Showing posts with label Aqidah. Show all posts
Showing posts with label Aqidah. Show all posts

Tuesday, February 5, 2013

Surat Buat Orang Sesat I

oleh Hasan Al-Jaizy


Surat Buat Orang Sesat I

Seorang guru Ibtida'iyyah (SD) yang teracuni Atheisme mengajar anak-anak kelas 6. Ia ingin menyebar pemikirannya pada mereka. Beginilah:

"Anak-anak, apakah kalian melihat papan tulis?"

Anak-anak menjawab serempak, "Ya, Pak Guru!"

"Kalau begitu, papan tulis itu ada!"

------------------------------

"Anak-anak, apakah kalian melihat Pak Guru?"

Anak-anak menjawab serempak, "Ya, Pak Guru!"

"Kalau begitu, Pak Guru itu ada!"

------------------------------

"Anak-anak, apakah kalian melihat Tuhan?"

Anak-anak menjawab serempak, "Tidak, Pak Guru!"

"Kalau begitu, Tuhan itu tidak ada!"

------------------------------

Tiba-tiba seorang siswa pintar angkat suara.

"Kawan-kawan, apakah kalian melihat akalnya Pak Guru?"

Anak-anak menjawab serempak, "Tidaak!"

"Kalau begitu, akalnya Pak Guru tidak ada!"

------------------------------

Panca indera bukan satu-satunya sandaran semua pengetahuan.

Wednesday, January 30, 2013

Mengenal Rabb

oleh Hasan Al-Jaizy


Fawaid 0031: "Mengenal Rabb"

Mengenal Rabb adalah landasan pertama yang wajib diketahui oleh setiap menusia (tanpa kecuali).

Jika ditanyakan padamu, "Siapa Rabb-mu?"

Maka jawablah tanpa ragu: ”Rabbku adalah Allah yang telah menciptakanku, dan semesta ini dengan nikmat-nikmat dari-Nya. Dia adalah sesembahanku. Tidak ada sesembahan yang berhak untuk kusembah selain Dia. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

"Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam," [Q.S. Al-Fatihah: 2]

Tuesday, January 29, 2013

Amal Orang Kafir yang Terlaku Sebelum Masuk Islam

oleh Hasan Al-Jaizy


FAWAID 0030: "Amal Orang Kafir yang Terlaku Sebelum Masuk Islam"

Jika seorang kafir masuk Islam kemudian bagus keislamannya, maka kejahatan dan keburukan masa lalunya kala masih kufurnya ia, terampuni. Allah -Subhanahu wa Ta'ala- berfirman:

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْأَوَّلِينَ

"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunah (Allah terhadap) orang-orang dahulu"." [Q.S. Al-Anfal: 38]

Perbuatan baiknya akan dibalas dengan kebaikan, sesuai dengan riwayat Hakim bin Hizam -radhiyallahu anh-. Ia berkata kepada Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam-, "Bagaimana pendapat engkau terhadap perkara yang aku amalkan pada masa jahiliyyah dari sedekah, pembebasan (budak) dan menyambung tali rahim, apakah baginya pahala (untukku)?" Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:

Syi'ah...Yang Penting Disukai...Sedikitpun

oleh Hasan Al-Jaizy


Syi'ah...Yang Penting Disukai...Sedikitpun

Syi'ah

Syi'ah

Dalam perkara Aqidah, Syi'ah Imamiyyah sudah dikenal ketidakjelasan dan ketidakpastiannya di kalangan Sunni. Pengagungan mereka terhadap Imam pun juga berunsur kejahilan. Mereka menunggu Imam Al-Muntadzar [yang ditunggu-tunggu] yang kelak melalui Imam itulah hidayah dan sa'adah manusia tersebar. Sampai sekarang, imam tersebut belum muncul juga, entah dari Sirdab ataupun lainnya. Dari Subang sampai Merauke, sejak Doel Sumbang sudah bisa Karaoke, tidak ketahuan kapan munculnya.

Mengenaskannya, mereka mengklaim bahwa imam tersebut pasti akan muncul jua. Betapa banyak yang mengklaim punya jaringan dengan Laila, tapi Laila sendiri kesulitan mencari sinyal.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (w. 724 H) pernah mendengar lelucon aqidah dari suatu kelompok Syiah tersebut, tepatnya diucapkan oleh seorang imam mereka. Begini kalimatnya:

MUSUH YANG NYATA!

oleh Hasan Al-Jaizy


Fawaid 0029: "Musuh Yang Nyata" 

Sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia, yang di antara mereka adalah hamba yang taat kepada-Nya, dan kebanyakan mereka adalah makhluk yang membangkang bahkan memusuhi agama-Nya. Allah telah mengatakannya dengan jelas bahwa musuh-Nya tersebut juga musuh para malaikat, para nabi dan rasul, yang tentulah juga musuhnya para hamba Allah yang beriman, sebagaimana firman-Nya:

مَن كَانَ عَدُوًّۭا لِّلَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَىٰلَ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَدُوٌّۭ لِّلْكَٰفِرِينَ

"Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir." [Q.S. Al-Baqarah: 98] 

Berkata Al-Qurthuby:

وهذا وعيد وذم لمعادي جبريل عليه السلام ، وإعلان أن عداوة البعض تقتضي عداوة الله لهم. وعداوة العبد لله هي معصيته واجتناب طاعته ، ومعاداة أوليائه. وعداوة الله للعبد تعذيبه وإظهار أثر العداوة عليه.

Thursday, January 24, 2013

Teguhlah Dengan Tauhid!

oleh Hasan Al-Jaizy


Fawaid 0021: "Teguhlah Dengan Tauhid!"

Ketahuilah -semoga Allah memberi keteguhan kepadamu untuk melakukan ketaatan-, sesungguhnya hanifiyah, agama Nabi Ibrahim, adalah agama yang menyeru manusia agar beribadah kepada Allah semata. Allah memerintahkan seluruh manusia untuk beribadah kepada-Nya. 

Al-Hanifiyyah adalah agama yang condong berpaling dari kesyirikan menuju kemurnian Tauhid. Dan Allah telah kabarkan tentang Nabi Ibrahim -alaihissalaam-:

إِنَّ إِبْرَٰهِيمَ كَانَ أُمَّةًۭ قَانِتًۭا لِّلَّهِ حَنِيفًۭا وَلَمْ يَكُ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

"Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan)," [Q.S. An-Nahl: 120]

Saturday, August 25, 2012

Nasr Hamid Abu Zayd

oleh Hasan Al-Jaizy

Nasr Hamid Abu Zayd [1943-2010]

adalah sosok yang diidolakan oleh kalangan liberal karena pemikirannya yang kritis terhadap Islam, terutama Al-Qur'an dan Sunnah, juga karena arah pemikirannya miring ke kiri, bebas dan dianggap tak terkekang dengan kejumudan.

Abu Zayd lahir di Mesir tahun 1943 dan ia sudah menghafal Al-Qur'an. Telah menempuh studi tingkat doktoral dalam bidang Islamic Studies di Universitas Pensylvania, Philadelphia, Amerika Serikat pada tahun 1980.

Pada 14 Juni 1995,

Wednesday, August 8, 2012

Syirik!

oleh Hasan Al-Jaizy

Beberapa point yang merupakan kalimat manusia yang paling berbudi pekerti:

[1] "Sesungguhnya api neraka itu dinyalakan pertama kali dengan orang berilmu, orang yang berinfaq dan orang yang terbunuh dalam jihad, JIKA mereka melakukan yang demikian itu agar disebut-sebut." [H.R. Muslim dan At-Tirmidzy]

[2] "Sesungguhnya api neraka itu dinyalakan pertama kali dengan orang berilmu, orang yang berinfaq dan orang yang terbunuh dalam jihad, JIKA mereka melakukan yang demikian itu agar disebut-sebut." [H.R. Muslim dan At-Tirmidzy]

[3] "Sesungguhnya api neraka itu dinyalakan pertama kali dengan orang berilmu, orang yang berinfaq dan orang yang terbunuh dalam jihad, JIKA mereka melakukan yang demikian itu agar disebut-sebut." [H.R. Muslim dan At-Tirmidzy]

[4] Doa agar terhindar dari SYIRIK:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

Baca: 'Allahumma inny A'uudzubika an usyrika bika wa ana a'lam. Wa astaghfiruka lima laa a'lam'

Artinya: "Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu, agar tidak menyekutukan kepadaMu, sedang aku mengetahuinya dan minta ampun terhadap apa yang tidak aku ketahui" [H.R. Ahmad, disahihkan Al-Albany dalam Shahih Targhiib wa Tarhiib]


Jangan lupa:

AL-IKHLAS

[1] [قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ]
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,

[2] [ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ]
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

[3] [لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ]
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,

[4] [وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ]
dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".


Rangkaian kalimat-kalimat ini, maknailah:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَخْفَىٰ عَلَيْهِ شَىْءٌۭ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِى ٱلسَّمَآءِ

"Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit." [Q.S. Ali Imran]

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًۭا يَرَهُۥ

"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya." [Q.S. Az-Zalzalah]

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۢ شَرًّۭا يَرَهُۥ

"Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula." [Q.S. Az-Zalzalah]

أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِى ٱلْقُبُورِ

"Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur"

وَحُصِّلَ مَا فِى ٱلصُّدُورِ

"dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada" [dari niat2 di hati]


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/427913223916735

Saturday, August 4, 2012

Beberapa Point

Beberapa point yang layak bagimu tuk mempelajarinya:

[1] [لا يعرف قيمة الصحة إلاَّ من ذاق المرض]
"Tidaklah mengerti nilai kesehatan [dengan baik] kecuali ia yang merasakan sakit"

[2] [لا يعرف قيمة النور إلاَّ من وقع في الظلام]
"Tidaklah mengerti nilai cahaya [dengan baik] kecuali ia yang berada di kegelapan"

[3] [لا يعرف قيمة الماء إلاَّ من عطش]
"Tidaklah mengerti nilai air [dengan baik] kecuali ia yang kehausan"

[4] [لا يعرف قيمة الطعام إلاَّ من مسّه الجوع]
"Tidaklah mengerti nilai makanan [dengan baik] kecuali ia yang kelaparan"

[5] [لا يعرف قيمة الأمن إلاَّ من أصابه الخوف]
"Tidaklah mengerti nilai rasa aman [dengan baik] kecuali ia yang sedang ketakutan"


TERPENTING SEDARI AWAL HINGGA AKHIR:

لا يعرف قيمة التّوحيد إلاَّ من عرف الشرك وأمور الجاهلية

"Tidaklah mengerti nilai TAUHID [dengan baik] kecuali ia yang mengerti syirik dan perkara-perkara jahiliyyah"

Dikondisikan dari kitab I'aanat Al-Mustafiid, Syaikh Shalih AL-Fauzaan, 1/93

Monday, July 30, 2012

Kita Sebenarnya Belajar Untuk Apa?

oleh Hasan Al-Jaizy

Di kampus ada seorang dosen Aqidah, muridnya Syaikh ibn Baaz -rahimahullah-, yaitu Syaikh Dr. Salih Al-Aidaan -hafidzahullah-. Tegas, lugas dan padat dalam menjelaskan dan membantah. 

Pernah di suatu kajian, beliau 'membantai' keyakinan suatu firqah yang di Indonesia banyak pengikutnya, dan membuat seluruh hadirin di kelas tersihir dan tak bisa bicara apa-apa; saking tegas, ngena dan mengalirnya kalimat beliau.

Cuma yang menyebalkan model begini: "Ketika kajian si fulan-fulan-fulan diam membisu, seakan setuju dengan bantahan sang dosen. Namun ketika selesai kajian, di belakang ngedumel dan 'curhat'."

Kenapa ga sekalian angkat suara tadi jika memang ia mencari kebenaran? Bahkan sang dosen berkali2 bilang: 'Siapapun yang punya kritik dan masukan, silahkan! Saya senang thalib yang kritis karena ingin belajar dan tahu kebenaran. Saya tidak ingin mereka diam ketika pelajaran saya; lalu setelah saya keluar mereka baru bicara!'

Sekali lagi:

"Kita sebenarnya belajar untuk apa?"


Agak tidak nyambung tapi bisa disambung-sambung:

"Jangan memuja negara Saudi atau kerajaannya atau pemerintahannya atau siapapun dengan gaya berlebihan seakan tidak ada kesalahan atau hal negatif padanya."

Juga:

"Kita menghormati dan menghargai pemimpina atau pemerintah; namun jangan kebangetan dan hormati atau hargai dengan gaya biasa. Jangan mengungkapkan kebaikan seakan-akan tidak ada kecacatan pada mereka."

Karena banyak pertanyaan semacam ini: "Emang segitunya?"

Pertanyaan itu untuk para pembela yang 'hawa-hawanya' terlalu. Entah itu berkaitan dengan Saudi Arabia, pemerintahan bahkan radio.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/424775910897133

Wednesday, July 4, 2012

Dewi Fortuna? Nothing!

oleh Hasan Al-Jaizy

Kalimat yang berbau kufur dan bahaya:

"Dewi Fortuna belum berpihak pada...." [seringkali diucapkan oleh presenter berita olahraga atau ditaburkan oleh wartawan koran]

[1] Sejak kapan ada yang namanya Dewi Keberuntungan? Dewi adalah Goddess, berwujud female [betina]. Sedangkan untuk pejantan, menjadi Dewa [God]. Dan ini semua adalah keyakinan agama berhala; agama yang diperangi oleh Islam; karena kandungan kesyirikan yang sangat buruk.

[2] Sejak kapan dalam agamamu [Islam] mengenal adanya Dewa dan Dewi? Dan yakin sekali kita sebenarnya para presenter dan komentator bola yang otaknya sekeras dengkul para pemain bola itu, benar-benar tidak mengerti kalimat tersebut. Beginilah akibat dari menuhankan kulit bundar, kok dan televisi.

[3] Sejak kapan kau mengenal seorang Dewi yang mengkhususkan diri pada pemberian keberuntungan? Segala yang terjadi adalah kehendak Allah Ta'ala; semuanya juga mengandung hikmah. Dan kau tahu itu; namun pengetahuanmu tak memberi arti dan manfaat; selama comberan masih hitam...yang merupakan lukisan pemikiranmu.

[4] Sejak kapan kau membeo, membebek dan mengekor dalam berkata seperti itu? Jika di sana ada Dewi Fortuna atau Dewi Keberuntungan, apakah di sini juga ada Dewa Unfortuna atau Dewa Kesialan? Beruntungnya, kau hanyalah presenter atau wartawan, bukan pemuka agama. Sialnya, kalimatmu tersiar di televisi atau tersebar di cetakan koran.



Thursday, June 21, 2012

Beberapa Point

Beberapa point ketika banyak orang sedang bekerja:

[1] "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni [dosa] kesyirikan [penyekutuan terhadap-Nya] dan mengampuni selain itu bagi yang Dia kehendaki." [Q.S. An-Nisa: 48]

[2] Syirik terbagi menjadi 2: Syirik Besar, seperti menyembah makhluk, dan Syirik Kecil, seperti riya.

[3] Ayat di atas menunjukkan bahwa keduanya bersinggungan. Entah besar atau kecilnya, Allah takkan mengampuni keduanya jika si pelaku mati dan belum bertaubat. Taubat dari Syirik besar tentunya syahadat dan kembali ke Islam; sedangkan Syirik kecil adalah taubat sebagaimana bertaubatnya pelaku dosa besar.

[4] Tidak terampuni keduanya karena segala bentuk kesyirikan adalah pembangkangan secara langsung terhadap hak Allah, dan juga dalam ayat tersebut bersifat umum, karena adanya Nakirah fi Siyaaq An-Nafy [Indefinisi dalam Konteks Penafian].

Wallahu a'lam.

Saturday, June 16, 2012

Mungkinkan Kita Berbuat Syirik Tiap Hari?

oleh Hasan Al-Jaizy

Mungkinkah kita berbuat syirik setiap hari?

Mungkin. Siapa menjamin dirinya bersih dan riya dan sum'ah dalam keseharian? Siapa menjamin? Sementara mungkin saja kita berbuat riya meski dengan sekeping uang 500, namun dosa tertetapkan, karena:

إِنَّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa dariperbuatan syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi yang Dia kehendaki." [Q.S. An-Nisa: 48]

Dan itu mencakup syirik besar jua kecil. Karena itu, layaknya bagi kita tiap hari bermuhasabah, introspeksi dan bercermin. Terlebih keaktifan kita di dunia maya atau dunia nyata. Semakin aktif, semakin bergerak. Semakin bergerak berarti semakin melakukan. Dan bagaimana hati kita saat melakukan sesuatu dengan terlihatnya ia oleh orang-orang?


Untuk bertaubat dari syirik [kecil] seperti riya dan sum'ah tentu membutuhkan taubat khusus; mengakui kesalahan tersebut. Karena itu ada doa seperti:

اللهم أني أعوذ بك أن أشرك بك شيئاً أعلمه وأستغفرك لما لا أعلمه

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung padamu dari perbuatan yang aku menyekutukanmu dengan sesuatu yang aku ketahui dan aku memohon ampunanmu untuk perbuatan [dosa] yang tak ku ketahui."

Maka, berusahalah tiap hari bermuhasabah. Karena seringkali dosa kita remehkan dan kesalahan luput dari ingatan.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/404286496279408

Monday, April 30, 2012

MERABA MEDAN: [7] ASWAJA: Kegoncangan Trinitas Tauhid?

oleh Hasan Al-Jaizy

Serial MERABA MEDAN VII

[ASWAJA: Kegoncangan Trinitas Tauhid?]

[A] Beberapa ulama dan kyai Aswaja, beserta murid-muridnya [semoga Allah merahmati mereka dan kaum muslimin keseluruhan] mengatakan bahwa Salafi-Wahabi memiliki "konsep trinitas dalam Tauhid". Dan seakan mereka mengkiaskan konsep Tauhid Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma wa Sifat seperti konsep ketuhanan versi Katolik.

[B] Kyai yang paling Aswaja di antara mereka, Prof. Said Agil Siradj -semoga Allah memberi hidayah kepadanya dan kaum muslimiin keseluruhan-, pernah suatu ketika mengkiaskan 'Aqidah Agama Kristen Suriah [atau sekitarnya] seperti Aqidah Umat Islam', dengan mengkiaskan ke-Rububiyyah-an, ke-Uluhiyyah-an dan Sifat dan Nama-nama.


Bukan Trinitas Tauhid yang Goncang...

Tentu saja fakta A dan B begitu kontradiktif. 

Kenapa Aswaja menolak pembagian Tauhid menjadi 3? Tidak lain tidak bukan karena sentimen terhadap Salafi-Wahabi. Period!
Kenapa Pak Said justru mengatakan secara tidak langsung 'Aqidah Umat Islam adalah 3 Pembagian Tauhid', padahal ulama Aswaja lain justru menentang pembagian tersebut? Apakah antara Aswaja yang satu dengan lainnya saling bertentangan?

Jawaban: Selama bukan melawan Salafi-Wahabi, kita boleh berbeda dalam satu nama: Aswaja. Namun, selama dalam penentangan terhadap Salafi-Wahabi, kita harus bersatu dalam satu nama: Aswaja.

Saya berfikir seperti ini:
"Bukan Trinitas Tauhid yang Goncang...
Tetap Aswaja sendiri lah yang Goncang"


Perkataan dia: 'Salafi-Wahabi adalah bentukan Nashara' sudah bisa dipastikan berasaskan kejahilan, ketidaktahuan dan kemerasa-tahuan.

Karena statement di atas membutuhkan bukti ilmiah yang bersifat historis. Jika hanya berlandaskan sebatas fakta bahwa ikhwah Salafi-Wahabi mengatakan Tauhid terbagi menjadi 3, dan ada kemiripan dengan ketuhanan Katolik yang 3, maka ini merupakan bentuk kebodohan di puncak kedunguan; tak peduli apapun titelnya.

Karena para ulama dalam membagi tauhid menjadi 3 berlandaskan istiqra' [research] terhadap ayat-ayat dan jua hadits2. Plus, pemahaman pembagian 3 ini sama sekali tidak menabrak, bahkan menggesek panas Aqidah Islamiyyah sedikitpun. Pasalnya, jika kita membaca cermat penjabaran ulama tentang ketiga pembagian Tauhid, kita dapati hal tersebut benar-benar benar.

Penyangkalan itu sebenarnya terlahir dan terpusat dari hati mereka yang sudah terlanjur sentimen saja. 

===========================

Jika salafi-wahabi adalah bentukan Nashara, maka Aswaja adalah bentukan musyrikiin. Kenapa? Karena sebagian besar umat Aswaja adalah liker of 40 harian dan haulan. Tanyakan pada orang2 musyrik, apakah mereka melakukan ritual serupa berlandaskan ketepatan waktu dari hari kematian? Jika dijawab "Ya", maka kesamaan ritual haulan dengan ritual musyrik adalah ada!

Namun, tentu saja kita tidak mengatakan Aswaja adalah bentukan musyrikiin, Budha ataupun Hindu. Aswaja adalah bentukan kaum muslimiin, namun ada beberapa penyimpangan.


Dan kita semua -ulama atau awamnya- TIDAK MEMAKSA seseorang untuk mengamini pembagian tersebut, karena mungkin saja seseorang tidak bersedia membagi Tauhid menjadi 3, namun di hati dan amalannya mengamini segalanya tentang Tauhid.

Dalilnya: Para sahabat tidak ada yang mengatakan Tauhid menjadi 3, namun di hati dan amalan mereka -ridhwaanullahi anhum- mengamini ketiganya dengan sebenar-benar cerminan.

Sementara Ibnu Qayyim sendiri membagi Tauhid menjadi 2: Tauhid Khabary dan Tauhid Thalaby [dengan nama yang berbeda2], namun intinya sama dengan ketiga pembagian Tauhid. Wallahu a'lam.



Tuesday, January 24, 2012

Amalan Orang Kafir

oleh Hasan Al-Jaizy

PERTANYAAN: 
"Apakah amalan baik orang non-muslim [kafir] memberi manfaat di Akhirat?"

JAWABAN:
Tidak. Sebesar apapun amalan tersebut, takkan diganjar baik di Akhirat. 

Dalil:

"Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). " [Q.S. Ibrahim: 18]

"Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya." [Q.S. Ali Imran: 117]


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/315767408464651

Friday, January 20, 2012

Pastinya Ada Beda

oleh Hasan Al-Jaizy

Jika seorang muslim mendengar lantunan Al-Qur'an yang syahdu lalu ia menikmati alunan indahnya tanpa tahu/faham maknanya...insya Allah diberi ganjaran kebaikan karena telah mendengarkannya, sebagaimana teramar oleh Rasulullah.

Jika seorang muslim mendengar bacaan Al-Qur'an yang berirama biasa-biasa saja, tapi ia menikmatinya karena tahu/faham maknanya...maka ini lebih baik dari yang pertama;


Karena...

karena Al-Qur'an tidak hanya sekedar dibaca atau dilantunkan, tapi yang lebih penting adalah memahami kandungannya...dan yang paling penting adalah 'mengamalkan isinya'

Maka wajarlah suatu kala Hasan Al-Bashry mengekspresikan perasaannya tentang sebagian manusia dengan mengatakan perkataan yang maknanya: 'Amat disayangkan bagi beberapa pembaca AL-Qur'an. Sungguh tidak benar jika Al-Qur'an ditujukan sekedar untuk dibaca. Namun sejatinya Al-Qur'an diturunkan agar diamalkan isinya.'

Nah, sekarang ada pertanyaan...bagaimana mungkin mengamalkan sesuatu jika tidak memahaminya!? 

Mulailah belajar Arabic atau memahami ayat2 yang berbahasa Arab itu...demi Allah, melakukan hal itu takkan berujung pada kerugian!


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/312979098743482

Saturday, December 31, 2011

Harapan untuk tahun depan? OMONG KOSONG!

oleh Hasan Al-Jaizy

Harapan untuk tahun depan? OMONG KOSONG!

[1] Di kala minoritas kaum muslimin rapatkan barisan Isya, kau dan kawanmu itu sibuk belanja kembang api atau tertawa-tawa? Itukah tingkah orang yang berharap baik tahun depan? OMONG KOSONG!

[2] Beberapa orang tua yang sedang khusyu di Mushalla terkejap dikagetkan bunyi petasan yang keras. Itukah cerminan harapanmu untuk tahun depan? OMONG KOSONG!

[3] Ka

u mengaku beragama Islam; kau mengaku bertuhan [yaitu Allah Ta'ala]. Tapi ketika datang panggilan menyembah, kau abaikan. Itukah cerminan harapanmu untuk tahun depan? OMONG KOSONG!

[4] Kau cela pemerintah... kau cela koruptor...kau cela penyebab kemiskinan...kini kemana uangmu terhambur? Kau adalah sampah malam ini...sesampah anai beterbangan sisa mercon dan kembang api. Itukah harapanmu tahun depan? OMONG KOSONG + SAMPAH!!!!





 Lengkap sudah kedunguannya:

Terompet = khas Yahudi
Perayaan Tahun Baru = khas Nasrani
Kembang Api = Kebanggaan Majusi


Kau tiup terompet [Yahudi] dan pasang Kembang Api [Majusi] demi merayakan tahun baru [Nasrani] NAMUN ketika berkumandang Adzan Isya [Islami] kau pura-pura tuli. Kemungkinan besar shalat Subuh esok pun terlalaikan. Oh, Aku tak perlu bertanya apa agamamu.

Lengkap sudah kedunguanmu malam ini








Friday, December 23, 2011

Perayaan Terlarang

oleh Hasan Al-Jaizy

TIAP TAHUN....TIAP TAHUN...Tiap Tahun sebenarnya kita diberitahu oleh Allah melalui berbagai penjuru dan sisi berbeda yang Dia kehendaki bahwa hal-hal ini terlarang:

--> Valentine's Day
--> Mengucapkan 'Met Natal' [or semacamnya] tuk kaum yang bersangkutan
--> Peringatan khusus di hari-hari khusus yang menyimpang dan tiada asalnya

Namun pengetahuan sebatas pengetahuan...terhalang dari amalan
Tetap saja di antara kita--> Pura-pura tidak tahu atau campakkan yang tertahu sebenar [haq]

Pena telah terangkat...hujjah telah tersebar...kini urusan masing2...siapkan jawaban sebagai pertanggungjawaban...Semoga Allah mengampuni muslimiin dan muslimaat dan menaungi kita semua dengan rahmat.

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/296868393687886

Thursday, December 15, 2011

Wah, Arwah Rasulullah Hadir di Setiap Majelis Ulang Tahunnya [Maulid]?

oleh Hasan Al-Jaizy

Bukan Termasuk AQIDAH Ahlus Sunnah wal Jama'ah [ga pake disingkat Aswaja]:

Keyakinan 'Rasulullah telah wafat dan seringkali hadir di majelis2 dan perayaan Maulid' akan menimbulkan soal-soal di alam fikir; karna Rasulullah adalah manusia dan manusia yang wafat takkan bangkit terbang dari kuburnya; ruhnya atau jasadnya.


 Maka TANYAKAN:
a. Jika beliau hadir di majelis2 dan maulidan2, apakah semua majelis dikunjungi?
b. Jika satu Jakarta ada 150 situs/tempat perayaan maulid SATU MALAM, bagaimana Nabi mengunjungi 150 sekaligus?
c. Jika diyakini bisa kunjungi 150 semalam, apakah itu termasuk mukjizat?
d. Jika itu mukjizat, MANA DALILNYA? Darimana Anda tahu?


Raut muka akan berbeda...

Jika seorang ahli bid'ah [yang mempromo kebid'ahan terang2an] dan tukang jualan cendol khurafat keteteran, terpojok, tersudut dan tidak bisa menjawab, dia akan melawan dengan gerutuan: "Dasar Wahabi! Pembenci Sunnah Nabi!"

Itulah tingkah dai murahan dari klub murahan dengan pemikiran murahan untuk mencari ridho murahan dari manusia.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/292965264078199


Tuesday, December 6, 2011

Kelak Akan Bertauhid

oleh Hasan Al-Jaizy

Kita berharap, optimis dan juga percaya insya Allah negeri ini akan menjadi negeri penjunjung kalimat Tauhid, yang asasnya tetap dan cabangnya menjulang ke langit.

Itu cita-cita tertinggi...dan tiada tingginya cita, kecuali tersirat menujunya ujian dan duri-duri...juga serangan dari segala penjuru

Bentengi sejak kini dirimu dengan kastil iman, yang temboknya dilapisi serabut ilmu membaja...hingga ketika mereka menyerangmu; kau tetap teguh berdiri kukuh berdikari hingga nafas tak lagi terlantun di hidupmu

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/287772734597452