Tuesday, March 26, 2013

Hatimu Rentan, Mohonlah Kesembuhan

oleh Hasan Al-Jaizy



Hati yang empunya jahil (bodoh) tak terasuki ilmu yang sahih sangat riskan. Jangankan hati yang bodoh, bahkan jika seseorang yang berilmu tinggi pun berpotensi tercelakakan dengan penyakit maknawi yang menjalar di lubuk hati. Sesungguhnya tiap-tiap manusia mempunyai nasib, kadar, bagian, takaran dan ukuran dari ujian hati. Ketahuilah, setiap amalanmu, setan berupaya memberi andil di dalamnya.

Penting untuk tidak kau abaikan, bahwa jikalau setan tak mampu menipumu dengan kemaksiatan yang benderang, ia akan menipumu dalam ibadah yang cemerlang. Karena itu, takutlah dan semakin takutlah jika ternyata engkau adalah orang berilmu. Jika engkau mampu membaca Al-Qur'an seindah bacaan, atau memiliki kapasitas ilmu agama yang mengagumkan, atau menuai derma sedekah bergunung-gunung, atau bergerak ke medan perang, secara zahir itu semua adalah keutamaan dan karunia yang begitu besar untukmu.
 

Tetapi, ingat selalu dan selalulah ingat bahwa golongan pertama yang akan diseret ke neraka adalah pembaca Al-Qur'an, penebar ilmu kandungannya, penderma berharta dan pemerang di laga, yang mereka melakukannya tidak untuk Yang Maha Kuasa. Mereka melakukannya untuk diri mereka. Dan bertambah buruk kondisi mereka ketika di Hari Perhitungan mereka berdusta di depan Allah dengan berkata, 'Sungguh aku mengikhlaskannya di dunia untuk-Mu.' Seketika pula, Allah menyanggah, "Kau telah berdusta!" dan memerintahkan pesuruhnya dari malaikat untuk menyeret mereka menuju neraka.

Hatimu rentan, mohonlah kesembuhan. Hatimu riskan, mohonlah keteguhan.

Amalan terbaik untuk kesembuhan penyakit hati dan keteguhan lurusnya hati adalah menuntut ilmu syar'i dan membaca kalam ilahi. Ya, insya Allah, dengan Al-Qur'an kau akan mendapatkan surga untuk hati. Allah Ta'ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌۭ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدًۭى وَرَحْمَةٌۭ لِّلْمُؤْمِنِينَ

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." [Q.S. Yunus: 57]

Al-Qur'an adalah penyembuh bagi penyakit 'kebodohan' (الجهل) dan 'penyimpangan' (الغي) yang berada di dalam dada. Ingat, 'kebodohan' dan 'penyimpangan'. Kebodohan biasa menjangkit orang yang tidak belajar dan tak berilmu. Sedangkan 'penyimpangan' biasa menjangkit orang yang belajar, tahu dan berilmu. Karena itu, orang kafir dari kaum Nasrani cenderung bodoh dan orang kafir dari kaum Yahudi cenderung menyimpang.

Sedangkan Nabi kita, Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, secara mutlak terbebas dari keduanya. Itu sudah Allah kabarkan kepada kita semua melalui firman-Nya:

وَٱلنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ - مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ

"Demi bintang ketika terbenam, Kawanmu (Muhammad) tidaklah SESAT dan tidak pula MENYIMPANG." (Q.S. An-Najm: 1-2)

Kebodohan adalah penyakit yang bisa disembuhkan dengan ilmu dan petunjuk.
Sedangkan penyimpangan adalah penyakit yang bisa disembuhkan dengan rusyd atau kelurusan dalam kebenaran.

Saudara-saudaraku, kini bertabur pencari ilmu agama, yang mereka mendalaminya namun mereka tertipu dengannya. Bukanlah ilmu yang menipu mereka, namun niat dan maksud mereka lah yang membuat mereka tertipu. Mari kita niatkan mencari ilmu untuk mengenyahkan kebodohan dan menyembuhkan hati darinya. Namun, ketika sudah berilmu, tetap mohonlah kepada-Nya agar senantiasa diberi jalan yang lurus, bukan jalan orang-orang yang mencari pembenaran ketika dia tahu jalannya salah, bukan pula jalan orang-orang yang hendak menuntaskan hawa nafsu dengan ilmu yang ia miliki.

Sungguh, hati kita begitu rentan. Jikalau kita sudah merasa aman, maka itulah sebuah kehinaan.


No comments:

Post a Comment