Saturday, November 17, 2012

Sketsa X

Hingga kemudian perjalanan 4 orang itu berakhir di sebuah pohon yang amat besar. Akarnya meraksasa, bahkan ada yang menjulang hingga membentuk beberapa ayunan. Tubuh pohon itu dirantai oleh tumbuhan menjalar liar. Ada sedikit tanah lapang di antara akar-akar besar. Di sana mereka terhenti....

Apa yang akan mereka lakukan????

Suyuthi dan kedua temannya menyelinap pelan-pelan dari satu sektor ilalang ke lainnya demi mendekati Tempat Calon Kejadian Perkara. Akhirnya mereka sampai di sebuah sudut yang membuat pemandangan terlihat sempurna.

4 orang itu masih berdiri di sana. Salah satu dari mereka kemudian menyalakan obor. Tidak hanya 1. Tapi berobor-obor. Lalu disematkan di beberapa tempat yang ditunjuk oleh Ki Joko Bedon. Mereka kemudian berbincang sementara waktu. Suyuthi penasaran sekali dengan isi pembicaraan mereka. Ia bahkan punya keinginan melemparkan telinganya sendiri ke sana, namun tidak bisa.

Percakapan 4 orang itu dihentikan oleh kedatangan 4 orang lainnya. 2 di antaranya berambut panjang berpakaian

Friday, November 16, 2012

HIDUPMU INSPIRASIMU : [9] "Kelembutan Tersembunyi"

oleh Hasan Al-Jaizy

Diceritakan pada suatu serpihan lembut zaman, hiduplah seorang pemuda ahli ibadah kehabisan bekal dan tertikam oleh rasa lapar di kota Makkah. Hingga ia tak mampu berdiri tegak atau berjalan baik disebabkan perihnya serangan lapar. Di sebuah jalan kecil, ia melihat sebuah kalung emas yang zahirnya tampak mahal. Diambillah kalung itu dan disimpan di sakunya.

Tak lama masa bergulir, seorang lelaki setengah abad kira usianya mengumumkan bahwa ia kehilangan sebuah kalung berharga. Rupanya ciri-ciri yang dibentangkan selaras persis dengan yang ditemukan si pemuda. Ia pun menyahut:

"Ku temukan kalungmu dan ku kembalikan padamu." Setelah itu, ia pergi meninggalkan pemilik kalung yang terkesiap. Tiada patah kata lagi dari pemuda; tiada pinta imbalan darinya. Dengan segenap kerahan rasa laparnya, pemuda itu berdoa, "Ya Rabb, aku lakukan itu semua untuk-Mu. Ku tinggalkan kalung itu demi-Mu. Maka berilah ganti yang lebih baik dari itu semua untukku."

Suatu hari, ia melaut dengan menumpang sebuah kapal barang. Di tengah perjalanan, badai menerjang. Kapal pun terombang-ambing dan akhirnya menyerah pada amuk badai dan jilatan samudera. Tiada seorang pun selamat melainkan si pemuda. Ia terkatung-katung di atas sebuah kayu. Hingga akhirnya angin, gelombang dan kayu mengantarkan jasadnya yang sudah lemah itu ke sebuah pulau.

Ia pun bangkit dan tertatih berjalan. Dilihatnya ada masjid tua. Menujulah ia ke sana. Didapatkan orang-orang sedang shalat di dalamnya dan kemudian ia turut

HIDUPMU INSPIRASIMU : [8] "Menunduklah!"


oleh Hasan Al-Jaizy

Tahun 2008 saya punya seorang dosen di mapel bahasa [Nahwu]. Beliau adalah Pak Prof Al-Basyiry, berasal dari Mesir. Seorang yang kalimat dan nasehatnya sangat berhikmah dan ngena. Beberapa kali jam pelajaran habis untuk mendengarkan nasihat beliau. Dan kami merasakan waktu begitu cepat. Berharap ingin mendengar lagi nasehat beliau.

Tahun 2009 beliau sudah tak mengajar di kampus lagi. Kembali ke negerinya. Tapi, banyak kalimat dan makna yang kami ingat. Dan menginspirasi beberapa tulisan saya.

Pernah beliau menasehati kami untuk banyak membaca kitab/buku. Ya, masyhur sudah bahwa buku adalah teman yang tak menuntutmu apapun. Namun, kata Syaikh Al-Munajjid, buku adalah teman yang bisa membuatmu merunduk selalu. Buku pun merendah selalu. Ketika kau

Thursday, November 15, 2012

IRI


oleh Hasan Al-Jaizy

Kamu berbuat baik...
lalu diejek...
Tentu saja tidak enak diejek...
Tapi, fikirkan saja...
mereka mengejekmu...
karena 2 hal:
[1] Karena mereka memperhatikanmu
[2] Karena mereka tidak bisa sepertimu

Ini tidak berarti meninggikan diri...
mengasah tuk jadi sombong...
Tetapi ketahuilah...
jika memang mereka ingin mengkritik...
mereka harus berikan saran dan solusi...
bukan sekadar ejekan...

Manusia mengejek manusia yang berbuat baik...
tiada maksud selain ingin...
merendahkan yang tinggi...
Terutama jika diejek di depan manusia lainnya...

Saya pernah mengejek orang baik...
sekarang saya malah menyesal...
karena saya sadar...

rupanya dia memang benar-benar...
lebih baik dari saya...

Maka, jika kamu hendak mengejek...
dia yang berbuat baik...
periksa lagi hatimu...
karena itu adalah...

IRI

Hasad

"Hasad"

Beliau berkata:

الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار الحطب

"Hasad [Dengki] melahap kebaikan-kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar."

Karena mayoritas pendengki akan menzalimi orang yang didengki dengan cara menyiarkan keburukannya sehingga manusia lari darinya. Dan hal ini termasuk dari dosa-dosa besar, yang kadang bisa meruntuhkan kebaikan-kebaikan diri pendengki.

Setiap seorang pendengki melihat kenikmatan yang diperoleh mahsuud [orang yang didengki] bertambah, semakin bertambahlah kekesalannya dan semakin menyempitlah hati.

[Kitab Al-Ilm, hal. 78]

Jika pendengki itu adalah