oleh Hasan Al-Jaizy
Sore itu, Suyuthi hendak berjalan-jalan di area hutan yang luasnya minta ampun sehingga orang yang memasukinya bisa tersesat dan berikhtiar dengan meminta ampun kepada Sang Pencipta juga bertawassul dengan amalan-amalan shaleh yang pernah dilakukan di masa dahulu agar ditunjuki oleh-Nya untuknya jalan keluar dari hutan ganas itu dan selamat dari cengkeraman kengerian yang tak henti-henti merasuki siapapun yang mencoba-coba mendalaminya.
Namun, Suyuthi tak gentar dengan kabar-kabar tidak baik mengenai hutan tersebut dan justru ia merasa tertantang akan pekatnya kengerian lahir dan batin hutan tersebut tanpa perlu menunggu Iedul Fitri karena memang sejatinya Suyuthi suka sekali membongkar sesuatu yang misterius dan ditakuti orang-orang sehingga ia bisa menunjukkan pada manusia bahwa apa yang mereka takutkan belum tentu sejatinya menakutkan.
Sore itu, Suyuthi hendak berjalan-jalan di area hutan yang luasnya minta ampun sehingga orang yang memasukinya bisa tersesat dan berikhtiar dengan meminta ampun kepada Sang Pencipta juga bertawassul dengan amalan-amalan shaleh yang pernah dilakukan di masa dahulu agar ditunjuki oleh-Nya untuknya jalan keluar dari hutan ganas itu dan selamat dari cengkeraman kengerian yang tak henti-henti merasuki siapapun yang mencoba-coba mendalaminya.
Namun, Suyuthi tak gentar dengan kabar-kabar tidak baik mengenai hutan tersebut dan justru ia merasa tertantang akan pekatnya kengerian lahir dan batin hutan tersebut tanpa perlu menunggu Iedul Fitri karena memang sejatinya Suyuthi suka sekali membongkar sesuatu yang misterius dan ditakuti orang-orang sehingga ia bisa menunjukkan pada manusia bahwa apa yang mereka takutkan belum tentu sejatinya menakutkan.