereka berdua beberapa masa. Kemudian berakhir bauran keduanya dengan talak. Lalu, ia teruskan perburuan dan menikah dengan seorang Yunani. Hiduplah keduanya berbaur beberapa masa. Namun datang kemudian masalah dan problem yang mewariskan talak dan perpisahan.

Maka, menikahlah kemudian ia dengan seorang Rusia yang atheist. Bapaknya adalah milyuner di negara itu. Hasil dari regukan sistem ekonomi sosialis atheis. Seorang wartawan mewawancarai wanita kaya ini:

"Bagaimana pula kau menikahi seorang anak milyuner dengan harta hasil

Sunday, November 4, 2012

Kalimat Hikmah IV

oleh Hasan Al-Jaizy

Berikut beberapa bait dari Abu Al-Ataahiah yang harapnya bermanfaat:

[1] ألَمْ ترَ أنَّ غُدوَةَ كُلِّ يومٍ ** تزِيدُكَ مِنْ منيَّتكَ اقترابَا 

Tidakkah kau tahu bahwa
keesokan tiap hari tambahkan
kedekatanmu pada kematianmu?

[2] لهَوْنَا ، لَعَمرُ اللّهِ ، حتى تَتابَعَتْ ** ذُنوبٌ على آثارهِنّ ذُنُوبُ

Telah lalai kita, demi Allah
hingga berantai dosa-dosa
sebagai bekas dari dosa-dosa

Note: Membersihkan dan menjaga diri dari dosa adalah perkara yang tidak mudah. Semakin tidak mudah jika rupanya perbuatan dosa tersebut adalah kesukaan atau kebiasaan. Satu perbuatan dosa setelah bertahun kesalihan hati, tetap akan berpengaruh dan mencari rantai. Hingga bisa saja seorang yang sudah lama menjaga diri dari dosa, ia pun tiba-tiba terjatuh dan terseret dengan rantai-rantainya. Dan sebab asasi terjadinya perbuatan dosa adalah 'lalai'. Setelah itu: ketidaktahuan.

[3] هوَ المَوْت الذي لا بُدّ منْهُ ، ** فلا يَلعَبْ بكَ الأمَلُ الكَذوبُ

Ialah kematian yang tiada
celah tuk berlari darinya
Maka janganlah harapan dusta
permainkan dirimu

Note: Yaitu bahwa kehidupan dunia ini adalah permainan yang bisa memainkanmu jika kau berharap banyak darinya [dunia]. Karena semakin tenggelam seseorang akan dunia dan mencintainya, semakin besar harapannya pada dunia. Semakin besar harapan itu, semakin jauh dari kematian. Padahal tiada celah berlari dari kematian. Lalu bagaimana jika kematian menyergap ketika sedang asyik bermain dan berharap kosong!?

Friday, October 19, 2012

Embun Sebelum Mentari


oleh Hasan Al-Jaizy

Kau tahu dunia anakku? Dunia adalah tempat ujian. Kehidupan dunia adalah ujian. Kau dan aku tercipta hidup dari sebuah kematian [ketiadaan] untuk beribadah pada Sang Pencipta. Dan ibadah itu adalah ujian. Kita diuji seberapa mana kadar bagusnya perbuatan atau amalan. Dengarkan aku sampaikan ayat ini padamu, anakku:

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًۭا

"[Dia-lah] Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya." [Q.S. Al-Mulk: 2]

Anakku, dahulu kau tiada di bumi ini. Aku berpijak lebih awal darimu. Buatanku lebih banyak dari milikmu. Ucapanku lebih banyak dari milikmu. Fikiranku lebih banyak dari milikmu. Karena itu, ketika ku melihatmu di sini, selalu ku berfikir: 'Sungguh dosaku lebih banyak dari milikmu.'

Fahamilah anakku, bahwa tiada manusia tanpa salah dan cela. Jika inginmu mencari manusia sempurna, maka hingga mati takkan kau bersua dengannya. Dan sebaik-baik

Saturday, October 13, 2012

Perut Kehidupan dan Kematian

oleh Hasan Al-Jaizy

==> Kau keluar dari perut ibumu...kau menangis
sementara ibu dan orang-orang sekitarmu tersenyum. Jikalau mereka menangis, itu karena haru atau bahagia. Lalu kenapa kau menangis ketika itu? Seakan kau merasa tetap ingin tinggal di dalam perut. Seakan kau mengira bahwa perut ibumu lebih luas dibanding dunia ini. Seakan kau...seakan kau....pastinya kau bukan siapa-siapa kala itu

==> Lalu bertahun-tahun kau hidup...mengisi perut
bertahun lamanya kau menangis dan tertawa, sedih dan gembira. Seringkali kau lupa bahwa tadinya kau bukan siapa-siapa, atau bahkan hingga kini kau masih bukan siapa-siapa. Suatu hari di hadapanmu adalah maut. Duhai, mengapa kau menangis lagi??? Seakan kau merasa tetap ingin tinggal di dunia selamanya. Seakan kau mengira bahwa dunia ini satu-satunya tempat tinggal dan tiada alam lain lebih luas.

==> Kau pun dikubur dalam perut bumi...mereka menangis
sementara kau tersenyum atau menangis?