Showing posts with label Terrorism. Show all posts
Showing posts with label Terrorism. Show all posts

Wednesday, November 7, 2012

Teroris Berantas Teroris


oleh Hasan Al-Jaizy

Apakah mungkin: penanggulangan terorisme ditangani oleh teroris?

Mungkin saja toh? Dan yang menanggulangi seharusnya lebih teroris dari teroris yang diincar. Kalau yang diincar rupanya lebih teroris, tentu saja sang penanggulang akan kalah.

Tahu ga negara apa yang pemerintahannya teroris sejati? 

Monday, October 29, 2012

Cingkrangen...Jenggoten = Momok? Soleh?

oleh Hasan Al-Jaizy

Cingkrangen / Jenggoten...Momok?
Cingkrangen / Jenggoten...Soleh?

Pertama: Momok. Apa itu momok? Momok adalah sifat menghantui. Asalnya digunakan untuk mensifati sesuatu yang mengerikan dan berdampak buruk. 

Kedua: Soleh. Apa itu soleh? Soleh adalah baik atau benar. Dalam penggunaan bahasa kita, soleh bersinonim alim. 

Apakah cingkrangen itu wajib? Sebagian ulama mengatakan wajib, sebagian lagi mengatakan tidak wajib, namun menjadi wajib jika ketidak-cingkrangennya berdasar pada kesombongan. Kedua kubu memiliki dalil, alasan dan pendalilan.

Apakah jenggoten itu wajib? Zahir dari nash menghukumi wajib, karena diminta untuk 'membiarkan'. Ada juga yang memahami ketidakwajibannya. Tapi, perkara tersebut berlaku bagi yang punya. Bagi yang tidak punya, jangan

Monday, September 17, 2012

Apa Sih Yang Mereka Inginkan dari The Innocence of Muslim?


oleh Hasan Al-Jaizy

Kembali saya perlu jujur di sini bahwa saya belum sempat nonton TIoF; jangankan kesempatan, kemauan pun tidak ada. Pasalnya, jika saya menonton, ditakutkan akan terpancing dan berbuat hal yang tidak baik. Anyway, tidak wajib pula menontonnya. Sekedar membaca review dan ulasan para penulis mengenainya insya Allah sudah mencukupi. Toh intinya: 'menghina Islam'.

Nah, lalu apa sih yang mereka [clip-maker] inginkan dari TIoF? Kalau menginginkan kemasyhuran individual semata, rasanya tidak logis. Apalagi jika sekadar iseng-iseng. No way. Pihak clip atau film-maker pastinya tahu bahwa film produksinya itu, meski tak panjang dan katanya berkualitas 'amatir', akan memicu ketegangan, dendam, kemarahan, kericuhan dan seterusnya. Nah, justru karena dia tahu hasil picuan itulah, maka itulah tujuannya.

Mess [Kekacauan] dan Noise [Keributan]

Itulah dia tujuannya. Clip provokatif seperti itu sangat mujarab untuk mewujudkan adanya kekacauan dan keributan di badan kaum muslimiin. Justru ketika dia menyaksikan demo besar-besaran, saling dorong mendorong antara aparat dan demonstran, sedekah bom gas dan bebatuan, terlebih sampai ada yang terluka hingga ada pula korban jiwa, maka dia akan tertawa dan berkata:

Saturday, September 8, 2012

Sinetron

oleh Hasan Al-Jaizy

Rasa-rasanya tragedi terrorisme di negara ini bagai sinetron, berkonflik, terkatrol, tak kunjung tertemu, berepisode panjang, terkesan seperti 'mengalihkan isu', dimanfaatkan kaum oportunis dan seterusnya. Sinetron pun menyetir opini masyarakat sebagaimana peliputan dan pemberitaan akan terrorisme juga menyetir opini masyarakat.

Seperti sinetron 'Tukang Bubur Naik Haji', misalnya. Dari judulnya, memberi kesan bahwa akan ada hikmah di balik nama tersebut. Pasti ada suatu kebaikan dari tukang bubur. Namun, sebenarnya makin kemari, yang di-ekspos bukan hikmah dari tukang buburnya, melainkan JUSTRU keburukan perilaku sepasang Haji-Hajjah yang sudah 2x haji. Mereka berdua tak berhenti dari rasa dengki, kikir, dan seterusnya. Ini justru [entah memang ini yang diinginkan atau bukan] menyetir pandangan masyarakat yang kemudian akan berkata, 'Ah, percuma ibadah haji kalau seperti itu muamalahnya.' Dan inilah propaganda kaum sepilis, mereka berusaha merendahkan nilai-nilai ibadah dalam syariat dan membungkus dengan judul segar dan seolah berhikmah! Makanya, kita sering dapatkan kalimat: "Ah, buat apa berjilbab kalau akhlaknya buruk!?"


In Fact...

Thursday, September 6, 2012

Kenapa Ada Mereka?

oleh Hasan Al-Jaizy

Kenapa Ada Mereka? [tinjauan subjektif mengenai akar pencetus terrorisme]

Belum dingin kabar mengenai Tambora, daerah ditemukannya bom rakitan di rumah M Thoriq, mantan hansip kelurahan yang pendiam, jarang bergaul dan miskin teman. Beberapa keganjilan ditemukan dari fakta-fakta yang dipungut oleh media. Seperti: saban tengah malam banyak para pelayat mengunjungi rumahnya. Di situlah pergaulan dia. Dan hobinya main catur tiap malam cukup menjadi penguat bahwasanya ia kini 'pengangguran'.

Atau fakta ketika Thoriq keluar rumah dengan nyantainya seakan tak ada apa-apa ketika beberapa warga mulai panik akan kehadiran kepulan asap dari dalam rumahnya. Yang kemudian diketahui bahwa Thoriq pun kabur. Saksi mata mengatakan, ia kabur dengan bajaj.

Gambaran terroris seharusnya

Thursday, August 30, 2012

Rengkuhan Keadilan

oleh Hasan Al-Jaizy

Saudara-saudara kami, yaitu para pencari ilmu yang mulia, begitu semangatnya membahas perkara Khawarij atau Terrorisme, dengan tak lekang mengupas aib-aib dan menegaskan hujjah atasnya. Sungguh ada rasa syukur dari kita akan keberadaan ikhwah yang semangat akan kebenaran. Alhamdulillah.

Namun, ini pesan kami:

"Jikalau antum banyak-banyak membaca kitab mengenai Freemasonry, Zionisme, sejarah perjuangan kemerdekaan negeri, propaganda Sepilis, Theosofi, kecacatan demokrasi dan semacamnya, insya Allah antum tidak akan se-semangat itu dalam membahas perkara Khawarij dan Terrorisme.

Seperti yang kami dengar dari salah seorang ustadz yang sudah menggeluti dunia dakwah, media dan memantau pergerakan2 sekuler, liberal atau Islami semenjak lebih dari