Showing posts with label Emansipasi. Show all posts
Showing posts with label Emansipasi. Show all posts

Saturday, April 21, 2012

Habis Terang Hadirlah Gelap

oleh Hasan Al-Jaizy

Dikatakan: "Habis Gelap Terbitlah Terang"

Balikkan: "Habis Terang Hadirlah Gelap"

Yang terang dan menerangkan adalah Islam [bagi yang Muslim]. Yang gelap adalah apapun yang menyimpang. Permasalahannya:

Tadinya kita berada dalam pijar yang cukup terang, meski tak paling terang. 
Sebelumnya wanita kita dalam damai, meski cukup di dalam atau sekitar rumah.


Lalu terbitlah gelap...

Lalu terbitlah gelap....keluar dari kegelapan itu anjing-anjing betina dikomandoi serigala-serigala bertato Mason. Mereka melucuti wanita-wanita agar keluar rumah dan menjadi pekerja untuk dunia. Alasan-alasan digelar. Untuk negara ini, mereka menjadikan Kartini sebagai berhala.

Lalu terbitlah gelap...dan kedunguan yang akut. Gadis bodoh dengan rok mini berharap dianggap seksi, namun ketika pandangan-pandangan serigala menjilati paha, ia tidak terima. Gadis-gadis bodoh....gadis-gadis tolol menawarkan raga di tengah umum, namun ketika mereka diperkosa, mereka tidak terima. Bodoh!


Lalu hadirlah mereka...

yang menggugat keputusan Islam dalam kerudung besar atau hijab. Alasan seperti Hak Asasi Monyet, sebetulnya cocok untuk mereka sendiri. 

yang menggugat hukum waris dan menuduh Allah tiada berlaku adil terhadap wanita. Jika basic dan keyakinan sudah dangkal, jika mata sudah membuta, apa mereka mampu melihat mentari sinari pagi? Tidak...habis buta terbitlah gelap!


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/371394016235323

Teringat Akan Anjing-anjing Betina

oleh Hasan Al-Jaizy

Ketika mendengar atau membaca 'Emansipasi Wanita', langsung terbayang di benak saya anjing-anjing betina berpakaian sedang berunjuk rasa di jalan atau sebagian mereka sedang bekerja di kantor-kantor.

Anjing-anjing betina itu terkadang menyalak galak menyeru persamaan derajat dan martabat. Mereka merasa selama ini ditindas oleh babi-babi jantan karena hak-hak mereka dirampas dan mereka dianggap babu. 

Sebenarnya yang asli babi jantan itu adalah mereka yang mencuci otak dan mempengaruhi para anjing betina. Dan mereka [anjing2 betina] tak sadar sedang diperalat oleh babi-babi jantan.


Sayangnya RA Kartini, setelah wafatnya, beliau justru menjadi berhala. Alasan demi alasan diutarakan demi persamaan derajat kehewanan. Sudah syukur yang patut terucap di bibir ketika norma agama dan sosial masih berlaku. Wanita diperlakukan baik dan dihormati.

Namun kini terbit anjing-anjing dari Barat menginjak-injak norma agama dan adat sosial. Bodohya begitu dahsyat...namun dahsyatnya, kebodohan tersebut dipelihara dan ditanamkan. Hingga kini, terus menerus kau saksikan di jalanan kota anjing-anjing betina sedang tertawa terkikih-kikih...Sebenarnya kami ingin memuliakan mereka, namun mereka justru tak letih menghinakan diri sendiri.


Sepertinya anjing-anjing betina itu perlu diberi pelajaran oleh ibu saya. Dulu beliau termasuk orang yang malang nasibnya, seperti ditindas sana sini. Namun teguh tetap beliau berdiri dan bangkit tanpa mengeluh persamaan. Tentu saja karena beliau memegang dan percaya agama, maka tiada pernah ingin menjadi seperti mereka.

Sungguh, anjing-anjing yang menyalak itu, sebenarnya penderitaan mereka hanya sedikit dan kecil. Justru mereka sendiri yang ciptakan derita baru. Yaitu: derita batin baru. Derita batin akibat dendam kesumat dan ketidakpuasan nafsu. Ingin dipuaskan. Terus saja kalian seperti itu, kelak kalian akan hancur sendiri. Kelak suara kalian yang menyalak akan menjadi parau hingga yang tersisa hanyalah kurap dan kudis di kulit kalian. Tentu masih ada yang lebih menjijikan dibanding anjing jalanan.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/371368419571216