Friday, February 10, 2012

3

oleh Hasan Al-Jaizy

[Muslim only] Beda antara:

[1]--> Didikan sedari kecil sudah religius, akademik atau parental. Umumnya kala besar masih hormat pada guru, ulama dan cukup beradab akan 'ilmu agama'.

[2]--> Didikan sedari kecil tidak religius, dari segi parental. Namun secara akademik terdidik religius. Sebagian besar kala besarnya masih hormat pada guru, ulama dan cukup beradab akan 'ilmu agama'.

[3]--> Didikan sedari kecil tidak religius, akademik atau parental. Namun saat besar, ia tertarik pada 'ilmu agama'. Sebagian ikut jalur yang terhormat, sebagian ikut jalur 'ekstrim' dan 'tergesa-gesa'.


 Untuk yang jenis ke-3, terkhusus yang malah ikut jalur 'ekstrim' dan 'tergesa-gesa', basically berdasarkan basic agama yang kosong dan menganggap bahwa belajar agama Islam itu sekali baca langsung alim dan boleh 'bicara' tentang agama.

Karakter 'ayam kaget' seperti ini seringkali memberikan madharat besar dan fitnah besar bagi umat, ditambah jika mereka masih berurat muda, maka bercampurlah 3 unsur: 

1. Semangat Berlebihan
2. Sok Tahu 
3. Tergesa-gesa

Akhirnya, semua orang kena patukan paruhnya, yakni tahdziir dan cap-cap stempel manhajy yang sebenarnya mereka sendiri belum tentu 'ngerti'. Belum lagi ketika bicara menampakkan 'jengger' merahnya, seakan besar, berilmu, ilmiah dan benar. Padahal ..... 

pernah lihat lalat-lalat hijau berkumpul di jalanan pasar yang kotor?


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/327436083964450

No comments:

Post a Comment