oleh Hasan Al-Jaizy
Ini adalah cerita NYATA yang terjadi hari Ahad kemarin. Tatkala saya dan adik saya berangkat pergi menuju ke Taman Mini. Niat awalnya adalah berdagang. Niat akhirnya adalah cari duit. Tidak ada niatan lain.
Ini adalah bukti NYATA bahwa ucapan orang tua, biarpun tidak serius, bisa jadi 'sesuatu' yang NYATA terjadi.
Saya dan adik saya berangkat jam 9 pagi. Adik saya memakai motor. Saya di belakangnya sambil membawa 'bakul' berisikan pepes karya emak saya, seorang emak-emak paling emak-emak dari emak-emak yang pernah saya lihat di bumi ini.
Saya membawa uang sekitar 60 ribuan. Adik saya beberapa puluh ribu terbawa olehnya. Sebelum saya keluar rumah, saya sempat ribet sendiri memakai sarung di kamar. Emak saya seperempat teriak dari bawah, "Cepetan ente, gan! Entar nyampe sana jam 12 [baca: DUA BELAS] lho!"
Dalam hati, saya bergumam sambil tergesa menata yang seharusnya ditata, 'Ah, masak segitunya perjalanan sampai 3 jam!?' Lalu kami berdua [saya dan adik] pun cabut. Serrrr!