Showing posts with label Fitnah. Show all posts
Showing posts with label Fitnah. Show all posts

Wednesday, January 2, 2013

Angka-angka Bisa Menjadi PITNAH Atau Rahmat [?]


oleh Hasan Al-Jaizy

Ketika itu saya hampir memasuki pintu rumah. Pulang dari kampus di siang hari. Masih sekali teringat petikan kalimat Syaikh Al-Munajjid dalam salah satu rekaman kajian yang kala itu saya dengar. Maknanya:

"Angka-angka sekarang banyak menjadi PITNAH!"

Dan itulah yang sedang ingin saya bahas; namun bukan sisi PITNAHnya saja, melainkan sisi rahmatnya juga.

PITNAH berasal dari Fitnah, yang berasal dari Arabic. Fitnah dimaknai dalam dunia Arab atau Islam sebagai :

--> 'sesuatu yang buruk' [makna paling umum]
--> 'ujian/cobaan/musibah' [makna umum]
--> 'kemaksiatan/kekufuran/kesyirikan' [makna khusus; karena ini berkaitan dengan agama].

Angka-angka bisa menjadi fitnah, atau rahmat. Saya berikan beberapa gambarnya secara instan:

Thursday, September 6, 2012

Lari Dari Fitnah

oleh Hasan Al-Jaizy

Sedari awal punya kitab Shahih Al-Bukhary yg harga 100.000, tulisannya kecil-kecil namun memuaskan, saya tak bisa lupakan hadits ini [ada di Kitab Iman dan lainnya]:

""Hampir saja bahwasanya sebaik-baik harta seorang Muslim itu ialah kambing yang diikutinya sampai ke puncak gunung serta tempat-tempat hujan -yaitu tempat-tempat yang banyak rumputnya-. Orang itu lari ke sana dengan membawa agamanya karena takut adanya beberapa macam fitnah.""

Kalimat terakhir yang sering terngiang. Why?

Setelah melihat kenyataan kita sekarang. Di mana-mana fitnah. Fitnah itu bisa berbentuk

Saturday, July 21, 2012

Beberapa Point

oleh Hasan Al-Jaizy

Beberapa point yang kukaitkan dengan 'madrasah':

[1] Masa sakit, dalam maupun luar sakitnya, adalah madrasah bagi empunya; mengundang tanya apakah bersabar ia teguh atau berkeluh ia runtuh.

[2] Ada sebuah madrasah yang jika kamu belajar di dalamnya, akan menjadi keroposlah kebaikan dunia akhiratmu. Ia adalah madrasah Iblis, yang sedari awal dinamakan Madrasah Ana Kahairun Minhu [Saya lebih baik darinya]. Madrasah ini menjadi faktor terbesar pembangkangan, penyelewengan dan penjauhan makhluk dari surga.

[3] Namun, tidak salah jika kamu katakan 'Saya ingin menjadi lebih baik darinya'; karena Sang Pencipta bumi dan langit pun inginkan siapapun dari kamu untuk saling berlomba, selama itu dalam kebaikan yang ia perbolehkan dan ridhai.

[4] Madrasah pertama tiap manusia secara normal adalah rumah. Dan guru pertama adalah ibu. Kebalikannya, jika seorang manusia sedari kecil kehilangan salah satu dari rumah atau ibu, ada ketimpangan. Terlebih jika kehilangan keduanya. Dan kini teringat olehmu anak-anak miskin itu, bukan? Periksa keuanganmu....jika ternyata ada sempatnya kau memberi mereka sesuatu...maka itu insya Allah ada sesuatu bagimu di hari nanti.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/422182984489759

Saturday, June 23, 2012

Beberapa Point

oleh Hasan Al-Jaizy

PESAN PENTING yang mengandung Berita Untuk Kawan:

[1] JANGAN terkesima dengan adanya 'pendekatan' terhadap polisi. Tentu saja itu baik, negatif dan layaknya di-husnudzan-kan. Tapi, lihat sisi lain. Serangga benar-benar tidak tahu jaring laba-laba karena putihnya, halusnya dan seringkali samar tak terlihat.

[2] Segala perbedaan dan pertikaian antara majelismu dengan majelisnya, ustadzmu dengan ustadznya sebenarnya SUDAH TERENCANA. Sudah ada rancangan dan strategi yang siap dijalankan selagi mendata sana-sini.

[3] Ada beberapa orang penyusup dalam golongan kalian, yang mereka ini sangat-sangat terlatih. Mereka mengetahui, mengamati dan mendata apa yang kalian tulis di FB/Blog/Twitter. Mereka juga mengintai beberapa dari ustadz2 kalian di dunia nyata.

[4] Beberapa dari mereka berteman dengan kalian di FB, atau mungkin kalian mengenal mereka berjenggot, cingkrangan dan soleh di dunia nyata. Sementara kalian benar-benar sama sekali tidak tahu dan tak pernah menyangka bahwa mereka adalah Iblis dalam selimut.

Wednesday, June 6, 2012

Tingkah Kita

oleh Hasan Al-Jaizy

Tingkah kita:

[1] Kita bertanya pada ustadz AS perihal apakah semua bid'ah itu sesat. Beliau pun menjawab 'Tidak' sembari menjabarkan panjang lebar sekaligus melempar bata dengan kata kepada golongan yang mengatakan semua bid'ah itu sesat. Kita pun manggut2 setuju.

[2] Suatu hari setelahnya, kita bertemu ustadz SA lalu bertanya apakah semua bid'ah itu sesat. Beliau pun menjawab 'Ya' sembari menjabarkan panjang lebar sekaligus melempar ceret dengan kalimat kepada golongan yang menetapkan adanya bid'ah hasanah. Kita pun manggut2 setuju; tapi dalam hati belum tentu.

[3] Lalu kita bertemu esok-esoknya dengan makhluk sealiran dengan ustadz AS; lagi-lagi menanyakan pertanyaan sama persis. Dijelaskan dan tentu ada embel-embel lempar bata. Kita lagi2 manggut setuju.

[4] Beberapa hari kemudian bersua dengan makhluk hidup sealiran dengan ustadz SA; lagi-lagila-gila menanyakan pertanyaan sama persis dari awal-akhir dengan intonasi sama. Dijelaskan dan seperti sewajarnya, ada ceret melayang. Kita terus-menerus manggut2 setuju. Dalam hati?


Sebenarnya apa yang kita cari?

Alasan 'Wajarlah, namanya juga orang umum/biasa/masih pemula' tidak pernah mengobati rasa heran dan pertanyaan kok bulak-balik tak ada juntrungannya dan never-ending?

Sebenarnya apa yang kita cari?

Jika mencari kebenaran, maka jadilah seorang yang berfikir dan menentukan mana yang benar di antara dua perkara bertentangan. Jikalau keduanya sama salahnya, maka tinggalkan atau pilih mana yang masih terlihat ada noktah putihnya. Jikalau keduanya benar, maka gabungkan atau pilih mana yang yang lebih banyak benarnya.

Sebenarnya apa yang kita cari?

Bukan justru seperti orang bingung, lari sana lari sini, manggut sana manggut sini, bata sana ceret sini, geol sana senggol sini. Kalau ini dibiasakan, maka jangan salahkan ibu mengandung...kafilah blagu. Sana-sini oke...sukanya mengadu.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/398977116810346

Saturday, May 26, 2012

Thullab Al-Fitan

oleh Hasan Al-Jaizy

Thullaab AL-FITAN

Akan ada thullaab al-ilm yang ketika kamu tanyakan pada mereka perihal ustadz fulan dan Syaikh fulan, siapa, darimana, bagaimana manhajnya, musuhnya siapa saja, siapa yang men-tahdzir beliau, siapa yang me-radd [membantah] mauqif atau qaul beliau dst, maka mereka akan menjawab lengkap; dibumbui juga dengan pandangan mereka mengenai ustadz atau syaikh tersebut.

Namun ketika kamu tanya, Tauhid Uluhiyyah itu definisi nya apa [misalnya] atau apa arti Ilaah [misalnya], maka ia kebingungan dan berusaha mencari laptop atau kitab.


Akan ada atau memang sudah ada? 

WAIT...sebelum memulai melantunkan kata 'mereka' di fikiran, lebih baik tuding diri sendiri dulu. Karena kebanyakan dari kita, ketika disuguhi perkara negatif, langsung mencari siapa pelakunya atau yang tersifati seperti itu, padahal bisa jadi KITA SENDIRI. 

Yaa, akh...Tallaahi [Demi Allah], melihat beberapa kelompok saling men-tahdzir pada satu seragam, satu pakaian dan satu paket kitab pelajaran adalah memilukan. Tapi, mengkonsentrasikan diri pada mereka dan tak meluputkan semua kabar tentang mereka juga memilukan.


Yaa, akh...tidakkah pernah kita sedih ketika sadar bahwa bertahun2 kita menuntut ilmu, belajar, menghafal, memahami dan berkarya, namun ternyata banyak sekali dari ilmu tersebut rontok, terlupakan, hilang dan sirna karena taqshiir, kurang berkahnya ilmu kita, atau karena niatan awal yang menyimpang!?

Kita katakan tentang mereka, 'Kasihan sekali mereka...miskin sekali mereka'. Dan kita adalah fuqaraa' dalam ilmu. Tidakkah malu pada hati sendiri yang berbicara ini namun perbuatan berlaku beda? 

Yaa, akh...jikalau ingin melihat sesuatu yang menyedihkan, lihatlah diri sendiri. Berapa ilmu yang terbuang percuma karena tidak berkahnya?


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/393388030702588

Saturday, April 28, 2012

MERABA MEDAN: [4] Bukan Ilmu...Namun Foto nya

oleh Hasan Al-Jaizy

Serial MERABA MEDAN

[Bukan Ilmu...Namun Foto nya]

Kami hanya menjabarkan fakta di medan. Selagi kami memandang dan mengamati, kami berjanji pada diri sendiri untuk tidak berpura-pura tidak tahu atau menyembunyikan yang tak mungkin disembunyikan.

Yang kami saksikan, hampir semua Habib-Mania adalah pecandu dan pengagum foto Habaaib, bukan ilmunya. Ketika ada selenggaraan dzikir akbar atau tabligh, kami berjalan menyusuri jalan di mana bertebaran dagangan-dagangan religius.

Lucu terasa ketika penjual buku ilmiah, yang tertera di dalamnya gudang ilmu, tidak kami temukan. Jikalau ada penjual buku, sudah dipastikan itu adalah buku wiridan. Pedihnya, kebanyakan teks wiridan bukanlah matan ijasah langsung dari Nabi Muhammad atau yang terekomendasi di Al-Qur'an. 


Dan yang pasti, foto-foto terpampang. Apalah gunanya foto teragungkan jika ilmunya tak terambil!? Sementara hampir tiap member punya foto Sang Habib di kamar atau rumah mereka. Salah satu alasan: 'daripada saya memajang foto penyanyi'. Oh great, ternyata memang Habib mu itu sejalar dengan artis; yang pintar ber-acting, bagus dalam berpura-pura dan tentu saja ==> Punya Nomor Rekening


Bukan Ilmu...Namun Foto nya

Apakah foto-foto itu memberi daya magnet keilmuan? Atau memberi kekuatan tersendiri dalam keimanan? Kita tidak tahu...tapi yang kita tahu, saldo rekening memberi daya magnet syahwat perut dan kekuatan tersendiri dalam pembelanjaan.

Bukan ilmu yang dicari...meski berkumpul dan bermajelis, namun alasan 'mencari ilmu' lah sebagai penghias kepalsuan. 
Namun foto nya...lihatlah mereka di pinggir-pinggir jalan, di pertigaan, perempatan dan semacamnya. 

Daerah tersebut adalah kekuasaan 'pengamen' tuk memamerkan kemampuan demi mengeruk uang receh. 
Kini, daerah tersebut juga menjadi kekuasaan 'pengamen-berdzikir' tuk memamerkan muka dan sandingan gelar keturunan demi mengeruk.......apa?


Once again:

"Kami hanya menjabarkan fakta di medan. Selagi kami memandang dan mengamati, kami berjanji pada diri sendiri untuk tidak berpura-pura tidak tahu atau menyembunyikan yang tak mungkin disembunyikan."


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/376755299032528

Sunday, April 1, 2012

Jangan-jangan

oleh Hasan Al-Jaizy

Intinya:

[1] Jangan sengaja 'mengasingkan-diri' kemudian 'merengek' karena merasa terasingkan sembari membawa-bawa hadits 'Beruntunglah orang2 terasing'.

[2] Jangan merasa paling 'nyunnah' sendiri karena mungkin ada yang lebih 'nyunnah' sedangkan kita tak tahu bahwa itu adalah 'sunnah' hingga kita mudah mengingkari sependek fahamnya kita.

[3] Jangan ketika di saat lapang kita mencela pihak yang tak sepaham, namun ketika di masa sempit kita kembali 'merengek' meminta belas kasihan, bantuan, support, hingga sokongan dana.

[4] Istilah 'hizby' itu bersifat relatif; kadang tercela, kadang terpuji. Tergantung dari isi dan tujuan. Jika mencap suatu kelompok 'hizby' secara negatif namun serampangan [baca: men-jarh sekehendaknya], coba lihat cermin, siapa tahu ada bintik 'hizby' di muka sendiri. Tidak kelihatan? Nah, itulah problemnya, cacar di muka tak tampak, cacat orang lain begitu tampak.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/358250750882983


Monday, March 26, 2012

Penentang Laa Ilaaha Illallaah

oleh Hasan Al-Jaizy

Tahukah Anda?

Orang yang berteguh diri pada kalimat TAUHID [Laa Ilaaha Illallah] dengan sebenar teguh dan pendiriannya, ia PASTI akan dimusuhi oleh kelompok2 ini dengan berhala mereka:

1. Yahudi [berhalanya: ?]
2. Salibis [berhalanya: 3]
3. Liberalis + Sekular [berhalanya: HAM + Demokrasi]
4. Kaum Syi'ah [berhalanya: para Imam Ma'shumuun]
5. Pemuja Kubur + Wali Mania [berhalanya: Kuburan dan Wal

i]
6. Bid'ah Mania, Hasanah atau Sayyi'ahnya [berhalanya: heresy]
7. Atheist [berhalanya: akal]
8. dan lainnya

Dan kelompok apapun yang menyeleweng dan menyimpang secara teologis dan ideologis dari ajaran Islam murni, mereka akan memusuhi para pemegang dan pengibar panji Laa Ilaaha Illallah.





FACT:

Betapa banyak yang mengaku mengibarkan panji itu, tapi sejatinya mereka justru menurunkannya atau bahkan menginjaknya. 

Karena itulah, kau akan saksikan FAKTANYA:

--> Yahudi menyetir, mengendalikan dan menyeimbangkan kelompok2 sesat plus MEDIA untuk me-ridicule dan menurunkan martabat pemegang panji Tauhid. Musuh utama mereka: apa yang disebut sebagai "Salafi-Wahabi". Namun Yahudi enggan melawan terang2an. Mereka gunakan kaki tangan pihak lain.

--> Orientalis Barat pun berbuat serupa. Dengan alasan anti-Jihad dan anti-extremism, mereka jadikan 'Salafi-Wahabi' sebagai target yang paling penting tuk diawasi dan diwaspadai. Musuh mereka: Saudi. Musuh USA: SAUdi. Karena itulah, jika ada forum2 di BBC atau lainnya mengenai extrimism dan kekerasan ideologis, akan terdengar gonggongan mereka untuk mewaspadai Salafism. Bahkan untuk kasus semacam Pembantaian di Suriah pun mereka menyipitkan mata pada Salafism, which has NOTHING to do with the matter. 

--> Kaum Liberal dan Sekuler, termasuk kaum 'anjing betina' berkedok 'Feminism' juga ikut andil memusuhi pengibar panji Tauhid. Lihat saja dedengkot mereka, germo-germo yang menawarkan pelacur bertato HAM, memusuhi Salafi-Wahabi yang juga melawan mereka dengan Al-Qur'an dan Sunnah ala fahm as-salaf. 

--> Syi'ah. The hell with their masks in this country! Lihat saja Iran dan bagaimana ulama2 mereka sangat keras terhadap Wahabi. Bagi mereka: Sunni = Wahhabi. Wahhabi = Sunni. Kenapa mereka anti-Wahabi. Karena mereka tahu...mereka tahu bahwa Wahabi [dengan panjinya] mengancam eksistensi dan ekspansi mereka. Meski tidak hanya kaum Wahabi yang tahu dan antisipasi, namun kaum Wahabi adalah yang paling tinggi pendiriannya menentang Syi'ah. This is the fact that you can't deny. You may deny it if you are blind!

--> Pemuja Kubur, Pemuja Wali dan Pembela Bid'ah [Hasanah atau Dhalalahnya]. Tak akan habis ceritanya. Ini selalu bergema di negara kita. Musuh mereka adalah 'Salafi-Wahabi'.

--> Atheist? Go to hell with your brain!





PLUS:

Salafi-Wahabi dimusuhi kebanyakan orang...bukan berarti Salafi-Wahabi dimusuhi Sang Rahman.

Meski tidak semua yang mengklaim dirinya Salafi dan semacamnya adalah saleh, recommended dan selaras dengan isinya, namun pandanglah Salafi-Wahabi TIDAK DARI kacamata media dan dengarlah cerita tentang mereka TIDAK DARI mulut-mulut berbibir hitam.

Ada yang tidak setuju, dipersilahkan.





Saturday, February 18, 2012

Wah...Habib Bersanad!

oleh Hasan Al-Jaizy

Habib 'bersanad' yang mencela para ulama karena tak 'bersanad'; padahal ulama-ulama tersebut sudah mewariskan ratusan kitab ilmiah tak terbantah, hafal Al-Qur'an dan ribuan hadits serta ratusan kaedah. Ironi! Justru terbalik.

Justru terbalik. Yang tidak kelihatan ilmunya malah mencela yang benar-benar kelihatan ilmunya hanya karena satu alasan: SANAD. What a joke.

Kita tinggal menunggu sang habib -semoga Allah memberinya hidayah dan kita semua- jatuh dan dijatuhkan oleh diri sendiri. Kelak manusia akan meninggalkan individu2 yang mengaku berilmu/bersanad namun tong kosong. Kelak trend2 itu tak lagi laku; setiap trend ada masa expired-nya.

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/332705383437520

Friday, February 17, 2012

Bibit Zina

oleh Hasan Al-Jaizy

Ibnu Abbas rahiyallahu anhuma berkata:

"Dahulu kala, di ZAMAN JAHILIYYAH, mereka mengharamkan ZINA terang-terangan namun membolehkan ZINA secara sembunyi-sembunyi. Mereka berkata: 'Yang zahir, maka itu tercela, namun yang tersembunyi, maka ia tak mengapa'."

Maka, turunlah ayat yang maknanya:
"dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi" [Q.S Al-An'am: 151]


Termasuk bibit-bibit zina:

--> SMSan dengan non-mahram tanpa alasan darurat atau dengan alasan darurat yang dibuat-buat; hingga jika itu dilakukan biasa-biasa saja, menjadi kebiasaan, sehingga menjadi rutinitas. Akhirnya, terbiasa TELEPON2an. Baiklah, tidak resmi pacaran namanya. Namun, ini lebih BURUK dari pacaran biasa jika kasih-mengasihi. Terlebih, jika mengatasnamakan dakwah dan Islam. Bibit zina perangkap Iblis yang tersembunyi.

Bagi yang masih melakukannya, secepatnya hentikan hal seperti ini. Sekarang, ya akhy ya ukhty, sekarang. Segera...


Jika seorang ikhwan sekedar ditanya tentang perkara agama atau perkara yang layak dipertanyakan oleh seorang muslimah dan ia tahu jawabannya, maka haq sang muslimah adalah mendapat jawaban tersebut. Karena kita dilarang menyembunyikan ilmu. Dan semoga ini bukan termasuk 'perbincangan' yang terlarang.

Namun perbincangan yang menjalar menuju canda dan hal2 sia-sia di antara ikhwan-akhwat, maka menghentikannya segera adalah faidah insya Allah.

Begitu juga dengan inbox, jika ada yang bertanya, maka kita jawab secukup dan sekena dengan pertanyaan, dan 'tidak-mencari-cari-lebih'. Ini point pentingnya. Bahaya juga jika si pria merasa 'ge'er' ketika ada wanita yang bertanya padanya. Ge'er ini bisa menyebabkan 'nyari-nyari'.

===================================

Fitnah inbox FB serupa dengan fitnah inbox HP. 
Atau malah justru inbox FB fitnahnya lebih besar, karena lebih sirr [tersmebunyi] dan lebih berpotensi menuju kemunkaran. 

-> Dikatakan lebih sirr, karena hanya kita yang tahu password akun, sedangkan HP relatif mampu dijangkau orang lain.
-> Dikatakan lebih berpotensi pada kemunkaran, karena setelah itu kita bisa membuka profil pengirim dan melihat2.

Wallahu a'lam. Wallahu al-musta'an.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/332000920174633


Wednesday, February 15, 2012

Lalat Hijau Pengen Exist

oleh Hasan Al-Jaizy


Jika ada seorang anak muda yang berbaju 'dai' tapi ngangkang dan kurang ajar di depan nama masyaayikh kibaar bermanhaj sahih yang berpuluh tahun belajar dan menghafal, maka bayangkan saja seekor lalat yang biasa hinggap di kotoran lalu berusaha menjadi kupu-kupu agar disukai sembari menampar gading gajah dengan sayap lemah miliknya.

Seperti lalat-lalat muda yang masih hijau namun kakinya penuh kotoran...

berusaha cari perhatian dengan menikam nama-nama orang besar berilmu benar, seperti Prof Dr. Abdurrazzaq [recently] atau Dr. Shalih Al-Fauzaan.

Hubb Az-Zuhuur [pengen nampak], itu istilah ulama dalam mengidentifikasi sebuah penyakit dalam kejiwaan anak-anak muda berperingai lalat hijau. Tidak peduli dosa...tidak peduli daging beracun termakan....yang penting: NAMPAK dan dianggap ADA [EXIST].

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/330028917038500


Inshaf

oleh Hasan Al-Jaizy

Memahami ikhtilaf ulama [Fiqh Al-Khilaaf] itu teramat urgent bagi para pelajar yang menenggelamkan pandangan ilmiahnya pada ilmu agama. Memahami bagaimana para ulama berbeda pendapat dalam ratusan masalah, bagaimana perbedaan pendalilan [thuruq al-istinbath] mereka, dan bagaimana mereka tetap hormat satu sama lain dalam perbedaan pendapat dan pemahaman.

Namun justru beberapa pelajar lebih bersyah

wat pada iftiraaq ummah [perpecahan umat] atau malah mereka yang menyebarkan hawa-hawa panas dengan men-jarh men-tajriih semau nafsu.

Perbedaan sikap para pelajar golongan pertama dan kedua sangat berbeda. Golongan pertama lebih condong berlapang dada [inshaaf] dalam menyikapi perselisihan, sedangkan yang kedua condong meronta-ronta sambil mencela siapapun yang teranggap di benak nafsunya berbeda.





Jika seorang thalib ingin menjadi seorang faqih kelak, maka yang patut ia lakukan dalam keseharianny adalah merendam pandangan pada kitab-kitab warisan para ulama berbahasa Arab dan tidak berlarut-larut dalam menyelimuti hati dengan balutan pembahasan perpecahan, hizbiyyah dan fitan.

Namun jika seorang thalib sedari awal memang berniat untuk menjadi nomor satu dan ingin dilihat/dipandang, maka yang pertama kali dan seterusnya dilakukan adalah memusatkan pikiran pada 'bagaimana-aku-mengkritik-mereka', bukan pada 'bagaimana-aku-mengubur-kebodohanku-sedikit-demi-sedikit'.

Maka janganlah kita berlarut-larut merebus perhatian kita pada air keheranan yang mendidih menguap melihat sebagian kecil pemuda-pemuda yang mengaku 'mencari-ilmu' namun justru 'mencari-aib-orang-berilmu'





Tuesday, February 14, 2012

MEREKA BERGABUNG!!! MEREKA BERSATU!!!

oleh Hasan Al-Jaizy


Lesbian, Homoseksual, Biseksual, Transgender, Pelaku Maksiat, dan Islam Liberal

Surat Al-Anfal: 37

"supaya Allah memisahkan (golongan) yang BURUK dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang BURUK itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam."

Mari fikirkan::

LESBIAN itu baik atau buruk!?
HOMOSEKSUAL itu baik atau buruk!?
BISEKSUAL itu baik atau buruk!?
TRANSGENDER itu baik atau buruk!?
MAKSIAT itu baik atau buruk!?
LIBERALISME itu baik atau buruk!?

Allah jadikan golongan2 buruk di atas sebagian lebih dahsyat perlawanannya dari sebagian lain kepada Syariah Islam.













http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/330021917039200

Monday, February 13, 2012

Hari Raya Pelacur

oleh Hasan Al-Jaizy


Hari Raya Para Pelacur itu ada 2:


1. Hari Raya Tahun Baru. Ini tidak khusus para pelacur, tapi para keledai peniup terompet dan pencetus kembang api banyak ikutan. Jadi, bersatulah keledai syahwat dan keledai dungu. 


2. Hari Raya F---lentine. Ini khusus untuk para pelacur, tapi sekarang menjadi umum. Siapapun boleh ikut, mengatasnamakan kasih sayang. Meskipun suami-istri, boleh merayakan. Kasihan, sudah nikah kok masih ikut-ikutan pelacur.


 Kita amati tingkah para pelacur syahwat:

1. Tiada sepasang orang berpacaran [no-nikah] kecuali mereka berdua adalah munafik. 


2. Masing-masing kekasih tahu dirinya munafik, dan pasangannya munafik; karena menghias lisan dan tulisan seindah-indahnya, sementara hati adalah sesyahwat-syahwatnya.


3. Namun, karena terbiasa menipu kekasih dengan lisan dan tulisan, dan juga menipu hati/diri sendiri, mereka tak peduli dengan kemunafikan tersebut.


4. Semakin banyak pacar, semakin munafik...semakin sering pacaran, semakin munafik...semakin bangga dengan banyak/seringnya berpacaran, aku tak tahu kemunafikan apa lagi yang lebih tinggi derajatnya selain hal ini dalam masalah SYAHWAT SEXUAL.


Don't lie yourself...don't cheat yourself...you ruin yourself!

Sunday, February 12, 2012

Ilmunya Akan Hilang

oleh Hasan Al-Jaizy

Beberapa faedah dari Dr. Syaikh Mazin As-Sarsaawy hafidzahullah:

"Pencari ilmu yang berkonsentrasi dalam mencari kesalahan ulama, ilmunya akan hilang"

"Karena itu, sebagian ulama berdoa: 'Ya Allah, halangilah kami dari melihat aib-aib ulama kami.' Tujuannya agar mereka tak melihat para ulama kecuali kebaikan semata."

Sekarang bagaimana dengan:

a. Pencari ilmu yang mengerahkan upaya untuk menikam para ulama
b. Pencari ilmu yang bermudah-mudah dalam mengkotak-kotakkan umat
c. Pencari ilmu yang mengangkang di atas nama ulama
d. Pencari ilmu yang melihat aib sedikit dari seorang ulama, langsung menyebarkannya

Pencari ilmu atau pencari fitnah?

Mudah-mudahan itu bukan kita. Semoga Allah melindungi dari hal-hal di atas.

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/328695070505218

Saturday, February 11, 2012

Selalu Ada Perlawanan Dalam Perbedaan

oleh Hasan Al-Jaizy

[1] Ketika kita mengatakan 'Ziarah Kubur yang berpotensi jerumuskan pengamalnya pada kesyirikan adalah terlarang' berdasarkan dalil, 

mereka katakan: "Lihatlah! Kalian melarang kami ziarah kubur padahal Nabi sendiri menganjurkannya! Apakah kalian merasa paling benar!?"

[2] Ketika kita mengatakan 'Dzikir dan doa keras-keras via speaker yang mengganggu kekhusyuan orang lain dalam beribadah dan ketenangan -terutama sebelum Subuh- adalah terlarang' berdasarkan dalil, 

mereka katakan: "Tercela ucapan kalian! Kalian melarang kami berdzikir dan berdoa sedangkan Nabi sendiri menganjurkannya! Apakah kalian lebih benar dari Nabi!?"


[3] Ketika kita mengatakan 'Ziarah Kubur yang bersifat syirik juga dzikir dan doa yang mengandung makna syirik adalah bid'ah dalam agama'

mereka serta merta menyahut: "Celakalah kalian! Kalian MENGOBRAL NERAKA, karena dalam hadits bid'ah ujungnya di neraka'


Tak henti pula mereka siarkan kekecewaan akan perbedaan2 dan perselisihan2, utamanya berkenaan dengan TBC [Takhayul Bid'ah dan Churafat].

Sebenarnya justru perbedaan dan perselisihan tidak baik itu kebanyakan dari pihak mereka yang tak mau tunduk pada nash [teks] Al-Qur'an dan Hadits. 

"Perbedaan" buruk terjadi tersebab oleh amalan2 yang "berbeda" dari apa yang diperintah atau dianjurkan oleh Syariat.

"Perselisihan" buruk terjadi tersebab oleh amalan2 yang "menyelisihi" apa yang diperintah atau dianjurkan oleh Syariat.

...terlepas dari metode dakwah masing-masing.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/327820933925965

Friday, February 3, 2012

Sebuah Ironis

oleh Hasan Al-Jaizy

Di minor negara non-muslim yang mencerminkan wajah demokrasi sebenar, beberapa muslimah berjuang mempertahankan jilbab dan kehormatan syariat Islam; meskipun dicibiri, diteror, dihina hingga ada yang diancam penjara.

Sementara di negara berpenduduk muslim terbesar secara kuantitas, sama pula berasaskan 'demokrasi', banyak sekali dari muslimah berjuang mempertahankan pakaian mini dan berjuang menenggelamkan syariat Islam.


Kami sampaikan ayat ini:

"Dan janganlah sekali-kali kamu mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang ZALIM. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak" [Q.S. Ibrahim: 42]


Kamu akan bertanya: "HARI APA ITU?"

Jawab: Surat Ibrahim:

[48] "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa."

[49] "Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu."

[50] "Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka"

[51] "agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya."

Siapa kemudian yang masih menentang Syariat Islam??


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/322459891128736

Friday, January 27, 2012

Dua Miim

oleh Hasan Al-Jaizy

Ikhwah yang sering-sering mengangkat masalah fitan, niza' [perselisihan] antar ustadz dalam manhaj, terlihat begitu pintar dan banyak maklumat tentang berbagai hal. Tahu aib-aib para asaatidzah, lisan bagai belati berlumut darah, ilmu agama seakan hanya untuk serapah dan tertawa di atas aib asaatidzah tanpa jengah.

Mereka lebih buruk dari keawaman orang awam yang diberi udzur. Ketidakhadiran mereka patut disyukuri, kehadiran mereka sungguh menyakiti hati.


DUA MIIM

Ya, seakan mereka banyak maklumat. Tahukah kamu bahwa 2 MIM yang tak sesungguhnya belajar?
2 mim itu adalah: Mustahyi [orang yang malu menuntut ilmu] dan Mustakbir [orang yang sombong akan ilmunya].

Sekarang lebih banyak mustakbir daripada mustahyi. Dan ilmu orang yang sombong, tak memberi guna baginya, malah justru akan menjadi HUJJAH ATASnya, di dunia, terlebih di akhirat...jika tak bertaubat.

Allahul musta'an. Bukan mereka saja yang perlu hidayah....kita pun sama, memerlukannya. Jika kita masih 'memerlukan' sesuatu, kenapa perlu mengangkat diri dan sombong?


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/318029288238463