Showing posts with label Syi'ah. Show all posts
Showing posts with label Syi'ah. Show all posts

Wednesday, July 17, 2013

Halo? Apakah Saya Ada? 3

oleh Hasan Al-Jaizy

Saya agak khawatir jika memerangi Syi'ah itu hanya karena trend. Yakni: ketika teman-teman dumay nya riuh mempermasalahkan Syi'ah, ikut-ikutan berkoor.

Mentalnya ada mirip dengan kasus maling di keramaian stasiun. Ketika ada yang teriak maling, serempak pada ikut-ikutan. Padahal tahu jelas kasusnya pun tidak. Syukur jika ada informan yang jujur. Namun, rata-rata pengunjung stasiun menang di teriak ramai-ramai dan mencelanya. Lalu memukul senafsu-nafsunya saat sudah ketemu 'maling'nya.

Mentalnya ada mirip juga dengan kebiasaan masyarakat yang ketika para jurnalis membentangkan berita hot, langsung para pemirsa pada angkat bicara. Semua mengutuk. Setelah berita hot habis, para pemirsa tenang kembali. Lupa semua itu. Nunggu hal lain yang akan menjadi masyhur atau trend.

Saya agak khawatir jika memerangi Syi'ah itu hanya karena ikut-ikutan, sehingga secara normal enggan menggali pengetahuan tentang Syi'ah. Menunggu informan. Atau hanya ingin meramaikan saja.

Tuesday, January 29, 2013

Syi'ah...Yang Penting Disukai...Sedikitpun

oleh Hasan Al-Jaizy


Syi'ah...Yang Penting Disukai...Sedikitpun

Syi'ah

Syi'ah

Dalam perkara Aqidah, Syi'ah Imamiyyah sudah dikenal ketidakjelasan dan ketidakpastiannya di kalangan Sunni. Pengagungan mereka terhadap Imam pun juga berunsur kejahilan. Mereka menunggu Imam Al-Muntadzar [yang ditunggu-tunggu] yang kelak melalui Imam itulah hidayah dan sa'adah manusia tersebar. Sampai sekarang, imam tersebut belum muncul juga, entah dari Sirdab ataupun lainnya. Dari Subang sampai Merauke, sejak Doel Sumbang sudah bisa Karaoke, tidak ketahuan kapan munculnya.

Mengenaskannya, mereka mengklaim bahwa imam tersebut pasti akan muncul jua. Betapa banyak yang mengklaim punya jaringan dengan Laila, tapi Laila sendiri kesulitan mencari sinyal.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (w. 724 H) pernah mendengar lelucon aqidah dari suatu kelompok Syiah tersebut, tepatnya diucapkan oleh seorang imam mereka. Begini kalimatnya:

Tuesday, December 11, 2012

CAT : [22] "KAFIR 12-12-12"


oleh Hasan Al-Jaizy


Besok adalah tanggal 12, di bulan ke-12, pada tahun 2012. Apa gerangan yang akan terjadi?

12 dalam bahasa Arab: Itsna Asyar.

Seharusnya esok hari adalah hari teragung kaum Syi'ah Itsna Asyariyyah. Karena mereka menganut faham keimanan terhadap imam 12. Dan tentu saja mereka ber-ghuluw [lebay-berlebihan] dalam menetapkan khabar-khabar keimanan tentang para imam.

Imamah adalah rukun pokok dari pokok-pokok agama [Ushuluddin] Syi'ah Itsna Asyariyyah. Golongan Syi'ah 12 ini adalah sekte Islam kontemporer yang paling besar jumlah pengikutny di

Friday, August 31, 2012

Men-Tahsin Nama Syi'ah

oleh Hasan Al-Jaizy

Akhir-akhir ini, beberapa tokoh, dengan uslub dan gaya kalimat masing-masing, men-tahsin-kan atau memperbagus nama dan citra Syi'ah setelah Syi'ah sendiri mencakar-cakar Islam. Kalimat-kalimat semacam 'Syi'ah itu tidak sesat' atau 'Syi'ah itu ada baiknya...ada buruknya' tentu saja ada masa permintaan tanggungjawabnya kelak.

Jika yang berbicara hanya seorang murid kecil, yang bau mulutnya tidak akan dihirup oleh orang lain, maka tidak memberikan pengaruh besar. Namun, bagaimana jika yang berbicara tokoh-tokoh atau para pemimpin kelompok/golongan [hizb], yang tentu saja setiap nafas dari mulut mereka akan dihirup oleh para pengikut dan para peliput di media. Terlebih bakal ada jiwa-jiwa cacat yang senang menghirup bau mulut seperti itu? Atau bagaimana jika ada pelacur-pelacur hizb yang siap membela meski salah besar dan jelas?


Esktrimisme Disebabkan Ekstrimisme

Maka, bukankah tahsin seperti ini sama seperti menipu umat? Alasan: "agar tidak terjadi sikap ekstrimis anarkis", tidak bisa menyembuhkan rasa heran. Karena ekstrimisme dalam pendangkalan aqidah sudah terjadi dan dilakukan oleh mereka, kaum Syi'ah. Sementara hal itu dianggap seperti debu di guliran angin-angin saja oleh para tokoh itu. Ekstrimisme fisik tidak akan bisa dihentikan untuk seterusnya selama ekstrimisme dan pelacuran ideologi sesat di-tahsin-kan seperti ini.

APakah memang kini masih saatnya untuk ber-husnudzan pada Syi'ah? Bukankah Syi'ah 12 adalah aliran [baca: agama] yang selama ini secara lahir dan batin sedang mengadakan proyek penggrogotan aqidah kaum muslimiin? Ketika ada tikus menggrogoti salah satu bagian woody di rumah Anda dan suaranya JELAS terdengar, apakah dengan gilanya Anda berkata:

'Oh, biarkan saja. Mungkin tikus itu sedang mengasah giginya. Dan biarkan saja jika ia sedang mencari makan. Toh kita sama-sama cari makan!?'


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/435446783163379

Tuesday, August 21, 2012

MERACAU : "Ketika Kamu Berusaha Nyunnah!"

oleh Hasan Al-Jaizy

Ketika kamu berusaha 'nyunnah'...

Ketika kamu berusaha mengamalkan yang kau fahami itulah sunnah Nabi, kesumat setan semakin membara. Semakin kau berusaha mencari cara untuk bisa beramal, semakin pula setan berusaha mengatur strategi untuk mencegahmu.

Wahabi, sebuah istilah yang diada-adakan oleh kelompok2 yang suka mengada-ada. 

--> Belum menjadi sufi sejati jika belum mendeklarasikan permusuhan terhadap Wahabi. 
--> Belum menjadi liberalis, pluralis, demokratis dan sekularis sejati jika belum melawan ideologi Wahabi.
--> Belum menjadi pemimpin majelis trendi atau keturunan suci jika belum menghardik Wahabi.
--> Belum menjadi penganut faham Syi'ah 12 jika belum memusuhi Wahabi.

Orang2 yang dilabeli sebagai 'Wahabi' nasibnya kasihan sekali. Tapi rupanya, mereka pun merasa kasihan dengan orang2 yang melabeli mereka sebagai Wahabi. Jika sama-sama saling mengasihani satu sama lain, mengapa tidak bisa bergabung dan akur?

Jawabannya: Karena pasti salah satu dari kedua kubu ada yang benar atau lebih dekat pada kebenaran. Dan juga, karena tidak mungkin kebenaran dan kesesatan bercampur baur dan bersatu begitu saja.

Saturday, June 16, 2012

Beberapa Point

oleh Hasan Al-Jaizy

Beberapa point sebelum larut:

[1] Para Germo Syi'ah [Imamiyyah] berhasrat untuk menghembuskan slogan 'Persatuan Sunni-Syi'ah' sembari menaburkan pemikiran bahwa 'Musuh Ahlus Sunnah adalah Wahhabiyyah [Salafiyyah]'

[2] Mereka menuding bahwasanya Salafiyyun adalah kaum yang mengkafirkan muslimiin secara umum dan kaum Syi'ah. 

[3] Namun FAKTANYA justru merekalah [Syiah Imamiyyah] yang mengkafirkan muslimiin semuanya dan menjuluki 'Nashiby' [plural: Nawaashib]. Dan ulama mereka memfatwakan bolehnya membunuh siapapun yang mereka anggap Nashiby.

[4] Adalah sebuah Taqiyyah [kepura-puraan; berdusta] yang teramat akut, ketika para ulama Syi'ah di beberapa channel TV TimTeng dan buku-buku terbaru mereka mengatakan bahwasanya mereka [Syi'ah] dan Sunni adalah berdekatan, terkecuali kaum Wahhabiyyah atau Salafiyyah. Ini semua adalah tipuan halus untuk menjadikan orang-orang terbujuk hingga menganggap mereka baik.

Point-point di atas kesimpulan dari satu halaman Muqaddimah risalah milik Syaikh Abu Al-Asybaal -hafidzahullah- yang berjudul: [ يا مسلمون إحذروا الشيعة الإمامية وما تخفي صدورهم أكبر]


Tambahan sedikit:

[1] Point ini berkaitan dengan point 4. Dan mereka menggunakan orang-orang sewaan atau utusan atau orang pribumi yang 'digaji' untuk mempropagandakan hal ini. Namun ketika mereka memiliki daya di suatu negeri, kemungkinan mereka akan menghembuskan terang-terangan.

[2] Tudingan seperti ini berkembaran dengan beberapa kaum di Indonesia yang merasa kelompoknya paling benar. Kita sendiri mungkin pernah mendengar tuduhan semacam ini dari tokoh-tokoh yang meng-aswaja-kan dirinya, atau dari tokoh liberal, plural, sekuler, atau dari beberapa ahli-tarekat yang teracuni ajaran Tasawuf versi ekstrim. Meskipun tidak semua Sufiyyah itu sederajat, namun ada benarnya kalimat: "Sufi-Syi'ah berangkulan".

[3] Tertera di fatwa-fatwa ulama mereka, bahkan di kitab-kitab terkini. Namun ketika ditanya perihal ini, mereka akan mengingkari. Berpura-pura.

[4] See numero uno. Musuh Syi'ah terkesumat adalah Salafi-Wahabi. Musuh ekstrimis Sufi terkesumat adalah Salafi-Wahabi. Musuh Liberalis-Sekularis terkesumat adalah Salafi-Wahabi. Namun semakin dimusuhi, kok malah berkembang keberadaan Salafi-Wahabi!?


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/404410042933720

Saturday, June 2, 2012

Sususpan Syi'ah

oleh Hasan Al-Jaizy

Perbedaan Antara Susupan SYI'AH di SURIAH dan negara Arab lainnya.

[1] Syi'ah menyusup ke negara2 Arab, seperti Palestina, Mesir, Maroko dll adalah disebabkan GHOFLAH [Kelalaian] pihak atas [pemerintah] dan pihak bawah [rakyat].

Khusus Mesir hari2 ini, Syi'ah benar2 sedang 'bekerja' di parlemen; tentu saja ada percumbuan antara Syi'ah dengan gerombolan siberat lainnya. Dan ini adalah fakta: 'Syi'ah bergandengan dengan Sufi di Mesir'. Syi'ah berjalan di atas karpet yang dibentangkan Sufi dan kaum Syi'ah menganggap Sufi adalah 'sesuatu' yang terdekat pada mereka.

Cium saja aroma itu juga di negara kita: Indonesia.

[2] Berbeda dengan susupan Syi'ah ke negara SURIAH secara khusus. Syi'ah masuk negara ini disebabkan TAWAA'THU' [Collusion-Party-Persekongkolan] dengan Nidzam/Pemerintahan Nushairy Alawy. Artinya, dari atas untuk menguasai bawah.

Pembantaian dan kezaliman di Suriah BUKANLAH sekedar perkara politik; melainkan berdasarkan fanatisme kelompok ideologis; namun berjubah politik! Setelah tanah Persia telah berhasil dijajah oleh Syi'ah; kini mereka ingin menjajah -minimal satu- negara Arab Syam. Jika cara halus memikat dengan uang dan iming2 tak berhasil, maka tidak perlu menunggu lama agar darah mengalir. Itulah mereka.

Apakah aroma seperti ini bisa tercium di Indonesia? Sudah mulai cetusan terjadi!


Faedah di atas bisa dibaca di kitab:
[الموسوعة الشاملة للفرق المعاصرة في العالم]
jilid 3 halaman 91

If you don't believe, don't ever believe the truth! 

Sekarang, jikalau ingin kita menengok kembali ke tanah air, maka pelajari ARTI KALIMAT INI: "NKRI ADALAH HARGA MATI!"

Perlu waspada dengan kalimat tersebut. Kita belajar juga dari kenyataan bahwa Syi'ah merangkul Sufiyyah demi melancarkan objective mereka. Lihat sekitar....baunya sudah cukup tercium.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/397104716997586

Tuesday, January 17, 2012

BUAT APA KITA RIBUT TENTANG SYI'AH?

BUAT APA KITA RIBUT TENTANG SYI'AH?

Ada bapak bertanya pada ustadznya: "Buat apa sich kita ribut [tentang Syi'ah] toh kita tidak pernah mendengar [secara langsung] mereka mengutuk para sahabat dan istri-istri Nabi?"

Ustadz menjawab: "Bukan sebuah keharusan Anda mendengar yang demikian itu. Sebab seorang Syi'ah bisa saja tidak mengeluarkan kutukan, karena sedang mem-praktekkan teori TAQIYAH [Dusta/Tipu/Sembunyikan Borok]. Tapi selagi seseorang sudah masuk 'Agama Syi'ah', sudah pasti dia mengutuk dan mengumpat; karena 'Agama Syi'ah' didirikan/didasari pada kutukan dan cacian terhadap [mayoritas] sahabat Nabi dan Ummahat Al-Mukminiin.


 Tidak sebatas masalah kutukan-cacian...

Pertentangan Islam dengan Syi'ah juga pada beberapa masalah AQIDAH!

[1] BAGAIMANA MUNGKIN Anda sebagai orang Muslim ridha terhadap orang2 yang telah mengubah Al-Qur'an!?
[2] BAGAIMANA MUNGKIN Anda sebagai orang Muslim ridha terhadap orang2 yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah!?
[3] BAGAIMANA MUNGKIN Anda sebagai orang Muslim ridha terhadap orang2 yang menyalahi [bahkan] menentang petunjuk Rasulullah!?
[4] BAGAIMANA MUNGKIN Anda sebagai orang Muslim ridha terhadap orang2 yang setiap pemikiran dan keyakinannya dipergunakan tuk runtuhkan Islam!?


Jika Anda ACUH TAK ACUH...

Jika Anda masa bodoh terhadap golongan Syi'ah, berarti Anda sama saja mempersilahkan penyebaran paganisme di tengah manusia dan me-monggo-kan penyebaran kekufuran atau perubahan syariat Allah.

Diadaptasikan dari:

Kitab Gen Syi'ah, terjemahan Asy-Syi'ah Minhum Alaihim, karya Syaikh Mamduh Farhan Al-Bukhary, hal. 298, Penerbit Darul Falah


Sadarlah bahwa...

sikap kita semua terhadap segala hal di kehidupan, kelak akan diminta pertanggungjawaban di akhirat. Sekarang tersempat bagi Anda untuk bersikap MASA BODOH, mencibir orang2 yang memerangi Syi'ah dengan alasan KONYOL: 'Kami tidak mau memecah belah atau berperang etc"

Kemasa-bodohan dan kekonyolan terhadap masalah aqidah berakibat fatal dan tak terbayang fatalnya kelak.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/310892465618812

Saturday, January 14, 2012

Tilik Akar Sejarah Syi'ah

oleh Hasan Al-Jaizy

Tilik sejarah akar Syi'ah

Perkawinan antara YAHUDI + MAJUSI, terlahirlah SYI'AH

YAHUDI + MAJUSI = SYI'AH

Ketiganya fanatik pada kebatilah meskipun telah jelas matahari tampak di mata.

Sebagian besar ... ingat, sebagian besar orang yang berkoar-koar keras MENENTANG kebatilan dan mempertahankan madzhab, ormas, firqah atau grup bathil-nya justru sebenarnya TAHU dan telah berdiri HUJJAH atasnya.


Bahayanya fanatisme permanen

Salah satu pesan dosen aqidah/ushuluddin di kampus: Buang jauh-jauh sikap ta'ashshub [fanatisme]. Itu salah satu faktor terbesar yang menyebabkan kerasnya ikhtilaf dan kehancuran umat.

Namun, sebagaimana yang sering dilakukan orang2 munafik, individu / golongan yang fanatik justru getol menyebut individu / golongan yang berpegang pada Kitab+Sunnah dengan sebutan 'fanatik' dan pemecah belah. Padahal, tudingan itu seharusnya berbalik.

Sebagaimana kaum Syi'ah pula, beberapa golongan TAHU kesalahan miliknya, namun karena bibit fanatik memang telah tertanam sejak kecil, maka ketika dewasa, stempel hati fanatik sudah tercap dan sulit dihilangkan, meskipun matahari telah jelas...bahkan jikalau matahari hampir membakar kulitnya dari kejauhan, mereka tetap berteguh pada sikap fanatik.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/309291482445577