Showing posts with label Habibers. Show all posts
Showing posts with label Habibers. Show all posts

Tuesday, January 22, 2013

Mengejar Wahabi + Mengeramatkan Kuburan Keramat!


oleh Hasan Al-Jaizy

Ternyata kita ini hebat dan keramat! Lebih keramat dari para wali Allah, yaitu para sahabat, tabi'in dan seterusnya.

Lho, kok bisa? Begini ceritanya:

Seorang salafi mengatakan kepada seorang Sufi:

Salafi: "Saudaraku, usahlah kau dan kawanmu merayakan Prophet's Birthday atau Hari Ultah Nabi 1434. Itu tidak ada syariatnya sama sekali."

Sufi: "Ah, kau ini. Usahlah larang-larang aku dan kawanku. Niatku baik, kau tahu?"

Salafi: "Iya, tapi hal semacam itu baiknya kita tinggalkan, kawan."

Sufi: "Memangnya ada pelarangan Maulid di Al-Qur'an dan Hadits yang berbilang begini: 'Wahai kaum muslimin, janganlah kalian bermaulid!" Ada tak?"

Monday, December 31, 2012

Bisnis Kuburan Keramat


oleh Hasan Al-Jaizy

Setengah kilo dari rumah saya, ada kuburan keramat. Dikunjungi banyak dari rakyat. Terutama Hari Jum'at. Ramenya melalat. Campur baur laki perempuan = ikhtilat. Mereka memang tidak takut kualat. 

Bisnis paling menguntungkan saat ini adalah 'Bisnis Kuburan Keramat'. Awalnya kuburan biasa, tidak mengeluarkan duit, berlumut, becek pas hujan, pecah-pecah pas kemarau dan tiada istimewa. Lalu, diklaim kuburan ini adalah kuburan seorang wali!

Ciyus, kalau kuburan wali, miyabi?

"Kalau itu kuburan wali, maka kuburan itu penuh karomah. Karomah berarti kemuliaan. Kemuliaan dari Allah. Karomah di-Melayu-kan menjadi Keramat," terang Suyuthi dari atas pohon.

Boneng juga si Suyuthi itu, gan. Kenapa dibilang keramat? Karena berasal dari karomah, yaitu kemuliaan. Nah, kemuliaan yang dimaksud bisa 2 arti:

Wednesday, December 26, 2012

HASAN AL-JAIZY


oleh Hasan Al-Jaizy

Yang paling perlu dicabut dari akar bumi dan kehidupan masyarakat ini adalah tradisi peringatan di kuburan sambil solawatan keras malam-malam. Makin kemari praktisi ritual yang bid'ah (kalau mau jujur) ini smakin membuat agama terlihat menyunat akal sehat dan mengganggu ketenangan umum. 

Tapi kalau sudah mengakar susah. Kalau kita ucap halus-halus, dicurigai secara halus. Kalau memakai kalimat ngena, kena tuduhan. Kalau mau tegakkan Khilafah ala Muwahhid sekarang juga tidak mungkin.

Selain mengakar, tradisi ini dibumbui nama-nama bagus, sehingga menjadi hasanah. Habib, Ahlu Bait, Shalawat, Ziarah dan nama lainnya. Sebaliknya, yang menentang malah kena tudungan dhalalah. Kalau mau ditimbang dengan keseimbangan akal sehat, siapa sebenarnya yang dhalalah di-hasan-kan dan siapa yang sebenarnya hasanah di-dhalah-kan.

Sesuatu yang dhalal jika disebut hasanah, maka anggapannya menjadi HASAN. Kalau sudah dianggap Hasan, hukumnya menjadi JAIZ (boleh). Maka jadilah:

HASAN AL-JAIZY

Baiklah. Itu salah saya.


Sunday, September 2, 2012

KASUS STATUS ALA KASKUS - SKETSA

oleh Hasan Al-Jaizy

KASUS STATUS ALA KASKUS [yang ga tau kaskus jangan baca, gan!]

SKETSA 1

Pak Abu: "Agan-agan...ana ada video hot nih. Lihat deh ada orang ngobrol dengan kuburan."

Agan-agan: "Wah, cekidot gan."

Sesaat hening...karena pada nonton video. Lalu para penonton mesem-mesem. Hot sekali. Agan-agan pun berkata: "Ane sundul ya gan."

Lalu agan-agan lain yang kena dji-tag video hot tersebut. Di antara mereka, ada yang tersungging dan panas. Di antara yang kepanasan, ada yang ikut men-share video tersebut ke teman-teman pengajiannya. Mereka berkata: "Siapa ini yang membocorkan video orang kita ke musuh? Ini akibatnya. Guru kita jadi jelek namanya!"

Sebagian teman mengatakan: "Ana ga tau, gan. Kurang ajar!"
Sebagian teman mengatakan: "Ana nubitol, gan. Mohon bimbingannya."
Sebagian teman mengatakan: "Numpang nyimak, gan."

Lalu, beberapa teman menetuskan, "Bagaimana kalau kita lapor polisi aja? Biar tau rasa itu Pak Abu." Kontan, agan-agan yang kepanasan jadi keademan dengan ide tersebut. "Wah, boneng banget tuh, gan. Kita harus memasang jebakan batman buat Pak Abu."


SKETSA II

Kemudian, mereka pun melapor pada polisi, "Lapor, mimin dan momod. Ini ada orang dari thread sebelah mencemarkan nama baik guru-guru kita. Kita harap mimin dan momod menuntaskannya. Kalao ga....loe...gue...= end!"

Pak polisi sebagai mimin dan momod pun turun tangan, mencoba mengusutnya. Pak Abu dipanggil: "Gan...ane denger ente bikin thread SARA ya? Ente mau ane ban secara permanen nih?"

Pak Abu: "Mimin dan momod yang terhormat, coba deh dilihat videonya, dibaca status dan blog ane. Ane kan cuma numpang share aja."

Pak polisi pun mengamati baik-baik. Justru pak polisi jadi ketawa. "Ini kasus apaan, gan? Ane justru ngakak dengan kasus begini. Kok videonya aneh, gan?"

Pak Abu: "Ane juga ga tahu, min. Mungkin bawah ane tau."

Sementara, para agan-agan pelapor pun datang ke guru-guru di thread Supranatural. "Bib, kite udah laporin tuh Pak Abu ke mimin dan momod. Biar di-ban permanen tuh orang. Udah kite bata berkali-kali. Cendolnya abis, bib."

Pak Habib mikir sebentar. Lalu malah marah: "Kenape ente pada ga ijin dulu ama ane, gan? Pikir dulu donk! Kalau kasus ini menyeruak ke tingkat nasional, justru orang pada :ngakak. Ane sendiri juga :ngakak kok ngeliat videonya."

Agan-agan pun kebingungan.


==================

Tulisan ini hanya gambaran sketsa atau skenario candaan saja. Jika ternyata bertepatan dengan nama dan kejadian, tidak ada unsur kesengajaan. Mohon yang merasa, jangan tersinggung dan marah. Tapi yang tersinggung dan marah, jangan merasa.

Baydhowy alias baydhewey...Ane minta cendolnya donk, gan. Haus nich.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/436313679743356

Thursday, July 19, 2012

Habib Trendy

oleh Hasan Al-Jaizy

Selain mahir membuat lelucon atau humor Sufi, mereka juga mahir memancing keributan dengan alasan SHALAWAT. Contohnya real sekali. Banyak mushalla atau majelis yang nyetel kaset shalawatan musik keras-keras; seakan-akan itu sudah menjadi ibadah berpahala. Yang intinya: MENGGANGGU.

Sepertinya mereka tidak akan berdzikir dan beribadah kecuali harus dengan cara yang dipamerkan atau mengganggu orang sekitar.

Memaksa manusia mendengar nyanyian geje. Terbayang di benak orang2 sufi sedang menari-nari berjoget-joget dimabuk kejahilan.

Makanya, didikan mereka banyak yang kelihatan pinter nyanyi, tapi mengaji belepotan. Didikan mereka juga getol maulidan, tapi shalat fardhu kebobolan.


Trik terhafalkan

Membaca status ini, manusia yang mungkin terdidik dengan ilmu tasawwuf atau berpemikiran seperti mereka, akan mencari-cari cara bagaimana men-counter status atau pemiliknya, seperti menulis:

--> Jangan membuat perpecahan! Jangan ghibah! Jangan membicarakan orang lain!
--> Urusi dirimu sendiri! Sudah benar atau belum?
--> Jangan merasa paling benar!

atau yang lebih mending:

--> "Tidak semua sufi begitu!" 
[Yes we know it! Tentu tidak semuanya begitu; karena hampir semuanya begitu?]

--> "Hargailah perbedaan!" 
[Kita tidak menghargai kedunguan atau pelanggaran nyata]

atau kemudian mencari-cari celah lain dengan mengangkat masalah Wahabisme atau semacamnya....

Hafal


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/421212534586804

Thursday, July 12, 2012

Humor Sufi...Lelucon Pak Habib

oleh Hasan Al-Jaizy

Humor Sufi...Lelucon Pak Habib

Humor Sufi, bersama Pak Habib -semoga Allah memberi hidayah padanya, kita, serta semua penghadir atau fansnya atau kolektor fotonya-:

[1] "[Salah satu] pemimpin Salafi-Wahabi sekarang adalah Abdurrahman assudaisiy [?] yg suaranya banyak di stel oleh masjid masjid ahlussunnah waljamaah. Ia adalah seorang wahabi yg telah mengarang suatu buku yg menjatuhkan hadits hadits shahih pada Shahih Bukhari."

[2] "banyak muslimin ahlussunnah waljamaah tidak tahu itu, dan menganggapnya suaranya bagus dan merdu, padahal Rasul saw sudah memperingatkan bahwa kelak akan muncul mereka yg membaca alqur;an dg baik namun hanya sampai tenggorokan saja, (hatinya tidak tersentuh kemuliaan dan kesucian Alqur;an) ........"

[3] "semoga Allah swt memberikan mereka hidayah, kita terus MEMERANGI mereka, bukan dg senjata tentunya, karena mereka adalah saudara muslimin kita namun salah arah karena KEDANGKALANNYA dalam syariah, kita berusaha membenahinya semampunya."


Kalau Anda semua membuka forum Majelis Rasulullah, rata2 tanya jawab dijawab dengan bahasa dan tulisan anak sekolahan yang tak tampak keilmuannya sama sekali. Kelihatan jelas tak terbiasa nulis. Kelihatan jelas asal-asalannya. 

Atau, kadang mirip bahasa SMS anak sekolahan. Jadi begitu ya ciri khas gaya penulisan seorang Habib? 

Tapi, sepertinya: jawaban2 di forum tersebut bukanlah sang Habib yang menjawabnya, melainkan orang2 suruhan yang memiliki background pendidikan bagus dalam pengetahuan Islam; meskipun apa yang mereka ketahui dan yakini belum tentu bagus. Dan kemungkinan besar, orang2 suruhan ini memang ada ilmunya, melebihi keilmuan beliau.

Saking berlimunya, MENGECER IJASAH ke orang2 awam...sepertinya mereka ini tiap hari dikunjungi 'wali murid' untuk bagi-bagi ijasah.

'Selama dibayar, ijasah ngalir terus....saldo berkurang ==> Ijasah ngadat."



Friday, June 8, 2012

Aswaja Layak Bersyukur

oleh Hasan Al-Jaizy

Sebagian warga Nahdlah seharusnya bersyukur atas keberadaan Salafi-Wahabi; karena dengan bertubi kritisasi dari SW kepada beberapa pemikiran mereka [terutama berkaitan dengan masalah Heresy], membuat sebagian warga kembali sadar bahwa mereka harus banyak membuka referensi dan turats. Itu adalah suatu gejala positif [sunda: positip]

Hal ini toh diakui beberapa individu hasil didikan An-Nahdlah. Tidak mengakui? Setidaknya, pura-pura lah tidak mengakui.

Begitu juga dengan beberapa warga SW; kritis itu boleh...bagus malah, jika itu ada manfaat yang membangun. Tapi, bibir tetap tersungging senyum dalam keseharian. Perkara ia telah melakukan heretic [selama bukan yang berbau kufur] itu sebaiknya tidak dijadikan topik di setiap detik setiap hari setiap masa. Ada masa-masanya juga kita saling merapat dan berjabat tangan.


Kalau ada yang bilang:
"Bubarkan Nahdlah! Penyebar heretics!"

Justru saya juga bisa katakan:
"Nahdlah itu besar dan andilnya juga besar. Yang ada, pengajianmu yang umurnya masih muda dan belum besar yang justru bakal dibubarkan."

Jika memang titik tengah itu ada, kenapa kita harus memaksakan diri melengsong kanan atau kiri? Bukankah keseimbangan itu ada di tengah? Bukankah fanatisme dan extrimisme itu ada di sisi-sisi?


Tuntutan ilmiah seperti ini setidaknya membangun raghbah, hasrat dan kecemburuan ilmiah dengan membuka kembali kitab2. Meskipun terkadang membuka-buka kitab untuk mencari-cari 'pembenaran', bukan 'kebenaran' atau spesifiknya: 'pembenaran untuk kelompok sendiri' bukan 'kebenaran untuk semua'.

Tapi, sudah patut disyukuri ada gerakan membuka-buka kitab. Karena semakin habis waktu membuka kitab, semakin sedikit waktu untuk berteriak. Semakin sedikit waktu untuk berteriak, semakin minimal pertengkaran yang 'tak-ilmiah'.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/401189786589079

Thursday, June 7, 2012

Asawah vs Sawah

oleh Hasan Al-Jaizy

ASW: "Mereka memang gemar menuduh kaum muslim melakukan perbuatan syirik"
SW: "Mereka memang gemar 'merasa' dituduh kaum muslim melakukan perbuatan syirik"

ASW: "Kami memegang teguh Fiqh Syafi'i dan mempelajarinya."
SW: "Benar; sekaligus pihak yang pertama melanggar atau tidak mengamalkan sebagian materi."

ASW: "Kalian merasa paling benar sendiri!!!"
SW: "Dan dengan kalimat itu, kalian merasa lebih benar dari kami. Lebih parah mana!?"

ASW: "Kalian adalah fitnah zaman ini!"
SW: "Tentu saja, itu bagi kalian = yang merupakan fitnah zaman lalu, kini dan seterusnya."

Label? No....just do what it is good...no need for labels

Saturday, June 2, 2012

Sususpan Syi'ah

oleh Hasan Al-Jaizy

Perbedaan Antara Susupan SYI'AH di SURIAH dan negara Arab lainnya.

[1] Syi'ah menyusup ke negara2 Arab, seperti Palestina, Mesir, Maroko dll adalah disebabkan GHOFLAH [Kelalaian] pihak atas [pemerintah] dan pihak bawah [rakyat].

Khusus Mesir hari2 ini, Syi'ah benar2 sedang 'bekerja' di parlemen; tentu saja ada percumbuan antara Syi'ah dengan gerombolan siberat lainnya. Dan ini adalah fakta: 'Syi'ah bergandengan dengan Sufi di Mesir'. Syi'ah berjalan di atas karpet yang dibentangkan Sufi dan kaum Syi'ah menganggap Sufi adalah 'sesuatu' yang terdekat pada mereka.

Cium saja aroma itu juga di negara kita: Indonesia.

[2] Berbeda dengan susupan Syi'ah ke negara SURIAH secara khusus. Syi'ah masuk negara ini disebabkan TAWAA'THU' [Collusion-Party-Persekongkolan] dengan Nidzam/Pemerintahan Nushairy Alawy. Artinya, dari atas untuk menguasai bawah.

Pembantaian dan kezaliman di Suriah BUKANLAH sekedar perkara politik; melainkan berdasarkan fanatisme kelompok ideologis; namun berjubah politik! Setelah tanah Persia telah berhasil dijajah oleh Syi'ah; kini mereka ingin menjajah -minimal satu- negara Arab Syam. Jika cara halus memikat dengan uang dan iming2 tak berhasil, maka tidak perlu menunggu lama agar darah mengalir. Itulah mereka.

Apakah aroma seperti ini bisa tercium di Indonesia? Sudah mulai cetusan terjadi!


Faedah di atas bisa dibaca di kitab:
[الموسوعة الشاملة للفرق المعاصرة في العالم]
jilid 3 halaman 91

If you don't believe, don't ever believe the truth! 

Sekarang, jikalau ingin kita menengok kembali ke tanah air, maka pelajari ARTI KALIMAT INI: "NKRI ADALAH HARGA MATI!"

Perlu waspada dengan kalimat tersebut. Kita belajar juga dari kenyataan bahwa Syi'ah merangkul Sufiyyah demi melancarkan objective mereka. Lihat sekitar....baunya sudah cukup tercium.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/397104716997586

Saturday, April 28, 2012

MERABA MEDAN: [4] Bukan Ilmu...Namun Foto nya

oleh Hasan Al-Jaizy

Serial MERABA MEDAN

[Bukan Ilmu...Namun Foto nya]

Kami hanya menjabarkan fakta di medan. Selagi kami memandang dan mengamati, kami berjanji pada diri sendiri untuk tidak berpura-pura tidak tahu atau menyembunyikan yang tak mungkin disembunyikan.

Yang kami saksikan, hampir semua Habib-Mania adalah pecandu dan pengagum foto Habaaib, bukan ilmunya. Ketika ada selenggaraan dzikir akbar atau tabligh, kami berjalan menyusuri jalan di mana bertebaran dagangan-dagangan religius.

Lucu terasa ketika penjual buku ilmiah, yang tertera di dalamnya gudang ilmu, tidak kami temukan. Jikalau ada penjual buku, sudah dipastikan itu adalah buku wiridan. Pedihnya, kebanyakan teks wiridan bukanlah matan ijasah langsung dari Nabi Muhammad atau yang terekomendasi di Al-Qur'an. 


Dan yang pasti, foto-foto terpampang. Apalah gunanya foto teragungkan jika ilmunya tak terambil!? Sementara hampir tiap member punya foto Sang Habib di kamar atau rumah mereka. Salah satu alasan: 'daripada saya memajang foto penyanyi'. Oh great, ternyata memang Habib mu itu sejalar dengan artis; yang pintar ber-acting, bagus dalam berpura-pura dan tentu saja ==> Punya Nomor Rekening


Bukan Ilmu...Namun Foto nya

Apakah foto-foto itu memberi daya magnet keilmuan? Atau memberi kekuatan tersendiri dalam keimanan? Kita tidak tahu...tapi yang kita tahu, saldo rekening memberi daya magnet syahwat perut dan kekuatan tersendiri dalam pembelanjaan.

Bukan ilmu yang dicari...meski berkumpul dan bermajelis, namun alasan 'mencari ilmu' lah sebagai penghias kepalsuan. 
Namun foto nya...lihatlah mereka di pinggir-pinggir jalan, di pertigaan, perempatan dan semacamnya. 

Daerah tersebut adalah kekuasaan 'pengamen' tuk memamerkan kemampuan demi mengeruk uang receh. 
Kini, daerah tersebut juga menjadi kekuasaan 'pengamen-berdzikir' tuk memamerkan muka dan sandingan gelar keturunan demi mengeruk.......apa?


Once again:

"Kami hanya menjabarkan fakta di medan. Selagi kami memandang dan mengamati, kami berjanji pada diri sendiri untuk tidak berpura-pura tidak tahu atau menyembunyikan yang tak mungkin disembunyikan."


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/376755299032528

Monday, April 9, 2012

Duh, Habib Trendy

oleh Hasan Al-Jaizy

[1] Jadi, ada kelompok yang begitu zahir mengagungkan 'Ahlul Bait' bahkan sebagian hingga menuhankan salah satu anggotanya. Hakikat sebenarnya, mereka memanfaatkan nama Ahlul Bait tuk hiasi Satanisme pada aqidah mereka. Pernah dengar yang namanya Syi'ah?

[2] Juga, ada kelompok yang begitu zahir santer mengagungkan 'Ahlul Bait' atau keturunannya. Hakikat sebenarnya, mereka justru bertentangan dengan manhaj Ahlul Bait dalam beragama dan memanfaatkan nama Ahlul Bait tuk tambahi kuantitas pengikut dan saldo rekening. Pernah dengar istilah 'H*bib Trendy'?

[3] Kemudian, ada kelompok yang begitu zahir keras menentang USA dan Zionisme di publik. Hakikat sebenarnya, mereka adalah satu tanduk yang sedianya berpasangan dengan tanduk Yahudi sehingga jadilah dua tanduk setan. Pernah dengar sebuah negara bernama Iran?

Sunday, April 8, 2012

Mengais Kedustaan di Padang Kehabiban

oleh Hasan Al-Jaizy

Petikan dari sebuah forum Habib yang copas dari Majalah Cahaya Nabawy:

"Sejak hadirnya Wahabi, dunia Islam tidak pernah tenang penuh dengan pergolakan pemikiran, sebab kelompok ekstrem itu selalu menghalau pemikiran dan pemahaman agama Sunni-Syafi'i yang sudah mapan."


Tendang saja:

1. Sejak hadirnya Hwahabib2 trendy, tetangga sering terganggu ketenangan karena menyebarkan amar: "Sholawatanlah keras-keras!" Mereka tidak merasa ekstrim sama sekali. 

2. Sejak hadirnya Hwahabib2 trendy, pada baliho-baliho jalan seringkali terpasang wajah-wajah artis 'agamis'. Hebatnya, mereka berhasil mengalahkan trend orang2 partai soal pemasangan muka.

3. Pergolakan pemikiran itu sudah ada sejak keberadaan Khawarij. Kini ditambah lagi dengan berjamurnya Habib-habib yang sangat tidak 'habib'.

4. Tukang ngobral ijasah dan bid'ah pasti menganggap siapapun yang menentangnya sebagai 'ekstirimis'. Itu wajar, karena keberadaan penghalau/penentang menyebabkan rekening tak lancar mengalir lagi dan pamor akan hancur.

5. Agama Sunni [Islam yang sahih] yang sudah mapan? Jika sudah mapan, KERJAKAN yang SUNNAH, dan jangan semaunya MENGHASANKAN yang BID'AH. Lucunya, Pak Habib terbalik, bukan?

6. Memangnya yang Sunni cuma Syafi'iyyah saja? Ke mana Hanafiyyah, Malikiyyah dan Hanbaliah? Ups, jangan-jangan Syi'ah nanti disebut Sunni. Habiiis, mahkota di kepalanya hampir sama siiii.



Saturday, March 17, 2012

Habib Holic : Habib Is Not Always Holy

oleh Hasan Al-Jaizy

Jika karomah dan khowaariq al-aadah [kemampuan luar biasa] itu selalu tertanam dalam jiwa Habaaib [seperti yang mereka yakini], maka DAJJAL seharusnya lebih mulia dari para Habaaib. Dan habib-mania kemungkinan besar akan berubah menjadi Dajjal-Mania; saking gampangnya ditipu dan dibohongi.

Jangankan penampakan luar biasa, banyak dari para Habi

b-Mania yang memuja karomah habaaib hanya dari CERITA. CERITA...ya, cuma CERITA DONGENG yang riwayat/sanadnya ga jelas benar atau tidak. Cukup DITIPU dengan cerita, mereka langsung memuja.

Sekarang bagaimana jika DAJJAL mendatangimu, menjanjikan ribuan gerhana selangit harta...ia mampu [dengan izin Allah] menghidupkan orang mati, mematikannya kembali lalu menghidupkan.....Jika cerita belaka bisa menipu, apalagi penampakan realita????





 Kami akui ...

Kami akui karomah Habib Trendy Masa Kini Mengejar Mimpi Demi Sesuap Nasi...karomah mereka adalah 

1. Bisa ngetrend mendadak...Jika ada mendadak dangdut, mereka mendadak shalawat.
2. Dapat pengikut mendadak
3. Sekali titip rekening, majelis-majelis terlampaui
4. Duit di mana2. Biarpun ada yang berlaku cabul bagai kaum Nabi Luth, dengan duit media bisa disumpel...pak polisi pun tunduk.

Karomah Dajjal

Dajjal: Pembohong...Penipu...Pendusta





Wednesday, March 7, 2012

Dunia Terbalik

oleh Hasan Al-Jaizy

Beberapa habib-mania yang tampak 'alim' mudah sekali menyebut pujaannya dengan gelar: Syaikh, Al-Allaamah, Al-Muhaqqiq, Al-Mudaqqiq. Sementara sampai sekarang kebanyakan muslimiin di muka bumi ga kenal dan ga tau dia siapa, ilmunya seberapa, mana kitab-kitabnya dan mana bukti otentiknya.

Dunia terbalik. Justru ulama2 yang sudah masyhur dan terbukti kualitas keilmuannya, seperti Ibnu Taimiyyah rah
imahullah, malah mereka hinakan-nistakan. Padahal kitab2nya adalah kitab termasuk yang termasyhur dalam dunia perguruan tinggi Islam. Kuantitasnya besar...kualitasnya paten.

Zaman terbalik tersebab oleh terjungkalnya fikiran-fikiran manusia. Ketika kuburan begitu ramai....masjid menjadi sepi....kutaib wirid 'baru' dilazimkan sehari-hari...Mushaf Al-Qur'an menjadi penampung debu





http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/343700149004710

Friday, March 2, 2012

BOHONG KUADRAT!

oleh Hasan Al-Jaizy

BOHONG KUADRAT jika dikatakan Majelis Dzikir yang diadakan oleh majelis habib 'major label' membuat para hadirin majelis nambah ilmu, adab, akhlak dan cinta Rasul. 

Saya saksikan sendiri berkali-kali dalam tahun-tahun belakang ini kalau ada Majelis Habib [termasuk yang Habib-nya punya tampang salon itu] di kuburan dekat rumah, pasti isinya ada campur-baur juga cowok-cewek. Banyak dari mereka berl

isan busuk. Sebagian besar cuma nyari tongkrongan, kongkow bareng, cekakak-cekikik, ngerokok bareng sampai malem dan aktifitas buruk lain yang mencerminkan majelis itu sendiri.

BOHONG KUADRAT jika dikatakan Majelis Dzikir mereka bisa meredam anak2 muda dari pacaran dan hal2 tak bermanfaat. Justru sebaliknya, ajang majelis ini malah memperkuat hal2 tsb.





Yang suka ikut majelis tersebut namun ga merasa 'seperti' di atas dan 'marah' ada 2 kemungkinan:

1. Ia adalah yang datang ke majelis dengan baik cuma mau shalawatan, cari ilmu dll. Tapi ga liat situasi luar gimana tingkah anak2 majelis atau pura2 tidak tahu???

2. Ia adalah pelaku





Perbedaan antara majelis Habib Trendy dengan Majelis Syaikh Abdurrazaq di Istiqlal sangat jauh, sejauh antara ujung timur hingga ujung barat mentok.

Majelis Habib Trendy GANGGU ORANG SEKITAR, entah dari sholawatan dengan salon keras-keras atau dari tingkah peserta/anak2 muda majelis yang nongkrong2 semaunya. Ini hasil pengamatan sendiri, bukan rekaan. Dan ini PENGAKUAN sepi orang2 sekitar, yang pada ga berani bicara langsung.

Jelas sekali





DAN:Banyak orang terlalu liberal [bebas tak berfikir] dalam mengatakan "Ambil positifnya, jangan ambil negatifnya" demi mencari jalan tengah. Sayangnya, seringkali bukan jalan tengah yang tertemu.

Segala sesuatu, jika kandungan negatifnya lebih besar, maka hukumnya adalah negatif. Terlebih jika sisi negatifnya lebih besar, merata dan tak bisa dihindari, maka hukum negatif lebih kuat.

Dulu mereka beralasan: 'At least malam minggu ga pada pacaran lah, mending ke majelis'. Faktanya, sama saja bohong. Sekedar nama dan ngumpul, esensinya tetap: sia-sia. Bahkan duduk sendiri di kamar sambil membaca Al-Qur'an lebih positif dan lebih terhindar dari negatif.

Jika alasan 'menjauhi-pacaran' dibatalkan oleh realitas lapangan, sungguh tak bisa diterima kemudian alasan 'menjauhi-dugem dll'. Itu hanya cari-cari alasan.





Saturday, February 18, 2012

Wah...Habib Bersanad!

oleh Hasan Al-Jaizy

Habib 'bersanad' yang mencela para ulama karena tak 'bersanad'; padahal ulama-ulama tersebut sudah mewariskan ratusan kitab ilmiah tak terbantah, hafal Al-Qur'an dan ribuan hadits serta ratusan kaedah. Ironi! Justru terbalik.

Justru terbalik. Yang tidak kelihatan ilmunya malah mencela yang benar-benar kelihatan ilmunya hanya karena satu alasan: SANAD. What a joke.

Kita tinggal menunggu sang habib -semoga Allah memberinya hidayah dan kita semua- jatuh dan dijatuhkan oleh diri sendiri. Kelak manusia akan meninggalkan individu2 yang mengaku berilmu/bersanad namun tong kosong. Kelak trend2 itu tak lagi laku; setiap trend ada masa expired-nya.

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/332705383437520

Friday, February 3, 2012

Di Antara Para Dai

oleh Hasan Al-Jaizy

Beberapa khatib Jum'at di depan masyarakat awam mengingatkan akan hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa Sallam. Kalau sekedar mengingatkan, it's fine. Terlebih jikalau para khatib menjabarkan PERBEDAAN ULAMA SEJARAH mengenai tepatnya tanggal lahir beliau, 9? 10? atau 12? 

Terlebih jika para khatib mengingatkan umat agar senantiasa mengingat sejarah Nabi, bershalawat padanya, dan meminta agar memulai meniti perjalanan beliau. It's good.

Tapi ketika ada khatib yang mulai menganjurkan atau bahkan mewajibkan umat untuk memperingati [dalam artian 'merayakan' dan mendirikan 'event'] atas nama maulid, ini menjadi problem.


Di antara dai-dai...

Ada yang terjulur lidahnya haus akan ridha manusia, sehingga sadar-tak-siuman mereka mengucapkan apa yang dimurkai Allah demi anggukan kepala manusia.

Ada yang pura-pura sembari sembunyikan hukum yang benar dan zahirkan hukum yang salah namun disetujui demi mencari aman, mencari kehidupan dan ujungnya: MENCARI DUIT.

Kita tidak berarti su'udzan dengan ini. Karena fakta tidak bermakna prasangka.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/322593154448743

Thursday, December 15, 2011

Wah, Arwah Rasulullah Hadir di Setiap Majelis Ulang Tahunnya [Maulid]?

oleh Hasan Al-Jaizy

Bukan Termasuk AQIDAH Ahlus Sunnah wal Jama'ah [ga pake disingkat Aswaja]:

Keyakinan 'Rasulullah telah wafat dan seringkali hadir di majelis2 dan perayaan Maulid' akan menimbulkan soal-soal di alam fikir; karna Rasulullah adalah manusia dan manusia yang wafat takkan bangkit terbang dari kuburnya; ruhnya atau jasadnya.


 Maka TANYAKAN:
a. Jika beliau hadir di majelis2 dan maulidan2, apakah semua majelis dikunjungi?
b. Jika satu Jakarta ada 150 situs/tempat perayaan maulid SATU MALAM, bagaimana Nabi mengunjungi 150 sekaligus?
c. Jika diyakini bisa kunjungi 150 semalam, apakah itu termasuk mukjizat?
d. Jika itu mukjizat, MANA DALILNYA? Darimana Anda tahu?


Raut muka akan berbeda...

Jika seorang ahli bid'ah [yang mempromo kebid'ahan terang2an] dan tukang jualan cendol khurafat keteteran, terpojok, tersudut dan tidak bisa menjawab, dia akan melawan dengan gerutuan: "Dasar Wahabi! Pembenci Sunnah Nabi!"

Itulah tingkah dai murahan dari klub murahan dengan pemikiran murahan untuk mencari ridho murahan dari manusia.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/292965264078199


Monday, December 12, 2011

Mengejar Wahabib

oleh Hasan Al-Jaizy

Habib X, seorang habib masa kini yang seolah tampak seperti satu-satunya 'pendekar bersanad' atau 'tukang ijasah dzikir' mengatakan:

"Wahabi dan kelompoknya, mereka itu tak hafal 10 hadits pun berikut sanad dan hukum matannya"


TANGGAPAN:

--> Lulusan SMA Pondok Pesantren ane rata2 hafal puluhan hadits dan tahu sanadnya; karena Kutubus Sittah mencukupi.

--> Rata2 para Syaikh, Ulama atau Ustadz yang dibenci Habib M itu, justru mengutarakan hadits sahih beserta sanadnya di kajian, ceramah, muhadharah dan liqo'.

--> Sebaliknya, kita tidak tahu Habib X sebenarnya hafal lebih dari 10 hadits berikut sanad dan hukum matannya atau tidak hafal. 

--> Yang masyhur diketahui, Habib X adalah penumpang trend dan penampang muka di baliho jalan raya.

--> Belum bisa dipastikan kepastian keilmuan Habib X; meskipun tersedia forum Tanya-Jawab di situs. 

--> Tulisan/jawaban Habib X rata2 tidak atau belum tentu menunjukkan keilmuan dan keilmiahan, tapi PASTI menunjukkan Nomor Rekening Majelis dan Nomor Rekening Pribadi atas nama pribadi. Inikah tingkah ulama BERSANAD? Bersanad saldo?


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/291163680925024

Wednesday, November 30, 2011

Bau Syi'ah

oleh Hasan Al-Jaizy

Kalau ada majelis dzikir mirip dengan style majelis para habaiib, namun mencela Arab, maka waspadalah. Ada kemungkinan majelis tersebut pro-Syi'ah, atau malah sebenarnya Syi'ah.

Waspadalah...seringkali tanduk iblis tertutupi tindakan.


Jelasnya dan lebarnya:

Sebagaimana menjamur kini trend majelis dan kumpulan dzikir dan ratib, para antek-Syi'ah melakukan serupa. Ciri-ciri:

--> Majelis ratib, lalu diolesi nama.
--> Tidak ada pengakuan ke-habib-an.
--> Getol berdzikir berlebihan via speaker, terutama malam Jum'at.
--> Memiliki jema'at sendiri dan kumpul di hari tertentu.
--> Ceramahnya terkadang menebar benci akan ras Arab. [Ingat, banyak orang Persia yang membenci Arab dan muslim Sunni]
--> Terkesan kaya dan banyak sumbangan.
--> Berbau negara Iran [mungkin pernah study atau bekerja di Iran]
--> Ada kemiripan fisik dengan orang Arab atau Arab-Indo.
--> Memiliki mufti atau ketua tertinggi, namun dirahasiakan di mana. [Hanya pemimpin majelis yang tahu di mana]

dan lain-lain...masih dalam pengamatan pribadi


 Yang ditakutkan adalah mereka akan semakin membesar dan menyebar.

Jika dibandingkan dengan keanehan para habaib trendy, mereka lebih aneh dan asing. Mereka lebih tertutup dan kurang menerima pergaulan masyarakat.

Dan ditakutkan pula bahwa mungkin sebenarnya mereka menganggap orang di luar kelompok mereka adalah kafir; sebagaimana kaum Syi'ah menganggap siapapun non-Syi'ah adalah kafir.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/283991781642214