Showing posts with label [Serial DARI HATI KE HATI]. Show all posts
Showing posts with label [Serial DARI HATI KE HATI]. Show all posts

Saturday, May 12, 2012

DARI HATI KE HATI : [9] Apakah Kamu Ingin....?

oleh Hasan Al-Jaizy

[Apakah Kamu Ingin...?]

[1] Apakah kamu ingin menjadi seperti butir-butir debu teramat ringan atau buih-buih samudera teramat lemah atau anai-anai putih teramat liar yang terombang-ambing oleh kekuatan angin dan air!? Seketika gelombang dan hembusan antarkan kamu pada keentahan; hingga tengah hidupmu adalah lemah dan akhir hayatmu adalah entah.

[2] Apakah kamu ingin menjadi seperti lilin berpijar terangi sekitar yang kelam ditelan gelap; sementara perihnya kulitmu terlumer oleh api!? Tiap berjalan waktu: kian waktu kian banyak tangisanmu. Lalu tangisnmu membeku tak berarti dan alangkah cepat tamat kamu punya riwayat. Sungguhpun sedih ku melihatmu: berguna untuk orang lain, hancur luluh sendiri.

[3] Apakah kamu hendak menjadi seperti sendal menopang diri manusia berdiri berjalan berlari!? Kau terinjak tersakiti sementara pemakaimu teramankan dari panasnya aspal, kasarnya tanah dan kotornya muka bumi. Lalu kau pun menjerit ketika perutmu terantup kerikil tajam, atau teriakmu histeris sakit ketika mu tertusuk duri atau paku. Dan ketika warnamu telah pudar atau anggota tubuhmu telah cacat, kau akan dibuang.

[4] Apakah kamu hendak menjadi yang terbaik bagi orang lain namun terburuk bagi diri sendiri?



Friday, May 11, 2012

DARI HATI KE HATI : [8] Beramalah Selagi Sempat

oleh Hasan Al-Jaizy


[Beramallah Selagi Mampu dan Sempat]

Beramallah selagi mampu dan ada kesempatan, sekecil apapun ia. Dengan syarat: Ikhlas karena Allah dan sesuai dengan syariat. 

1. Ikhlas, yaitu menyendirikan tujuan hanya demi mengharap ridha Allah. Jika ketulusan itu bercabang, demi kebaikan umat/orang lain atau keridhaan makhluk, maka jangan sampai jadikan cabang kecil ini menjadi besar hingga sederajat dengan keikhlasan untuk Allah, atau bahkan mengunggulinya. Berusaha menjauhi riya, sum'ah, ujub dan takabbur adalah bentuk mujahadah dalam beramal, dan tentu terganjar baginya pahala.

2. Sesuai dengan tuntunan syariat. Yaitu, selaras dengan yang termaktub di Al-Qur'an-Sunnah, tersuar dari Ijma Ulama, atau sejoli dengan kias yang sehat. Jika tak terbetik dari keempatnya, setidaknya: 'tidak-menyelisihi' atau 'tidak-melanggar' keempatnya.


Takkan Tersiakan...

Perlu juga kita hadirkan ayat ini untuk memotivasi hamba Allah agar tak lepas tiap nafasnya untuk beramal, sekecil apapun ia, meski sekedar mengucapkan 'Laa ilaaha illallaah' atau sekedar menitip mekaran senyum di pandangan saudaranya demi menciptakan kelembutan hati dan persaudaraan:

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا

"Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan (nya) dengan baik." [Q.S. Al-Kahfi: 30]

Jadi, selama amalan kecil maupun besar itu terdasar di atas pondasi keikhlasan dan tersangga dengan tiang kebaikan, maka insya Allah takkan tersiakan dan tercatat sebagai bekal menuju kebahagiaan akhirat.

Kita pinta selalu dan memohon pada Allah Sang Pengampun [Al-Ghafuur] tuk mengampuni kaum muslimin secara keseluruhan; agar kita semua dikumpulkan nanti bersama dan selamat dari api neraka.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/384274711613920

Thursday, May 10, 2012

DARI HATI KE HATI: [7] Memaafkan itu Baik

oleh Hasan Al-Jaizy


[Memaafkan itu Baik]

Memaafkan saudara muslim yang salah, entah sengaja atau tidaknya, adalah bentuk kebaikan dan akhlak yang terpuji. Jika memaafkan itu baik, atau lebih baik, maka mengapa enggan memaafkan? Sedangkan Allah Ta'ala adalah Maha Pemaaf dan menerima taubat hambanya. Allah Azza Wa Jalla juga menghapus dosa-dosa orang bertaubat, sebesar apapun ia terbuat, sehina apapun ia berbuat, selama taubatnya adalah sebenar-benar taubat.



Semoga teks-teks ini meluluhkan hati yang keras; yang enggan memaafkan saudaranya atau yang enggan berupaya mencairkan kebekuan hati:

وَأَنْ تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى

"dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa" [Q.S. Al-Baqarah: 237]

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ

"dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?" [Q.S. An-Nuur: 22]

فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ

"maka Barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah" [Q.S. Asy-Syuura: 40]



Monday, May 7, 2012

DARI HATI KE HATI : [6] Anak Seribu Pulau

oleh Hasan Al-Jaizy


[Anak Seribu Pulau]

Ingat program TV era 90-an bernama 'Anak Seribu Pulau' yang ditayangkan tiap Ahad pagi? Dahulu acara tersebut adalah yang paling saya suka. Sedari saya masih ingusan dulu, punya cita-cita bertemu anak-anak nusantara dari beragam suku bersatu dalam nama negeri ini. Jua tak luput lekatan hati pada kerinduan akan alam yang indah. 

Ternyata suara hati kecil saya ter-istijabah oleh Allah, karena usia remaja saya melebur di pesantren; di mana ada ratusan anak-anak seribu pulau tertemu, tersapa, terkawan, terangkul bersama. Alangkah indahnya itu semua.

Sebelum lulus SMA, pernah saya berdoa agar di kemudian hari saya bisa merangkul orang-orang yang hidup di pedalaman, apapun pulaunya. Segala puji bagi Allah, lagi-lagi Allah menjawab suara batin dengan mengirimku ke pedalaman Pontianak. Kembali bertemu banyak anak-anak berpulau-pulau.

Indonesia adalah negara yang secara dramatis indah, secara dramatis penuh dilema. Semoga kesempatan untuk merangkul anak-anak seribu pulau masih terbuka; selagi masih bermimpi hari-hariku tuk jua merangkul mahasiswa.

Anak Seribu Pulau...Anak Mahasiswa
tetaplah kalian menjadi Mahasiswa Pembangun Seribu Pulau


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/382875715087153

Friday, May 4, 2012

DARI HATI KE HATI : [5] Ciliwung Karena Seperti Terkenang

oleh Hasan Al-Jaizy


[Ciliwung Karena Seperti Terkenang]

Kenapa seringkali tersebut olehku Kali Ciliwung? Karena kali itu seakan berlumuran kenangan2 di tahun 70-an; kala emak saya dahulu berumur belasan. Hidup yang dijalani emak kala itu adalah pilu. Tak perlu tera cerita pilunya di sini. 

Di Kali Ciliwung, sekitar titik yang kini menjurang, adalah tempat di mana emak dan neneknya [buyut saya] mencuci baju selepas Subuh. Dahulu di sana ada pancuran air-air murni dan asli dari tanah di sebuah jurang. Itu lah dahulu kala, ketika masih jernihnya, tak seperti kini, Ciliwung semakin mengeruh, seakan warnanya adalah tumpahan rasa kecewa alam terhadap manusia.


Ciliwung Karena Seakan Terkenang

Kalibata-ku, Ciliwung-Ku yang dahulu di masa kecil ku saksikan di kebun seberang masih ada kera bergelantungan. Kalibata-Ku, yang dahulu dekat rumah temanku masih ada rawa dan hewan-hewan; juga setiap Subuh bersama ayah ke masjid terdengar kodok-kodok berkumandang di sekitarnya, seakan menyambut semua orang yang berjalan menujunya.

Tentu kini tak seperti dulu. Gedung apartemen yang tinggi-tinggi seperti mengusir diriku, agar segera enyah...segera enyahlah aku dari kota ini.

Tempat yang sering kudapati ketenangan alami adalah di beberapa titik pinggir Kali Ciliwung, di mana beberapa pohon masih berdiri tegak berkumpul bersama. Tiap ke sana, terbayang emak sedang mencuci bersama buyut...emak, kala mudanya, yang merupakan penyiar radio dan gadis cantik, di usia belasan...hidup penuh ujian...semoga kepedihan muda beliau terobati oleh anak-anak yang kelak menjadi para salihiin.

Tak kubayang sedihnya emak mengenang...Jakarta kala itu dan kini
Namun bisa kubayang sedihku sendiri mengenang...Jakarta kala kecilku dan kini


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/380060745368650

Wednesday, May 2, 2012

DARI HATI KE HATI : [4] Doakan Terbaik Tuk Orang Ini

oleh Hasan Al-Jaizy

[Doakanlah Yang Terbaik Untuk Orang Ini]

Sekitar rumah saya, ada 2 mushalla dan 1 masjid. Saya berlangganan di mushalla pasar, dan jarang berjamaah di masjid. Selain karena harus nyebrang jalan mobil dan kereta, seringkali iqomat nya terlalu dini.

Nah, di masjid yang bernama Ar-Rahmah ini 1 tahun belakangan ini punya seorang pengurus masjid sekaligus penjaga barang2 jama'ah, seperti sandal, motor dll. Ia sangat sangat rajin.

Pernah ketika saya menyempatkan diri berjamaah Ashar di sana untuk kemudian pergi kerja, saya lepas sepatu di beranda masjid. Ketika selesai menunaikan ibadah, saya pun beranjak keluar karena waktu sudah mepet. Alangkah kagetnya saya melihat sepatu 'semi-kumal' saya raib. Dan kekagetan saya memuncak ketika dia tampak sedang sibuk membersihkan sepatu saya, menyikat dengan sikat sembari meniup-niupnya. Mungkin sekali banyak jama'ah yang diperlakukan serupa barangnya.

Ashar kali ini, kebetulan juga shalat di sana, dan ketika saya keluar masjid hendak pulang, saya dapatkan semua sendal-sepatu jema'ah telah tersusun rapi berbaris; dan kita tinggal mengayunkan kaki tuk memakainya. Ya Salaam.


Saya tahu sekali bahwa dia sangat rajin mengurus dan membersihkan masjid. 

Meskipun tidak kenal [saya pun belum berkenalan], saya berharap siapapun muslim yang membaca tulisan ini mendoakan dia yang terbaik; karena kontribusinya untuk umat ini dengan semampu yang dia bisa dan dengan cara yang ia mampu. Juga kontribusi nya dalam merawat rumah Allah.

Mudah-mudahan Allah mengampuni segala kesalahannya, besar atau kecil, memudahkan hisabnya, menganugerahkan baginya nikmat Kubur, memasukkannya ke dalam Jannah, dan semoga senantiasa kita semua kelak berkumpul di sana...meski terpisah di sini. Allahumma aamiin.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/378757032165688

Monday, April 30, 2012

DARI HATI KE HATI: [3] Angkatmu ke Surga..atau..Seretmu ke Neraka

oleh Hasan Al-Jaizy

Serial DARI HATI KE HATI

[Angkatmu ke Surga..atau..Seretmu ke Neraka]

Jika kamu ingin tahu siapa teman terbaik di antara teman-temanmu,
maka ketahuilah dari seberapa kali ia menasihatimu
atau seberapa sering ia membantumu, meski ia juga sedang di masa sulit
Siapakah temanmu yang mengingatkanmu pada-Nya?
Jika terjawab siapa, maka ialah terbaik milikmu

Jika kamu ingin tahu siapa teman terburuk di antara makhluk sekitarmu,
maka hitunglah dari seberapa kali ia mengajakmu lalai
jalan-jalan, bercanda, lupa akan kubur dan kesenangan dunia
atau cari dia di saat kau sulit; selama kau temukan ia selalu di masa lapangmu
Siapakah temanmu yang menjauhkanmu dari-Nya?
Jika terjawab siapa, maka jauhkanlah orang yang menjauhkan dirimu dari-Nya.

Kita berkumpul di sini
yang kemudian kelak kan terpisah
yang kemudian kelak mungkin saja kita takkan berkumpul lagi di sana
Satu golongan di surga...satu golongan di neraka
Lalu dimana kelak aku? Di mana kelak kamu?
Bersuakah kita lagi nanti?

DARI HATI KE HATI: [2] Dulu Mereka Tertawakan...Kini Mereka Ikutan

oleh Hasan Al-Jaizy

Serial DARI HATI KE HATI

[Dulu Mereka Tertawakan...Kini Mereka Ikutan]

Pernah dulu ku bercita-cita A; yang terpendam saja kupendam dalam lautan asa ia berendam. Lalu ketika ada celah kecil sebagai kesempatan bagiku tuk napaki tangga menuju cita-cita A, ku ambil langkah. Batinku, semoga dengan upaya ini semakin dekat ku dengan mimpi.

Namun, ketika ku wartakan asa pada beberapa teman, mereka tertawakan...seakan asaku begitu rendah. Mereka kucilkan makna harapanku; atau sungguh mereka sedari awal berburuk sangka padaku. Sedih memang wajar, namun terus sedih menerus tidak wajar. Tetap kutiti jalan, meski tercabik kesendirian.

Dan kini...mereka yang dulu melegak tawa...adalah anak-anak buahku; sebagai pembantu ku. Syukur ku pada Allah karena sedih terbayar dengan cita-cita tunai.

Saturday, April 28, 2012

DARI HATI KE HATI : [1] Ka'bah Buatku Rindukannya...Pengunjungnya...

oleh Hasan Al-Jaizy

Serial DARI HATI KE HATI

[Ka'bah Buatku Rindukannya...Pengunjungnya...]

Melihat Ka'bah, melalui foto atau video, terlebih jika terlihat kaum muslimiin shalat bersama sekitarnya, membuat hati ini terasa semakin ingin menuju ke sana. Ingin sekali merasakan atmosfir itu. Ingin sekali melantunkan bait-bait lirih doa di tempat mulia tersebut.

Namun, kemudian, hadir dalam pandanganku foto beberapa pengunjung, dipasung di beranda, mereka berfoto ria, ada yang sekedar senyum, ada yang sembari berpose penuh gaya. Tentu tidak ingin ku berburuk sangka, bahwa mereka ingin 'dilihat' sudah berada di sana. Tapi, foto-foto itu justru membuatku sedih. Aku dan kami di sini yang tiada berdaya tuk kunjunginya, tersuguhi foto-foto seperti itu.

Dari hati ke hati...tak ingin hati berburuk sangka...karena satu hati sulit menebak satu hati lainnya. Apa gerangan yang berdesir di hati mereka?

Ka'bah rinduku padanya, seakan pernah ke berdoa di sekitarnya. Ketidakpernahan dan kerinduan yang hingga kini tak terpisah...terancukan oleh foto-foto bergaya.