Showing posts with label Kebahagiaan. Show all posts
Showing posts with label Kebahagiaan. Show all posts

Sunday, October 25, 2015

Allah Takkan Membalas Air Susu dengan Air Tuba

oleh Hasan al-Jaizy


Diriwayatkan dalam Musnad Ahmad, dalam Musnad Abu Hurairah, bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata; "Sesungguhnya aku mempunyai kerabat, aku menyambung tali silaturrahim kepada mereka namun mereka memutuskannya, aku berlemah-lembut kepada mereka namun mereka menyakitiku, aku berbuat baik kepada mereka namun mereka berbuat jelek kepadaku?"

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika memang benar seperti apa yang kamu katakan maka seakan akan kamu menaburkan debu yang panas kepada mereka, dan kamu akan selalu mendapatkan pertolongan Allah selama kamu masih melakukannya."

Jika kamu tulus berbuat baik namun ditolak orang, bahkan ditolak semua orang, selama tulusmu benar dan perbuatanmu baik, maka biarkan Allah yang menerimanya. Jika amalmu cuma bisa menghasilkan sakit hati dan air mata, maka biarkan Allah yang mengetahuinya. Biarkan Allah yang mendengarnya.


Segagal apapun, mungkin kesabaranmu akan membantumu berdekatan dengan-Nya. Dan itu jauh lebih indah buat kamu.

What I Am Now Is Better Than What I Was

oleh Hasan al-Jaizy


Kadang saya iri sama rekan-rekan mahasiswa. Burden of life mereka masih berkutat di kampus, organisasi, tugas dan ujian. Rata-rata begitu. Kadang saya cemburu sambil menyesal akan masa kemahasiswaan saya sendiri dulu. Ada rasa mau kembali ke jaman itu lalu belajar lebih lagi. Sepertinya rata-rata sarjana ada pikiran begitu. Sepintar apapun.

Tiap fase selalu lahir sesalan. Sesal kenapa tidak dari dulu belajar lebih giat. Saya cemburu akan masa lalu atau mahasiswa yang belajar giat sampai malam demi gapai cita-cita. Dulu kalau begadang, dikerubuti buku. Sekarang kalau begadang sama buku, istri langsung cemburu. Keren kan?

Ternyata saya sadari, what I am now is better than what I was kala itu. Dan setiap kamu pun harus sadari, bahwa kamu versi kini adalah gift yang tiada di diri kamu masa lalu. Apa yang kamu punya kini, belum tentu kamu punya masa lalu. Apa yang terhilang telah berlalu. Apa yang berlalu, kenangan tak terhilang. Jika mau kita pikir, rasa syukur kita kadang hilang, padahal kenikmatan dari Allah jumlahnya tak terbilang.


Monday, November 5, 2012

HIDUPMU INSPIRASIMU : [2] "Mengejar Angin"



oleh Hasan Al-Jaizy



Seorang gadis di suatu negeri telah wafat ayahnya. Terwariskan untuknya harta yang membuatnya dijuluki 'gadis terkaya' di zamannya. Tiada tandingi jumlah hartanya. 

Suatu waktu, ia menikah dengan seorang Amerika. Hiduplah mereka berdua beberapa masa. Kemudian berakhir bauran keduanya dengan talak. Lalu, ia teruskan perburuan dan menikah dengan seorang Yunani. Hiduplah keduanya berbaur beberapa masa. Namun datang kemudian masalah dan problem yang mewariskan talak dan perpisahan.

Maka, menikahlah kemudian ia dengan seorang Rusia yang atheist. Bapaknya adalah milyuner di negara itu. Hasil dari regukan sistem ekonomi sosialis atheis. Seorang wartawan mewawancarai wanita kaya ini:

"Bagaimana pula kau menikahi seorang anak milyuner dengan harta hasil