Showing posts with label Serial LEARN FROM LIFE. Show all posts
Showing posts with label Serial LEARN FROM LIFE. Show all posts

Friday, January 20, 2012

LEARN FROM LIFE : "Menangiskah Kau Wahai Yang Menangis?"

oleh Hasan Al-Jaizy

LEARN FROM LIFE - Menangiskah Kau Wahai Yang Menangis?

Macam-macam Penangis:
[1] Zahir dan batin menangis; seperti mereka yang lidahnya terbasahi dzikir ayat Al-Qur'an, ada sungai-sungai di pipinya dan hati bergejolak di sepertiga malam atau kapan pun. 
[2] Tertangis batin tanpa zahir; seperti mereka yang saksikan umat ini terpecah selagi muda-mudi melukis masa depan dengan kuas bertanduk setan; 
atau mereka yang tetap tegar berdiri diterpa badai ujian hayati.
[3] Tertangis zahir tiada batin; adalah orang-orang munafik yang membingkai ceramah atau majelis dzikir/doa dengan lirih tangisan diberai gerai, sedang hati mereka adalah yang tertawa.
[4] Tiada tangisan zahir batin; adalah orang-orang yang tenggelam dalam lautan kelam dunia; tak kenal mati....tiada kenal akhirat. Takkan ada air mata terkucur dari mata mereka kecuali untuk artis, idola, atau musisi dipersembahkan.





http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/313556342019091






Tuesday, January 17, 2012

LEARN FROM LIFE : "Macam Mahasiswa Saat Liburan"

Beberapa pertanyaan berbeda jurusan dan karakter terhembus dari beberapa mulut:

a. Pas liburan, mau travel/pergi ke mana?
b. Buku apa yang bakal dilahap pas liburan, kira2 berapa buku?
c. Ada game baru ga buat liburan?
d. Cabang ilmu/skill apa yang bakal dipelajari pas liburan? Bertani? Bahasa Asing? Sastra? Menjahit?
e. de el el


Menurut Saya:
Justru kepribadian seorang pelajar/mahasiswa sebenarnya lebih terbukti ketika liburan. Apakah ia akan menghabiskan liburan untuk hal2 yang bermanfaat terkait dengan bidang keahliannya, atau bahkan mau memanfaatkan waktu kosong untuk mempelajari cabang ilmu baru. This is good.

Atau apakah banyak/kebanyakan seperti mahasiswa yang kuliah karena terpaksa, tugas karena kewajiban...saat liburan ia menjadi seperti ANAK SEKOLAH: hanya main game, bercanda, ke rumah teman atau malah 'ngerengek' minta travel/pergi ke suatu tempat.

Ada pula mahasiswa yang di lembaran masa aktif kuliahnya ia aktif belajar sambil berorganisasi, tapi saat liburannya kepalanya berantena, menjadi lamban dan malas seperti keong bekicot.


Untuk yang mau menghabiskan waktu travelling ke tempat2 asing, it's ok...good. Namun diharapkan travelling nya tidak sekedar 'hiburan'. Layak pula ada hal baik atau pelajaran yang dipetik dari travelling.

Untuk yang mau membaca buku dan mentargetkan jumlah buku, you are great!

Untuk yang mengadakan acara-event bermanfaat [bukan event konser atau hiburan2 sia2], you are great! Keep rocking!

Untuk yang mempelajari ilmu baru, you are great!
Untuk yang membantu ortu di sawah/ladang/dapur, you are GREAT!


Untuk yang MENGHABISKAN waktu pada GAME online/offline atau sekedar kongkow bareng teman having fun, GO BACK TO YOUR CHILDHOOD, YOU CHILDISH RETARDED BEING!

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/311692892205436

LEARN FROM LIFE : "Positif-Negatif Facebook"

oleh Hasan Al-Jaizy


Dengan keberadaan Pesbuk dan aktipnya ikhwah yang mengambil jalur S, membuka banyak tabir-tabir rahasia, ada yang positip, ada pula yang negatip.

POSITIPNYA:

--> Sharing ilmu agama atau pengetahuan umum
--> Pertemanan atau hingga persahabatan yang lebih luas
--> Islam yang [secara objektip bener] semakin tersohor
--> Semakin besar tampak usaha padami api ahlul bida'
--> Saat bid'ah nya tak sekobar dulu, justru Ahlul Bida' yang berkoar-koar berkobar
--> Inpo majelis-pengajian rutin atau temporary tersohor
--> Sabuk hijau makin giat promosikan 'Salapi-Wahabi' secara cuma-cuma dengan cara mencela. Ini positip...bukan negatip [kalau dipikir lebih jauh-dalam lagi]
--> Sabuk hitam ga punya hujjah, karena sejarah bilang: Yahudi-Syi'ah-Demokerasi-Cekuler-dan perguruan semacamnya kelam masa lalu, kini dan kemudian.

 NEGATIPNYA:

--> Sharing aib orang lain atau kyai perguruan lain
--> Tuding menuding...Tuduh menuduh...Tindih Menindih...Didih Mendidih
--> Baru bisa hapal Surat Al-Kautsar udah pinter ngapirin muslim
--> Bermunculan bibit-bibit takpiri, tabdi'i, Ahlu Bidngah wal Jamangah [metode dakwahnya]
--> Bermunculan ustat2 karbitan [yang mengustadkan diri sendiri]
--> Modal copas dianggap alim
--> Kepribadian ulama onlen, pirtual dan digital
--> Umat terpetak bagai cawah...dapet cumbangan dikit dikate 'Cururi', kagak maulidan dikate 'Wahabi', celane mepet mata kaki dikeluarin dari 'Salapi', jenggot kepotong dikate 'Ikhwani', .... G*ple'i
--> Debu-debu berdebatan...setan-setan pada kegirangan



Monday, January 16, 2012

LEARN FROM LIFE : 'Melihat Realitas"

oleh Hasan Al-Jaizy

Sungguh kita layak MEMAKLUMI keberadaan perkataan2 ini:

--> "Dakwahnya orang S-W keras dan tidak mengundang simpatik manusia"
--> "Orang2 S-W mudah membid'ahkan ini itu"
--> "Dakwahnya orang2 S-W cuma di FB dan cuma bisa COPAS. Listrik mati, ilang lah ilmu"
--> "Orang2 S-W paling suci sendiri; merasa paling benar"

Kenapa layak memaklumi? Kita tinjau dari 2 pihak:


PIHAK PERTAMA: [Tingkah sebagian]

a. Siapa mau pungkiri banyak dari ikhwan/akhwat yang baru kenal langsung masang petasan dan main keras-kerasan?

b. Embel-embel nama As-Salafy namun dakwah dengan petasan, mengundang emosi tetangga [kelompok lain]. Kalau dakwahnya sesuai dan dirinya memang berhak, it's fine.

c. Ketika keberadaan 'title'/jabatan As-Salafy tersebut, orang LANGSUNG MELIHAT DAN MENILAI begitulah dakwah Salafiyyah. Api jauh dari kembang.

d. Bertabur segala hasil copas, namun BELUM TENTU memahami keseluruhan saking semangatnya. Akhirnya, ketika ditanya, tak tahu jawaban. Ketika ditentang, mengumpat di balik tabir dalil atau menghapus comment atau me-remove daftar teman.

e. Newbie, ilmu dasar [ushul] belum mateng langsung mengangkat masalah khilaf, bid'ah, dan yang panas2.

f. Sebagian lempar tuduh sembunyi lidah. Melarang ber-hizb sendirinya hizby. 

g. Ahlu At-Tahdzir wal Jama'ah atau Ahlu Al-Jarh wa At-Tarjiih?

h. Sebagian anggap:'Semua yang beda warna, meskipun sedikit, tebas!'

i. Memasang status panas dan mengundang debat; tetapi ketika orang lain jadi kepanasan dan ngajak debat, langsung berlindung di balik ayat/hadits hasil COPAS yang melarang perdebatan.

j. Menghapus komentar2 yang berisi kritik pada dakwahnya. Ga mau dikritisi. Pokoknya ga boleh menyelisihi yang dianggap benar.

Sebagian seperti ini. Jangan salahkan manhajnya. Manhaj Salafy adalah pure Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Tapi, air keruh karena debunya dan sampahnya, bukan karena air aslinya.

Protes? Tidak terima? 
Silahkan. Mungkin karena terbiasa memprotes dan tak terima pandangan orang yang tak sesuai miliknya, segalanya kena protes.

Masih ga terima?
Ga terima?
Ga terima?
Ga terima?
Marah? Marah?
Ayo, keluarkan semua tuduhannya. Beli cap stempel sekalian. 

Tolak semua realitas lapangan, you could be a king of fanatic kingdom!


PIHAK KEDUA: [Tingkah Sebagian]

a. Fanatik golongan/ras/ormas/partai/keluarga

b. Buta mata buta hati tuli telinga picing mata besar mulut

c. Kesambet setan kuburan kebanyakan solawatan tahlilan langitan di kuburan

d. Nuduh orang sok benar sendirinya merasa sudah benar atau golongannya paling benar

e. Belagak moderat, pura-pura tidak tahu akan kepura-puraan golongan/ras/ormas/partai di tengah umat

f. Mata kelilipan maksiat, telinga kesumbat musik tahlilan, otak mampet, hati ketutup fanatisme, jiwa kerasukan bid'ah...cuma mulut doang yang terbuka

g. Trend...ibadah jadi trend...ormas jadi trend...majelis jadi trend...dzikir jadi trend...nasab Rasul jadi trend...ibadah jadi trend...kuburan jadi trend...

h. Bid'ah dibela-bela dengan tabir 'Bidngah Khasanah'...Yang jelas-jelas sunnah diejek

i. Bibir pada item...jantung juga mungkin

j. Kuburan pade bersihin, pade ramein...alesan tahlil, ngalap berkah, bakti wali...masjid dijadiin bioskop mingguan...hadir Jum'at aja

k. Disuguhin ayat/hadits, ngebayar pake kalimat manusia biasa

l. Memalsukan slogan Cinta Rasul atau Cinta Dzikir...inget Rasul cuma pas maulidan...dzikir cuma pas ngumpul ama orang banyak aja

m. Ntar ente kalo dikubur, jangan salahin orang injek2 kuburan ente, masang petasan di pemakaman ente, itu yang ente lakuin pas lagi idup.

Sebagian seperti ini. Siapa yang salah? Siapa yang salah? Kyainya? Syekhnya? Habibnya? Ustadnya? Atau...ormasnya?

Protes? Tidak terima? 
Silahkan. Mungkin karena hati tertutup baja fanatisme, semua fakta dan realitas ditolak mentah2. Bahkan jikalau matahari mendekat membakar kulitmu, kau kan tetap sangkal bahwa itu matahari.

Masih ga terima?
Ga terima?
Ga terima?
Ga terima?
Marah? Marah?
Ayo, keluarkan semua tuduhannya. Beli cap stempel sekalian.

Tolak semua realitas lapangan, you could be a king of fanatic kingdom!


Jadilah seorang yang fanatik, maka Anda akan menjadi orang yang merasa paling benar dan dianggap merasa paling benar!

Saya tidak memerintahkan siapapun untuk tersinggung, karena TIDAK ADA NAMA khusus disebut.

Bagi yang ngamuk, atau panas hatinya, berarti 'merasa'...barangsiapa yang 'merasa', berarti 'melakukan'....barangsiapa yang 'melakukan', maka ia HARUS 'merasa'...barangsiapa yang 'melakukan' tapi tidak 'merasa', maka mungkin ia orang gila


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/311084592266266

LEARN FROM LIFE : "Perbedaan"

oleh Hasan Al-Jaizy

Hari AHAD [1] kita katakan: "Setiap perkataan manusia bisa tertolak kecuali perkataan Nabi Muhammad"

Hari ITSNAIN [2] saat ada orang menyelisihi PENDAPAT Syaikh yang kita pegang [Syaikh Al-Albany atau Ust. Fulan] dan didatangkan pendapat Syaikh lain, kita memblokir dan tidak terima. Kontradiksi 1-2.

Hari TSULATSA [3] kita katakan: "Jika perbedaan/perselisihan adalah rahmat, mak

a persatuan adalah laknat, donk?" [adopted from Ibn Hazm]

Hari ARBI'A [4] ketika tercatat bahwa para ulama berselisih pendapat tentang boleh tidaknya shalat taraweh +11, mulai kita mikir dalam hati, 'Berarti umat ini terlaknat donk karena perselisihan ini!? Waduh!'

Hari KHAMIIS [5] mulai kebingungan mencari jawaban bagaimana menyikapi perselisihan dan perbedaan.

Hari JUM'AT [Berkumpul] ketika menghadiri SHALAT JUM'AT, barulah tertemu jawabannya: 'Tetaplah Bersatu Berbaris di shaf-shaf rapi bersama saudara se-muslim meskipun tiapnya memiliki perbedaan'








Bersyukurlah:

Bukankah dengan adanya perbedaan itu, kita bisa tahu dan membedakan mana yang terbaik di antara yang baik dan mana yang terburuk di antara yang buruk?

Jikalau semua sama tiada beda, apalah artinya pergulatan antara haq dan bathil?

Ketika tercipta suatu perbedaan, dari segi ras, lisan, pemikiran, sikap, bentuk dan lainnya, adalah suatu rahmat untuk memperkaya wacana dan pengetahuan.

Jikalau segala hal dipukul rata, maka kenyataan di lapangan akan memukulmu. 

Adalah perbedaan itu, ketika ia buruk berusahalah meluruskan, dan selagi ia masih baik berusahalah berlapang dada menerima. Tentunya kita tidak melarang orang berfanatik sementara kita sendiri ahlu fanatik, bukan?





Thursday, January 12, 2012

LEARN FROM LIFE : "Alim"

oleh Hasan Al-Jaizy


[1] Seorang alim sebenar berusaha sembunyikan kealimannya. Tapi, bagaimanapun juga manusia akan mengetahui kealimannya karena ilmu menghias pemiliknya sadar-tak-sadar.

[2] Seorang yang berusaha 'tampakkan' keilmuan yang dimilikinya cenderung senang dipuji-diakui dan tak mencari ilmu kecuali untuk tujuan dunia [uang/kemasyhuran/ijasah semata]. Dan uang-kemasyhuran-ijasah seringka

li menghias pemiliknya dengan kesombongan dan sikap ujub.

[1] Seorang alim sebenar tidak menyembunyikan ilmu di masa orang membutuhkan dan tak haus akan imbalan darinya.

[2] Seorang yang 'merasa-alim' membutuhkan pujian orang dan haus akannya.

[1] Seorang alim sebenar merasa di atas langit masih ada langit dan ia takut terhempas ke tanah karena lalai di ketinggian.

[2] Seorang yang 'merasa-alim', merasa ia sudah berada di langit dan upayakan manusia mendongak melihatnya tanpa ada rasa takut terjelembab ke dasar karena congkaknya.





http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/308403865867672

Saturday, January 7, 2012

LEARN FROM LIFE : Lisan, Kasih dan Ego

oleh Hasan Al-Jaizy

Setiap ibu mampu mengajar 2 bahasa ke setiap anaknya; yaitu bahasa lisan dan bahasa kasih. Lisanmu dahulu kelu, lalu diluruskan ibu. Hatimu dahulu baku, lalu dilunakkan ibu.

 Lisan, Kasih vs Ego
--> [Bahasa Lisan] Ingatkah kamu ketika ibumu tak terpayah tiap hari lafadzkan segala kata untukmu? Tidak ingat. 
--> [Bahasa Kasih] Ingatkah kamu ketika ibumu terletih menggendongmu di bis kota? Tidak ingat.
--> [Bahasa Lisan + Kasih] Ingatkah kamu ketika tangismu terpecah tengah malam, lalu ibumu berkata , 'cup...cup..ssshh...jangan menangis' lalu menggendongmu dan menggerak-gerakkan tubuhnya hingga antenglah kamu? Tidak ingat. 

--> [Bahasa Ego] Ingatkah kamu ketika bapakmu mengusirmu dan ibumu dari kamar karena tangismu tengah malam dengan katakan, 'Bawa keluar saja dia!' ? Tidak ingat.


 Siapakah...?

Jika ada orang paling berjasa dalam hayatmu yang harus terawal kau baktikan padanya kini adalah ibumu, selama ia masih hidup.

Jika ada orang paling berjasa dalam hidupmu yang harus selalu kau doakan kebaikan untuknya kini, esok dan seterusnya adalah ibumu, kala hidupnya...atau setelah wafatnya.


 Ibumu tak perlu terperlunya akan senandung, lagu dan syair demi memujanya. Tak pula ia memerlukan istana sebagai imbalan kasih sayangnya atau hari perayaan dengan hadiah-hadiah materi.

Lukiskan baktimu, tuturkan lisan beradabmu, persembahkan akhlakmu, serta lirihkan bait-bait doamu ... yang semoga bahagiakanmu, orang tuamu, keluargamu serta yang tercinta dunia akhirat.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/305435622831163

Sunday, January 1, 2012

LEARN FROM LIFE : Beban

oleh Hasan Al-Jaizy

[1] Barangsiapa mengangkat suatu beban di atas kadar kemampuannya, ditakutkan beban tersebut akan menimpa-meniban dirinya sendiri.

[2] Barangsiapa berbicara di luar batas kapasitas pengetahuannya, ditakutkan kalimat-kalimat terbicara akan menjadi bumerang tajam yang berbalik mencakar lisannya terjulur.

[3] Siapapun yang mensifati dirinya tak sesuai kadar kebenaran adanya, ditak
utkan kelak akan tersingkap kadar keberadaan yang benar. Tiada bangkai terbiarkan kecuali tercium kelak busuknya.

[4] Siapapun yang banggakan apapun yang bukan miliknya, ditakutkan kelak akan terwarta di buana pemilik sebenar. Dan pemilik suatu kemuliaan belum tentu banggakan kemuliaan; sedangkan pemilik suatu kehinaan seringkali ingin dimuliakan dengan cara yang tak mulia.

Pernahkah kita rasakan setiap dari 4 hal di atas? Jawaban 'pernah' yang terbisik di hati terdengar sampai sini.