oleh Hasan Al-Jaizy
Atau hanyakah aku
menyaksikannya di layar televisi? Yaitu air mata buaya yang berlinang
menyamudera menyandera hati-hati pemirsa dalam keharuan dan iba. Atau hanyakah
aku menyaksikan kekonyolan itu di konser-konser boyband atau band pop-punk?
Yaitu air mata dunia yang berlinang dan empunya berteriak menyebut nama-nama
yang jikalau pemiliknya tak segera bertaubat, siksaan akhirat adalah janjinya.
Begitu banyak manusia kini
tersiksa dengan ketenangan, kedamaian dan pemberian. Zahirnya ia tenang.
Batinnya berusaha menenang. Namun sejatinya ia adalah siksaan dan penungguan
terhadap masa-masa kehancuran. Kekufuran adalah sebuah siksaan sebelum siksaan,
sebuah ujian sebelum ujian dan sebuah adzab sebelum adzab.
