Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Tuesday, December 18, 2012

CAT : [40] "BELILAH BUKU BAGUS MESKI MAHAL!!!"


oleh Hasan Al-Jaizy


Dulu, ketika saya masih muda dan seorang mahasiswa [dan saya masih muda dan juga mahasiswa], jika ingin membeli kitab, lebih suka pergi ke toko yang menjual kitab-kitab murah. Alasannya: ekonomi. Bahkan dulu jika ingin punya kitab baru, saya pergi ke perpustakaan kampus, meminjam kitab sekian hari, lalu dicetak ulang oleh perusahaan fotokopi. Intinya sama: jadi kitab. Dan itu tingkah mayoritas mahasiswa.

Tapi, semakin kemari -alhamdulillah- semakin nyadar. Nyadar apa?

Tahun kemarin, bifadhlillah, Allah memberi kesempatan menyimak kajian semacam daurah

Saturday, December 8, 2012

Semangat MEMBACA! : [5] TIPS 2: "BACALAH BUKU YANG SESUAI/MUDAH TERLEBIH DAHULU!"


oleh Hasan Al-Jaizy

Langsung saya beri contohnya:

Ilmu Ushul Fiqh bukanlah yang mudah dikuasai. Butuh waktu berjenjang-jenjang hingga menguasainya. Dan menguasainya pun tidak mungkin dengan bahasa selain bahasa Arab. Meskipun Anda memiliki 20 buku Ushul Fiqh -baik terjemahan maupun karya pribumi- dan tuntas membacanya, tetap saja Anda belum menguasainya. Kenapa? Karena materi Ushul Fiqh terbesar adalah perihal dilalah lafdziyyah, yang membutuhkan bahasa Arab. Bukan berarti merendahkan pelajar yang belum dikaruniai kemampuan membaca kitab Arabic, namun, ini sebagai contoh saja.

Syaikh Sa'ad bin Nashir Asy-Syatsry, dalam Syarh Al-Waraqaat tahun ini, menjelaskan, "Sebagian dari manusia mengatakan, 'Ilmu Ushul Fiqh itu sulit dan berat.' Sehingga mereka enggan

Friday, December 7, 2012

Semangat MEMBACA! : [4] BACALAH BUKU YANG ANDA SUKA [c]


oleh Hasan Al-Jaizy

Setelah di 2 status sebelumnya kita membahas tentang cover, judul, penulis, font serta kertas, kini kita beralih ke 2 sisi atau faktor lain yang membuat manusia menyukai suatu buku:

e. Penerbit

Nama penerbit juga memiliki pengaruh. Untuk kitab-kitab Arab, penerbit semacam Dar Ibn Al-Jauzy [KSA], Dar Al-Aashimah, Maktabah Rusyd adalah penerbit-penerbit elegan. Karena cetakannya bagus sekali. Penulis sendiri masih ngimpi beli kitab Nailul Author nya Asy-Syaukani terbitan Dar Ibn Al-Jauzy yang ber-17 jilid itu. Masih ngimpi karena harganya terlampau tinggi. Duh, malah curhat.

Bisa jadi seorang aktivis Ikhwanul Muslimin, misalnya, membeli buku terbitan Pustaka Al-Kautsar, bukan karena faktor apapun, melainkan karena penerbitnya se-ikhwan dengannya. Atau, seorang salafy, misalnya, membeli buku terbitan Darul Haq, bukan karena apapun, melainkan karena penerbitnya se-pemikiran dengannya. Ya itu hak masing-masing, toh.

Kembali ke penerbit kitab-kitab Arab. Ada penerbit namanya Dar Al-Fikr. Terbitan mereka rata-rata kitab kuning. Atau kadang kitab kuning yang diputihkan. Covernya sederhana. Font nya sederhana. Tidak ada kemewahan di dalamnya. Yang jelas: harganya pas untuk mahasiswa dan

Semangat MEMBACA! : [3] BACALAH BUKU YANG ANDA SUKA [b]


oleh Hasan Al-Jaizy

Setelah sebelumnya membahas cover dan judul yang menarik, kini kita membahas:

c. Penulisnya Yang Menarik 

Nah, ini juga variatif dan relatif. Menarik dari segi apa? Jika Anda suka membaca novel, maka Anda 'normalnya' suka dengan nama-nama seperti Fahri Asiza, Helvy Tiana Rosa, Gola Gong dan lain-lain. Bisa jadi Anda tertarik karena nama-nama tersebut sudah terlanjur familiar dan nge-pop [popular; bukan majalah Popular lho!] di telinga Anda. Bisa juga karena Anda sudah terlanjur jatuh cinta dengan gaya tulisan mereka.

Atau jangan-jangan dulu Anda penggemar Tatang S ya?

"Lho, Tatang S kuwi sopo, ndhes?" tanya Purnomo.

Itu, lho. Pengarang komik Petruk dan Gareng. Dulu, yang jual komik semacam itu di Jakarta adalah para abang-abang. Kalau di Jakarta, kosakata 'abang-abang' berarti penjual agar-agar dan mainan anak-anak keliling. Mereka biasa menggerakkan lonceng untuk meraup pembeli. Anak-anak Jakarta, sebelum jaman Internet dan HP, sering ngerubutin abang-abang.

Ada mungkinnya karena penulis tersebut memiliki daya tarik dari segi fisik. Seperti ketika

Semangat MEMBACA! : [1] Muqaddimah

oleh Hasan Al-Jaizy

Beberapa manusia bertanya perihal manhajiyyah membaca buku yang selamat. Banyak manusia -meskipun suka membaca buku- tetapi merasa tidak puas dengan apa yang telah berlaku dari pembacaan. Beberapa problematika:

a. Tidak konsisten membaca suatu buku. Terhenti di tengah perjalanan. Dan ini juga kadang terjadi pada penulis status ini.

b. Tidak konsentrasi dalam membaca. Ketika membaca Bab Jual Beli dalam kitab Fiqh, fikiran malah melayang ke rencana bisnis yang belum juga teralisasikan. Akibatnya, huruf, kata dan kalimat lewat terbaca, namun maknanya bubar dari perhatian. Seperti kadangkala manusia membaca Al-Qur'an. Membaca terus menerus, namun tadabburnya hilang dalam gerangan.

c. Ingin cepat sampai pada akhirnya atau habis segera. Dalam makna lain: tergesa-gesa.

Tuesday, July 17, 2012

Hal Dalam Membaca Buku

oleh Hasan Al-Jaizy

Beberapa hal yang mungkin bisa kamu lakukan untuk kitab/buku:

[1] Sebelum memulai membaca kitab, jangan lupa basmalah, karena membaca termasuk mencari ilmu. Dan mencari ilmu adalah amalan saleh dan ibadah. Maka mulailah mengingat Allah sebelum beramal saleh.

[2] Setelah itu, ciumlah buku tersebut [bukan covernya; melainkan bagian dalamnya]. Ini bukan ritual ibadah. Tapi agar kamu merasakan bau/aroma buku dan membiasakannya.

[3] Usahakan sedia pensil ketika membaca. Jika ada point penting, garis bawahi atau beri tanda. Jika ingin, fikirkan point tersebut dan KEMBANGKAN dalam fikiranmu. Berandailah, seakan-akan kamu akan mengajar atau presentasi setelah membaca.

[4] Jika terserang kelesuan atau kebosanan, boleh istirahat atau mencari aktifitas lain. Namun yang lebih baik adalah mencium kembali kitab tersebut dan endus plus rasakan aromanya! Resapi juga fikiran bahwa di dalamnya terdapat jutaan kandungan makna dan rahasia, seakan kamu bertualang dalam dunia lain. Mungkin akan menghadirkan spirit baru.


Sebuah cerita:

Ada seorang anak muda, bangsa umur 20-an [kurang-lebih], di era 70-an, selepas shalat Jum'at, ia keluar masjid melihat sebuah lapak dagangan buku di teras masjid. Lalu ia tertarik dengan buku Sifatu Shalat an-Nabi karya Syaikh Al-Albany. Ia pun membelinya.

Tatkala membacanya di rumah, ia terkaget-kaget dan berfikir ternyata shalatnya mayoritas muslim sekarang [yang ia lihat dan lakukan] menyelisihi sunnah Nabi. Juga anak muda ini takjub dengan tata cara penyampaian Syaikh Al-Albany.

Buku tersebut menjadi pencetus minat anak ini untuk mendalami agama dan berusaha mencari-cari guru ilmu Hadits.

Beliau adalah yang kini dikenal dengan nama Abu Ishaq Al-Huwainy, seorang muhaddits Mesir yang masyhur. Dahulu, ia tidak punya kitab dan kekurangan uang tuk membeli kitab. Itu mengharuskan ia untuk ke perpustakaan terdekat.

Dahulu, ketika ia sudah sempit waktunya untuk mengunjungi perpustakaan, ia masih memaksa menyempatkan diri untuk masuk ke perpus hanya untuk: mencium kitab-kitab yang ingin sekali ia miliki. Dan kemudian ia keluar pergi.

True story


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/420342394673818