Tuesday, July 17, 2012

Menyelisihlah Kau Akan Terkenal

oleh Hasan Al-Jaizy

Jadi, ada kaedah begini:
"Menyelisihlah; kau kan terkenal"
Arabic-nya: خالف تُعرف

Menyelisihi mayoritas yang berbuat buruk itu tentu bagus, karena selisih dari keburukan adalah kebagusan, atau yang mendekatinya. Seperti di saat semua orang membuang ingus sembarangan, kita berusaha membuang ingus di tempat tertentu sehingga tak mengganggu kenyamanan, seperti di tissue, di kantong, atau ditelan bagi yang suka rasanya.


Namun...

Namun, jika menyelisihi mayoritas yang berbuat baik, maka apakah layak disebut baik? Seperti perihal perintah Nabi untuk siapapun dari umat agar berpuasa di hari mayoritas atau semua manusia berpuasa, dan juga ber-'Fithry' di hari mereka melakukannya. Dalam hal ini, Nabi meminta kita untuk melakukan bersama mayoritas atau seluruh manusia; lalu buat apa:

--> membedakan diri sendiri atau kelompok sendiri?
--> berpendapat sendiri dan menyendiri?
--> mengasingkan diri sembari merasa keterasingannya benar?
--> meneriakkan persatuan tapi sendirinya bibit perpecahan?


Ups...ini perkara 'khilafiyyah' rupanya. 

Namun, apakah segala perkara yang dianggap 'khilafiyyah' oleh orang tertentu memang benar-benar layak disebut 'khilafiyyah'? Atau, memang sengaja 'meng-khilaf-kan' diri sehingga terlihat jelas khilafnya?

Kembali ke kaedah: خالف تُعرف

Berkhilaflah: kamu akan dikenal [akan kekhilafanmu]


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/420799641294760

No comments:

Post a Comment