Showing posts with label Emak-emak. Show all posts
Showing posts with label Emak-emak. Show all posts

Sunday, January 6, 2013

Generasi Tidur Pagi


oleh Hasan Al-Jaizy


Tidur pagi, jika bukan disebabkan kurangnya istirahat malam, melainkan disebabkan kebiasaan, adalah KEBURUKAN. Jika itu adalah kebiasaan seorang bapak-bapak yang memiliki anak, maka ini adalah KEBURUKAN yang sangat buruk! Jika itu adalah kebiasaan seorang ibu yang memiliki anak, maka ini LEBIH BURUK lagi. 

Jika itu adalah kebiasaan anak muda, -terutama mahasiswa masa kini-, maka itu adalah BURUK.

Calon pemimpin bangsa ini rupanya punya kebiasaan buruk, yaitu tidur pagi. Setelah shalat Shubuh, tidur pagi.

Thursday, December 27, 2012

CAT : [74] "DIKEJAR EMAK-EMAK"

oleh Hasan Al-Jaizy


Dikejar emak-emak? Siapa takut?! 

Sebenarnya emak-emak tidak menakutkan; seserem-seremnya emak-emak, lebih seram emak sendiri kalau sudah mengamuk. Tapi emaknya orang lain, tidak menakutkan sama sekali. Yang menakutkan itu justru Rambo-nya emak-emak. Kenapa begitu? Karena kalau Rambo sudah merasa ada yang tidak beres dan mencurigakan lalu keluar rumah, urusan bukan perasaan lagi, tapi udah main otot.

Dikejar emak-emak adalah sesuatu; baik itu emak-emak beranak perempuan ataupun emak-emak berudu [boso Jowo] perempuan. Selagi gadis-gadis malu-malu tikus werok untuk pedekate, kalau emak-emak tidak peduli. Yang penting jaga jarak. Dan jangan sampai Rambo curiga. Biasanya emak-emak suka ngasih cendol, tapi kalau Rambo sudah curiga, ia tak segan

Saturday, December 22, 2012

CAT : [55] "HARI EMAK SEBELUM HARI NAKAL"


oleh Hasan Al-Jaizy


22 Desember. Hari emak. @n@k @n@k @lAy pun merayakan atau at least memperingati hari emak. Selebihnya kemana saja? 

Harusnya hari ini anak-anak nakal memperingati emaknya, setelah sudah setahun penuh tidak ingat emaknya. Malah lebih ingat emak pacarnya. Hari ini istimewa sekali; karena yang biasanya durhaka tiba-tiba kelihatan berkrama meski cuma sehari. Setelah itu dan esoknya tidak ada peringatan hari emak.

Kasihan emak. Cuma dapat jatah sehari. Sisanya tidak diperingati. Bagaimana dengan bapak? Anak? Paman? Bibi? Babu?

Tapi memang perlu difahami juga. Kita tidak bisa menyalahkan 100%. Seandainya tidak ada

Saturday, December 15, 2012

CAT : [34] "PENGAJIAN EMAK-EMAK"

oleh Hasan Al-Jaizy

Emak-emak...
Emak-emak...
Emak saya adalah emak-emak...
Emak kamu emak-emak, kan?

Di mari, pengajian emak-emak, adalah Rabu siang. Di musholla. Itu rutin sejak dahulu kala; yakni sedari saya masih kecil. Pengajian emak-emak relatif 'mengganggu' orang sekitar yang mau tidur siang. Karena suara shalawatan dan sebagainya dengan speaker.

Terkadang ada emak-emak menjadi pembawa acara bersuara [mohon mangap] 'cempreng'. Bagaimanapun, saya tidak mengejek cemprengnya. Tetapi, saya menyayangkan, kenapa kecemprengan itu berhasil lolos dari pelarangan sosial yang mengganggu. Sementara, suara ngaji anak muda yang bagus tidak diperbolehkan oleh beberapa babeh-babeh Nahdyiy disebabkan anak muda itu jenggoten, ga ikut ngider salam selepas dzikir atau ga ikut Tahlilan.

Emak saya kadang menjadi penceramah di pengajian emak-emak. Suatu saat, emak saya

Tuesday, November 13, 2012

Di Kolong Langit, Masih Ada Kalong Wewe!

oleh Hasan Al-Jaizy

Sebenarnya dari dulu, tapi akhir2 ini emak saya beberapa kali mengutarakan keinginannya: pengen banget pergi ke bandung. Yang anehnya, makin kemari saya secara natural juga mau ke kota itu. Anggap aja ini kebetulan. Tapi, saya jadi berfikir ada sesuatu di sana yang tidak kita berdua ketahui. Tidak diketahui sekarang, bisa saja teungkap kapan-kapan. Padahal kita ga punya siapa-siapa di sana.

Saya bertanya, 'emangnya di sono mo ngapain kita?'

'Ya ga tauk! Yang penting ke sono aje. Cuma pergi naik bis jalan-jalan terus turun di mana gitu. Ngadem. Abis itu balik lagi kemari (jakarta),' tutur emak saya. Balasan dari saya cuma senyum aja deh. Wong saya pengen ngajak emak dan adek2 ke Kebun Raya Bogor buat ngambil pusaka2 yang tertimbun aja ampe sekarang masih jadi rencana kok. Ga ada celah realisasi. Apalagi ke Bandung. wkwkwk.

Sunday, November 4, 2012

Emak-emak


oleh Hasan Al-Jaizy

Belajar banyak dari emak saya. Yang mengajari hingga berhasil mampu membaca baik di usia 5 tahun adalah emak saya. Yang sampai di usia ini, orang yang saya persilahkan mengelus-elus kepala saya dan membejek-bejeknya di tengah keramaian pasar hanyalah emak saya. Yang kalimatnya selalu didengar dan diserap maknanya meski bukanlah ia sabda Nabi, adalah emak saya.

Emak saya adalah emak rumah tangga, yang bisa merangkap banyak profesi sampingan. Sebenarnya banyak emak-emak yang jauh lebih hebat dari bapak-bapak. Atau agar lebih global saya katakan:

"Banyak perempuan lebih hebat dari lelaki"....terutama dari segi perjuangan. Bahkan sudah lazimnya perjuangan perempuan dalam melahirkan dan merawat generasi masa depan, jauh lebih besar dibanding lelaki. Perempuan, yakni emakmu dan emak saya,