oleh Hasan Al-Jaizy
"Jangan juga merasa sudah salah," jawab Aliel, pentolan partai JSL Jaringan Sa'karep Lambene, sebuah partai peliharaan kerajaan.
Waduh, kalau begitu, saya harus merasa apa? Atau, saya harus tidak merasa apa-apa? Jadi, posisi perasaan saya ada di mana?
"Kamu harus mengerti, anak muda, bahwa kebenaran itu sifatnya relatif. Ketika kamu meyakini sebuah kebenaran, jangan yakini itu sudah benar."
Lho, kalau itu tidak boleh diyakini sudah benar, bagaimana sampeyan disebut 'kebenaran'?
"Memang itu bernama 'kebenaran', tapi kebenaran itu tidak menjadikan engkau sudah benar," ungkap Aliel.
Walah, Pak. Saya jadi pening. Sampeyan kalau bicara mbok jangan berbelit-belit begitu.