Sunday, July 15, 2012

Jalan Menuju Bakti Pada Orang Tua

oleh Hasan Al-Jaizy


Sebagaimana kebanyakan segalanya, kita tidak memandang itu semua dari satu sisi saja, sehingga tidaklah kita menganggap segalanya bisa diukur sama dan disamaratakan.

Seperti baktinya seorang anak pada orang tua. Antara seorang dengan seorang lainnya berkadar beda. Kau tak bisa menyamaratakan dan tak mungkin mengkiaskan segala kisah hidup manusia dengan milikmu semata.

Beberapa gambaran:

Adakalanya seseorang tidak akan terbukti berbakti kecuali jika setelah ia melewati panjangnya jembatan tinggi menjulang, sementara ia dikepung oleh kabut-kabut cerca, dan di bawah jembatan, menunggu keganasan yang siap melumatnya.

Adakalanya seseorang belum berbakti sebelum ia harus terbelenggu tangannya dan kulit tangan disayat satu satu dengan silet; sehingga yang bisa ia lakukan hanya menangis meringis tiada habis...

Adakalanya seseorang harus berbakti dengan membuyarkan segala impian, harapan, asa dan cita-cita. Yang kemudian ia hanya mampu menangis merelakan perpisahan dengan apa yang ia bangun bertahun-tahun...

Adakalanya seseorang berbakti cukup mencium tangan keduanya, senyum kepadanya, membantu mereka dalam kesulitan sederhana...

Adakalanya seseorang cukup berbakti dengan mengirim sms, atau telepon, karena ia dalam perantauan, dan tak perlu memikirkan keadaan rumah...

Yang mungkin selalu sulit:

Jika engkau tidak bisa lagi berbakti melainkan hanya sekedar irama isak doa yang kau gemakan di buana...karena tidak hadirnya lagi keduanya. 

Meskipun engkau kemudian berjalan merayap susah payah menuju keduanya, yang kau temukan kemudian hanya tatapan kosong pada gundukan tanah di pekarangan....

...sepi


Hasan Al-Jaizy, 15 Juli 2012

http://www.facebook.com/notes/hasan-al-jaizy/jalan-menuju-bakti-pada-orang-tua/493438697339023

No comments:

Post a Comment