Friday, February 17, 2012

Doa Penghujung Khutbah Jum'at

oleh Hasan Al-Jaizy


Momen yang sangat menggugah bagi saya kala Jum'atan adalah ketika khatib berdoa: "Allahummaghfir lil muslimiin wal muslimaat wal mu'miniina wal mu'minaat".

Allahu akbar! Doa di atas sangat besar dan agung jika dimaknai! Sedari kecil saya sering sekali mendengar doa di atas; namun baru dewasa ini benar-benar 'terasa' maknanya.


Ketahuilah, saudara-saudari -semoga Allah merahmati dan mengampuni kita semua-, bahwasanya mendoakan mu'miniin dan mu'minaat adalah doanya para Nabi dan Rasul.

DOA NABI NUH -alaihissalaam-

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

"Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan." [Q.S. Nuuh: 28]

Itu adalah doanya Nabi Nuh alaihissalaam; padahal beliau berdakwah ratusan tahun dan ditentang keras oleh kaumnya. 

DOA NABI IBRAHIM -alaihissalaam-

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

"Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)" [Q.S. Ibrahim: 41]


 BAHKAN, Allah Ta'ala memerintahkan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa Sallam memintakan ampun bagi mukminiin dan mukminaat:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

"Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan." [Q.S. Muhammad: 19]

Bagaimana dengan kita yang hanya seserpih dari umat!?
Bukankah kita bersaudara dan saling mencintai satu sama lain!?

Semoga Allah mengampuni dan merahmati kaum muslimiin.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/331989423509116

Thursday, February 16, 2012

Semoga Tak Retak

oleh Hasan Al-Jaizy

Dianggap wajar atau tidak, saya dan Anda adalah manusia yang pernah terombang-ambing dalam arus atau terkadang.
Dianggap baik atau tidak, saya dan Anda adalah manusia yang pernah terjatuh dalam kesalahan atau terkadang.
Adakalanya kemarin kita terperangkap di tengah hutan syubhat, kini tersyukuri telah kembali bercocok tanam di taman ibadah dan taubat.
Adakalanya subuh kita lalai dan alpa, sebelum zuhur kemudian kita kembali pada-Nya. 

Ketika kita menyalahkan selain kita, semoga sebenarnya kita tidak mencari-cari, tapi memang ingin menasihati.
Adapun cermin-cermin yang masih terpunyai, semoga tak retak...semoga masih utuh; sehingga masih ada kesempatan tuk menata yang buruk dalam diri.

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/331325520242173

Tentang Para Pecinta

oleh Hasan Al-Jaizy

[1] Pecinta artis dan binatang pelem, ketika negaranya dikunjungi Helloween, Sepultura, Rihanna, F4, artis Korea dan sejenisnya, akan merasa senang, membela-bela beli tiket jiwa dan raga, menjual agama demi lantunan atau menjual iman demi seni. Bangganya minta ampun. Semoga kita tidak sama sekali.

[2] Pecinta pemain bola [Barat], ketika negaranya dikunjungi tim besar Eropa, atau seorang pemain bo
la masyhur sedunia, akan merasa senang, membela-bela ke stadion terupaya jiwa dan raga, menjual Maghrib dan Isya demi kulit bundar. Bahkan sebenarnya menonton lewat TV jika melalaikan yang diwajibkan itu sudah buruk sekali. Semoga kita tidak lagi seperti ini.

[3] Pecinta Habib Trendy [bukan termasuk Habib yang salih], dikunjungi atau tidak kampungnya, tetap rela malam-malam keluar demi 'majlis' nya, campur baur laki perempuan mengatasnamakan dzikir, menjual ketentraman kampung orang dengan nyanyian keras-keras, malah sampai ada yang total tidak shalat hingga masa shalat habis. Semoga diberi petunjuk untuk mereka dan kita.

[4] Pecinta para ulama, asaatidz, masyaayikh dan habaaib yang sejati, tidak perlu berlebih-lebihan dan tidak wajib 'mengaku-ngaku'. Senang jika negara atau kampungnya dikunjungi orang berilmu, tanpa perlu menyiksa diri mengganggu ketentraman. Alhasil, berangkat membawa harapan, pulang membawa ilmu. Semoga kita semua adalah seperti ini.





http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/331296593578399

Wednesday, February 15, 2012

Lalat Hijau Pengen Exist

oleh Hasan Al-Jaizy


Jika ada seorang anak muda yang berbaju 'dai' tapi ngangkang dan kurang ajar di depan nama masyaayikh kibaar bermanhaj sahih yang berpuluh tahun belajar dan menghafal, maka bayangkan saja seekor lalat yang biasa hinggap di kotoran lalu berusaha menjadi kupu-kupu agar disukai sembari menampar gading gajah dengan sayap lemah miliknya.

Seperti lalat-lalat muda yang masih hijau namun kakinya penuh kotoran...

berusaha cari perhatian dengan menikam nama-nama orang besar berilmu benar, seperti Prof Dr. Abdurrazzaq [recently] atau Dr. Shalih Al-Fauzaan.

Hubb Az-Zuhuur [pengen nampak], itu istilah ulama dalam mengidentifikasi sebuah penyakit dalam kejiwaan anak-anak muda berperingai lalat hijau. Tidak peduli dosa...tidak peduli daging beracun termakan....yang penting: NAMPAK dan dianggap ADA [EXIST].

http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/330028917038500


Inshaf

oleh Hasan Al-Jaizy

Memahami ikhtilaf ulama [Fiqh Al-Khilaaf] itu teramat urgent bagi para pelajar yang menenggelamkan pandangan ilmiahnya pada ilmu agama. Memahami bagaimana para ulama berbeda pendapat dalam ratusan masalah, bagaimana perbedaan pendalilan [thuruq al-istinbath] mereka, dan bagaimana mereka tetap hormat satu sama lain dalam perbedaan pendapat dan pemahaman.

Namun justru beberapa pelajar lebih bersyah

wat pada iftiraaq ummah [perpecahan umat] atau malah mereka yang menyebarkan hawa-hawa panas dengan men-jarh men-tajriih semau nafsu.

Perbedaan sikap para pelajar golongan pertama dan kedua sangat berbeda. Golongan pertama lebih condong berlapang dada [inshaaf] dalam menyikapi perselisihan, sedangkan yang kedua condong meronta-ronta sambil mencela siapapun yang teranggap di benak nafsunya berbeda.





Jika seorang thalib ingin menjadi seorang faqih kelak, maka yang patut ia lakukan dalam keseharianny adalah merendam pandangan pada kitab-kitab warisan para ulama berbahasa Arab dan tidak berlarut-larut dalam menyelimuti hati dengan balutan pembahasan perpecahan, hizbiyyah dan fitan.

Namun jika seorang thalib sedari awal memang berniat untuk menjadi nomor satu dan ingin dilihat/dipandang, maka yang pertama kali dan seterusnya dilakukan adalah memusatkan pikiran pada 'bagaimana-aku-mengkritik-mereka', bukan pada 'bagaimana-aku-mengubur-kebodohanku-sedikit-demi-sedikit'.

Maka janganlah kita berlarut-larut merebus perhatian kita pada air keheranan yang mendidih menguap melihat sebagian kecil pemuda-pemuda yang mengaku 'mencari-ilmu' namun justru 'mencari-aib-orang-berilmu'