Sunday, December 2, 2012

DALIL

oleh Hasan Al-Jaizy

Dalil secara bahasa adalah Penunjuk [Al-Mursyid/ الْمُرْشِدُ ]. [Lisaanul Arab]

Atau: الهادي إلى أي شيء حسي أو معنوي، خير أو شر

"Penunjuk bagi segala sesuatu yang bersifat konkrit [hissy] maupun abstrak [ma'nawy], yang baik [khair] maupun yang buruk [syar]." [Ilm Ushul Al-Fiqh, Abdul Wahhab Khalaf]

Sebagaimana yang masyhur diketahui, istilah dalam bahasa makna dan penggunaannya tentu lebih luas dibanding istilah dalam syariat. Kosakata 'dalil' juga mendapat tempat di Indonesia.

SEDEKAH JEMPOL


oleh Hasan Al-Jaizy

"SEDEKAH JEMPOL"

oleh: Bang Ust. Fathurrabbani Fathi Jawas [muridnya ustadz ane sekaligus kakak kelas waktu mondok dan ngampus]

MATAN:

Like dalam sebuah status atau komen itu tidak lantas menjadi dalil bahwa yang me-like setuju dengan status tersebut..

Bisa jadi si pe-like hanya sedekah jempol,

Atau si pe-like ingin membalas kebaikan si empunya status yg sudah me-like statusnya,

Atau si pe-like kagum dengan kecantikan/kegantengan si empunya status :D,

Atau si pe-like hanya ingin tebar pesona,

Atau si pe-like diam2 jatuh cinta kepada si empunya status :D :D,

Atau emang dasarnye tu status bagus jadi kudu di like,

Saturday, December 1, 2012

Mengelus Kuburan Keramat


oleh Hasan Al-Jaizy

Sanjunglah wanita secara umum dan tuturkanlah kelebihan wanita, niscaya akan banyak wanita tersanjung dan mendukung tuturanmu. Padahal belum tentu sifat yang kau sanjung itu ada dalam kepribadian si wanita yang tersanjung.

Katakanlah tentang kejelekan wanita secara umum dan tuturkan kekurangannya, niscaya akan banyak wanita yang tidak terima. Seakan sifat-sifat kurang itu ada pada mereka sang pemrotes.

Maka begitulah jika makhluk tercipta dahulukan rasa dibanding akalnya. Karena itulah dalam

Mengenang Kuburan Keramat


oleh Hasan Al-Jaizy

Jika seseorang bersahabat dengan buku, maka ia beruntung. Karena ia mendapatkan sahabat yang bisa membuatnya menambah maklumat, membuatnya tunduk, tanpa meminta imbalan materi ataupun jasa dari semua maklumat dan ketertundukan kepala. Jika seseorang membawa buku kemana-mana, maka ia akan menemukan buku tetap setia bersedia menjadi teman ketika tidak ada teman. Menjadi teman di masa sepi. Jika buku menceritakan padanya cerita lucu, ia menghiburmu. Jika buku menceritakan tentang perkara ngeri, ia menakutkanmu. Jika buku memberitakan sesuatu di negara nan jauh bermil-mil sana, terbayang di benakmu gambaran sesuatu. Namun, hal-hal ajaib tersebut tidak akan kau dapatkan di satu jenis buku. Yaitu: Buku Gambar.

Jadikanlah semua buku adalah teman yang seolah benar-benar bicara padamu. Karena ada beberapa dari manusia menjadikan semua buku layaknya adalah buku gambar. Hanya namanya saja buku gambar, tetapi ketika membacanya, tidak tergambar di benak pembaca apapun. Siapakah beberapa manusia itu? Yaitu mereka yang enggan membaca buku, meskipun sadar bahwa membaca buku memiliki kepentingan sendiri dalam hidup dan bahkan bisa membentuk karakter seseorang. Namun, baginya, semua buku berisikan kosong laksana buku gambar. Bayangkan jika ada 1000 buku gambar di rak rumahmu, apa faedah dari membaca

Mengkaji Kuburan Keramat

oleh Hasan Al-Jaizy

Barangsiapa yang 'disibukkan' dengan ustadz, maka ia condong fanatik dan menjauh dari ilmunya ustadz. Meskipun ngakunya ingin meluruskan realita.

Barangsiapa yang 'disibukkan' dengan ilmunya ustadz [ilmu yang diberi oleh ustadznya], maka ia condong munshif dan mendekat pada ilmunya ustadz. 

Beberapa orang paling bisa berbicara tentang ustadz fulan dan kelompok fulan, dan mengira bahwa itu semua adalah ilmu. Betapa banyak emak-emak yang mengatakan, 'Saya tidak ngomongin orang [ghibah] lho!' tapi sebenarnya mereka benar-benar membicarakan orang beserta aibnya. Begitu pula, betapa adanya pelajar ilmu mengatakan, 'Saya tidak berghibah. Ini klarifikasi dan pelurusan!' tapi sebenarnya mereka benar-benar tukang ghibah model 'klarifikasi'.

Itu terbukti ketika ternyata yang mereka bincangkan seumur-umur itu-itu saja pada temannya. Persoalan ustadz fulan, kelompok fulan dan seterusnya. Kalau memang katanya 'berilmu', kok yang dibahas bukan ilmu, melainkan orang-orang berilmu!? Kok tidak pernah respond pada materi ilmu, namun jika ada materi 'ngomongin orang' langsung komentar dan BERKARYA