Showing posts with label Kucing. Show all posts
Showing posts with label Kucing. Show all posts

Sunday, October 14, 2012

Hujannya Kederasan

oleh Hasan Al-Jaizy

Anak-anak kucing beserta induknya di tengah pusat kota. Kardus AQUA di depan sebuah toko. Sore-sore berdebu untuk kota. Banyak sekali hewan berlalu lalang sebagaimana saban hari. Keramaian dan kebisingan. 

Anak bertanya: "Mak, kenapa rumah kita di sini?"
Induk: "Emak sudah tak tahu lagi harus kemana. Kalian sudah emak bawa ke beberapa tempat. Selalu diusir."
Anak bertanya lagi: "Tidak adakah lorong di sekitar sini?"
Induk: "Lorong-lorong sering dijamahi preman-preman yang mengincar kamu dan ketiga saudaramu, sayang. Ibu tak sudi mereka mengintip kita semua dan mengintai setiap saat."

Sore-sore seperti saban sore. Anjing-anjing berlalu lalang. Banyak pula para tetikus got raksasa berdasi keluar masuk toko. Mereka semua bertaring dan masih ada sisa darah di tiap-tiap mulut mereka. Anak-anak kucing selalu ketakutan melihat mereka semua.

Di antara semuanya, ada beberapa makhluk putih yang beda. Jarang sekali lewat.

Saturday, October 6, 2012

Klowor-klowor [Cerita Sedih]


oleh Hasan Al-Jaizy

Kucing Betina itu...ketika hadir masa berkawin, jantan-jantan memangsa. Ada 2 jantan berebut. Untuk tentukan siapa yang berhak meniduri, keduanya beradu, bergulat, saling cakar dan terkam. Oh, rupanya si Garong Kuning kalah. Lihatlah cakaran-cakaran itu di kepalanya.

Si hitam abu-abu menang. 2 hari ia mendekati si betina. Namun betina selalu melawan. Selalu....selalu...selalu melawan. Begitulah sejatinya perkawinan kucing. Complicated dan urusan tidak cepat beres. Betina pula mikir-mikir. Tak mudah enaknya jantan dapat menyuntik tubuhnya. Ia pun punya antibodi dan firewall. Adakah ia berbeda dengan manusia pelacur, atau mucikari ataupun germo?

Jantan Hitam Abu-abu tak kunjung berhasil. Datang jantan lain. Warnanya mirip. Ia datang untuk menjadi pemenang. JHA pun minder karena 2 hari hasratnya tak kunjung terpenuhi. Serahkan kepada jagoan yang baru datang.

==============================

Perkawinan selesai. Tak perlu kulukis dengan kalimat atas apa yang terjadi. Cukup bayangan di benakmu yang memfitnah bibirmu untuk tersenyum. Tak perlu pula ku-pasang foto mesra kenangan perkawinan. Cukup fikiranmu saja yang menjadi mesiu senyuman bibirmu.

Beberapa minggu kemudian si Betina Hitam