Showing posts with label Ujian Hidup. Show all posts
Showing posts with label Ujian Hidup. Show all posts

Monday, December 24, 2012

CAT: [61] "KARENA HUJAN ADA MUSIMNYA"

oleh Hasan Al-Jaizy


Jangan kiramu seorang yang lantang dan kuat di luar selalu seperti itu; karena bisa jadi di dalam ia sering menangis, mengadu dan mengaduh.

Jangan sangkamu seorang yang selalu ceria riang tampak berseri di muka; karena bisa jadi dalam kesendirian ia sering menangis...hati teriris.

Jangan merasa pasti desamu tak pernah tercurah hujan meski berintik ketika terjagamu; karena bisa jadi ketika terlelapmu tak sadarkan turun gerimis.

Sekuat-kuat hamba adalah yang tetap tegar di keramaian, meskipun di kesendirian wajahnya

Tuesday, December 18, 2012

CAT : [42] "CERITA PERJALANAN MENUJU TAMAN MINI"


oleh Hasan Al-Jaizy


Ini adalah cerita NYATA yang terjadi hari Ahad kemarin. Tatkala saya dan adik saya berangkat pergi menuju ke Taman Mini. Niat awalnya adalah berdagang. Niat akhirnya adalah cari duit. Tidak ada niatan lain.

Ini adalah bukti NYATA bahwa ucapan orang tua, biarpun tidak serius, bisa jadi 'sesuatu' yang NYATA terjadi.

Saya dan adik saya berangkat jam 9 pagi. Adik saya memakai motor. Saya di belakangnya sambil membawa 'bakul' berisikan pepes karya emak saya, seorang emak-emak paling emak-emak dari emak-emak yang pernah saya lihat di bumi ini.

Saya membawa uang sekitar 60 ribuan. Adik saya beberapa puluh ribu terbawa olehnya. Sebelum saya keluar rumah, saya sempat ribet sendiri memakai sarung di kamar. Emak saya seperempat teriak dari bawah, "Cepetan ente, gan! Entar nyampe sana jam 12 [baca: DUA BELAS] lho!"

Dalam hati, saya bergumam sambil tergesa menata yang seharusnya ditata, 'Ah, masak segitunya perjalanan sampai 3 jam!?' Lalu kami berdua [saya dan adik] pun cabut. Serrrr!

Friday, November 16, 2012

HIDUPMU INSPIRASIMU : [9] "Kelembutan Tersembunyi"

oleh Hasan Al-Jaizy

Diceritakan pada suatu serpihan lembut zaman, hiduplah seorang pemuda ahli ibadah kehabisan bekal dan tertikam oleh rasa lapar di kota Makkah. Hingga ia tak mampu berdiri tegak atau berjalan baik disebabkan perihnya serangan lapar. Di sebuah jalan kecil, ia melihat sebuah kalung emas yang zahirnya tampak mahal. Diambillah kalung itu dan disimpan di sakunya.

Tak lama masa bergulir, seorang lelaki setengah abad kira usianya mengumumkan bahwa ia kehilangan sebuah kalung berharga. Rupanya ciri-ciri yang dibentangkan selaras persis dengan yang ditemukan si pemuda. Ia pun menyahut:

"Ku temukan kalungmu dan ku kembalikan padamu." Setelah itu, ia pergi meninggalkan pemilik kalung yang terkesiap. Tiada patah kata lagi dari pemuda; tiada pinta imbalan darinya. Dengan segenap kerahan rasa laparnya, pemuda itu berdoa, "Ya Rabb, aku lakukan itu semua untuk-Mu. Ku tinggalkan kalung itu demi-Mu. Maka berilah ganti yang lebih baik dari itu semua untukku."

Suatu hari, ia melaut dengan menumpang sebuah kapal barang. Di tengah perjalanan, badai menerjang. Kapal pun terombang-ambing dan akhirnya menyerah pada amuk badai dan jilatan samudera. Tiada seorang pun selamat melainkan si pemuda. Ia terkatung-katung di atas sebuah kayu. Hingga akhirnya angin, gelombang dan kayu mengantarkan jasadnya yang sudah lemah itu ke sebuah pulau.

Ia pun bangkit dan tertatih berjalan. Dilihatnya ada masjid tua. Menujulah ia ke sana. Didapatkan orang-orang sedang shalat di dalamnya dan kemudian ia turut

Thursday, November 15, 2012

Curhat, Salahkah?


oleh Hasan Al-Jaizy

"Dilarang curhat! Curhatlah pada Yang Maha Tahu!"
"Jika kau curhat pada manusia, manusia belum tentu bisa menjawab. Sedang Tuhan pasti miliki jawaban!"
"Jika kau curhat pada kawan, bisa jadi ia sebenarnya adalah lawan. Maka, curhatlah pada Sang Rahman!"
"Curhat itu hanya boleh pada Tuhan saja!"

daaaaaan kalimat-kalimat lain yang menunjukkan seolah-olah penulisnya tidak pernah curhat seumur hidup pada manusia. Seakan-akan semua kesulitan, musibah dan ujian dia pendam terus dan hanya boleh dilaporkan kondisi hatinya pada Allah semata. Seakan kita ini hidup sendiri-sendiri. Tidak boleh mengekspresikan dan mengungkapkan yang tergaung di jiwa.

Seperti yang pernah saya katakan: "Mereka justru orang pertama yang melanggar aturan yang mereka buat sendiri!"

Ini contohnya:

Wednesday, November 14, 2012

HIDUPMU, INSPIRASIMU: [7] "Cermin Waktu"


oleh Hasan Al-Jaizy

Menceritakan kisah ini, hanyalah inginku menjadikan beberapa kisah ibu sendiri sebagai inspirasi, atau pengingat untuk diri sendiri dan orang lain. Bukanlah ibuku masa dahulu melainkan hanyalah seorang remaja biasa. Dan hingga kini masih terlihat biasa. Meskipun bagiku beliau begitu luar biasa. Masa-masa kecil dan remaja beliau tertakdir dipenjara oleh kesulitan dan tantangan hidup. Terkadang harus pergi jauh dari orang tua dan cobaan-cobaan lain.

Ibu saya suka sekali memberi orang. Terutama jika melihat roman muka orang yang membutuhkan. Ibu bisa membacanya. Sedangkan ketika saya memperhatikan pula ibu-ibu lain, perbedaan itu terasa sekali. Dan jangan kau tanya tentang lelaki atau bapak-bapak. Karena seringkali mereka terjebak dalam keegoan dan cuek. Itu semua pelajaran untuk kufikirkan dan juga dirimu.

Dan kenapa ibu selalu memberi? Tak lama dapat rizki, cepat memberi? Karena rupanya itu adalah refleksi...cerminan masa lalu ibu. Di masa tua ibuku ini, beliau selalu terngiang di benaknya masa kecil dan remaja dulu. Beliau masih ingat ketika diam sendirian di suatu tempat, sementara di sekitarnya anak-anak seusianya lahap makan dan dituntun orang tuanya. Sedangkan ibu masih menahan lapar sambil menunggu datangnya neneknya [buyut saya]. Tetapi, kadang tak kunjung datang. Syukurlah dahulu ada seorang ibu dari keluarga lain yang peduli. Seringlah ibu diberi makan dan diajak ke rumahnya. Orang baik tersebut sudah

Saturday, November 3, 2012

KALIMAT HIKMAH III


oleh Hasan Al-Jaizy

Berikut beberapa bait dari Abu Al-Ataahiah yang harapnya bermanfaat:

[1] لا يَفْخَرِ النّاسُ بأحسابِهِمْ ** فإنَّما النَّاسُ تُرابٌ ومَا

Hendaklah manusia tiada berbangga
dengan harta atau leluhurnya
Manusia itu hanyalah debu
dan apalagi?

Note: Hasab bermakna 'kemuliaan leluhur' atau kadar dan jumlah di kamus Al-Munawwir. Hasab juga sering dimaknai sebagai harta, leluhur [ayah hingga nenek moyang] atau jabatan; karena semuanya adalah sesuatu yang 'diperhitungkan' oleh manusia. Namun di sini, Abu Al-Ataahiah mengajak kita tuk tinggalkan berbangga pada itu semua dan mengingat darimana kita berasal. Syaikh Ibn Utsaimin pernah berkata, yang maknanya: "Betapa adanya orang yang tak berharta namun Allah angkat ia melalui ilmu"

[2] فَكُلُّ مُصِيبةٍ عَظُمَتْ وجَلَّت ** تَخِفُّ إِذَا رَجَوْتَ لَهَا ثَوَابَا

Maka setiap musibah akan
membesar dan menguat
Namun meringan jika kau
mengharap darinya pahala

Note: Karena dengan bersabar menghadapi musibah dan mengharap dengan sabar dan keimanannya ridha Allah serta pahala, maka Allah akan memperingan orang yang teruji. Bisa jadi keringanan itu berupa dzat musibah yang semakin mengecil, atau Allah jadikan hati semakin kuat dan tenang.

Thursday, November 1, 2012

Kalimat Hikmah I


oleh Hasan Al-Jaizy

Berikut adalah kalimat-kalimat manusia yang semoga memberi manfaat meski sedikit:

[1] اترك المستقبل حتى يأتي، ولا تهتم بالغد؛ لأنك إذا أصلحت يومك صلح غدك

Tinggalkanlah masa depan hingga datangnya ia
Jangan [terlalu] hiraukan esok
karena jika hari ini dengan baik kau tata
akan baiklah tertata hari esok

[2] أكثر من الاستغفار، فمعه الرزق، والفرج، والذرية، والعلم النافع، والتيسير، وحط الخطايا

Perbanyaklah istighfar
Maka dengannya ada rizki
ada jalan keluar
ada keturunan
ada ilmu bermanfaat
ada kemudahan
ada penghapusan silap

[3] البلاء يُقرب بينك وبين الله، ويعلمك الدعاء، ويذهب عنك الكبر والعجب والفخر

Bala dekatkan antaramu dan Allah
mengajarkanmu doa
mengenyahkan darimu kesombongan
takjub akan diri sendiri
dan kebanggan

[4] يا إنسانُ بعد الجوع شبعٌ ، وبعْدَ الظَّمأ ريٌّ ، وبعْدَ السَّهرِ نوْمٌ ، وبعْدَ المرض عافيةٌ

Wahai insan
Setelah lapar ada kenyang
Setelah haus ada kepuasan
Setelah terjaga ada lelap
Setelah sakit ada kesembuhan

[5] إذا رأيت الصحراء تمتدُّ وتمتدُّ ، فاعلم أنَّ وراءها رياضاً خضراء وارفةّ الظِّلالِ

Jika terpandang olehmu padang sahara
terhampar meluar seolah tiada batasnya
Ketahuilah di balik jauhnya itu
terhampar pula kebun rerimbunan hijau

[Dari kajian dan juga kitab karya Syaikh Aid Al-Qarni]

Wednesday, October 24, 2012

Akan Bahagia Kelak


oleh Hasan Al-Jaizy

Ada manusia ingin melakukan sesuatu hingga terigau-igau ia bermimpi dalam kurungan pekat malam-malamnya. Namun sungguh ia belum termampu.

Di lain cerita, ada manusia yang terpenjara dalam bui sepi. Tiap desah hingga teriaknya tak terjawab. Hingga dedaunan dan debu melebur dalam iba. 

Di lain masa, malam-malam selalu bersedih. Hingga menangis sisakan air mata yang kemudian terombang-ambing anginperpisahan. Menetaplah tiap tetesnya pada dedaunan. Jadilah ia embun, warisan tangis malam dihapus mentari.

Lalu debu menyiarkan aroma rindu ketika hujan menjamah siang.

Manusia-manusia sedih, yang tak henti menangis di atas sejadah berdebu, menerawang nasib miskin dalam lembar-lembar daun sejarah yang rupanya catatan harian hidup.

Mereka akan bahagia kelak. Karena tanpa sengsara, bahagia takkan ada.

Thursday, October 11, 2012

Bahagia


oleh Hasan Al-Jaizy

Bahagia, jika ditinjau dari asalnya, berasal dari bahasa Arab, yaitu 'bahjah'atau 'bahjatun' [بهجة]. Semua orang akan mengatakan bahwa semua orang ingin bahagia. Namun semua orang tidak bisa mengatakan bahwa semua orang berbahagia. Jikalau ada seseorang berbahagia, maka kebahagiaan tersebut belum bisa dipastikan hakiki atau tidak.

Kebahagiaan hakiki bermakna sebenar-benar kebahagiaan. Jika ditanya: 'hakiki menurut apa atau siapa?' Jawabnya: 'Hakiki menurut Yang Menciptakan kebahagiaan, yaitu Allah Ta'ala.' Karena Dia-lah Maha Pemberi Nikmat [Al-Mun'im], entah itu kenikmatan duniawi yang bersifat sementara, ataupun kenikmatan ukhrowy. Kenikmatan duniawi dirasakan semua orang, sebagai bukti akan rahmat dan kasih-Nya yang luas menyeluruh. Namun sebagaimana kehidupan duniawi yang fana [tidak baka], maka kenikmatan tersebut pasti ada masa tercabutnya. Adapun kenikmatan ukhrowy, maka ia bersifat khusus di tempat khusus. Kenikmatan tersebut hanyalah untuk hamba-Nya yang beriman serta beramal shalih, seperti yang Allah wartakan di banyak tempat dalam Al-Qur'an. Hamba-hamba tersebut adalah dari bangsa jin dan manusia.

Wednesday, September 19, 2012

Sehingga Kita Peduli Kelak

oleh Hasan Al-Jaizy

Dia berikan kita ketersendirian atau perasaan sepi; agar kelak ketika kita tak lagi sendiri, atau berkeluarga, kita ingat masa lalu terkurung dalam penjara sepi. Atau ketika kita melihat siapapun yang bernasib semisal, kita tak bergegas menertawai, melainkan meresapi dan berbisik, 'Itu adalah aku dahulu.'. 

Dia berikan kita kefakiran; agar kelak ketika semua telah tertopang, kita ingat masa-masa celana kita berdebu, atau baju yang terpakai begitu pudar saking lama terpunyai. Atau ketika kita melihat siapapun yang tertakdir semisal, rasa iba lebih mendahului kita dibanding picingan mata, atau bahkan tawa. Lalu kita menunduk dan berbisik, 'Aku takkan lupakan aku yang dahulu.'

Tiada tepat seseorang merasakan suatu kenyataan terjadi pada orang lain, kecuali jikalau ia benar-benar pernah merasakan tepat sepertinya sebelumnya.

Jika kita diberi sesuatu yang sebenarnya tidak kita sukai, ketahuilah itu hanyalah titipan hikmah untuk kita; agar nanti....nanti ketika kita diberi sesuatu yang kita harap-harapi, kita ingat masa lalu dan menjadikan orang senasib sebagai cermin masa lalu...sehingga tidak sombong dan menjadi peduli.

Wednesday, September 5, 2012

Ibrah Ujian dan Kesulitan

Mengambil Ibroh [Jarum] Di Dalam Jerami Kesulitan

adalah sulit bagi yang standar pandangannya...adalah tak sesulit itu bagi yang tajam pandangannya, terutama bagi yang teliti. Jarum-jarum di dalam tumpukan jerami, betapa kerdil dan langsingnya.

Mengambil Ibroh [Pelajaran] Di Dalam Jerami Cobaan

adalah sulit bagi yang jarang berfikir...adalah mudah bagi yang tajam fikirannya, terutama bagi yang beriman tinggi. Hikmah-hikmah dalam badai cobaan berkabut, betapa gaibnya bagi mereka yang muda...betapa terasanya bagi mereka yang bermata hati terbuka.

Friday, August 10, 2012

Akan Mengakuimu Kelak

oleh Hasan Al-Jaizy

Ketika bajumu tercamping atau cacatmu menganga atau seragam pun tak kau punya, banyak orang akan mencelamu...hingga tertawai nasibmu

Ketika kepalamu bermahkota atau namamu mengharum atau siapapun kenali kehebatanmu, banyak orang akan mengaku-ngaku:

"Itu sahabat saya!"
"Itu teman sekelas-sepermainan saya dulu!"
"Saya pernah bertemu dengannya suatu masa!"


Ada mungkinnya...
orang yang dahulu tersaksi begitu papa
kini adalah ia seorang maharaja
Ada kalanya...
roda berputar seiring hembusan masa
manusia jaya akhirannya di pusara jua

Seperti yang pernah kukatakan padamu:

"Di masa jaya, 
banyak manusia menjadi teman-teman
Di masa gulita,
banyak teman-teman hilang rasa kemanusiaan"


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/428580277183363

Monday, July 16, 2012

Kala Asa Terkandasnya

oleh Hasan Al-Jaizy


Ketika Terkandasnya Asa...

Ketika terdamparnya harapan...ketika terhapusnya impian...ketika raibnya kesempatan, maka segeralahber-husnu-dzan...ber-husnu-dzan...ber-husnu-dzan...berbaik sangka pada yang menciptakan harapan, impian dan kesempatan. Karena Dia juga bernama Ar-Rahman, yang begitu merahmati, mengasihi tiap-tiap makhluk, terlebih muslim.

- Mungkin ada satu harapan yang kau bina dan bangun berkala-kala, namun dalam sekejap hancur luluh seketika...
- Bisa saja ada satu mantel impian yang kau rajut sedari ketiadaan menuju hampir sempurnanya, namun dalam sekelip mata hangus terbakar...
- Atau bermil-mil jalan kau tempuh demi meraih kesempatan, namun ternyata curamnya tanjakan melongsor dan menutup segala arah...

Terbentang padamu kemudian hadits ini:

مَا مِنْ مُصِيبَةٍ تُصِيبُ الْمُسْلِمَ إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا عَنْهُ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا

“Tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim [baik itu kepayahan, penyakit, keguncangan, kedukaan, maupun kesulitan] bahkan sampai duri yang menusuknya, melainkan dengannya Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya.” [Muttafaq alaih]

Atau hadits ini:

مَنْ يُرِد اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ

“Barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, niscaya akan diujinya dengan musibah/cobaan.” [HR. Al-Bukhari]

Perhatikan baik-baik hadits ini:

[إن عظم الجزاء مع عظم البلاء]

“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung pada besarnya bala/cobaan" 

[وإن الله إذا أحب قوما ابتلاهم ]

"Dan Sesungguhnya Allah Ta'ala jika mencintai suatu kaum maka Dia akan memberikan cobaan kepada mereka."

[ فمن رضي فله الرضا ومن سخط فله السخط]

"Barang siapa yang ridha maka dia akan memperoleh keridhaan-Nya dan barangsiapa yang murka maka dia akan memperoleh kemurkaan-Nya.” [HR. At-Tirmidzi]


PERTANYAAN:
"Apakah musibah adalah hukuman?"

JAWABAN:
Segala musibah dan makaarih [keburukan2] adalah hukuman sekaligus ujian bagi manusia. 

Hukuman atas apa yang manusia kerjakan sendiri; sebagai peringatan juga ujian akankah manusia kembali kepada Allah; karena Dia takkan menzalimi siapapun dari makhluknya. Sementara manusia seringkali menzalimi dirinya juga selainnya.

Seperti firman Allah:

وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍۢ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍۢ

"Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah DISEBABKAN OLEH PERBUATAN TANGANMU SENDIRI, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." [Q.S. Asy-Syuura: 30]

أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّى هَذَا قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar) kamu berkata: "Dari mana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari [KESALAHAN] DIRIMU SENDIRI". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." [Q.S. Ali Imran: 165]

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ

"Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari [KESALAHAN] DIRIMU SENDIRI." [QS. An-Nisaa: 79]

Ketiga ayat di atas merupakan penegasan yang tak tersangkal bahwasanya kita, manusia- seringkali melakukan kesalahan, yang justru menjadi ujian dan fitnah bagi kita sendiri. Wallahu a'lam. Mudah2an bermanfaat.


Hasan Al-Jaizy, 16 Juli 2012

http://www.facebook.com/notes/hasan-al-jaizy/kala-asa-terkandasnya/493791393970420

Friday, January 20, 2012

Kala Cobaan Itu Berat...

oleh Hasan Al-Jaizy

Jika cobaan itu begitu berat, wanita akan menangis...terlabuh kemudian kepalanya di pelukan pria

Ketika rasa sakit itu begitu dahsyat, pria akan terdiam...terlabuh kemudian hatinya di belaian wanita

Saat sepasang wanita dan pria sama-sama menangis [senang atau sedih] atau sama-sama terdiam [tengkar atau termenung oleh jarak berjauhan], maka kau tahu itu adalah the greatest moment yang kan menjadi kenangan masing-masing.

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/313318562042869